Syabab Mengaji

Syabab Mengaji

Share

Fastabiqul khairot... Amalkanlah Q.S Al 'Asr agar kita tidak merugi!!!

05/11/2025

Ya Allah, lindungi lah kami dari p erbuatan munkar.

22/10/2025

14/07/2022

Selamat dari yang Ingin Mecelakakanmu

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَايَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ إِلٰى اللهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

"wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu*, (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapatkan petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Allah akan Menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" (al-Maidah : 105)

*dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa perintah menjaga dan mengurus diri masing-masing ini tidak meniadakan perintah untuk berdakwah (sebagaimana yang terdapat pada ayat-ayat lainnya)

Akan tetapi,
✔️Mulailah dari diri sendiri menuju kebaikan

✔️Sibukkanlah diri mencari hidayah/petunjuk yang selama ini belum didapatkan

Karena Allah telah menjanjikan tiada satupun yang dapat mencelakakan orang yang telah mendapat petunjuk dari-Nya‼️

Semoga Allah memberikan taufiq kepada semuanya

14/07/2022

Awas; Ciri-Ciri Dosa

An Nawwas bin Sam'an berkata -semoga Allah meridainya- Nabi Sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

البر حسن الخلق، (وفي الرواية: البر ما اطمأنت إليه النفس واطمأن إليه القلب) والإثم ما حاك في صدرك وكرهت أن يطلع عليه الناس (رواه مسلم)

Kebajikan adalah akhlak yang terpuji (dalam riwayat lain oleh Imam Ahmad dan Ad Darimi: kebaikan adalah sesuatu yang membuat jiwamu tenang dan hatimu tentram)

Sedangkan dosa adalah sesuatu yang meresahkan jiwamu dan engkau benci jika hal tersebut diketahui oleh manusia (Hadis riwayat Muslim)

03/07/2022

Orang yang dijauhkan dari Maksiat

وإن من أعظم التوفيق للعبد من الله أنه سبحانه قد يصرفه عن المعصية حينما يطلبها، فقد تغلق أبواب المعصية دونه حينما يطلبها، ويتساءل عن السبب؟ وما درى أن ذلك حفظ من الله؛ لأنه قد حفظه

Dan sesungguhnya termasuk taufiq yang besar bagi seorang hamba dari Allah bisa jadi berupa dijauhkan ia dari maksiat ketika ia menginginkannya, dan ditutup pintu-pintu maksiat baginya. Dia bertanya-tanya apa penyebabnya? Dan tidaklah ia mengetahui bahwa hal tersebut adalah penjagaan Allah; disebabkan ia taat kepada Allah

فكم ترى من يقول : بحثت عن المعصية حين ضعف إيماني فما تهيأت لي، وحين راجعت نفسي ولمتها، ربما تهيأت لي لكني الآن لا أقدم عليها

Dan betapa banyak orang mengatakan : "aku ingin bermaksiat ketika imanku sedang lemah, akan tetapi maksiat tersebut tidak tersedia bagiku. Dan ketika aku kembalikan diriku dan aku menyalahkannya*, boleh jadi maksiat tersedia untukku akan tetapi aku sekarang tidak mau melakukannya.

*maksudnya ia telah kembali semangat, instropeksi diri, dan tidak lagi menginginkan maksiat

ومصداق ذلك قوله صلى الله عليه وسلم في الحديث القدسي : ((فإذا أحببته : كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورجله التي يمشي بها…))؛ أي : أن الله يجعل سمعه فيما يرضاه، ويوفقه فلا يرى ولا يفعل إلا ما يحبه الله تعالى.

Dan yang menjadi saksi kebenaran hal tersebut adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam Hadis Qudsi bahwa Allah berfirman :

((... apabila Aku telah "mencintai" seseorang maka;

📌Aku akan menjadi pendengarannya yang dengan itu ia mendengar,

📌Aku akan menjadi penglihatannya yang dengan itu dia melihat,

📌Dan Aku akan menjadi tangannya yang ia mengambil dengannya

📌Dan Aku akan menjadi kakinya yang dengan itu ia berjalan…))**

**Allah menjadi tangannya, kakinya, penglihatannya, dan pendengarannya bukan maksudnya Allah menjadi anggota tubuh dan bersatu dengan makhluk-Nya sebagaimana yang dipahami oleh orang-orang menyimpang (na'uzubillah), akan tetapi,

Maksudnya adalah : Allah menjadikan pendengarannya mendengar apa-apa diridhai-Nya, dan ia pun s**a akan hal tersebut, sehingga tidaklah ia melihat, dan menjalankan sesuatu melainkan pasti ia melihat dan menjalankan sesuatu yang hanya dicintai Allah ta'ata

Maka,

💎Jagalah Allah, Allah akan menjagamu💎

(كتاب الحلل البهية في شرح الأربعين النووية ص 164)

30/06/2022

PENJAGAAN ALLAH DIHARI TUA

وكان الإمام أبو الطيب الطبري رحمه الله قد بلغ التسعين من عمره، فركب في في سفينة، وحين قربت من شط النهر قفز منها إلى الأرض، وتلك حال لا يصنعها من هو في مثل عمره

Dan sungguh umur Al Imam Abu At Toyyib At Tobariy - rahimahullah- telah mencapai 90 tahun, suatu hari Beliau pergi menaiki perahu, ketika telah dekat dengan tepi sungai Ia turun dari perahu dengan melompat yang lompatan tersebut tidak dapat dilakukan orang lain dalam umur tersebut

فقال له أحد من حوله : يا شيخ، كيف هذا وأنت كبير في السن قد بلغت التسعين؟! فقال ((هذه أعضاء حفظناها في الصغر فحفطها الله لنا في الكبر))

Maka seseorang disekitarnya bertanya: ya Syaikh, bagaimana Engkau melakukannya padahal Engkau telah lanjut usia sungguh umurmu sudah 90 tahun?!

Beliau menjawab: "tubuh ini kami jaga sedari kecil (dengan cara taat kepada Allah) maka Allah menjaga tubuh kami dihari tua"

وما أعظمها من كلمة ينبغي على الإنسان أن يقف عندها طويلا : ((هذه أعضاء حفظناها في الصغر؛ فحفظها الله لنا في الكبر!!))

Alangkah besar perkataan tersebut yang patut dicamkan oleh seorang insan yaitu "tubuh ini kami jaga sedari kecil maka Allah menjaga tubuh kami bagi kami dihari tua!! "

فإذا حفظت الله عز وجل في أوامره وراقبت الله في جوارحك التي هي من الله سبحانه وتعالى يدك، رجلك، سمعك، بصرك، لسانك، وما عصيته بها فأبشر بأن الله عز وجل سيحفظك في بدنك، ومالك، وأهلك، ولدك.

Maka apabila engkau menjaga perintah Allah dan anggota tubuhmu kau awasi karena Allah (dari hal-hal yang dilarang-Nya) yang mana anggota tersebut; tangan, kaki, pendengaran, pengelihatan, lisanmu, dan dengan anggota tubuh tersebut kau tidak maksiat kepada Allah, maka bergembiralah karena sunggu Allah akan menjagamu, tubuhmu, hartamu, keluargamu dan anakmu.

Karena Rasulullah bersabda :

💎Jagalah Allah, Allah akan menjagamu💎

كتاب الحلل البهية في شرح الأربعين النووية ص 164

30/06/2022

Masih Membahas; "Jagalah Allah, Allah akan menjagamu"

Barang siapa yang menjaga dan menjalankan hukum, hak dan perintah Allah, juga menjauhi larangan-Nya niscaya Allah akan menjaga dua hal darinya; urusan dunia dan urusan akhiratnya.

Dikisahkan dalam surah al-Kahfi bahwa Allah menjaga harta karun dua anak yatim bersaudara dari kehilangan dll dikarenakan orang tua mereka adalah orang soleh;

وكان أبوهما صالحا (الكهف : 82)

"dan ayah mereka berdua adalah seorang yang soleh" (al-Kahfi : 82)

Oleh karena itu Ibnu Al Musayyib berkata kepada anaknya:

((يا بني، إني لأزيد في صلاتي من أجلك، رجاء أن أحفظ فيك))

"Wahai anakku, sungguh aku akan menambah solat(sunnah)ku karenamu, dengan itu aku berharap aku dapat menjagamu"

maksudnya : aku akan menjaga Allah dengan menjaga solat-solat sunnahku, dengan harapan Allah akan menjagaku dengan itu juga Allah akan menjagamu*

*karena Allah menjaga urusan dunia seorang hamba mencakupi menjaga badan, harta, anak dan keluarga hamba tersebut.

وقد قال ابن المنكدر : ((إن الله ليحفظ بالرجل الصالح ولده وولد ولده والذريات التي حوله، فما يزالون في حفظ من الله و ستر))

Sungguh Ibnu al-Munkadir telah berkata: "sesungguhnya Allah akan menjaga seorang yang soleh, juga anaknya , juga cucunya, dan juga keturunan yang berada disekitarnya. Mereka selalu dalam penjagaan dan perlindungan Allah"

💎Maka jagalah Allah, Allah akan menjagamu💎

كتاب الحلل البهية في شرح الأربعين النووية ص 163-164

28/06/2022

Peniadaan dan Penetapan Sifat Allah

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

{ليس كمثله شيئ وهو السميع البصير} الشعراء: 11

Tidak ada yang serupa dengan-Nya, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Maha Melihat (Asy Syuara: 11)

هذه الآية المحكمة من كتاب الله عز وجل هي دستور أهل السنة والجماعة في باب الصفات،

Ayat ini adalah acuan dari kitab Allah azza wa jalla yang merupakan kaedah yang mendasar dalam mengimani sifat-sifat Allah

فإن الله عز وجل قد جمع فيها بين النفي والإثبات، فتفى عن نفسه المثل، وأثبت لنفسه سمعا وبصرا،

Bahwa sesungguhnya Allah azza wa jalla dalam ayat ini telah mengumpulkan dua sikap dalam mengimani sifat-sifat Allah yaitu nafyu (peniadaan) dan isbat/penetapan, yang mana Allah menafikan penyerupaan terhadap diri-Nya namun Allah menetapkan pada diri-Nya sifat mendengar dan melihat

فدل هذا على أن المذهب الحق ليس هو نفي الصفات مطلقا، كما هو شأن المعطلة، ولا إثباتها مطلقا؛ كما هو شأن الممثلة؛ بل إثباتها بلا تمثيل.

Ini menunjukkan bahwa mazhab yang benar bukanlah yang meniadakan sifat-sifat Allah secara mutlak sebagaimana orang-orang "mu'attilah", dan tidak p**a menetapkan sifat-sifat Allah mutlak seperti sifat-sifat makhluk sebagaimana orang-orang "mumatstsilah" , akan tetapi mazhab yang benar adalah;

📌Menetapkan sifat-sifat Allah dengan tidak diserupakan sifat-sifat mulia Allah tersebut dengan sifat Makhuk-Nya

(كتاب شرح العقيدة الواسطية علقه الشيخ عثيمين ص 97)

28/06/2022

Apa Itu Takyif dan Tamsil?

Rukun Iman yang pertama adalah beriman kepada Allah

ومن الإيمان بالله: الإيمان بما وصف به نفسه في كتابه العزيز وبما وصفه به رسوله محمد صلى الله عليه وسلم؛ من غير تحريف ولا تعطيل، ومن غير تكييف ولا تمثيل

Bagian dari beriman kepada Allah adalah mengimani sifat Allah yang Allah mensifati diri-Nya dengan sifat-sifat yang mana hal tersebut terdapat dalam kitab-Nya yang mulia.

Juga, mengimani sifat Allah yang disifati oleh Rasul-Nya Muhammad sallallahu 'alaihi wa sallam; yang sifat-sifat tersebut diimani tanpa di "tahrif", "ta'til", "takyif", dan "tamsil"

أن التعطيل نفي للمعنى الحق الذي دل عليه الكتاب والسنة، وأما التحريف فهو تفسير النصوص بالمعاني الباطلة التي لا تدل عليها. أن التكييف أن يعتقد أن صفاته تعالى على كيفية كذا، أو يسأل عنه بكيف. وأما التمثيل فهو اعتقاد أنها مثل صفات المخلوقين.

📌Ta'til adalah menghilangkan makna sebenarnya yang ditunjukkan Alquran dan Sunnah

📌Tahrif adalah menafsirkan nash-nash tersebut dengan makna-makna batil yang tidak ada ditunjukkan terhadapnya

📌Takyif sesungguhnya adalah seseorang meyakini bahwa sifat-sifat Allah ta'ala adalah seperti kaifiyat ini, atau bertanya "bagaimana?" cara/bentuk sifat Allah tersebut, dan

📌Tamsil adalah meyakini bahwa sifat-sifat Allah adalah sama seperti sifat makhluk-Nya

بل يومنون بأن الله {ليس كمثله شيء وهو السميع البصير}

Bahkan harusnya mereka mengimani bahwa Allah "tidak ada yang semisal dengan-Nya, dan Dialah yang Maha Mendengar, Maha Melihat"

(كتاب شرح العقيدة الواسطية علقه الشيخ عثيمين ص 94-97)

💎Jadi, kita mengimani sifat-sifat Allah yang datang dari Alquran dan Hadis-Hadis Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam dengan makna hakiki tanpa di "ta'til", "tahrif", dan tanpa ditanya bagaimana bentuk/cara sifat tersebut, dan tidak p**a diserupakan sifat-Nya azza wa jalla dengan sifat makhluk-Nya.

26/06/2022

Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepada kita untuk "dengar dan taat" kepada penguasa, yang mana para sahabat dan orang-orang setelahnya juga banyak mewasiatkan hal tersebut. Prinsip tunduk dan patuh terhadap penguasa yang diperintahkan kepada kita, gambarannya adalah sebagai berikut :

وقد توارد الصحابه ومن بعدهم على الوصيه بهذا الأمر، ومما ورد في ذلك : ما قاله سويد بن غفلة رحمه الله :

Dan sungguh para sahabat dan orang-orang setelah mereka banyak mendatangkan wasiat tentang perkara ini ("dengar dan taat" kepada penguasa), diantaranya adalah apa yang datang dari yang dikatakan oleh Suwaid bin Ghaflah -semoga Allah merahmatinya-

أخذ عمر رضي الله عنه بيدي فقال : يا أبا أمية، إني لا أدري لعلنا لا نلتقي بعد يومنا هذا

-Suwaid berkata- "Umar radiyallahu 'anhu mengambil tanganku dan berkata : 'wahai Abu Umayyah, sesungguhnya aku tidak mengetahui, boleh jadi kita tidak berjumpa lagi setelah hari ini'"

اتق الله ربك إلى يوم تلقاه كأنك تراه وأطع الإمام وإن كان عبدا حبشيا مجدعا، إن ضربك فاصبر، وإن أهانك فاصبر، وإن أمرك بأمر ينقص دينك فقل : طاعة دمي دون ديني، ولا تفارق الجماعة

Lalu Umar berwasiat kepada Suwaid yaitu:
💎Bertaqwalah/takutlah kepada Allah rabbmu seakan-akan engkau melihat-Nya hingga hari dimana nanti engkau bertemu dengan-Nya
💎Taatilah al-Imam (penguasa) walaupun ia adalah hamba sahaya dari Habasyah yang terpotong hidungnya
💎Apabila ia memukulmu maka bersabarlah
💎Dan apabila ia menghina dan merendahkanmu maka bersabarlah
💎Apabila ia menyuruhmu dengan perintah yang mengurangi agamamu (maksiat) maka katakanlah : taat darahku, tidak agamaku*
💎Dan janganlah engkau berpecah dari al-jamaah*
(الحلل البهية في شرح الأربعين النووية ص 237)

*taat darahku, tidak agamaku : artinya seseorang tidak boleh mamatuhi perintah yang melanggar syariat Allah atau diperintahkan untuk bermaksiat kepada Allah
*al-jamaah adalah berpegang teguh terhadap prinsip Islam walaupun engkau hanya sendirian

24/06/2022

Salah satu wasiat Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam:

والسمع والطاعة وإن تأمر عليكم عبد

"mendengar dan taat kepada penguasa walaupun memerintah atasmu adalah budak sahaya" (yang menjadi penguasa/pemerintah)

ومعلوم أنه لن يكون الوالي رقيقا، لكن هذا من باب المبالغة في الأمر بالسمع والطاعة لولاة الأمور.

Dan telah maklum bahwa hamba sahaya tidak mungkin menjadi pemerintah, akan tetapi ini bagian dari bab "mubalaghah" (pleonastis) dalam memerintahkan untuk "as sam'u wat ta'ah" mendengar dan taat kepada para penguasa.

وذلك لأن في طاعتهم استقرار الأمر، واستتباب الأمن، وانتظام أحوال الناس ومعاشيهم

Dan hal tersebut diperintahkan dan diwasiatkan Rasulullah karena ketaatan kepada pemerintah terdapat;

💎 Keterjagaan terhadap stabilitas urusan suatu negeri agar tetap berjalan lancar
💎 Keamanan terjaga dan menjadi stabil
💎 Hal dan keadaan penduduk dapat terorganisir dengan baik serta kehidupan mereka tertata dengan rapi.

(كتاب الحلل البهية في شرح الأربعين النووية، ص 237)

Artinya,

📌 Tidak mungkin seorang budak menjadi pemimpin, namun tetap dengar dan taati dia jika qadarullah menjadi penguasa
📌 Termasuk fungsi diperintahkan untuk "dengar dan taat" terhadap penguasa -s**a ataupun tidak s**a- adalah untuk terjaganya keamanan, stabilitas, keteraturan kaum muslimin dan aktivitas kehidupan mereka.

Want your school to be the top-listed School/college in Al Burayqah?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Al Burayqah