Aula Andika Fikrullah Al Balad Page

  • Home
  • Aula Andika Fikrullah Al Balad Page

Aula Andika Fikrullah Al Balad Page Berbagi kisah dan productivity di Amerika

Aku tidak sedang membela siapa pun di sini.Dan aku juga tidak mengatakan kasus ini 100% benar atau 100%  salah.Tapi seba...
14/05/2026

Aku tidak sedang membela siapa pun di sini.

Dan aku juga tidak mengatakan kasus ini 100% benar atau 100% salah.

Tapi sebagai seseorang yang ingin berkembang, berkontribusi, dan mungkin suatu hari membawa perubahan, sebagaimana dituntut oleh masyarakat bahwa setiap lulusan luar negeri harus berbakti dan mengabdi para ibu pertiwi.

Namun, hal yang semakin sering membuatku mulai bertanya setiap waktunya adalah

" seberapa aman jalan itu sebenarnya?"

Karena kalau ketakutan ini dirasakan banyak orang,
mungkin masalahnya bukan pada individunya—
tapi pada rasa aman dalam sistem itu sendiri.

Think TWICE teman semuanya.

Think twice dan perpanjang istikharah!!

11/05/2026

Begini suasana wisuda lokal di kampus di Amerika.

Tidak ada panggung bertabur bunga dan intan permata.

Tidak ada kue kotak.
Tidak ada air mineral.
Tidak ada buah berselimut plastik.
Tidak ada itu semua.

Plong bak janji para politisi 🤭😅

05/05/2026

Aku mau cerita.

Aku dulu pernah dibandingkan dengan anak tetangga yang ia tampaknya sangat rajin, telaten, and ringan tangan di rumahnya.

Tetanggaku itu pernah berkata " ah, males kamu. Kebanyakan tidur. Gak kayak si X###, lihat adik saya. Dia rajin sekali." Imbuh mereka.

Saya diam.

Berminggu, berbulan, kalimat yang sama terus mengalir. Saya masih juga diam.

Sebagai orang terpelajar, saya tidak membantahnya sedikitpun. Karena saya tau bahwa kita semua unik dengan cara kita masing-masing.

Namun, diam saya justru disalah artikan. Omongan itu semakin menjadi-jadi hingga goyah pendirian ibu dan beberapa keluarga saya. Sehingga mereka sesekali terbawa arus.

Hingga tiba lah saya membalas kalimat "ah males kamu," itu dengan sapaan sederhana.

" Saya males, tapi adik anda pernah tidak jadi juara kelas? Pernah tidak menang lomba cerdas cermat di tingkat kabupaten? Pernah tidak mewakili sekolah ikut bimbingan belajar gratis di sekolah rayon X?"

Beberapa pertanyaan tersebut menjadi akhir dari perbandingan saya dan x.

Kenapa kita tidak perlu dibandingkan, karena kenyataannya kita unik dengan cara kita masing-masing.

Musim semi 2026 akan berakhir. Summer pun akan di mulai.Kemarin pekan terakhir. Final assignments pun sudah semua disubm...
03/05/2026

Musim semi 2026 akan berakhir. Summer pun akan di mulai.

Kemarin pekan terakhir. Final assignments pun sudah semua disubmit dan dipresentasikan. Feedback bergentayangan. Ada yang dianjurkan untuk disiapkan sebagai proposal conferences bahkan diminta dipertimbangkan sebagai chapter dissertasi, tentu dengan beberapa masukan. Ah, ragam rupa bak gado-gado. Di lain sisi, aku semakin khawatir akan ketahananku sendiri. Takut pincang, patah, atau bahkan jatuh. Walau di saat bersamaan, Grade mulai bermunculan.

S3, aku tidak lagi memikirkan grade. Semua kuserahkan ke mereka pemberi nilai. Walau, ya setidaknya aku tetap mempertahankan untuk tidak lepas. Tetap menjadi Aula di setiap kesempatan.

Akhir musim semi, artinya kendaraan ini akan semakin diuji ketahanannya. Baku tembak, baku hantam, dan bahkan genjatan senjata pun mungkin dilakukan ke depannya. Jika dibutuhkan. Yang pasti, anti baja untuk bertahan semakin dibutuhkan.

Pekan depan, pre-eliminiary meeting dengan advisors. 5W+1H akan kembali menjadi pembuka dari setiap obrolan. Wallahualam, Ya Allah.

Ku niatkan semuanya untuk memakmurkan agamaMu, maka mudahkan lah setiap perjalanannya. Jadikan diriku ini sebagai filsuf terdahulu yang tak malu menampilkan karakter muslimnya di tengah peradaban yang semakin tak beradab.

Aaamiin.

30/04/2026

Kenapa yaa, setiap x selesai meeting dengan advisors atau dosen pembimbing itu rasanya seperti menyelesaikan 7 ronde di arena tinju?

Persis seperti ditampikan oleh wanita ini. Babak belur dan berdarah-darah. 🥹😅

Kenyataannya memang demikian.

Ketika hal ini saya tanyakan ke beberapa dosen di lingkungan akademik di US yang pernah saya temui. Mereka semua mengatakan bahwa kehadiran mereka sbg advisor atau dosen pembimbing adalah untuk menchallenge setiap narasi dan ide yang disampaikan oleh anak didiknya.

Jadi, wajar jika kemudian mahasiswa merasa bahwa mereka babak belur karena itu lah tujuan utama dari kehadiran advisors di perjalanan graduate lives ini. 🤺🤺🤺

Kalau kamu di jurusan mu gitu juga gak?

Siap Lolos AERA?Jangan tunggu waktu. Mulai riset sekarang, collect data yang solid, dan submit proposal terbaik  tahun d...
28/04/2026

Siap Lolos AERA?

Jangan tunggu waktu. Mulai riset sekarang, collect data yang solid, dan submit proposal terbaik tahun depan. Kesempatan ada untuk kita semua! 🚀

Saya inshaAllah mungkin akan daftar lagi. US ke Canada juga lumayan dekat. Bisa nyetir mungkin ke sana, inshaAllah.

Ayo kolaborasi, btw!!

28/04/2026

Sebagai santri yang kini menempuh studi doktoral, saya sering merenungkan perjalanan ini. Andaikan saya diberi sembilan nyawa, mungkin semuanya akan saya gunakan untuk hal yang berbeda.

1. Satu untuk memperdalam ilmu agama yang menjadi fondasi hidup saya sejak di pesantren: menghapal kitab dan segala turunannya, syarah.

2. Satu untuk menekuni riset yakni science dan teknologi dan akademik, agar ilmu yang saya pelajari di universitas bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat.

3. Satu nyawa ingin saya pakai untuk menjaga nilai-nilai santri di tengah dunia akademik yang serba rasional—kesederhanaan, keikhlasan, dan rasa hormat kepada guru.

4. nyawa lainnya mungkin untuk menulis, membagikan pengalaman, dan menjadi penghubung antara dunia pesantren dan dunia ilmiah.

5. Nyawa utk mencari dan memperkuat ekonomi. Agar kemandirian itu tidak menghalangi saya mencari ilmu.

6. Nyawa untuk shalat dhuha, puasa senin kamis, and sedekah. Tiga amalan yang mudah namun besar ganjaran pahalanya.

7. Sisa lainnya akan saya pakai untuk menemani RasulNya di berbagai waktu: Nabi Adam, Nabi Ibrahim, dan tentu Rasul Saw.

Tapi pada kenyataannya, saya hanya punya satu nyawa. Karena itu, saya belajar untuk menggunakannya dengan sungguh-sungguh. Belajar tanpa kehilangan arah, meneliti tanpa kehilangan adab, dan berprestasi tanpa lupa dari mana saya berasal.

Menjadi santri di tengah perjalanan PhD bukan hal mudah. Namun justru di situlah tantangannya—bagaimana tetap rendah hati dalam pencapaian, dan tetap berakar ketika dunia menuntut untuk terbang lebih tinggi.

28/04/2026

Ya Allaaaah 🥹

Address

Columbus, OH

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aula Andika Fikrullah Al Balad Page posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share