Kanjeng Raden jelajah sejarah

Kanjeng Raden jelajah sejarah

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kanjeng Raden jelajah sejarah, College & University, surabaya, Sidoarjo.

03/06/2024

.
Kuil Kwan Im Thong Hood Cho

Terletak di Jalan Waterloo , adalah tempat pemujaan populer bagi pemuja Guan Yin, dewi belas kasihan Tiongkok. Dibangun pada tahun 1884, kuil ini merupakan salah satu kuil Buddha tertua di Singapura dan merupakan ciri khas arsitektur halaman kuil Tiongkok pada akhir abad ke-19. Kuil ini terkenal dengan filantropinya. Sejarah Kuil Kwan Im Thong Hood Cho pertama kali dimulai sebagai kuil yang didedikasikan untuk dewi belas kasihan, Guan Yin. Dewa lain yang ditemukan di kuil ini termasuk Ta Ma Tan Sh*th (atau Da Mu Tuo Shi), kepala dari enam leluhur Buddha; dan Hua Tuo, seorang dokter Dinasti Han yang merupakan santo pelindung pengobatan Tiongkok. Kuil ini mengalami perubahan dan penambahan pada tahun 1895. Kuil ini dibongkar pada akhir tahun 1970-an dan dibangun kembali pada tahun 1982 dengan pekerjaan yang ditugaskan kepada Arsitek Tay & Yeo.

08/02/2023

.
Semarang dan Kota Kolonial Modern

Pada tahun 1906 didirikanlah Kotapraja Semarang. Mulai tahun 10-an kotapraja sudah terlibat aktif dalam masalah-masalah terpenting kota ini: buruknya situasi di kota tua, kurangnya pemukiman yang memadai dan perlunya sebuah pelabuhan samudra yang baru. Sejak awal mula berdirinya kotapraja, para anggota dewan kota dr. W.Th. de Vogel, H.F. Tillema dan R.M. Soenario telah meminta agar diberikan perhatian pada masalah buruknya situasi di kota tua Semarang. Epidemi kolera pada tahun 1901 dan 1902, yang menyebabkan kematian dua puluh persen penduduk kota, masih segar dalam ingatan dan penelitian yang dilakukan oleh dr. de Vogel memperlihatkan bahwa situasi hidup di kota tua yang padat beberapa tahun kemudian masih jelek sekali. Pemekaran kota yang terencana di kawasan perbukitan dikombinasi dengan perbaikan kampung dan pembangunan rumah murah diajukan sebagai pemecahannya. Setelah kotapraja mulai tahun 1911 mendapat tunjangan keuangan, perbaikan kampung secara sederhana dapat dimulai. Di kota dibangun sebuah sistem p**a air dan di kampung-kampungnya muncul pompa-pompa air dan tempat-tempat mandi-cuci-kakus. Pada tahun yang sama pemerintah pusat juga menyediakan tanah bagi pemerintah kotapraja di sekitar Bodjong, yaitu di kaki bukit dan di sebelah timur kota. Di atas tanah inilah muncul tanah-tanah kaveling pertama yang kemudian digunakan untuk pembangunan perumahan terencana. Pada tahuntahun berikutnya pemerintah kotapraja mendirikan dinas pertanahan, dinas pengawasan pembangunan dan perumahan dan perusahaan perumahan. Dengan bantuan dinas-dinas inilah ditetapkan garis-garis sempadan jalan dan peraturan-peraturan untuk membangun serta dilaksanakan proyek-proyek pembangunan rumah murah.

Panduan Jelajah Kota-Kota Pusaka di Indonesia by Emile Leushuis


31/08/2022

.
RIWU GA TEROMPET PROKLAMASI, SOSOK YANG TERLUPAKAN

Bila Ibu Inggit Garnasih, istri Soekarno, dijuluki banyak orang sebagai sosok wanita yang mengantarkan Soekarno ke gerbang kemerdekaan 17 Agustus 1945, maka Riwu Ga-lah orang yang menjaga kunci gerbang itu agar tidak hilang, sehingga bisa dibuka oleh Soekarno bersama patriot-patriot sejati lainnya.

Pada usia 13 tahun di tahun 1934 Riwu Ga berkenalan pertama kali oleh Soekarno di Ende, Flores, semasa menjalani pengasingannya oleh pemerintah kolonial Belanda. Sikapnya yang rendah hati dan penuh kepatuhan pada peraturan dan etika, membuat dia dipercaya Soekarno.

Setelah turut mempersiapkan upacara pembacaan proklamasi, Riwu Ga diperintahkan Soekarno untuk menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan itu ke sekeliling Jakarta. Banyak rakyat Indonesia tidak tahu bahwa negera mereka sudah merdeka, karena kemerdekaan itu ditentang banyak pihak termasuk penguasa Jepang pada kala itu.

Bersama Sarwoko yang mengemudikan mobil jeep, Riwu Ga berteriak-teriak heroik mengumumkan kepada kumpulan rakyat sambil membawa bendera berah putih.
“Kita sudah merdeka, kita sudah merdeka!” Tindakannya sangat konyol dilakukan saat itu, karena bisa saja aparat keamanan tentara Jepang menembaknya sesuka hati.
Hasil tugas Riwu Ga itu membuat banyak rakyat Jakarta percaya bahwa Indonesia sudah merdeka. Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia, mirip berita pendaratan Christopher Columbus ke Dunia Baru, yang baru diketahui oleh rakyat Eropa berbulan-bulan kemudian.

Memang ada yang mewartakan berita kemerdekaan RI secepat mungkin melalui medium elektronik berupa radio. Namun barang kotak bersuara itu sangat langka dimiliki oleh kebanyakan orang pada masa itu, dan kalaupun ada, isi beritanya sudah dikontrol penuh oleh penguasa Jepang.

Puluhan tahun berlalu. Tepat pukul 17.00 Wita, di hari kemerdekaan RI, 17 Agustus 1996, ketika masyarakat Indonesia sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya, dalam prosesi penurunan bendera, Riwu Ga meninggal dunia.

uc.ac.id


Photos from Kanjeng Raden jelajah sejarah's post 28/08/2022

Rumah Proklamasi, kisah di balik pembongkaran, dan impian membangun 'rumah tiruannya'

Tahukah Anda di mana B**g Karno dan B**g Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945 Jawabannya: Di teras depan rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta. Namun bangunan rumah bersejarah itu sudah lama rata dengan tanah, setelah Sukarno sendiri memerintahkan agar rumahnya dirobohkan — keputusan yang ditangisi para saksi sejarah dan sebagian sejarawan.

Tidak ada keterangan tunggal di balik alasan pembongkaran rumah Proklamasi, namun diperkirakan hal itu terjadi karena Sukarno memutuskan untuk membangun Gedung Pola di bagian belakang situs bersejarah itu di awal 1960an.

Arsitek yang peduli sejarah, Bambang Eryudhawan, memperkirakan Sukarno "mengorbankan" rumahnya sendiri untuk membangun Gedung Pola yang disiapkan sebagai lokasi pameran rencana pembangunan yang digagasnya. Senada dengan Eryudhawan, sejarawan Rusdhy Hoesein juga memiliki perkiraan yang sama bahwa B**g Karno membongkar rumahnya karena berada di muka Gedung Pola.

Pada akhir 1950an, demikian analisa Eryudhawan, Presiden Sukarno baru saja melakukan perjalanan ke mancanegara, dan dia melihat langsung berbagai bangunan megah di negara AS, India, Eropa dan Filipina. "Di India, dia dibawa (Perdana Menteri India saat itu) Nehru ke gedung parlemen di Delhi... Terus dia melihat peninggalan Mugal, mulai Agra hingga Tajmahal... Di Filipina, melihat Istana Malacanang yang bagus," ujar Eryudhawan. Hal serupa juga dia saksikan di AS dan negara-negara Eropa. Saat kembali ke Indonesia, Sukarno dianggapnya berpikir "kok Jakarta nggak OK?" Jadi, "ada perspektif baru B**g Karno, bahwa inilah saatnya membangun Jakarta, termasuk rumahnya sendiri," kata Eryudhawan. Perlu diketahui Sukarno adalah berlatar arsitek, katanya. Dari pijakan inilah, menurutnya, Sukarno kemudian memindahkan semangat Proklamasi Kemerdekaan ke Monumen Nasional (Monas). "Simbol itu dipindahkan, mirip yang dilakukan AS. Walaupun kemerdekaannya di Philadelpia, tapi pusat [simbol] kemerdekaannya dipindahkan ke Washington," paparnya.

Heyder Affan Wartawan BBC News Indonesia 1 Maret 2021

16/08/2022

Indonesia Merdeka Makin Dekat!!

Ini sebenarnya bukan dari Agustus 1945, melainkan April 2605...tapi ini menjadi kesempatan untuk ingat bahwa Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 bukan mulai tanggal itu dan tidak berakhir tanggal itu.

Selamat merayakan kemerdekaan Republik Indonesia besok!!!

Sumber FB Dewo Broto Hartono

26/07/2022

.
Balaikota Surabaya

Surabaya sebagai Resort Gemeente (Haminte) secara resmi mulai berdiri pada tanggal 1 April 1906. Sebelumnya Surabaya merupakan bagian dari karesidenan Pemerintah Haminte dijalankan oleh Dewan Haminte yang diketuai oleh asisten residen sebagai Kepala Daerah. Tahun 1916 diangkat Wali kota Surabaya pertama, A. Meyroos yang bertugas sampai tahun 1921. Baru setelah wali kota yang kedua, G.J. DIJKERMAN, terpilih, rencana membangun gedung Balai Kota diwujudkan. Gedung utama Balai Kota di Taman Surya di daerah Ketabang itu mulai dibangun pada tahun 1923 dan mulai ditempati pada tahun 1927. Arsiteknya ialah C. Citroen dan pelaksanaannya H.V. Hollandsche Beton Mij.


23/07/2022

.
GEREJA KATOLIK HATI KUDUS YESUS

Gereja Katolik Hati Kudus Yesus (Katedral) merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda
yang masih terawat denga baik di Surabaya. Gereja ini terletak di jalan Polisi Istimewa no 15 (d/h
Jalan Dr Soetomo) Surabaya atau pada masa penjajahan Belanda disebut Anita Boulevard atau
Coenboulevard. Gereja ini merupakan gereja Katolik ketiga yang dibangun pada masa penjajahan
Belanda. Gereja Katolik pertama dibangun di Komedieplein (sekarang jalan Merak) pada tahun
1821. Sayangnya gereja ini sudah musnah. Gereja kedua dibangun pada tahun 1899 di Temple
Straat (sekarang Kepanjen) dan diberi nama Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria. Gereja Katolik
ketiga dibangun pada tahun 1920 oleh arsitek Ed Cypress Bereau. Upacara peletakan batu pertama
dilakukan oleh Romo Fleerakkers SJ. pada tanggal 11 Agustus 1920. Gereja ini diberkati oleh Mgr
Edmundus Sybrandus Luypen SJ pada tanggal 21 Juli 1921 dan diberi nama Gereja Hati Kudus
Yesus. Tahun 1951 akibat situasi saat ini, Gereja ditinggalkan oleh penghuninya. Bangunan Gereja
menjadi tidak terawat dan rusak. Kemudian Msgr Verhoeks, CM melakukan renovasi secara
menyeluruh. Meskipun sempat dilempari granat oleh seorang anggota PKI pada tanggal 15 Oktober
1967, tetapi kerusakan tersebut dapat diperbaiki dan tidak merusak bentuk aslinya. Akibat peristiwa
tersebut, untuk menjaga keamanan, dibangunlah pagar yang mengelilingi Gereja. Tahun 2013
Gereja Hati Kudus Yesus ditetapkan sebagai bangunan c***r budaya oleh Pemerintah Kota
Surabaya.

Soerabaja, Beeld van een stad


22/07/2022

.
Omah Balung De Begraafplaats Peneleh.

Tidak jelas mengapa disebut Omah Balung, cerita warga sekitar Peneleh bangunan ini digunakan menyimpan tulang belulang. Ada yang mengatakan ketika ada wabah, bangunan ini sebagai transit jenazah sebelum dimakamkan, ada juga yang bilang digunakan untuk kremasi. Yang jelas mimin KR kagak mau ditinggal sendirian didalam bangunan itu malam-malam...

Salam Beton Lawas
In frame


Photos from Kanjeng Raden jelajah sejarah's post 16/07/2022

.
Patung Singa Tiongkok

Singa merupakan hewan yang memiliki arti penting bagi bangsa Tiongkok. Sepasang patung singa, jantan dan betina, sering terlihat di depan gerbang bangunan-bangunan tradisional Tionghoa. Sepasang singa khas Tiongkok umumnya memiliki posisi sang jantan berada di sebelah kiri dan sang betina di sebelah kanan. Biasanya, kedua patung singa tersebut akan disertai bola maupun anakan singa. “Singa dianggap sebagai raja dari hewan, yang juga melambangkan kekuatan dan pengaruh. Bola yang berada pada patung singa jantan melambangkan kesatuan seluruh negeri, dan anakan singa pada patung singa betina merupakan sumber kebahagiaan. Patung singa juga digunakan untuk menunjukkan peringkat atau kedudukan seorang pejabat negara, dengan melihat jumlah gundukan yang diperlihatkan rambut keriting kepala singa. Rumah dari pejabat tingkat satu memiliki 13 gundukan dan jumlah itu menurun satu gundukan setiap turun satu peringkat. Pejabat di bawah tingkat tujuh tidak diperbolehkan memiliki patung singa di depan rumah mereka.

Loc: Rumah Abu The Surabaya


Want your school to be the top-listed School/college in Sidoarjo?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address


Surabaya
Sidoarjo