Forum Study Islam SMAN 1 Padang Panjang

Forum Study Islam SMAN 1 Padang Panjang Halaman ini berisi Nasihat dan Kajian keislaman

01/21/2022

*Belajar Bahasa Arab dari Nol, untuk memahami Al-Quran dan Hadis*1. Kata dan Kalimat dalam Bahasa Arabhttps://youtu.be/x...
10/11/2020

*Belajar Bahasa Arab dari Nol, untuk memahami Al-Quran dan Hadis*

1. Kata dan Kalimat dalam Bahasa Arab

https://youtu.be/xDB4FmeMrpQ

2. Isim dan Tanda-tandanya

https://youtu.be/fYzr7fz_B-c

Insya Allah akan diposting secara runut.

Jangan lupa bantu subscribe channel Youtube "Kasbi Wo Kasbi"

_Cintailah bahasa Arab, karena Quran berbahasa Arab, karena Nabi Orang Arab, karena bahasa penduduk surga adalah Bahasa Arab_

Pergaulan (Racun Hati. Bag 3)Oleh : Kasbi -68Manusia makhluk sosial, satu dengan lain saling membutuhkan. Petani membutu...
05/29/2020

Pergaulan (Racun Hati. Bag 3)

Oleh : Kasbi

-68

Manusia makhluk sosial, satu dengan lain saling membutuhkan. Petani membutuhkan pedagang untuk membeli hasil panennya. Pedagang membutuhkan pembeli, rakyat membutuhkan pemimpin, begitu juga tidak aka nada pemimpin jika tidak ada yang dipimpin. Semuanya saling tergantung, terkait dan membutuhkan.

Dalam agama Islam, persoalan sosial menjadi bagian penting yang selalu dibahas dan diperhatikan. Memperbaiki hubungan dengan Khaliq atau hablum minallah dan hubungan dengan sesama manusia atau hablum minannas menjadi bagian yang sama pentingnya dan mesti diseimbangkan.

Sahabat! Walau pergaulan dan interaksi menjadi bagian dari kehidupan, tetap saja ada rambu-rambu pergaulan dan interaksi yang harus diperhatikan. Norma-norma pergaulan dan interaksi mesti diamalkan agar pergaulan tidak membuat kita justru semakin tidak bernilai.

Pergaulan hendaklah membawa kepada kemaslahatan dan kepentingan diri dan Agama. Pergaulan dan interaksi yang berlebihan sehingga membuang waktu berharga hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat akan meracuni hati. Lihatlah sebagian terjebak pada kumpul-kumpul yang tidak jelas, mengelompok berjam-jam tanpa ada hasil. Inilah yang disebut dengan berlebihan dalam pergaulan dan interaksi.

Kasbi, Lahir di Kuamang 27 Agustus 1983 adalah seorang guru PAI BP dan Pembina asrama di SMAN 1 Padang Panjang Sumbar. Dia diamanahkan sebagai Ketua Umum Badan ...

Kuburan itu Guru KehidupanOleh : Kasbi -60Kita ini di samping makhluk unik, kadang juga sedikit aneh. Bayangkan saja, ad...
05/20/2020

Kuburan itu Guru Kehidupan

Oleh : Kasbi

-60

Kita ini di samping makhluk unik, kadang juga sedikit aneh. Bayangkan saja, ada yang saban waktu ikut mengantarkan jenazah ke kuburan namun sama sekali tidak membuat dirinya semakin baik. Tidak ada ibrah sama sekali yang dipetik dari kejadian itu. Padahal cukuplah kematian itu sebagai ibrah atau pelajaran bagi yang mau mengambil pelajaran.

Jika sesekali mau mengamati. Lihatlah suasana penguburan jenazah. Kita akan menemukan dan melihat pemandangan beragam. Ada yang sibuk dengan smartphone nya, ada yang asyik dengan obrolannya, bahkan ada juga yang tertawa lepas, na’udzubillah.

Kenapa Islam menganjurkan umat ini untuk melakukan ziarah kubur? Satu di antara hikmahnya agar kita semakin meyakini bahwa kita esok atau lusa juga akan memasuki kuburan yang dengannya kita semakin meningkatkan kesalehan kita. Inilah Ibrah yang mesti kita ambil darinya.

Sering menguburkan mayat, tapi tidak mengambil ibrah darinya, hanyalah akan mematikan hati atau Qalbun Mayyit. Bukahkah kuburan itu guru kehidupan? Jika kematian dan kuburan saja tidak mampu memberikan kita pelajaran, lantas apalagi? Tanyalah diri.

Kunjungi Kumpulan Goresan Kasbi di alamat :

Kasbi, Lahir di Kuamang 27 Agustus 1983 adalah seorang guru PAI BP dan Pembina asrama di SMAN 1 Padang Panjang Sumbar. Dia diamanahkan sebagai Ketua Umum Badan ...

05/20/2020

Karena Aibku Banyak, tak Ada Waktu Membicarakan Aibmu

Oleh : Kasbi

-59

No body perfeck, Tiada yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Zat yang Maha Sempurna. Di balik kelebihan yang kita punya sesungguhnya kita juga memiliki segudang kelemahan, cacat, cela, aib, dan sejenisnya. Oleh karenanya, sudah sepantasnya setiap insan menyadari ini semua

Kenapa sibuk dengan aib atau keburukan orang lain? Bukankah Agama kita telah mengajarkan, “barang siapa yang menutup aib saudaranya maka kelak Allah akan menutup aibnya” (hadis). Janganlah bertidak seolah tungau super kecil di seberang lautan bisa kita lihat, sementara gajah super besar di depan mata justru tak terlihat.

Fokuslah memuhasabah diri sendiri. Karena jika kita mau jujur, begitu banyak kelemahan diri yang mesti kita perbaiki. Andai kita berjujur-jujur dengan diri, sesungguhnya tidak akan ada waktu untuk mengurusi keburukan orang lain karena saking banyaknya keburukan yang kita punya.

Tidak ada untungnya menyibukkan diri mencari aib orang lain, lalu abai dengan aib sendiri. Di samping itu sebuah dosa dan menambah kerja yang tak penting, juga menyebabkan hati ini mati atau Qalbun Mayyit. Mulai sekarang, yuk sibukkan diri untuk memperbaiki kekurangan masing-masing, semoga sedikit kesempurnaan itu telah kita upayakan

Takut Masuk? Menjauhlah!Oleh : Kasbi -57Sahabat yang budiman.Ada sebuah ungkapan bijak, “jangan bermain di tepi jurang, ...
05/17/2020

Takut Masuk? Menjauhlah!

Oleh : Kasbi

-57

Sahabat yang budiman.

Ada sebuah ungkapan bijak, “jangan bermain di tepi jurang, karena bisa saja suatu saat kakimu akan tergelincir”. Begitulah nasihat sarat makna yang pernah kita dengar. Seseorang bisa saja awalnya tidak melakukan suatu kesalahan, namun karena selalu berada di dekat lingkungan yang mendukung untuk melakukannya, suatu saat akan terjerumus juga.

Berhati-hatilah dalam memilah dan memilih teman dan lingkungan, jauhi perbuatan-perbuatan yang akan menjerumuskan diri kita ke dalam kemaksiatan. Hidup ini perjuangan yang mesti diupayakan. Carilah teman yang menjual minyak wangi. Kalaupun engkau tidak punya uang untuk membeli, minimal engkau dapat mencium wanginya secara gratis.

Begitulah idealnya seorang yang mengaku ingin selamat dari nerakanya Allah Swt. suatu tempat yang mengerikan yang kita dapatkan infonya dalam Alquran dan hadis. Tempat di mana tak seorangpun ingin memasukinya, pun demikian semua ingin selamat dan terhindar darinya.

Adalah suatu omong kosong, bagi insan-insan penuh harap terhindar darinya, justru perilaku keseharian mengarah kepadanya. Upaya yang dilakukan untuk terhindar tidak maksimal. Bahkan kemaksiatan masih menjadi menu utama kesehariannya.

Mengaku ingin selamat dari neraka, tapi menjerumuskan diri ke dalamnya adalah sesuatu yang kontradiktif, di samping itu ia akan menyebabkan hati ini menjadi mati atau Qalbun Mayyit. Sebelum itu terjadi, berjuanglah secara maksimal agar diri ini terhindar dari kedahsyatan siksanya, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.

Kunjungi : http://kasbi.gurusiana.id
Insya Allah One Day One Post (ODOP)

Kasbi, Lahir di Kuamang 27 Agustus 1983 adalah seorang guru PAI BP dan Pembina asrama di SMAN 1 Padang Panjang Sumbar. Dia diamanahkan sebagai Ketua Umum Badan ...

Mengaku ingin Masuk Surga, tapi Syarat-Syaratnya tidak DipenuhiOleh : Kasbi -56Sahabat sekalian. Mungkinkah siswa yang b...
05/17/2020

Mengaku ingin Masuk Surga, tapi Syarat-Syaratnya tidak Dipenuhi

Oleh : Kasbi

-56

Sahabat sekalian. Mungkinkah siswa yang baru menyelesaikan pendidikan di SD tahun ini akan diterima sebagai salah satu siswa di salah satu SMA? Atau ada siswa yang baru tamat SMP tahun ini mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi untuk melanjutkan studi? Ilustrasi ini mencoba mengajak kita tentang pentingnya memenuhi syarat untuk mendapatkan sesuatu.

Segala sesuatu yang ingin kita capai memiliki syarat-syarat tersendiri yang harus dipenuhi. Begitulah sunnatullahnya kehidupan ini. Untuk mendapatkan hal kecil saja, mesti memenuhi berbagai syarat, apalah lagi untuk mendambakan sesuatu yang besar, sesuatu yang indahnya dan kenikmatannya tidak bisa dibayang oleh hati, dilihat oleh mata, dan didengar oleh telinga.

Sebuah tempat kembali nan abadi dambaan insan beriman. Benarlah kata pepatah, surga itu berpagarkan duri. Maksudnya untuk memperolehnya mesti melakukan berbagai upaya berdarah-darah. Syarat memasukinya tidak semudah masuk bioskop yang hanya bisa ditukar dengan karcis puluhan ribu.

Syaratnya gampang diucapkan, Iman dan Amal shaleh. Mengerjakan perintah dan menjauhi larangann-Nya. Syarat yang sepertinya ringan diujarkan oleh siapapun, namun lihatlah faktanya. Ternyata begitu berat untuk dipraktikkan. Berharaplah untuk memasukinya, iringilah dengan upaya maksimal. Jangan sebaliknya.

Inilah penyebab kelima matinya hati atau Qalbun Mayyit. Mengaku dan punya impian memasuki surga Allah, tapi syarat-syaratnya tidak dipenuhi, upaya ke arah sana tidak dilakukan. Berharap tanpa upaya hanyalah angan kosong yang di samping mematikan hati juga dibenci Allah.

Mengaku ingin Masuk Surga, tapi Syarat-Syaratnya tidak Dipenuhi Oleh : Kasbi -56 Sahabat sekalian. Mungkinkah siswa yang baru menyelesai...

https://kasbi.gurusiana.id/article/2020/5/kembali-dan-bergantung-ramadahan-bengkel-hati-bag-4-660880Bergantung.Oleh : Ka...
05/06/2020

https://kasbi.gurusiana.id/article/2020/5/kembali-dan-bergantung-ramadahan-bengkel-hati-bag-4-660880
Bergantung.
Oleh : Kasbi
Adalah sebuah kekonyolan bergantung di dahan lapuk. ia hanya akan membuat kita terjatuh bersamaan dengannya.
juga sesuatu yang keliru meminta perlindungan kepada makhluk yang sebenarnya juga butuh perlindungan.
Hati yang Salim itu akan kembali dan berlindung kepada Penggenggam Makhluk ini

Kembali dan Bergantung (Ramadhan Bengkel Hati. bag: 4) Oleh : Kasbi -45 Hidup ini selalu dihadapkan dengan dua kondisi yang berlaw...

11/07/2019

Address

Sumner, WA
98390

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Forum Study Islam SMAN 1 Padang Panjang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category