05/17/2020
Takut Masuk? Menjauhlah!
Oleh : Kasbi
-57
Sahabat yang budiman.
Ada sebuah ungkapan bijak, “jangan bermain di tepi jurang, karena bisa saja suatu saat kakimu akan tergelincir”. Begitulah nasihat sarat makna yang pernah kita dengar. Seseorang bisa saja awalnya tidak melakukan suatu kesalahan, namun karena selalu berada di dekat lingkungan yang mendukung untuk melakukannya, suatu saat akan terjerumus juga.
Berhati-hatilah dalam memilah dan memilih teman dan lingkungan, jauhi perbuatan-perbuatan yang akan menjerumuskan diri kita ke dalam kemaksiatan. Hidup ini perjuangan yang mesti diupayakan. Carilah teman yang menjual minyak wangi. Kalaupun engkau tidak punya uang untuk membeli, minimal engkau dapat mencium wanginya secara gratis.
Begitulah idealnya seorang yang mengaku ingin selamat dari nerakanya Allah Swt. suatu tempat yang mengerikan yang kita dapatkan infonya dalam Alquran dan hadis. Tempat di mana tak seorangpun ingin memasukinya, pun demikian semua ingin selamat dan terhindar darinya.
Adalah suatu omong kosong, bagi insan-insan penuh harap terhindar darinya, justru perilaku keseharian mengarah kepadanya. Upaya yang dilakukan untuk terhindar tidak maksimal. Bahkan kemaksiatan masih menjadi menu utama kesehariannya.
Mengaku ingin selamat dari neraka, tapi menjerumuskan diri ke dalamnya adalah sesuatu yang kontradiktif, di samping itu ia akan menyebabkan hati ini menjadi mati atau Qalbun Mayyit. Sebelum itu terjadi, berjuanglah secara maksimal agar diri ini terhindar dari kedahsyatan siksanya, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
Kunjungi : http://kasbi.gurusiana.id
Insya Allah One Day One Post (ODOP)
Kasbi, Lahir di Kuamang 27 Agustus 1983 adalah seorang guru PAI BP dan Pembina asrama di SMAN 1 Padang Panjang Sumbar. Dia diamanahkan sebagai Ketua Umum Badan ...