Ottoman Historia

Ottoman Historia

Share

Mengenal fakta sejarah islam yang jarang diketahui dengan berbagai konten yang menarik dan seru

02/10/2021
Photos from Ottoman Historia's post 28/07/2020

Baru-baru ini, terdapat isu yang viral tentang perubahan status bangunan bersejarah ini. Sebelumnya bangunan ini adalah museum kemudian dialihfungsikan menjadi masjid. Bangunan apa itu? Namanya adalah Hagia Sophia atau dalam bahasa Turki disebut Ayasofya. Lalu, bagaimana dengan sejarahnya?

Hagia Sophia dibangun sejak tahun 532 M dan selesai 5 tahun setelahnya. Bangunan ini awalnya bernama Megale Ekklesia yang berarti "Gereja Agung".

Bangunan ini pernah mengalami berkali-kali kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran, gempa dan pendudukan pasukan salib pada 1204. Setelah orang-orang Byzantium berhasil merebut Kembali Konstantinopel, mereka mendapati Hagia Sophia yang telah rusak dan diperparah saat gempa bumi pada tahun 1344.

Kekaisaran Bizantium berakhir saat dibebaskan oleh oleh Sultan Muhammad Al-Fatih. diubah fungsinya menjadi masjid tanpa merusak ornamen-ornamen kristiani di dalamnya. Demikian p**a dengan Konstantinopel yang berubah nama menjadi Istanbul.

Hagia Sophia kemudian diperkuat strukturnya dan dilindungi dengan baik pada masa Ottoman. Pada abad ke-16 dan ke-17, sejumlah bagian ditambahkan, di antaranya empat menara di luar bangunan yang digunakan untuk melakukan panggilan salat, sebuah tempat lilin besar, mihrab, dan mimbar. Pada 1739, Sultan Mahmud I menambahkan madrasah, imaret atau dapur umum, dan perpustakaan pada Ayasofya. Pada tahun 1740, pondok sultan (sultan mahfili) dan ditambahkan mihrab baru.

Pada masa Perang Dunia I hingga berdirinya republik, sebuah dekrit dikeluarkan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi museum agar nilai wisata Istanbul berlipat ganda. Walaupun demikian, dekrit ini dipertanyakan keasliannya.

Sebelumnya pernah terjadi beberapa kali upaya untuk mengembalika Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Pada tahun 1980, Partai Keadilan (AP) ingin mengembalikan statusnya, akan tetapi digagalkan oleh kudeta militer. Hingga akhirnya pada 24 Juli 2020, Hagia Sophia kembali menjadi masjid dan digunakan shalat jumat setelah sekian lamanya.
(Continued in comments) @ Ayasofya Camii

Photos from Ottoman Historia's post 15/07/2020

Yataghan adalah jenis pedang pendek turki dari pertengahan abad ke-16 hingga akhir abad ke-19. Pedang ini memiliki kualitas tinggi.

Yataghan populer dengan sedikit lekukannya ke arah tepi yang tajam. Pangkal gagang melebar untuk mencegah pedang tergelincir dari tangan saat pertempuran. Tulang belakang bilah terbuat dari besi, sedangkan ujung yang tajam terbuat dari baja untuk kekuatan. Baja Damaskus dan tekniknya populer bagi banyak pedang Utsmani karena kekuatan dan keindahannya.

Bilah pedang seringkali diukir dengan ornamen dan ayat-ayat dari Al-Quran, ekspresi pemilik pedang, dll. Dinamai berdasarkan kota Yatagan di barat daya Turki yang ditaklukkan oleh komandan Seljuk dan seorang pandai besi bernama Osman Bey, yang kemudian digelari Yatagan Baba. Lalu ia pun menetap di sana dan memberikan namanya tak hanya untuk kota itu, tetapi juga untuk pedang-pedang terkenal yang diproduksi disana. (Continued in comments)


@ Yatağan

Photos 09/07/2020

ID | SIapakah orang yang ada ditengah pada postingan kemarin? Jawabannya adalah Ahmed Celaleddin Pasha. Apa dia beneran ada?

Ya, Ahmed Pasha ada dalam kehidupan nyata. Dia mengambil bagian dalam banyak operasi sukses atas nama negara Utsmani di hari-hari tersulit. Beliau mendapatkan kepercayaan dari Sultan Abdulhamid dan menjadi serhafiye (Kepala Intelejen / Kepala mata-mata). Sebagai pemimpin utama dari Organisasi intelijen Utsmani, ia berusaha memantau dan mencegah kegiatan para pemuda Turki yang melarikan diri ke Mesir dan Eropa.

Serhafiye Ahmed Celaleddin Pasha, berhasil membuat sekelompok Turki Muda untuk kembali ke Istanbul dan beberapa surat kabar Turki Muda ditutup. Sebagai hasil dari upayanya, beberapa pemuda Turki kembali ke Istanbul. Beberapa anggota Turki Muda menghentikan kegiatan.

Ada banyak tuduhan yang merendahkan Ahmed Pasha. Tuduhan itu antara lain melakukan bisnis dengan Turki Muda hingga ingin membunuh sultan. Belakangan diketahui bahwa pembuat tuduhan ini adalah Kadri Bey, seorang yang dekat dengan Ahmed Pasha, dengan demikian dia bisa mendapat jabatan serhafiye menggantikan Ahmed Pasha. Ahmed Pasha pun terpaksa melarikan diri ke Eropa.

Ahmed Celeladdin Pasha memiliki kamar pribadinya sendiri di Yıldız Palace. Semua berita, jurnal, informasi agen intelijen dikumpulkan di sini. Dikatakan bahwa Ahmed Pasha menggunakan ruangan ini ketika dia memutuskan untuk melarikan diri. Ahmed Celaleddin Pasha mengkhianati Sultan Abdulhamid dan melarikan diri ke Eropa, dan kamarnya dikunci dan disegel. Ruangan ini, disegel oleh Abdulhamid, tetap tidak tersentuh sampai ia digulingkan.

Ahmet Celelattin Pasha kembali ke kamar setelah kembali dari Eropa. Dia juga membawa jurnal-jurnal dari sini ke rumahnya di Çamlıca. Namun sayangnya, rumah ini terbakar bersama dengan seluruh dokumen di dalamnya dan menjadi abu.

EN | Who is the person in the middle in the previous post? The answer is Ahmed Celaleddin Pasha. Did he really exist?

Yes, Ahmed Pasha really existed in real life. He took part in many successful operations in the most difficult days in the Ottoman state. (Continued in comments)

Photos 07/07/2020

ID | Kalian tau kan badan intelijen Amerika yang sangat terkenal CIA? Atau mungkin KGB, badan intelijen Uni Soviet?

Tapi tau gak kalian kalo kekhalifahan islam juga pernah punya badan intelijen di era modern lho! Namanya adalah Yıldız İstihbarat Teşkilati. Organisasi ini didirikan oleh Sultan Abdulhamid tahun 1880. Salah satu semboyan yang beliau populerkan adalah “bersiaga lagi waspada adalah kunci loyalitas” terhadap kekhilafahan.

Ketika Sultan Abdulhamid II dilantik, beliau merombak intelijen menjadi Yildiz Istihbarat Teşkilati (Star Intellegence Agency). Dibentuknya dinas intelijen ini sangat membantu Sultan Abdul Hamid II menghadapi berbagai ancaman dari dalam dan luar negeri selama 33 masa beliau menjabat sebagai Khalifah.

Ada 2 sisi jaringan intelijen pada masa itu, yakni kubu yang mengabdi pada Sultan dan khilafah serta kubu yang menentang Sultan. Intelijen yang memusuhi menyerang menggunakan surat kabar untuk menyebarkan fitnah yang menyudutkan beliau dan bertujuan membakar kebencian umat Islam terhadap Khalifah. Bahkan menjuluki beliau “sultan merah”.

Menarik juga untuk diamati bahwa dinas intelijen pada era Sultan Abdülhamid II merekrut personil dari berbagai etnis dan profesi. Tercatat bahwa dinas intelijen tersebut terdiri dari kalangan tarekat Kaşgarlı, imam dari Dagestan, pengemis dari India, turis dari Sudan, syekh dari Libya, syaikh Kurdi dan Afghan, guru Tatar, pemain teater, pesulap, dan bahkan aktor humor. Sepertinya makna kata “hafiye” (mata-mata) benar-benar diaplikasikan dalam pengump**an data.

Pada zaman itu laporan masuk dalam bentuk tertulis dalam amplop tersegel. Sultan Abdülhamid II membacanya sendiri satu-persatu dan memilah mana yang perlu ditindak-lanjuti. Sultan biasa menggunting bagian tanda tangan agen pembuat laporan sebelum menyerahkannya kepada sekretarisnya.

Setelah sultan dikudeta, banyak ditemukan amplop laporan yang masih tersegel. Tentu berat bagi beliau untuk membaca semuanya. Uniknya, bahwa sebagian laporan yang belum diproses itu justru berasal dari agen Turki Muda.

(Continued to comments)

Photos 05/07/2020

ID | Selain di Indonesia, peci juga menjadi simbol di beberapa negara, contohnya pada masa Utsmani. Nama “Fez” diambil dari ibukota Maroko sebelum tahun 1554. Namun, fez sendiri tak diketahui jelas asal nya. Ada yang mengatakan kalau fez berasal dari Balkan dan merupakan kebudayaan Bizantium, namun ada juga yang mengatakan bahwa fez berasal dari Afrika Utara yaitu Maroko dan Tunisia yang merupakan tempat bagi para pengrajin peci itu. Fez juga dikenal di Mesir dengan sebutan tarbush dan di Tunisia dengan sebutan shashiya.

Fez mulai dikenal saat komandan angkatan laut Utsmani Husrev Pasha memakaikan fez yang dia lihat di Tunisia ini pada pasukannya. Lalu, Sultan Mahmud II membuat kebijakan agar seluruh militer dan staff negara serta publik mengenakan fez pada tahun 1828. Awalnya, fez diimpor dari Tunisia, namun seiring meningkatnnya penggunaan, dibuatlah pabrik Fez yang dikelola pemerintah bernama “Feshane”

Fez bervariasi dengan bentuk, warna, rumbai, cara mengenakan yang berbeda serta tersedia dalam berbagai gaya. Misalnya, Sultan Mahmud lebih menyukai fez panjang dan lurus yang disebut "Mahmudiye," Sultan Abdulaziz memakai fez pendek yang disebut "Aziziye" dan Sultan Abdulhamid memakai fez panjang yang agak meruncing yang disebut "Hamidiye." Beberapa orang mengenakannya sampai ke alis mereka sementara yang lain memakainya ke belakang kepala mereka. Cara yang sering digunakan adalah memiringkannya ke satu telinga. Warna fez menunjukkan pandangan politik dan profesi orang yang memakai nya.

Para ulama membungkus sorban putih di sekitar fez. Namun kebanyakan orang mengenakan fez tanpa turban. Fez anak-anak didekorasi dengan medali emas "maşallah". Awalnya, kaum kemalis meninggalkan fez dan memakai kalpak yang menyempit kebawah sebagai protes terhadap pemerintahan di Istanbul. Pada tahun 1925, sebuah undang-undang Republik Turki memerintahkan pria untuk mengenakan topi bertepi ala barat. Hukuman dijatuhkan bagi yang menentangnya. Memakai fez dianggap sebagai kejahatan.

Namun, tradisi mengenakan fez dipertahankan di negara-negara lain seperti Suriah, Irak, Palestina, Tunisia, Maroko, Mesir, Thrace Barat, dan Bosnia, semua negara yang dulunya bagian dari Utsmani.

Photos from Ottoman Historia's post 25/06/2020

ID | Teman-teman yang nonton serial “Payitaht” sampai season 3 pasti tahu siapa ini. Namun apakah Halil Halid yang biasa dipanggil “Dayi” itu beneran ada dalam sejarah?

Ya, tokoh Halil Halid Bey memang pernah ada dalam sejarah, namun beliau bukanlah seorang perwira militer maupun mata-mata Utsmani seperti di film. Beliau adalah seorang cendekiawan Utsmani yang menentang imperialisme Eropa atas dunia Islam. Beliau lahir di Ankara tahun 1869, anak dari Ahmed Refi Efendi. Ayahnya meninggal ketika ia berusia 9 tahun. Kakeknya, Osman Vehbi merupakan ulama terkemuka dari Sirkasia. Pamannya, Tevfik Efendi membawa Halil Halid ke Istanbul untuk melanjutkan pendidikannya.

Setelah selesai menempuh pendidikannya, ia memutuskan untuk pergi ke London pada tahun 1894 dan mengajar di Universitas Cambridge sebagai dosen bahasa Turki serta menerima gelar “Üstad-I Ulum. Beliau sangat mengkritik kebijakan inggris melawan Utsmani dan memperingatkan umat Islam terhadap ambisi imperialis. Halil Halid mengatakan bahwa masyarakat Islam kehilangan diri mereka karena westernisasi dan nasionalisme adalah gerakan yang cukup berbahaya bagi umat Islam, ia menekankan bahwa umat Islam harus bertindak cepat dalam persatuan melawan barat dan bersatu dalam naungan "payung" Khilafah Utsmaniyah.

Selama Perang Dunia I, ia melakukan perjalanan melintasi Eropa dan melakukan studi terhadap imperialisme Inggris. Ia melanjutkan pengajarannya di Fakultas Sastra pada tahun 1922 dan kemudian di Fakultas Teologi.

Beliau meninggal pada tanggal 29 Maret 1931, sehari setelah kembali dari Mesir. Beliau telah menulis lebih dari 10 buku, artikel, dan makalah.

(English caption is in comments)


@ Ankara, Turkey

Photos from Ottoman Historia's post 19/06/2020

ID | Sultan Mehmed Vahdettin (Muhammad Wahududdin) adalah sultan terakhir Daulah Utsmaniyah, beliau merupakan putra terakhir Sultan Abdulmajid, beliau diangkat menjadi sultan saat Utsmaniyah sudah berada di ambang keruntuhannya. Beliau tak lain hanyalah kepala negara dan khalifah Islam yang tak bisa berbuat apa-apa.

Setelah konstitusi dibubarkan dan anggota Turki Muda dieksekusi, beliau memerintahkan Mustafa Kemal Pasha untuk memimpin jihad melawan pendudukan sekutu. Mustafa Kemal mendapat dukungan penuh dari rakyat Turki karena dianggap pahlawan saat Perang Gallipoli. Dia tampak seperti pahlawan karena berjuang di garis depan pertempuran, tidak seperti khalifah yang bersembunyi di Istanbul, kemarahan rakyat pada khalifah semakin bertambah saat ada berita halalnya darah Mustafa Kemal dan menganggapnya pemberontak.

Namun itu semua hanyalah tipuan belaka sampai tampaklah hakikat yang sebenarnya tentang dia. Kemudian, atas keputusan parlemen baru di Ankara yang menjadi cikal bakal Republik Turki modern, Mustafa Kemal menghapuskan kesultanan dan diubah menjadi republik. Sultan Vahdettin pun diusir dari negaranya sendiri.

Beliau diasingkan ke Malta dan tinggal di Italia selama 4 tahun sebelum beliau meningggal pada 16 Mei 1926 dan dimakamkan di Tekkiye Suleymaniye di Suriah. Semoga Allah merahmatinya.

(English caption in comments)


@ Tekkiye Mosque

Photos 17/06/2020

Why should every muslim know about their history?

Teman-teman, bicara sejarah mungkin mengingatkan kita pada pelajaran tanggal dan tahun terjadinya sebuah peristiwa. Tapi sejarah gak sebatas itu saja loh, lalu apa sih pentingnya belajar terutama kita sebagai umat muslim?

Dengan belajar sejarah, kita bisa tau orang-orang terdahulu yang punya berbagai keahlian di bidangnya sendiri dan para pahlawan muslim yang beneran nyata dan bukan tokoh fiktif yang bisa kita teladani serta mentadabburi kenapa sih suatu dinasti itu bisa bangkit, berjaya lalu akhirnya runtuh. Sejarah bukan untuk meratapi masa lalu, tapi untuk kita ibrah, belajar dalam menghadapi masa depan.

Dengan sejarah lah kita bangga menjadi umat islam dan dengan sejarah lah kita tahu siapa diri kita dan mau jadi apa kita.

"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal, itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman" (QS 12:111)


Photos 15/06/2020

ID | Kekaisaran Rusia dan Kesultanan Utsmaniyah selalu terlibat dalam konflik yang berkepanjangan, Kaisar Rusia Peter the Great menegaskan pada bangsa Rusia di wasiatnya dalam alinea 9, 10, dan 13 tentang pentingnya melakukan konflik budaya melawan Daulah Utsmaniyah sampai hilang keberadaanya dan mencapai wilayah perairan hangat. Salah satunya adalah Perang 93 atau Perang Rusia-Turki kedua. Perang ini menyebabkan hilangnya sebagian besar wilayah Utsmani di Balkan. Perang ini dimulai ketika Rusia menyatakan perang terhadap Utsmani. Pasukan Rusia menyeberangi sungai danube dan dapat menguasai kota-kota Utsmani diantaranya Tirano dan Nicopole. Pasukan Rusia dapat menguasai kota-kota penting di Balkan, Sultan Abdulhamid melakukan perombakan militer besar-besaran. Mereka juga berhasil menguasai kota Plevna walaupun kesulitan berhadapan dengan panglima Ghazi Osman Pasha dan pasukannya, mereka pun bergerak ke selatan menuju ibukota Daulah Utsmaniyah hingga berjarak 50 KM. Sementara di front timur, pasukan Rusia sudah sampai di Anatolia, namun pasukan Utsmani mampu mengalahkan mereka dan mengejarnya sampai wilayah Rusia dibawah komando Ahmed Mukhtar Pasha. Namun mereka kembali menyerang dan menguasai beberapa kota di Anatolia hingga terpaksa melakukan gencatan senjata dengan Rusia. Perjanjian San Stefano ditandatangani tahun 1878 oleh Safvet Pasha yang isinya sangat merugikan Utsmaniyah.

EN | The Russian Empire and the Ottoman Empire were always involved in the long conflict, Russian Emperor Peter the Great emphasized the Russians in his will in paragraphs 9, 10, and 13 about the importance of cultural conflict against the Ottomans until it lost its existence and reached warm waters. One of them is the War or 93 or the second Russo-Turkish War. This war caused the loss of a large Ottoman territories in the Balkans. This war began when Russia declared war on the Ottomans. Russian troops crossed over Danube river and took some Ottoman cities such as Tirano and Nicopole. Russian forces was also can take control of important cities in the Balkans, Sultan Abdulhamid made a massive military reform. (Continued in comments)

Photos 14/06/2020

ID | Tak banyak yang mengetahui siapa beliau, sedikit p**a sumber sejarah yang menuliskan sejarah hidupnya, beliau lahir di Semenanjung Krimea tahun 1588 M, anak Devlet Giray Khan. Beliau pernah dikirim ke Sirkasia untuk belajar berkuda dan ilmu berperang. Ia juga terlibat dalam beberapa peperangan seperti perang Utsmani-Safawi, Pemberontakan Moldavia, dan Pengepungan Moskow. Ia pernah ditawan Safawi Persia karena menolak bersekutu melawan Utsmani, namun berhasil lolos 5 tahun setelahnya. Beliau diangkat menjadi khan Krimea pada tahun 1558. Para petinggi Krimea berpihak padanya, namun dibalik itu ada Rusia yang mendukung Murad Giray, mereka tak setuju Ghazi yang merupakan musuh dan ancaman bagi Moskow. Namun akhirnya Ghazi lah yang naik tahta. Kemudian beliau dan pasukannya melancarkan serangan untuk mengepung Moskow, namun terpaksa mengalami kegagalan karena pertahanan citadel kota Moskow yang sudah lebih canggih jika berhadapan dengan pasukan kavaleri biasa Krimea, mereka pun terpaksa mundur dan terikat perjanjian untuk tidak menyerang Moskow. Dalam beberapa sumber menyebutkan bahwa Ghazi Giray Khan juga merupakan seniman sejati, beliau pandai menulis kaligrafi dan puisi dalam bahasa Arab, Persia, Kipchak dan Turki. Surat-surat berbentuk syair dan prosa ia kirimkan ke pemerintahan Utsmani di Istanbul.

Not many people know about him, there are few historical sources that write his life history, he was born in the Crimean Peninsula in 1554 AD, the son of Devlet Giray Khan. He was sent to Circassia to study horse riding and the science of war. He was also involved in several wars such as the Ottoman-Safavid war, the Moldavian Uprising, and the Siege of Moscow. He was once taken prisoner by the Safavids for refusing to ally against the Ottomans, but he succeed to escape 5 years later. (Continued in comment)


Want your school to be the top-listed School/college in Fatih?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Ayasofya Meydanı
Fatih
34122