Riana Dwi Putra

Riana Dwi Putra

แชร์

ข้อมูลการติดต่อ, แผนที่และเส้นทาง,แบบฟอร์มการติดต่อ,เวลาเปิดและปิด, การบริการ,การให้คะแนนความพอใจในการบริการ,รูปภาพทั้งหมด,วิดีโอทั้งหมดและข่าวสารจาก Riana Dwi Putra, ครูสอนพิเศษ/ครู, Queen Sirikit National Convention Center 60 Ratchadaphisek Rd, Khlong Toei, Bang, Bangkok.

Photos from Riana Dwi Putra's post 25/12/2024

Wisata Malam di Bangkok: Mengapa Begitu Eksotik?

Bangkok, kota yang tak pernah tidur, menawarkan pesona malam yang begitu memikat. Ketika matahari terbenam, denyut nadi kota ini justru semakin terasa. Jalan-jalan yang sebelumnya tenang mulai dipenuhi oleh kendaraan, para pedagang kaki lima, dan wisatawan yang menikmati suasana malam. Di balik keramaian ini, ada harmoni yang memikat—perpaduan antara modernitas dan tradisi yang menjadikan Bangkok begitu eksotik di mata dunia.

Ada sesuatu yang menenangkan dari hiruk-pikuk Bangkok di malam hari. Meski jalanan padat dan ramai, tidak ada rasa takut yang menghantui. Keamanan kota ini menjadi salah satu daya tariknya, membuat siapa pun merasa nyaman untuk menjelajahi setiap sudutnya. Orang-orang berlalu lalang dengan berbagai tujuan, ada yang mencari makanan, berbelanja, atau sekadar menikmati suasana. Setiap langkah seperti membawa cerita baru, sebuah pengalaman yang berbeda dari kebiasaan di kampung halaman yang mungkin lebih tenang atau bahkan membosankan saat malam tiba.

Salah satu magnet utama wisata malam di Bangkok adalah pasar malamnya. Tempat-tempat seperti Chatuchak Night Market dan Talad Rot Fai tidak hanya menawarkan barang-barang unik, tetapi juga menjadi surga bagi para pencinta kuliner. Aroma rempah dari makanan khas Thailand memenuhi udara, menggoda siapa saja untuk mencoba pad Thai, tom yum, atau mango sticky rice. Di sisi lain, ada kawasan hiburan seperti Khao San Road atau Sukhumvit yang menjadi tempat berkumpulnya wisatawan dari seluruh dunia. Mereka berbagi cerita, tertawa bersama, dan menciptakan kenangan tak terlupakan di tengah gemerlap lampu kota.

Namun, Bangkok bukan hanya soal hiburan atau pasar malam. Sisi budaya kota ini tetap bersinar di malam hari. Wat Arun, dengan cahayanya yang memantul di permukaan sungai Chao Phraya, memberikan pemandangan yang memukau. Grand Palace yang diterangi lampu menjadi simbol keanggunan tradisional Thailand yang abadi. Bahkan di malam yang sibuk, Bangkok tetap menunjukkan jiwa budayanya, mengingatkan siapa pun bahwa di balik modernitasnya, kota ini memiliki akar yang dalam.

Bangkok adalah kota yang memberikan ruang bagi semua orang untuk menemukan kebahagiaan mereka sendiri. Ada wisatawan yang datang untuk bersantai, ada yang mencari petualangan, dan ada p**a yang sekadar ingin merasakan atmosfer kota ini. Setiap orang memiliki cerita mereka sendiri di Bangkok, dan semuanya terasa istimewa.

Suasa berbeda ketika kembali ke kampung halaman, suasana malam di Bangkok sering kali menjadi bahan perbincangan yang hangat. Betapa kontrasnya dengan kehidupan malam di kota kecil yang sunyi atau bahkan mengerikan dengan ragam peristiwa kriminal yang semakin menjadi. Di Bangkok, malam adalah waktu untuk merayakan kehidupan. Di kampung halaman, malam hanya menjadi penutup hari.

Wisata malam di Bangkok bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi juga tentang apa yang dirasakan. Lampu-lampu yang berkelip, suara riuh rendah orang-orang, dan aroma makanan jalanan menciptakan harmoni yang tak terlupakan. Ini adalah kota yang memberi cerita untuk menikmati malam dengan caranya sendiri. Dan pada akhirnya, ketika malam berakhir, Bangkok meninggalkan kesan mendalam di hati setiap orang yang pernah berjalan di bawah langit malamnya.

23/12/2024

Pajak Jadi Beban Rakyat: Sebuah Kritik terhadap Ketidakmerataan Penyaluran dan Sistem Perpajakan

Pajak adalah kewajiban yang tak terhindarkan bagi warga negara untuk mendukung pembangunan dan membiayai pengeluaran negara. Namun, dalam banyak kasus, pajak justru menjadi beban berat bagi rakyat, terutama ketika penyalurannya tidak efisien, tidak transparan, dan manfaatnya tidak terlihat langsung di kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, ketidakadilan dalam sistem perpajakan yang ada semakin memperburuk persepsi bahwa pajak bukan lagi menjadi alat pembangunan, melainkan penindasan terhadap rakyat kecil.

Target Pajak Indonesia 2025: Optimisme yang Terbentur Realitas

Pada tahun 2025, pemerintah Indonesia menargetkan penerimaan pajak sekitar 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang diperkirakan akan mencapai Rp2.463 triliun. Angka ini menunjukkan upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas fiskal negara guna membiayai berbagai sektor pembangunan. Meskipun pemerintah optimistis dengan capaian ini, banyak kalangan yang meragukan apakah dana yang terkumpul dari pajak akan digunakan dengan tepat sasaran, mengingat masih banyaknya daerah di Indonesia yang belum merasakan manfaat nyata dari pajak.

Pajak yang Dikenakan kepada Rakyat Kecil: Tidak Adil dan Tidak Proporsional

Salah satu masalah utama dalam sistem perpajakan di Indonesia adalah beban pajak yang tidak merata, terutama bagi rakyat kecil. Pajak pertambahan nilai (PPN), yang dikenakan pada barang dan jasa konsumsi, menjadi salah satu contoh konkret bagaimana pajak sering kali memberatkan rakyat. Meskipun pemerintah telah memberikan pengecualian untuk beberapa barang, barang-barang kebutuhan dasar seperti makanan pokok, bahan bakar, dan transportasi tetap dikenakan PPN.

Hal ini bertentangan dengan prinsip keadilan dalam perpajakan. Rakyat kecil yang kehidupannya sangat bergantung pada konsumsi barang-barang tersebut harus menanggung beban pajak yang lebih besar, meskipun pendapatannya terbatas. Sementara itu, perusahaan besar dan individu kaya sering kali mendapat fasilitas pajak dan bahkan berkesempatan menghindari pajak melalui mekanisme penghindaran pajak (tax avoidance), yang semakin memperparah ketidakadilan dalam sistem pajak.

Korupsi dalam Pengelolaan Pajak: Mengikis Kepercayaan Masyarakat

Selain ketidakmerataan dalam penyaluran pajak, korupsi dalam pengelolaan dana pajak juga semakin memperburuk citra perpajakan di Indonesia. Kasus korupsi yang melibatkan pejabat pajak, seperti Angin Prayitno Aji, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, yang menerima suap untuk mengurangi nilai tagihan pajak, dan Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak yang terlibat dalam skandal gaya hidup mewah meskipun penghasilannya tidak mencerminkan kekayaan tersebut, menunjukkan bahwa dana pajak yang seharusnya digunakan untuk pembangunan sering kali disalahgunakan.

Korupsi di sektor pajak merusak integritas sistem perpajakan dan menciptakan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat. Rakyat yang membayar pajak dengan susah payah merasa dirugikan ketika mereka melihat bahwa sebagian dari dana tersebut disalahgunakan oleh oknum-oknum yang seharusnya mengelola pajak demi kepentingan publik.

Infrastruktur yang Tidak Merata: Rakyat Membayar Pajak, Tapi Tidak Merasakan Manfaatnya

Salah satu bentuk ketidakadilan yang paling terlihat adalah ketidakseimbangan pembangunan infrastruktur antara daerah pusat dan daerah terpencil. Meskipun penerimaan pajak yang tinggi diharapkan dapat mendorong pembangunan, kenyataannya masih banyak wilayah di Indonesia yang tidak merasakan manfaat tersebut.

Sebagai contoh, di beberapa wilayah di Papua, Kalimantan, dan Sumatera, banyak jalan utama yang rusak dan sulit diakses, bahkan untuk kegiatan ekonomi dasar. Di beberapa tempat, akses menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan juga terbatas, yang memperburuk kualitas hidup masyarakat di daerah-daerah tersebut. Hal ini menambah kekecewaan, karena rakyat yang sudah membayar pajak merasa tidak mendapatkan manfaat yang setimpal. Padahal, infrastruktur adalah salah satu hal utama yang dibiayai melalui pendapatan pajak.

Sejarah Pajak: Dari Penjajahan hingga Kemerdekaan

Ironisnya, pajak yang kini menjadi beban bagi banyak rakyat Indonesia sebenarnya memiliki sejarah panjang yang terkait dengan penjajahan. Pada era kolonial, Belanda mengenakan pajak yang sangat memberatkan, seperti pajak tanah (landrente) dan pajak kepala (hoofdelijke belasting). Pajak yang sangat tinggi dan tidak adil pada masa itu bahkan memicu perlawanan rakyat Indonesia, salah satunya adalah pemberontakan rakyat di daerah-daerah yang sangat merasakan beban pajak.

Setelah Indonesia merdeka, seharusnya sistem perpajakan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat, tetapi banyak yang merasa bahwa sistem pajak yang ada tidak jauh berbeda dengan masa penjajahan dalam hal ketidakadilan distribusi dan manfaat.

Membangun Keadilan Pajak: Apa yang Harus Dilakukan?

Pajak seharusnya menjadi alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, bukan beban yang memberatkan. Oleh karena itu, beberapa langkah harus diambil untuk memastikan bahwa pajak benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat:
1. Transparansi Pengelolaan Pajak
Pemerintah harus meningkatkan transparansi dalam penggunaan dana pajak. Masyarakat berhak mengetahui ke mana dana pajak mereka digunakan, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik. Laporan tahunan yang jelas dan mudah dipahami tentang anggaran negara dapat membantu rakyat untuk memahami aliran dana dan hasilnya.
2. Fokus pada Pembangunan Infrastruktur di Daerah Terpencil
Salah satu cara agar rakyat merasakan manfaat dari pajak adalah dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang kurang berkembang. Pemerintah harus memastikan bahwa daerah-daerah ini tidak tertinggal dalam hal akses jalan, listrik, dan fasilitas umum lainnya.
3. Reformasi Pajak yang Lebih Adil
Sistem perpajakan harus lebih adil dengan memberikan keringanan pajak bagi rakyat kecil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebaliknya, pajak yang lebih tinggi harus dikenakan pada perusahaan besar dan individu kaya yang mampu membayar lebih. Reformasi pajak yang lebih progresif akan menciptakan sistem yang lebih adil dan tidak memberatkan pihak yang lebih lemah.
4. Pemberantasan Korupsi di Sektor Pajak
Pemerintah harus menindak tegas praktik korupsi yang melibatkan aparat pajak. Penegakan hukum yang ketat terhadap oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan dana pajak dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan.
5. Pendidikan Pajak bagi Masyarakat
Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pajak dan bagaimana pajak digunakan untuk pembangunan negara. Dengan demikian, mereka akan lebih memahami kewajiban mereka dan tidak merasa dibebani oleh pajak yang mereka bayar.

Kesimp**an

Pajak seharusnya menjadi instrumen yang digunakan untuk mencapai kesejahteraan rakyat, bukan menjadi beban yang semakin menindas. Pemerintah harus memastikan bahwa pajak yang terkumpul digunakan dengan bijak, merata, dan transparan. Jika pemerintah berhasil menanggulangi ketidakadilan dalam sistem perpajakan, serta memastikan pembangunan infrastruktur yang merata, rakyat akan lebih rela membayar pajak. Sebaliknya, jika pajak terus menjadi alat penindasan, ketidakpuasan rakyat hanya akan terus berkembang. Pajak harus menjadi bagian dari solusi, bukan masalah yang semakin memperburuk kondisi sosial-ekonomi rakyat.

Photos from Riana Dwi Putra's post 22/12/2024

Belajar dari Thailand: Wisata Nusantara Perlu Penataan Terintegrasi

Indonesia adalah negeri dengan keindahan alam dan budaya yang tidak tertandingi. Dengan lebih dari 17.000 p**au, keberagaman budaya, serta warisan sejarah yang luar biasa, Indonesia seharusnya menjadi destinasi wisata utama dunia. Namun, realitanya, Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Thailand, yang kini menjadi salah satu pusat pariwisata global. Apa yang membuat Thailand begitu sukses, dan pelajaran apa yang bisa diambil oleh Indonesia?

Inovasi dan Promosi Digital yang Konsisten

Thailand telah membuktikan bahwa pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam semata. Dengan strategi inovatif, Thailand mampu mengubah atraksi sederhana, seperti pasar terapung atau festival air Songkran, menjadi daya tarik wisata global. Promosi yang agresif melalui media sosial, kolaborasi dengan influencer internasional, serta iklan yang terintegrasi di berbagai platform digital berhasil menarik perhatian wisatawan dunia.

Indonesia juga memiliki potensi yang sama. Festival tradisional seperti Karapan Sapi, Pacu Jawi, atau budaya adat dari berbagai daerah dapat menjadi atraksi wisata kelas dunia. Namun, minimnya promosi dan kurangnya dukungan dari pemerintah maupun masyarakat lokal membuat potensi tersebut tidak tergarap maksimal.

Pentingnya Infrastruktur yang Mendukung

Salah satu keunggulan Thailand adalah infrastruktur yang ramah bagi wisatawan. Dari bandara modern, transportasi umum yang terintegrasi, hingga akses jalan yang memadai ke berbagai destinasi wisata, semua dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan. Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal ini. Banyak destinasi wisata yang sulit diakses karena jalan rusak, kurangnya transportasi umum, atau minimnya fasilitas dasar seperti toilet dan tempat istirahat.

Jika Indonesia ingin bersaing di pasar pariwisata global, perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas. Destinasi wisata yang sulit diakses tidak hanya membuat wisatawan enggan kembali, tetapi juga menghambat perkembangan ekonomi lokal.

Pelibatan Masyarakat Lokal

Thailand berhasil memberdayakan masyarakat lokal untuk menjadi bagian aktif dari industri pariwisata. Banyak masyarakat yang dilatih menjadi pemandu wisata, mengelola homestay, atau menjual kerajinan tangan khas daerah mereka. Selain meningkatkan ekonomi lokal, pelibatan ini juga menciptakan pengalaman autentik bagi wisatawan.

Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan hal yang sama. Desa-desa wisata seperti Desa Penglipuran di Bali atau Desa Wae Rebo di Flores adalah contoh bagaimana masyarakat lokal bisa menjadi tulang punggung pariwisata. Namun, masih banyak potensi serupa yang belum tergarap. Dengan pelatihan dan dukungan yang tepat, masyarakat lokal dapat menjadi penggerak utama dalam pengembangan wisata nusantara.

Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Modernisasi sering kali menjadi ancaman bagi pelestarian budaya dan lingkungan. Namun, Thailand berhasil memadukan modernitas dengan tradisi tanpa mengorbankan identitas budaya mereka. Kuil-kuil kuno, pasar tradisional, dan seni lokal tetap menjadi bagian penting dari pariwisata mereka, meskipun berada di tengah kota modern seperti Bangkok.

Indonesia juga memiliki peluang untuk menjadikan pelestarian budaya sebagai daya tarik wisata. Tari tradisional, seni ukir, dan makanan khas daerah dapat dipromosikan sebagai bagian dari pengalaman wisata. Selain itu, menjaga keindahan alam seperti pantai, pegunungan, dan hutan juga harus menjadi prioritas untuk memastikan pariwisata yang berkelanjutan.

Kolaborasi dan Visi Jangka Panjang

Kesuksesan Thailand bukanlah hasil dari kebetulan, melainkan buah dari visi jangka panjang yang dijalankan dengan konsisten. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bekerja sama untuk menciptakan strategi pariwisata yang terintegrasi. Indonesia juga memerlukan visi yang jelas untuk mengelola pariwisatanya. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat lokal harus menjadi prioritas untuk menciptakan perubahan yang signifikan.

Kesimp**an: Waktunya untuk Berbenah

Indonesia memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia: keindahan alam, keragaman budaya, dan keramahan masyarakatnya. Namun, tanpa perencanaan yang matang, promosi yang efektif, dan kolaborasi yang kuat, potensi ini hanya akan menjadi angan-angan.

Belajar dari Thailand, Indonesia dapat mulai membangun sektor pariwisata yang lebih terorganisasi, inovatif, dan inklusif. Dengan perbaikan infrastruktur, pelibatan masyarakat lokal, serta pelestarian budaya dan lingkungan, Indonesia dapat mengambil tempatnya sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di dunia. Waktunya untuk bangkit, bekerja, dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah “negeri merdeka” yang sebenarnya, tidak hanya dalam sejarah, tetapi juga dalam sektor pariwisata.

11/08/2023

Karawitan

21/08/2022

Siapkah Aib Kita Di Buka?

"Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh juga" peribahasa yang sudah hamlir terlupa oleh pergerakan komunikasi zaman, namun tentu ini sebuah peribahasa yang senantiasa kita ajarkan dalam setiap kesempatan kepada generasi.

Setiap kebaikan yang kita lakukan adalah upaya diri menutupi setiap keburukan yang kita miliki, sebagai hal itu jiga menjadi perintah dari Sang Pencipta, tutuplah keburukanmu dengan kebaikan. Namun perlu diingat seberapa mampu diri kita menutupi keburukan-keburukan dengan kebaikan?

Suatu saat celah aib kita akan terbuka, dari pintu mana saja, manusia adalah ladangnya, hal itu sufah diketahui bersama, tinggal darimana yang pantas untuk menjadikan mampu kembali kepada jalan yang benar, atau malah semakin terpuruk dan menjauh dari jalur kebenaran.

Kisah-kisah terdahulu menyiratkan kepada setiap diri untuk belajar tentunya. Semua pernah terjerumus dan tidak ada satu insan bahkan lembaga pun yang terbeas dari jeratan setan (godaan dunia). Sekelas lembaga anti rasuah, pun juga sekelas lembaga yang berpemuka agama jadi bagian yang tidak lulut dari celah itu.

Dasarnya sederhana, dan godaan yang diberikan setingkat dengan kadar dan levelnya, hal itu sudah menjadi tujuan dari setan untuk terus menggoda manusia. Nabi Adam terhina dan terjerumus dijungkalkan ke bumi karena tergoda oleh rayuan, dan janji setanpun demikian akan terus menggoda dan menjerumuskan dati segala pintu.

Kebaikan dan keburukan akan senantiasa bertautan dan bertemu, antar organisasi, antar lembaga, antar negara bahkan di dalam diri manusia itu sendiri.

Maka, ada nasihat yang kita juga tidak boleh lupa, bahwa "Tuhan masih menutupi aib-aib diri, jadi pastikan kebaikan kebaikan yang dilakukan masih bisa menutup aib kita, karena ketika aib diri dibuka oleh Tuhan, belum tentu diri kita siap menerima hinaan, cacian bahkan, segala kebencian yang ditimpakan mampu dihadapi "

Dari yang penuh dosa dengan segala fenomena khususnya dunia pendidikan tinggi
Bangkok, 210822

Photos from Riana Dwi Putra's post 18/11/2021

10 Menit Pertema Menggoda

Mengapa harus 10 menit dan bagaimana caranya supaya dalam durasi 10 menit bisa memberikan dampak yang luar biasa.

Kejadian yang mengesankan dan tiba-tiba itu adalah moment, maka setiap pertemuan itu harus bisa jadi moment. Nah bagaimana dalam pembelajaran jigaharus bisa menjadi momen yang sangat berkesan.

Tentu menjadi tantangan bagi seorang pendidik, bagimana proses pembelajaran yang sedianya berdurasi cukup lama bisa dituntaskan dalam durasi singkat, karena siswa sudah berhasil mendapatkan momen diawal dan kemudian mereka akan mandiri dalam prosesnya.

Namun, akan menjadi durasi yang membosankan dan menjemukkan jika di awal oembelajaran siswa tidak mendapatkan moment.

Sati hal lain yang perlu diketahui bahwa, generasi muda sekarang, cenderung memilih yang cepat, tepat dan simpel. Tidak bertele2 dan cenderung meluas. Istilahnya go a head. Tidak panjang cerita.

Maka, sebagai guru juga penting, untuk bisa menangkap akan kebutuhan itu, sehingga proses belajar bisa diginakan dengan seefektif mungkin.

Maka penting , memanfaatkan 10 menit pertama untuk bisa membawa suasana beljar yang diinginkan, baik oleh guru maupun peserta didik.

Photos from Riana Dwi Putra's post 17/11/2021

Praktik Baik Berliterasi Dalam Pembelajaran

Ada sebuah peribahasa "pandangan pertema begitu menggoda", sejurus dengan itu tokoh filsuf Albert Einstein pernah mengatakan "jika awalnya tidak gila, maka selanjutnya akan biasa-biasa saja"

Maka sudah harus menjadi keberanian seorang guru untuk out of the box (keluar dari kotak) dalam proses pembelajaran. Jika masih tetap berada dalam kotak yang sama atau istilahnya "lagu baru kaset lama" maka pasti akan segera ditinggalkan.

10 menit pertema begitu menggoda dan buat menjadi pembelajaran yang seoalah-olah siswa tidak diberi pengajaran dan pelajaran tapi mereka akan ingat dan berkesan dengan pembelajarannya.

Untuk itu, perlu latihan, perlu belajar dan terus menempa diri dengan beragam hal. Supaya bisa dipraktikkan dalam kelas, baik pembelajaran secara daring maupun secara luring.

Tidak mudah, memanfataakn waktu 10 menit, supaya siswa bisa langsung fokus dan menikmati proses pembelajaran yang akan diberikan, banyak faktor yang melatari. Bisa kondisi pribadi siswa, bisa kondisi materi dan tema belajar, bisa diluar itu semua.

Sebuah permisalan, acara televisi, tidak semua orang menyukai acara televisi, namun semua orang sudah memiliki televisi, juga halnya tidak semua orang bisa menempuh pendidikan tapi sudah banyak orang yang berpendidikan.

Selain itu, sudah banyak acara televisi yang tayang, tapi tidak semua orang menyukai, begitu juga dengan mata palajaran, sudah banyak mata pelajaran yang disesuaikan, tapi tidak setiap siswa bisa menyukai semuanya.

Telepas dari itu semua, kita misal mengambil tayangan komedi yang memang tidak semua orang menyukai tapi semua orang ketika menonton bisa tertawa. Nalurinya sama jika dalam kondisi dan keadaan yang sama.

Maka dalam proses belajar pun demikian, materi itu bisa dinikmati oleh semua kalangan, bukan hanya kalangan tertentu.

Tentu, setiap guru ingin memberikan yang terbaik bagi peseeta didik, beragam media belajar sudah disiapkan dan metode belajar pun sudah diatur sedemikian rupa, namun dalam pelaksaaan banyak hal dan latar yang menjadikan media belajar dan metode tidak bisa digunakan.

Maka, sebagai guru, kita haru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengawali langkah baik dan tujuan yang jelas di 10 menit pertama.

Lalu bagaimana 10 menit pertama kita, bisakah memberikan perhatian kepada siswa atau malah sebaliknya, perhatian kita fokus kepada siswa?

15/11/2021

Memaksimalkan Literasi di Awal Pembelajaran

Menentukan kegiatan berliterasi diawal pembelajaran sangat penting karena jika tidak tepat malah akan membuat kehilangan suasana belajar, lebih khusus motivasi belajar siswa menurun dan kemeranikan dalam pembelajaran hilang.

Berliterasi di awal pembelajaran dan memaksimalkan waktu menjadi penting, selain sebagai wujud dari pola terstruktur pembelajaran, berliterasi di awal akan mengubah mindset, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, bergantung pada bentuk literasi yang diberikan.

Maka penting bagi setiap pendidik untuk menentukan pertemuan awal yang mengesankan bagi siswa.

Sebelum memaparkan bentuk-bentuk loterasi, berikut perihal yang bisa kita temukan dalam dinia pendidikan di awal pembelajaran dengan karakter dan pola guru secara umum

1. Apersepsi
Biasanya seorang pendidik mengawali proses pembelajaran dengan menyampaikan, menanyalan atau jiga mengulang materi sebelumnya untuk melanjutkan materi selanjutnya dengan beragam cara.

2. Menentukan
Biasanya seorang guru langsung menampilkan dan menentukan bentuk pembelajaran yang akan dilakukan, sehingga peserta didik langsung diarahkan membuka buku pelajaran ataupun mendengarkan presentasi dari guru

3. Membaca Buku
Biasanya sekolah yang menerapkan program literasi, atau guru yang memilki program literasi seblum kbm, akan mengarahkan siswa untuk membaca bahan bacaan yang tidak terkait dengan pembelajaran

Ketiga bentuk kegiatan awal pembelajaran tersebut sudah biasa dilakukan oleh setiap guru dan bahkan menjadi kebiasaan yang dinikmato oleh setiap peserta didik, mau tidak mau guru dan peserta didik, hanya akan terpaku pada proses yang sama.

Dampaknya, biasanya siswa belum bisa berpindah posisi atau istilahnya move on dari pemajran sebelumnya ke pelajaran yang baru, banyak siswa yang membawa tugas pelajaran sebelumnya kepelajaran selanjutnya, siswa tidak siswa dan akan menemukan pengalaman belajar yang sama secara fisik dan psikis.

Setiap guru pasti pernah menyaksikan seorang peserta didik, yang ketika pergantian jam pelajaran wajahnya kurang baik, masih memegang buku tugas sebelumnya atau fokusnya tidak terhadap materi yang akan diajarkan. Maka penting, bagi guru untuk mengondisikan di awal pembelajaran.

Lalu, mungkinkan berliterasi akan menjadi solusi dalam mengatasi masalah yang umum terjadi di dunia pendidikan?

Photos from Riana Dwi Putra's post 13/11/2021

Praktik Baik Dengan Memaksimalkan Literasi Sebagai Pengkondisian Awal Sebelum Belajar

Belajar adalah sebuah proses yang akan menghasilkan sesuatu yang baru. berupa ilmu pengetahuan, pengalaman juga sebuah bentuk karakter kepribadian. Wajud dari proses itu semua adalah peradaban yang berkemajuan, berkembang dan terus beradaptasi dalam menjaga dan menata kehidupan yang kompleks.

Belajar secara lebih khusus ada di ruang pendidikan yang menjadi lingkup lebih kecil di ruang kelas. Belajar dengan hal demikian dapat dimaknai sebagai proses transfer ilmu secara terus menerus, berkelanjutan dari guru kepada siswa.

Proses belajar yang menyenangkan dan memberikan pengalaman menarik, akan lebih mudah memberikan kesempatan siswa berinovasi, berkreasi juga beradaptasi dalam hal apapun, lebih khusus termotivasi.

Sebagai guru, terutama dimasa pandemi ini, tentu akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya, materi yang akan disampaikan bisa dicerna dengan baik, dipahami dan lebih jauh dari itu semua adalah siswa bisa mandiri mengembangkan potensinya.

Banyak sumber, media dan ragam bentuk yang bisa digunakan untuk memberikan pengalaman praktik bagi siswa, lebih jauh adalah guru jiga bisa mahir dalam menggunakan berbagai kompetensi dan media yang tersedia. Sehingga media dan sumber yang tersedia bisa dimanfaatkan dengan sangat baik dan maksimal.

Sebelum itu semua ada tahapan yang perlu dicermati dengan baik, yaitu kondisi siswa sebelum menerima dan mencerna apa yang akan diberikan oleh guru.

Pengkondisian awal, menjadi langkah baik bagi setiap guru maksimal dalam menyampaikan materi dan sebagainya.

Contoh sederhannya, dalam pembelajaran daring atau luring dengan tetap dilakukan tatap muka atau tatap maya, terutama dengan perubahan jadwal mata pelajaran yang berdekatan tentu siswa, butuh kondisi baru. Ibaratnya siswa itu sebuah gelas kosong, yang setiap detik informasinya masuk dengan beragam warnan dan suasana, sampai penuh.

Lalu bagaimana gelas itu bisa terisi dengan ilmu dan pengalaman baru jika tidak di bersihkan, atau di tuangkan ditwmpat yang berbeda, supaya siswa mendapatkan gelas baru lagi yang fressh...

Peran gurulah yang menjadikan, gelas-gelas yang dibawa oleh siswa ketika sudah penuh bisa dimanfaatkan dan digunakan disaatnya nnati, dan bisa menerima dengan gelas baru.

Pengkondisian saat awal pembelajaran itu menjadi hal yang penting dan sangat menentukan, bagaiman siswa bisa menerima dan menikmati proses belajarnya.

Selain itu, kesiapan dan peran guru dalam menyampaikan materi juga penting karena materi yang sudah disiapkan dengan skenario yang dibuat akan lebih membuat pembelajaran bosa diikuti dan dinikmato oleh siswa.

Lalu bagaimana pengkondisian yang baik suoaya bisa mereset dan mengosongkan dan membersihkan gelas yang siswa bawa,
Saya dalam hal ini menggunakan langkah sederhana yaitu

Berliterasi

Berliterasi dengan durasi yang singkat dan jangan terlalu lama maksimal 10 menit.

Nah Bagaimana caranya berliterasi dengan durasi hanya 10 menit dengan jumlah siswa yang banyak maupun sedikit.

29/08/2021

Berusaha dan Terus Fokus

Berbuat baik

Kesempatan untuk bisa berbuat baik itu terbatas, baik dari segi ukuran , waktu dan sebagainya. Kenapa? karena tidak setiap kebaikan yang diberikan jika dalam waktu dan kesempatan yang tidak pas maka hal itupun akan menimbulkan sesuatu yang tidak baik.

Tapi tetap, kita fokus pada tujuan dari apa yang direncanakan, karena tidak setiap rencana sesuai dengan waktunya. Bisa meleset bahkan jauh dari terget. Semisal anak panah yang telah lepas dari busurnya, ketika tepat sasaran maka ia akan berhasil tapi ketika salah maka menimbulkan masalah.

Niat yang dimulai, karena tidak setiap kebaikan itu dimulai dengan niat yang baik. Ada kesempatan melakukan kebaikan tapi dengan maksud dan rencana yang tidak baik. Benarlah maka jika segala sesuatu itu asalnya adalah niat, jika niat yang direncanakan baik maka hasilnya pasti baik tapi jika niat yang diawal buruk maka hasilnya buruk.

Sadar akan kelemahan manusia, bahwa setiap usaha untuk berbuat baik, tapi kadang diterima dengan tidak baik, akhirnya akan ada prasangka yang tidak pas dan tidak sesuai.

Istighfar salah satu solusi terbaik, kita tidak akan mampu berlepas diri dari niat-niat baik tapi malah menimbulkan keburukan-keburukan bahkan maslahnya bertambah. Berusaha memberikan sebuah solusi malah hanya memperumit keadaan, jadi serba salah padahal niatnya baik.

Maka beristigfar dan terus beruha memberikan yang terbaik (baca:niat baik) karena dengan awal niat yang baik maka akhirnya akan baik walaupun dengan rentang waktu yang tidak bisa ditentukan kapannya.

Semoga setiap hembusan nafas, jejak langkah, dan sentuhan lisan dan doa yang sudah dilakukan dan akan dilakukan, muara semuanya adalah kebaikan yang terus menerus.

Hari Ke-1, Motivasi Istighfar 1000x 29/07/2021

MERAWAT DUNIA DENGAN ISTIGHFAR

Suatu saat kita akan mendapatkan kesempatan, kebaikan dan kelapangan dalam berbagai hal, rizki, harta dan sebagainya, lalu bagaimana kita harus menjaga dan merawatnya, dalam artian setiap tetes keringat usaha dan berbagai hal yang didapatkan tidak hilang begitu saja.

Mungkin kita sering mendengar, dan melihat di sekitar kita, orang-orang yang dekat dengan kita. Bagaimana kisah perjuangan dan kehidupannya. Semisal, sudah memiliki beragam kekayaan dan harta namun, masih juga terjerumus dalam lingkaran yang sulit dimengerti, tidak terduga bahkan diluar jangkauan nalar kita.

Namun, setiap ketidakbaikan yang orang lain pernah rasakan, keterjerumusan dalam jurang keburukan pun ternyata tidak midah unruk menghindarinya. Suatu keadaan dan kenyataan yanh dihadapi berbeda-beda tentunya.

Lalu, bagaimana kita menjaganya, tidak lain dan tidak bukan, kita harus melibatkan Allah Ta'ala untuk turut serta menjaga semuanya, baik apapun yang diusahakan, apapun yang dicapai dari setiap pundi-pundi kebaikan, harta dan sebagainya harus Allah Ta'ala yang menjaganya.

Sebagai mahkluk yang lemah dan penuh dengan dosa serta hina, tentu keterbatasan menjaga dari setiap ketidakmampuan kita dalam menerima cobaan, harus bisa tetatasi dengan baik.

Maka, menjaga Dunia kita dengan istighfar adalah jalan terbaik yang bisa dilakukan, karena mudah dilakukan, banyak keuntungan dan tentunya keberkahan dari Allah Ta'ala yang paling utama.

Setiap untaian nafas kan menjadi doa
Setiap uraian airmata kan menjadi saksi

Edisi, belajar Istiqomah
Riyadhoh HARIAN AMALAN 1000x istighfar dan sholawat

Hari Ke-1, Motivasi Istighfar 1000x Sahabat semua, mari kita perbanyak istighfar, 4 keutamaan yang akan diperoleh, adalah harta yang berlimpah, hujan yang berkah, anak yang qurrota a'yun dan su...

ต้องการให้ธุรกิจของคุณ โรงเรียน ขึ้นเป็นอันดับหนึ่ง โรงเรียน ใน Bangkok?

คลิกที่นี่เพื่อเป็นสมาชิก?

ที่ตั้ง

เว็บไซต์

ที่อยู่


Queen Sirikit National Convention Center 60 Ratchadaphisek Rd, Khlong Toei, Bang
Bangkok
10110