14/09/2022
Satu Kampung Menangis Haru
Hari Selasa malam selepas sholat isya' kami berjumpa dengan Ust. Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc dan Ust. Ahmad Anshori, Lc Hafidzahumallahu Ta'ala di halaman Masjid Nabawi, sambil ngobrol lepas kangen karena sudah lama tidak berjumpa, sekalian nunggu jemputan untuk acara bincang santai yang diadakan oleh temen-temen Mahasiswa Universitas Islam Madinah, secara terbatas.
Suatu kehormatan yang menjemput kami adalah Ust. Dr. Ariful Bahri, Lc MA Hafidzahullahu dengan penuh tawadhu', salah satu putra terbaik Indonesia pengisi kajian di Masjid Nabawi.
Tempatnya tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, sehingga hanya memakan waktu 5-8 menit sudah sampai.
Acara dimulai dengan pembukaan dari Ust. Ariful Bahri, yang hadir kebanyakan mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Madinah sejumlah puluhan orang, ada yang jenjang Doktoral dan Magister.
Ust. M. Abduh sharing-sharing tentang Dakwah di masyarakat, awal mulanya hingga kini
- Mempelajari bahasa setempat
- Berbaur dengan masyarakat
- Mengambil hati tokoh masyarakat dan Jaga hubungan baik
- Skala prioritas dalam dakwah
- Fokus
- Terus belajar
- Media Sosial
- Mandiri Ekonomi
- Bantuan kepada masyarakat
Dll
Ada petikan cerita yang sangat menarik dari Ust. M. Abduh Tuasikal, yaitu kisah yang membuat satu kampung menangis haru.
Di Gunung Kidul, tepatnya di dusun Warak, ada seorang preman yang cukup dikenal, kalau bisa dibilang bosnya preman.
Awal mula Ust. M. Abduh berdakwah disana itu dimulai dari Ngajar baca Al-Qur'an anak-anak, kemudian merembet ke Ibu-ibu dan bapak-bapak, semua butuh proses. Hingga terbentuklah TPA yang saat ini santrinya ratusan bahkan hampir mendekati angka 1000.
Bagi ibu-ibu yang sudah lancar ngaji, maka diperbantukan untuk ngajar disana, tentu dengan terus ditingkatkan kualitas keilmuan lainnya.
Ada seorang ibu yang ngajar di TPA, suaminya itu adalah bos Preman dusun tersebut. Nah, diem-diem ketika di rumah, ibu tersebut ngajari suaminya pelan-pelan.
Suatu ketika Ponpes Darussholihin membutuhkan satpam, maka bos preman itu ditawari, ternyata mau. Walhamdulillah
Salah satu pertimbangannya adalah minimal pondok aman dari gangguan preman-preman, karena bosnya kerja disitu.
Suatu ketika di Mushollah Darussholihin tidak ada yang adzan, karena muadzin tetap lagi berhalangan.
Ust. M. Abduh memarahi satpam tadi, kenapa kok dia tidak adzan. Dia menjawab : Karena saya tidak bisa.
Hingga akhirnya ust. Abduh minta agar satpam tersebut dibuatkan teks adzan dan diajari sampai bisa, sehingga kejadian sebelumnya tidak terulang, yaitu ketika muadzin berhalangan ada yang menggantikan.
Suatu ketika muadzin berhalangan, maka Satpam tersebut yang harus menggantikan adzan, seorang mantan bos preman.
Ternyata suaranya membuat satu kampung menangis haru, teringat bagaimana kehidupannya yang dulu, mungkin s**a mengganggu orang lain, sekarang bisa adzan memanggil orang sholat. Subhanallah....
Hingga kini dan semoga seterusnya tetap istiqomah menjadi orang baik dan sholeh.
Dari kisah di atas banyak hal yang bisa kita petik hikmahnya :
- Dakwah butuh strategi
- Jangan remehkan sesuatu yang kecil
- Bersinergi dan kasih kepercayaan kepada murid-murid kita
- Siapapun bisa berubah menjadi baik, hidayah di tangan Allah
- Dakwah butuh sabar
- Dan lain sebagainya
Pertemuan yang berkesan, semoga Allah berikan keberkahan kepada kita semua
✍️Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc