08/01/2023
In 41 natural and manmade features, this illustration shows typical landform locations and relationships. Note the way humans altered the landforms such as the breakwater, which protects the harbor from waves erosion, and the canal, an artificial waterway that allows ships to navigate inland or take a shorter route between two bodies of water.
The second and third illustrations show that glaciers leave lasting imprints on the land. Meltwater deposits sand and gravel in long, narrow ridges called eskers. Ice embedded in the ground melts and forms depressions called kettles. Glaciers overrun rock debris to shape it into hills, or drumlins; they also pick up and carry huge amounts of rock and soil to create deposits called moraines.
From the National Geographic Family Reference Atlas https://on.natgeo.com/3WU7TZd
Ilustration by
08/03/2021
Pernahkah berfikir kenapa Iceland pulaunya Hijau dan Greenland justru pulaunya putih.
Apa Ndak kebalik itu namanya ?
😃😃
03/03/2021
Gunung bekel merupakan anak gunung penanggungan,, walaupun tidak sepopuler gunung penanggungan, namun gunung bekel tidak kalah dalam menyuguhkan keindahan alamnya.
Bekelanak Gunung puncaknya tidak terdapat kawah dan letaknya berada di sebelah barat Gunung Penanggungan. Di Gunung Bekel juga terdapat berbagai situs sejarah yang bisa dijumpai di lereng barat. Tidak begitu tinggi dengan trek yang lumayan ringan, Gunung Bekel menjadi surga kedua selain puncak pawitra.
Gunung Bekel berada di berada dua kabupaten yaitu Pasuruan dan Mojokerto. Jalur pendakian Gunung Bekel - yang akrab disebut bukit bekel/ puncak bekel, sama dengan jalur pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo dan jalur pendakiannya memang mudah via Jolotundo. Jalur pendakian manapun ke puncak Penanggungan, pasti bisa melanjutkan turun ke puncak Bekel dan berakhir di Petirtaan Jolotundo.
04/02/2021
Waduk Selorejo
Waduk Selorejo merupakan salah satu waduk terbesar Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Waduk ini tepatnya berada di Kecamatan Ngantang hingga Kecamatan Kasembon, selain bermanfaat untuk irigasi dan wisata, waduk ini juga di manfaatkan sebagai PLTA.
Waduk ini memiliki suplai air utama dari DAS Konto yang memiliki hulu di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
26/01/2021
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga kini masif fluktuatif. Dalam enam jam dini hari hingga pagi ini, tercatat Gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini mengeluarkan lava pijar sebanyak 29 kali.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Budhe Hanik Humaida mengatakan, aktivitas Merapi memang masih tinggi. Pihaknya juga belum bisa memprediksi kapan erupsi akan berakhir.
"Sudah 20 hari sejak erupsi pertama di 4 Januari lalu," terangnya di Yogyakarta, Senin (25/1/2021).
Dijelaskannya, sejak pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB pagi ini, Merapi masih terus mengeluarkan lava pijar. Selain itu juga asap terlibat hingga 300 meter diatas puncak kawah.
Guguran lava pijar tercatat 29 kali dengan jarak maksimum 800 meter menuju ke arah barat daya,".
Diakuinya, sejak petang hari, Intensitas lava pijar juga mulai terlihat. Dari laporan sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB pada tanggal 24 januari diketahui terjadi luncuran lava pijar sebanyak 24 kali. Asap kawah juga terlihat dengan ketinggian 200 meter diatas permukaan kawah. "Status Merapi masih siaga atau level III," tandas Budhe Hanik.
Dia berharap erupsi Merapi juga seperti yang terjadi saat ini. Masyarakat juga diminta tetap mengikuti petunjuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di Sleman, Klaten, Magelang dan Boyolali yang memiliki wilayah di lereng Merapi. "Rekomendasi jarak aman adalah lebih dari 5 km dari puncak," lanjutnya.
Dari catatan BPPTKG, selama enam jam sejak pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB pagi ini, tercatat terjadi 30 kali gempa guguran, 10 kalo gempa hembusan, dan 2 kali gempa fase banyak.
Photo credit
Caption
Edit