27/06/2023
Disunahkan takbir mutlak pada sepuluh (awal) Dzulhijjah dan seluruh hari-hari Tasyriq. Dimulai dari semenjak masuk bulan Dzulhijjah (maksudnya setelah terbenam matahari di akhir hari bulan Dzulqoidah). Sampai akhir hari tasyriq (hal itu ditandai dengan terbenamnya matahari pada hari ketiga belas Dzulhijjah).
الله أكبر .. الله أكبر .. الله أكبر ..
لا إله إلا الله ، الله أكبر .. الله أكبر .. ولله الحمد
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada tuhan (yang patut disembah) melainkan Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Dan Segala pujji hanya milik Allah.
Masalah memperbanyak takbir di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sesungguhnya bukanlah masalah baru. Tapi, sudah disentuh oleh banyak para ulama dalam kitab-kitab klasik. Sehingga, ini merupakan amal ibadah, dan tidak perlu meragukan orisinalitas dan validitasnya. Amalan takbir mutlak ini merupakan amalan generasi terbaik; para sahabat dan tabi'in dan tabi't tabi'in.
Amalan ini berdasarkan kepada firman Allah:
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
"Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan". (QS. Al Hajj: 28)
Masalah memperbanyak takbir di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sesungguhnya bukanlah masalah baru. Tapi, sudah disentuh oleh banyak para ulama dalam kitab-kitab klasik. Sehingga, ini merupakan amal ibadah, dan tidak perlu meragukan orisinalitas dan validitasnya. Amalan takbir mutlak ini merupakan amalan generasi terbaik; para sahabat dan tabi'in dan tabi't tabi'in.
Amalan ini berdasarkan kepada firman Allah:
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
"Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan". (QS. Al Hajj: 28).