02/08/2026
Kita biasa meng "complain", mengutuk, mengeji, mencarut pemimpin, sedangkan sekiranya kita (yakni kebanyakannya, rata rata, umum dilihat) pun bersikap jelik, maka wajar di taqdirkan kita juga di pimpin dengan pemimpin jelik.
********
Copy paste FB Gus Dewa Menjawab
PEMIMPIN ADALAH CERMINAN RAKYATNYA
Suatu hari Imam Hasan Al Bashri mendengar seseorang mencaci dan mendoakan buruk gubernur kejam waktu itu yaitu Hajjaj bin Yusuf. Maka beliau berkata:
لَا تَفْعَلْ -رَحِمَكَ اللهُ- إِنَّكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أُتِيتُمْ، إِنَّمَا نَخَافُ إِنْ عُزِلَ الْحَجَّاجُ أَوْ مَاتَ أَنْ تَلِيَكُمُ الْقِرَدَةُ وَالْخَنَازِيرُ
Jangan kau lakukan itu. Sesungguhnya (keberadaan Hajjaj) itu karena ulah kalian sendiri. Kami khawatir jika Hajjaj diturunkan atau mati, kalian justru akan dipimpin oleh monyet atau serigala (yang lebih buruk) akibat dosa² kalian. (Kitab Al Adabu As-Syariyyah Karya Ibnu Muflih).
Maksudnya; Jika suatu masyarakat didominasi oleh orang² yang baik, taat, dan amanah, maka Allah akan memilihkan pemimpin yang baik. Sebaliknya, jika masyarakatnya gemar berbuat maksiat, curang, dan kotor, mereka jg akan dipimpin oleh orang yang serupa.
Dalam Kitab Syu'bul Iman Rasulullah Saw. bersabda:
كَمَا تَكُونُوا كَذَلِكَ يُؤَمَّرُ عَلَيْكُمْ
Bagaimana keadaan kalian, begitu jugalah pemimpin kalian.
Dlam Surah Al-An'am ayat 129. Allah Swt. berfirman:
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang dzalim itu menguasai sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.
Maka sebagian dari kita sangat pintar mengkoreksi pemerintah yang dzalim, tetapi kita sendiri kurang pintar mengkoreksi diri sendiri.