13/07/2024
PEMBELAJARAN HARI INI
KESIMPULAN EMOSI ATAU LEVEL EMOSI :-
EMOSI RENDAH (Negatif) :
a. Apati (50 Hz)
b. Sedih, Duka, Lara (75 Hz)
c. Takut, Cemas, Khawatir, Bimbang, Ragu (100 Hz)
d. Lust, Buru2, Nafsu, Rakus
e. Marah, Dendam, Jengkel
f. Pride
EMOSI TINGGI (Positif) :
g. Courage
h. Acceptance, Menerima, Bersyukur (300 Hz)
i. Peace (600 Hz)
j. Enlightenment (700 - 1000 Hz)
Setiap manusia punya semua emosi tersebut, namun frekuensinya naik dan turun (tergantung situasi). Anak kecil yang saat menangis selalu dipaksa untuk bahagia, untuk menahan tangis dll lama kelamaan emosinya akan tertekan. Dan itu bisa membawa luka hingga dewasa (wounded inner child). Perjalanan dari sedih ke menerima, memang akan melewati takut, marah, pride dulu. Jadi harus sabar menghadapinya.
Pada saat berada di emosi negatif, org akan sulit untuk dinasehati, jadi tunggu sampai dia naik ke emosi positif dulu.
Teknik ketika anak tantrum :
1. Ajak ngobrol, tanya perasaan dia, dan bantu memberi nama emosinya. (Apakah itu sedih, takut, marah dll) karena anak kecil kosakata emosinya belum banyak.
2. Berempati
3. Kasih dia waktu untuk mengelola emosinya (Mendengar ceritanya, ajakin makan minum)
4. Beri Nasehat
Kenapa anak s**a bohong?
biasanya karena punya pengalaman ketika dia jujur, malah dimarahin, dll. Akhirnya dia memilih untuk bohong. Sehingga, kita perlu lebih mengapresiasi kejujuran anak supaya dia mau jujur dan terbuka dengan org tua.
ketika anak bikin kasus berat, org tua gak perlu pura2 tenang terus. Natural aja. Harus bisa menunjukan sikap tegas bahwa apa yg dia lakukan itu salah. Namun, tidak perlu marah membabibuta karena malah bikin anak jadi takut dan gamau cerita lebih dalam. Intinya, cara kita menghandle masalah akan menjadi guidance (contoh) untuk anak menghandle masalahnya di masa depan.
3 Besar Gaya Parenting :
1. Otoriter (apa2 gak boleh) : kaku, membingungkan.
2. Permisif (apa2 boleh) : kendor, tidak berprinsip.
3. Demokratis : kalo gak boleh jelaskan kenapa, kalo boleh juga jelaskan kenapa. Meskipun capek, namun ini gaya parenting yg terbaik. Kita perlu ingat bahwa kita bertanggung jawab atas anak2 kita, dunia akhirat.
0-6 tahun : prinsip anak cenderung mengikuti apa kata org tua.
7 - 12 tahun : prinsip anak cenderung mengikuti apa kata guru di sekolah.
13 - 20 tahun : prinsip anak cenderung mengikuti apa kata teman2nya.
20 - 35 tahun : prinsip cenderung mengikuti apa kata diri sendiri.
35 tahun keatas : prinsip cenderung mengikuti apa kata Tuhan.