22/06/2026
Aku dulu hampir meremehkan doa ini.
Bukan karena aku nggak percaya,
tapi karena hatiku lagi capek berharap.
Usaha jalan.
Doa tetap dibaca.
Tapi hasilnya terasa jauh.
Sampai akhirnya aku tetap membaca doa ini pelan-pelan,
bukan untuk menuntut Allah, tapi untuk menenangkan hatiyang mulai lelah.
Doa yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib:
اللّٰهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ، يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ، يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ، أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahumma ya Ghaniyyu ya Hamid,
ya Mubdi’u ya Mu’id,
ya Rahimu ya Wadud,
aghnini bihalalika ‘an haramika,
wa bifadhlika ‘amman siwaka.
Artinya:
“Ya Allah, Wahai Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji,
Yang Memulai dan Mengulang,
Yang Maha Pengasih lagi Maha Mencintai,
cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal dari yang haram,
dan cukupkan aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”
Aku mulai paham,
doa ini bukan tentang kaya mendadak.
Tapi tentang kecukupan,
tentang hati yang ditenangkan,
dan Allah yang membuka jalan dengan cara-Nya sendiri.
Dan benar saja,
bukan hidup yang langsung berubah drastis,
tapi jalan demi jalan mulai dibukakan
dari arah yang tak pernah kusangka.
Dari perjalanan itu, aku merangkum beberapa reset keciluntuk menemani teman-teman yang ingin memperbaiki rezekinya dengan lebih tenang.