28/12/2024
Bab tentang Kematian dalam Kitab Tanbihul Ghafilin oleh Abu Laits As-Samarqandi
Abu Laits As-Samarqandi dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin menyajikan pembahasan mendalam tentang kematian, mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Kematian bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju kehidupan akhirat yang abadi.
1. Hakikat Kematian
• Kematian adalah kepastian: Tidak ada satu pun makhluk yang dapat lari atau bersembunyi dari kematian.
• Firman Allah SWT dalam Surah Al-Ankabut (29:57):
• “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
• Kematian sebagai peringatan: Manusia harus selalu sadar bahwa dunia ini fana, dan kematian bisa datang kapan saja tanpa pemberitahuan.
2. Persiapan Menghadapi Kematian
• Melaksanakan amal saleh: Manusia harus memanfaatkan waktunya untuk beramal saleh sebelum datangnya kematian.
• Taubat sebelum terlambat: Taubat harus dilakukan dengan segera, karena taubat di saat sakaratul maut tidak akan diterima.
• Hadis Riwayat Tirmidzi:
• “Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuknya.”
3. Keadaan Sakaratul Maut
• Sakaratul maut adalah saat yang sangat menyakitkan: Rasulullah ﷺ sendiri mengalami kesakitan yang luar biasa saat sakaratul maut.
• Hadis Riwayat Bukhari:
• “Sesungguhnya kematian itu penuh dengan kesakitan.”
• Orang beriman dan orang kafir saat sakaratul maut:
• Orang beriman akan menghadapi sakaratul maut dengan tenang karena malaikat datang membawa kabar gembira.
• Orang kafir akan menghadapi sakaratul maut dengan ketakutan dan penyesalan.
Surah Fussilat (41:30):
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.’”
4. Alam Kubur dan Azab Kubur
• Fitnah kubur: Pertanyaan yang akan diajukan oleh malaikat Munkar dan Nakir:
1. Siapa Tuhanmu?
2. Apa agamamu?
3. Siapa nabimu?
• Azab kubur bagi orang berdosa: Orang yang meninggalkan shalat, berbohong, berbuat zina, dan makan harta riba akan mendapatkan siksa kubur.
• Hadis Riwayat Muslim:
• “Sesungguhnya kubur adalah salah satu taman dari taman-taman surga atau salah satu lubang dari lubang-lubang neraka.”
5. Mengingat Kematian sebagai Pengingat Diri
• Memadamkan syahwat: Mengingat kematian akan mengurangi keinginan untuk bermaksiat dan melakukan dosa.
• Motivasi untuk beramal saleh: Dengan mengingat kematian, seseorang akan lebih bersemangat dalam beribadah.
• Hadis Riwayat Tirmidzi:
• “Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian.”
6. Kisah tentang Kematian
a. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Malaikat Maut
• Nabi Ibrahim AS pernah bertanya kepada Malaikat Maut tentang bagaimana wajahnya saat mencabut nyawa orang beriman dan orang kafir.
• Malaikat Maut menunjukkan wajahnya yang lembut untuk orang beriman dan wajah yang mengerikan untuk orang kafir.
• Pelajaran: Kematian akan datang sesuai dengan keadaan iman seseorang.
b. Kisah Seorang Raja yang Tamak
• Seorang raja yang kaya raya dan penuh kenikmatan tiba-tiba didatangi oleh Malaikat Maut.
• Dia memohon untuk diberikan waktu tambahan, tetapi waktunya telah habis.
• Pelajaran: Kekuasaan dan kekayaan tidak bisa menunda kematian walau sesaat.
7. Amalan untuk Menghadapi Kematian
1. Memperbanyak Shalat Sunnah dan Wajib
2. Bertobat dengan Sungguh-Sungguh
3. Memperbanyak Dzikir, Terutama Kalimat Syahadat
4. Membaca Surah Al-Mulk Setiap Malam
• “Surah Al-Mulk akan menjadi pelindung dari azab kubur.” (HR. Tirmidzi)
5. Berbuat Baik kepada Sesama Manusia
8. Hikmah tentang Kematian
1. Kematian adalah Pengingat Terbaik: Tidak ada nasihat yang lebih kuat daripada mengingat kematian.
2. Dunia Hanya Sementara: Segala yang kita miliki akan kita tinggalkan.
3. Amal adalah Bekal Terbaik: Amal saleh akan menjadi teman di alam kubur.
4. Jangan Menunda Taubat: Setiap detik adalah kesempatan untuk kembali kepada Allah SWT.
5. Hidup dengan Tujuan Akhirat: Fokus pada tujuan kehidupan yang sebenarnya, yaitu meraih ridha Allah SWT.
9. Kesimp**an Bab Kematian
• Kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun.
• Persiapan menghadapi kematian adalah dengan bertaubat, beramal saleh, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan manusia.
• Mengingat kematian dapat melembutkan hati, menghilangkan kesombongan, dan memotivasi untuk berbuat baik.
• Amal yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal yang menyelamatkan di akhirat.
Firman Allah SWT (Surah Ali Imran: 185):
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, ia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
Semoga penjelasan ini membantu untuk memahami pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kematian dan menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran akan akhirat.