02/07/2026
UNTAIAN KISAH PARA WALI ALLAH
cerita 34
Syaikh Aljunaid bercerita:
Saya berangkat ke Makkah untuk berhaji dengan mengendarai unta. Saya hadapkan unta itu ke arah Makkah, tetapi unta enggan mahu menuju ke arah itu, malah dia mengarah ke arah negeri Kostantin. Saya merasa hairan dengan kelakuan unta itu.
Kemudian saya mengarahkan lagi unta itu ke arah Makkah satu kali dua kali dan berkali-kali, namun ia tetap berputar mahu menuju ke arah Kostantin juga.
Saya berkata di dalam hatiku, 'ini tentu ada suatu rahasia, kenapa unta ini terus mahu menuju ke arah Kostantin. Tiada seorang yang tahu selain Allah saja.'
Saya pun melepaskan unta itu berjalan sendiri, seraya saya mengangkat tangan berdoa: 'Ya Allah! Ya Tuhanku! Aku tidak punya kuasa untuk menolak ketentuan yang Engkau kehendaki. Aku ingin menuju ke Ka'bah, RumahMu, tetapi Engkau hendak menghalangiku daripadanya, maka urusan itu terserah kepadaMu!'
Saya biarkan unta itu berjalan sendirian menurut kehendaknya. Dia berjalan begitu cepat sekali sehingga akhirnya saya tiba di Kostantin.
Apabila saya masuk ke dalam kotanya, saya lihat orang-orangnya di sana dalam hiruk-pikuk membincangkan sesuatu yang amat penting. Saya mendekati mereka seraya bertanya:
'Ada apa kamu sekalian ribut begini?" tanyaku.
'Puteri Raja kami sedang sakit. Dia telah hilang akalnya, dan Raja kami menyuruh kami sekalian mencarikan untuknya seorang tabib yang boleh menyembuhkannya," kata mereka.
Aku berkata pada diriku: Demi kebesaran Tuhanku! Kerana inilah agaknya, Tuhan telah memesongkan aku dari RumahNya pada tahun ini untuk aku melakukan sesuatu di sini.
Saya pun berkata kepada orang ramai di situ: 'Aku ini tabib.' 'Engkau boleh mengobatinya?" tanya mereka.
'Boleh, Insya Allah, jawabku. Saya lalu dibawa mereka ke istana dan dihadapkannya kepada Raja itu. Katakan kepada tabib ini syarat-syarat sayembara ini!" titah Raja
Mereka memberitahuku dan saya setuju dengan semua syarat-syarat itu. Saya memohon bantuan Tuhan dan saya melangkah masuk ke dalam kamar yang sangat indah. Dan di sudut kamar itu p**a ada sebuah kamar kecil lagi yang tersorok dari pandangan orang. Dari situ saya mendengar gemerincingan bunyi rantai besi. Saya berhenti di hadapan kamar kecil itu tiba-tiba terdengar p**a suara halus
memanggilku: Wahai Junaid! Untamu menarikmu untuk datang ke mari, tapi engkau p**a mengarahkan unta itu ke Makkah!"
Mendengar suara itu, saya rasa terkejut. Bagaimana orang ini tahu peristiwa yang berlaku kepada diriku.
Saya disuruh masuk ke dalam kamar kecil itu. Saya lihat seorang gadis sedang duduk di atas ranjang, sedang kedua belah tangannya terantai ke kedua belah kakinya. Gadis itu sungguh rupawan dan cantik sekali.
'Mengapa engkau jadi begini?! tanyaku terperanjat melihat keadaan gadis yang terantai itu.
Wahai tabib! Obatilah hatiku ini supaya aku terlepas dari angkara ini!" pinta gadis itu.
"Obatnya senang saja, kataku.
'Apa dia itu?"
"Sebutkanlah: Laa llaaha Illallaah. Muhammadur Rasululllaah!'
Gadis itu lalu mengucapkan dua kalimah syahadat itu dengan suara yang amat keras sekali. Maka dengan sebab itu berguguranlah segala rantai yang membelengguinya bersepai-sepai.
Apabila Raja melihat apa yang berlaku, dia sangat kagum sekali.
Alangkah pintarnya engkau, wahai tabib!" ujar Raja gembira. 'Sekarang cuba engkau obati hatiku p**a seperti yang engkau obatkan hati puteriku ini!" pinta Raja.
'Boleh, tuanku, kataku. 'Bilanglah: Laa Ilaaha Illallaah. Muhammadur Rasulullaah!"
Raja pun mengucap p**a,
Kemudian datang ibu gadis itu dan dia juga telah mengucapkan dua kalimah syahadat.
Dengan sebab itu, maka seluruh rakyat negeri itu memeluk Islam, disebabkan Rajanya telah memeluk Islam.
Beberapa hari sesudah itu, saya pun minta izin untuk pergi. Tetapi saya telah ditahan oleh gadis itu, katanya:
Janganlah berangkat dulu, sebab saya telah memohon kepada Allah untuk mewafatkanku di waktu engkau masih ada lagi di sini, supaya engkau dapat menguruskan cara-cara memandikanku dan menyembahyangkanku.
Gadis itu lalu bertelimpuh, lalu rebah ke tanah. Dia pun mati.
Saya lalu menguruskan cara-cara mengendalikan mayat, dengan mengajarkan mereka cara-cara memandikannya, menyembahyang-kannya, lalu menguburkannya.
Moga-moga Allah merahmati rohnya yang pergi.
admin Zsa075