25/07/2022
PERHITUNGAN UMUR WAKTU DUNIA
بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يُدَبِّرُ الْاَ مْرَ مِنَ السَّمَآءِ اِلَى الْاَ رْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَا نَ مِقْدَا رُهٗۤ اَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ
yudabbirul-amro minas-samaaa-i ilal-ardhi summa ya'ruju ilaihi fii yauming kaana miqdaaruhuuu alfa sanatim mimmaa ta'udduun
"Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu."
(QS. As-Sajdah 32: Ayat 5)
Mari kita lihat dan berhitung berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber kebenaran yang hakiki
1 hari diakhirat = 1000 tahun di dunia
24 jam diakhirat = 1000 tahun di dunia
3 jam akhirat = 125 tahun di dunia
1.5 jam akhirat = 62.5 tahun di dunia
Apabila umur manusia itu rata-rata 60 atau 70 tahun di dunia, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit atau perhitungan Akhirat hanyalah 1.5 jam saja.
Hal tersebut di atas sejalan dengan apa yang Allah sudah sampaikan sebagaimana:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قٰلَ اِنْ لَّبِثْـتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا لَّوْ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
qoola il labistum illaa qoliilal lau annakum kungtum ta'lamuun
"Dia (Allah) berfirman, "Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.""
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 114)
Pantaslah kita selalu diingatkan tentang masalah waktu agar tidak menyia nyiakannya
Kuatkan berfikir untuk akhirat. Karena dunia ini akan kita tinggalkan jangan terlena.
1 detik, 1 menit, 1 Jam, 1 Hari, kedapan tidak ada yang tahu kapan malaikat penjemput kita akan datang.
Dan usahakan kedatangannya jangan sampai engkau dalam kondisi lalai dari mengingatNYA.
Jadikan pelajaran berapa banyak yang terlihat didepan mata, orang yang di jemput malaikat maut dalam kondisi bermaksiat, lalai dan terlena dengan perbuatan perbuatan dosa hingga akhir hayatnya sampai menjalani sakaratul mau saja tersiksa.
وَا لنّٰزِعٰتِ غَرْقًا
wan-naazi'aati ghorqoo
"Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras."
(QS. An-Nazi'at 79: Ayat 1)
Namun berapa banyak juga kita lihat orang lagi bersujud dalam shalatnya malaikat maut datang menjemput, meninggalkan dunia ini dalam kondisi kebaikan...menjalani sakaratul mau dengan tenang tanpa siksaan.
وَّا لنّٰشِطٰتِ نَشْطًا
wan-naasyithooti nasythoo
"Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut."
(QS. An-Nazi'at 79: Ayat 2)
Fokus akhirat karena disanalah kampung halaman kita sesungguhnya untuk hidup seterusnya.
Ingatlah ini :
Mayat orang Islam yang tidak melaksanakan Shalat, sepanjang hidupnya bermaksiat dan durhaka kepada pada Allah 1000 tahun lalu atau dulu masih disiksa hingga kini.