Abdurrahman Zahier

Call Directions Contact the school

Abdurrahman Zahier Murnikan Tauhid dan Tegakkan Sunnah ﷺ

22/09/2026

Proses Lebih Nikmat Daripada Hasil 🤍

Sebagai orang beriman, sudah sepatutnya kita lebih menikmati proses dibanding sekadar berfokus pada hasil. Sebab, di setiap struggle dan lelahnya proses, saat itulah pahala ditransfer.

Dan yang paling utama adalah mengejar ridho-Nya. Jika ridho Allah sudah di tangan, apa pun hasilnya.. insyaallah akan selalu berusaha melapangkan dada.

Karena ternyata, perjuangan tidak kalah indah dari hasilnya.

Baarakallaahu fiykum… 🤲🏻✨💫

21/09/2026

This is How Allah Teaches His Servants… 🤍

QS. Al-‘Ankabut ayat 2 menggambarkan salah satu metode pengajaran yang begitu indah:

Istifhām Inkārī.. sebuah kalimat tanya yang menggugah.

Allah berfirman: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji?”
(QS. Al-‘Ankabut: 2)

Menariknya, Allah tidak langsung memberikan penjelasan panjang. Allah mengajukan sebuah pertanyaan.

Pertanyaan yang sebenarnya tidak membutuhkan jawaban lisan, tetapi justru mengajak audience-nya, yaitu kita, untuk berhenti, berpikir, merenung, lalu menemukan jawabannya.

“Apakah mungkin seseorang mengaku beriman, lalu tidak diuji?”

Tentu tidak. Iman akan diuji. Dan di sinilah salah satu keindahan metode pengajaran dalam Al-Qur’an.

Terkadang, sebuah pertanyaan justru membuat seseorang lebih terlibat dalam proses berpikir, dibandingkan ketika ia hanya diberikan sebuah jawaban. Seolah Allah sedang mengajak kita untuk berdialog dengan ayat-Nya:

“Kalau begitu, bagaimana seharusnya aku memandang ujian yang sedang kuhadapi?”

MasyaAllah… 🤍

Maka ketika menemukan pertanyaan-pertanyaan dalam Al-Qur’an, jangan selalu buru-buru melewatinya. Berhenti sejenak, lalu renungkan. Biarkan ayat itu mengajak kita berpikir.

Sebab bisa jadi, di balik sebuah pertanyaan yang Allah ajukan… ada jawaban yang sedang Dia ingin kita temukan🤍

Baarakallaahu fiykum… 🤲🏻✨💫

20/09/2026

Jangan Tunggu Masalah Kita Selesai untuk Bantu Orang Lain… 🤍

Kadang kita berpikir:
“Nanti saja bantu orang lain. Urusan hidupku sendiri juga belum selesai.”

Padahal kalau menunggu semua masalah kita selesai… mungkin kita tidak akan pernah merasa benar-benar punya waktu untuk berbuat baik.

Sebab hidup memang tidak pernah benar-benar lepas dari ujian.

Surga tidak diraih dengan berleha-leha. Ia membutuhkan iman, amal, perjuangan, dan kesabaran.

Salah satunya adalah ketika kita mau hadir untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan.

Bisa jadi kita sendiri sedang punya banyak masalah. Tapi kita tetap membantu semampunya.

Bukan berarti karena hidup kita sudah sempurna, melainkan karena kita berharap Allah akan menolong kita sebagaimana kita berusaha menolong saudara kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.”
(HR. Muslim)

MasyaAllah… 🤍

Maka jangan tunggu kaya untuk bersedekah. Jangan tunggu punya banyak waktu untuk membantu. Jangan tunggu hidup tenang untuk menjadi sebab ketenangan bagi orang lain.

Lakukan kebaikan sesuai kemampuan, di tengah keadaan kita sekarang.

Karena para sahabat pun bukan manusia yang hidup tanpa masalah.

Mereka juga diuji, mereka juga kekurangan, pun mereka juga punya kebutuhan.

Tapi keadaan mereka tidak menghalangi mereka untuk menjadi sebab kebaikan bagi orang lain.

Jadi kalau hari ini kita berpikir, “Aku sendiri sedang banyak masalah…”

Mungkin justru di tengah masalah itulah Allah sedang membuka satu pintu pertolongan untuk kita.. jadilah sebab Allah meringankan masalah orang lain. 🤍

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang ringan tangan, peka terhadap kesulitan saudara, dan selalu menjadi sebab kebaikan di mana pun berada.

Baarakallaahu fiykum… 🤲🏻✨💫

19/09/2026

Less is More 🤍

Apakah privilege harus selalu berupa keberlimpahan?

Punya banyak harta, banyak pilihan, hidup serba mudah, tidak pernah kekurangan.. nyatanya, tidak selalu.

Terkadang, keterbatasan justru bisa menjadi sebuah nikmat.

Lihatlah kehidupan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum.

Mereka tidak hidup dengan kemewahan seperti yang hari ini sering kita anggap sebagai standar kenyamanan.

Hidup sederhana, harta terbatas, makanan seadanya.

Tapi justru dalam keterbatasan itu, mereka belajar sesuatu yang mungkin sulit kita dapatkan ketika hidup terlalu nyaman..

qana’ah, sabar, tawakkal, dan tidak bergantung kepada dunia.

Karena semakin banyak yang kita punya, semakin banyak p**a yang harus kita jaga.

Semakin banyak pilihan, semakin banyak p**a yang bisa membuat hati kita lalai.

Sementara ketika sesuatu dibatasi, kita belajar:
“Aku tidak harus memiliki semuanya untuk bisa bahagia.”

Maka jangan selalu menganggap keterbatasan sebagai bentuk kekurangan.

Bisa jadi, Allah sedang menjaga kita dari sesuatu yang jika diberikan justru membuat kita jauh dari-Nya.

Less is more.

Lebih sedikit dunia yang kita genggam, bisa jadi lebih banyak ruang untuk akhirat di dalam hati🤍

Ketika Allah memberi sedikit, jangan buru-buru merasa kurang.

Bisa jadi… yang sedikit itulah yang justru paling cukup untuk membuat kita dekat dengan Allah.

Baarakallaahu fiykum… 🤲🏻✨💫

18/09/2026

Hidup adalah Napasnya Perjuangan 🤍

Kenapa orang-orang terbaik tidak menjadikan kenikmatan dunia sebagai tujuan utama?

Financial freedom?
Slow living?
Hidup serba nyaman?

Bukan berarti Islam melarang kita memiliki harta atau menikmati rezeki Allah. Tapi seorang mukmin mesti tahu bahwa dunia bukan tempat untuk berhenti mengejar kenyamanan.

Dunia adalah tempat beramal, berjuang, dan mempersiapkan bekal.

Berlelah-lelah dalam kebaikan,
bukan berleha-leha mengejar dunia.

Lihat bagaimana Rasulullah ﷺ menjalani kehidupan.

Beliau tidak menjadikan banyaknya simpanan sebagai sumber ketenangan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, harta yang ada segera beliau infakkan di jalan Allah.

Dikisahkan bahwa ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha pernah memiliki 3 butir kurma, lalu semuanya diberikan untuk sedekah. Ketika Rasulullah ﷺ mengetahui hal itu, beliau tidak menyuruhnya menimbunnya untuk hari esok.

MasyaAllah… 🤍

Ini bukan berarti kita tidak boleh menabung, merencanakan masa depan, atau mempersiapkan kebutuhan keluarga. Tujuannya adalah agar jangan sampai hati kita merasa aman karena tabungan, investasi, dan aset yang kita miliki.

Sebab yang kita kejar bukan sekadar kehidupan yang nyaman di dunia. Kita sedang mempersiapkan kehidupan yang kekal. Maka latih diri untuk tidak selalu bergantung pada kenyamanan. Agar ketika diberi kelapangan, kita bersyukur.

Ketika diberi keterbatasan, kita tetap tenang. Ketika dunia mengambil sesuatu dari kita, kita tidak kehilangan arah.

Karena seorang mukmin tahu, bahwa dunia ini tempat beramal. Akhiratlah tempat menikmati hasilnya.

Maka mari berjuang sebaik-baiknya di dunia… karena kita sedang menabung untuk kehidupan yang tidak akan pernah berakhir. 🤍

Semoga Allah menjadikan dunia berada di tangan kita, bukan di hati kita, dan memberikan kita semangat untuk terus beramal hingga bertemu dengan-Nya.

Baarakallaahu fiykum… 🤲🏻✨💫

17/09/2026

Takdir Allah di Atas Segalanya 🤍

Ada kisah yang dinukil dari sebagian ulama tentang seseorang yang kehilangan kakinya. Ketika ditanya, kurang lebih, “Maukah engkau jika hartamu dikembalikan, lalu kakimu juga dikembalikan?”

Ia menjawab bahwa jika kehilangan kaki itu adalah bagian dari takdir Allah, maka ia ridha dengan apa yang Allah tetapkan.

MasyaAllah… 🤍

Bukan berarti ia tidak boleh berusaha mencari pengobatan atau solusi. Tapi poinnya adalah.. ada sesuatu yang sering kita lupakan ketika musibah datang: kita terlalu sibuk mencari jalan keluar, sampai lupa mencari pahala di balik musibah tersebut.

Kita sibuk bertanya:
“Bagaimana caranya supaya masalah ini selesai?”

Padahal mungkin ada pertanyaan yang jauh lebih penting:
“Bagaimana agar aku bisa melewati masalah ini dengan cara yang Allah ridhai?”

Karena musibah bagi seorang mukmin tidak selalu hanya tentang sesuatu yang harus segera diselesaikan. Bisa jadi, di dalamnya ada penghapus dosa, ada pahala kesabaran, ada derajat yang Allah angkat.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapus sebagian dosa-dosanya karena itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka ketika masalah datang… Tetaplah mencari solusi. Itu bagian dari ikhtiar. Tapi jangan berhenti di sana. Cari juga pahala yang bisa kita bawa p**ang dari musibah tersebut.

Sebab bisa jadi, masalah yang hari ini begitu ingin kita hilangkan.. justru sedang menjadi jalan Allah untuk menghapus dosa-dosa kita🥺🤍

Semoga Allah menjadikan setiap musibah yang menimpa kita sebagai penghapus dosa, pengangkat derajat, dan jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.

Baarakallaahu fiykum… 🤲🏻✨💫

16/09/2026

Kisah keluarga Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhum adalah salah satu kisah paling memilukan dalam sejarah awal Islam.

Ammar bin Yasir, ayahnya Yasir, dan ibunya Sumayyah memilih beriman kepada Allah. Namun, keislaman mereka dibalas dengan siksaan yang sangat berat oleh kaum Quraisy.

Yasir dan Sumayyah disiksa karena mempertahankan iman. Sumayyah bahkan menjadi syahidah pertama dalam Islam.

Rasulullah ﷺ melihat penderitaan keluarga Ammar. Namun saat itu beliau belum memiliki kekuatan untuk menghentikan penyiksaan mereka. Yang mampu beliau lakukan adalah menguatkan mereka dengan sabda:

«صَبْرًا آلَ يَاسِرٍ، فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ»

“Bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat yang dijanjikan bagi kalian adalah surga.”

Betapa beratnya ujian mereka.

Mereka kehilangan rasa aman, disiksa karena iman, bahkan harus menghadapi kematian. Tetapi mereka tidak menukar keimanan dengan keselamatan dunia.

Karena bagi seorang mukmin, mempertahankan iman lebih berharga daripada mempertahankan kehidupan.

Semoga Allah menguatkan kita ketika diuji, meneguhkan hati kita di atas iman, dan mengumpulkan kita bersama keluarga Yasir di dalam surga-Nya.

اللَّهُمَّ ثَبِّتْنَا عَلَى الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ

Di antara hikmah mengimani sifat kalam bagi Allah ialah hati menjadi sangat tenang, menyadari bahwa Allah bukan Dzat yan...
15/09/2026

Di antara hikmah mengimani sifat kalam bagi Allah ialah hati menjadi sangat tenang, menyadari bahwa Allah bukan Dzat yang pasif.

Allah mendengar rintihan malam kita. Allah merespons keresahan hati manusia melalui firman-firman-Nya yang terekam di Al-Qur'an.

Manusia secara design senang mendengarkan suara pihak yang dicintainya. Dan senang ketika ada respons dari pembicaraannya.

Maka ditaruhlah puncak kenikmatan para pecinta Allah di dunia ini dengan munajat (shalat) dan istima' (mendengar) Quran.

Ketika kita berbicara kepada Allah lewat doa, Allah mendengar.
Ketika kita mendengarkan Quran, Allah sedang berbicara kepada kita.

Ini adalah percakapan terdalam yang bisa terjadi, antara hamba dan Tuhan-nya.

Tidak ada lagi kesendirian. Tidak ada lagi hati yang merasa tidak didengar.

Semoga Allah buat kita dari pecinta-Nya yang sungguh-sungguh.

Baarakallaahu fiykum... 🤲🏻✨

Kontemplasi dari Prof. Dr. Abdussalam bin Salim As-Suhaimi
15 Rabi'ul Awwal 1448H

14/09/2026

Permintaan Ter-Mewah 🤍

Tidak hanya ingin masuk surga, tapi juga ingin bersama Rasulullah ﷺ di surga.

Itulah yang diminta oleh Rabi‘ah bin Ka‘ab Al-Aslami radhiyallaahu ‘anhu.

Suatu hari, Rasulullah ﷺ berkata kepadanya:
“Mintalah.”

Bayangkan… Yang mempersilakan kita meminta adalah manusia yang paling berjasa bagi umat ini. Rasulullah ﷺ sendiri.

Dan apa yang Rabi‘ah minta? Bukan harta. Bukan kedudukan. Bukan umur panjang.

Ia berkata:
“Aku meminta agar dapat menemanimu di surga.”

MasyaAllah… 🥺🤍

Betapa tingginya cita-cita seorang sahabat. Ia tidak hanya ingin selamat dari neraka. Tidak hanya ingin masuk surga. Ia ingin berada dekat dengan Rasulullah ﷺ.

Maka lihatlah… Permintaannya begitu mewah, tapi jalannya adalah ibadah.

Surga itu mahal. Kedekatan dengan Rasulullah ﷺ di surga tentu lebih mahal lagi. Maka jangan malu meminta kepada Allah sesuatu yang besar.

Kalau Allah menawarkan Jannatul Firdaus, mintalah.
Kalau Allah membuka kesempatan untuk dekat dengan Rasulullah ﷺ, mintalah. Kalau Allah menjanjikan kehidupan yang kekal tanpa kesedihan dan penderitaan, jangan bercita-cita terlalu rendah. Karena yang Allah tawarkan kepada kita bukan sekadar dunia yang sementara.

Allah menawarkan surga. Sesuatu yang begitu mahal dan mewah…

Maka mintalah. 🤍
Allahumma inni as’alukal Firdausal A‘laa wa rafiqatan Nabiyyika ﷺ fil Jannah. 🤲🏻✨

Baarakallaahu fiykum… 🤲🏻💫✨

13/09/2026

Bukti Cinta kepada Para Sahabat 🤲🏻

Bukti kecintaan kita terhadap para sahabat adalah dengan mengikuti manhaajnya dalam keseharian kita. Tidak cukup hanya bilang "aku cinta sahabat Nabi". Cinta yang nyata adalah aksi.

Kita harus bisa memaksimalkan potensi mencintai mereka dengan berkenalan mendalam—mengikuti semua lini kehidupan mereka: akidahnya, muamalahnya, akhlaknya.

Jadi cinta kepada sahabat bukan sekadar sentimen—tapi tindakan nyata meniru kehidupan mereka.

Karena sahabat adalah generasi terbaik. Dan cara terbaik menghormati mereka adalah mencontoh jejak mereka. Semoga Allah jadikan kita dari umat yang mencintai sahabat Nabi dengan cinta yang nyata.

Baarakallaahu fiykum... 🤲🏻✨

Address

Kuala Lumpur

Telephone

+6282137350903

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Abdurrahman Zahier posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Abdurrahman Zahier:

Shortcuts

Share

Category