28/11/2023
REFLEKSI HARI GURU, BANGUN KOLABORASI DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN PADA ANAK
Oleh: Syamsuddin Sirah, M.Pd
Disampaikan pada khutbah Jum’at di Masjid Al-Ikhlas Mastoeno Mavilla Rengganis,
Desa Bajur, Labuapi, Lombok Barat tanggal 24 November 2023
الحمد لله الذي علم القران وخلق الانسان وعلمه البيان
اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين
اما بعد
اوصي نفسي واياكم بتقوى الله وطاعته لعلكم ترحمون لقوله تعالى واذا قيل لهم اتقوا ما بين ايديكم وما خلفكم لعلكم ترحمون
وقال تعالى يا ايها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم اعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما
معاشر المسلمين رحمكم الله
Pertama : Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya dengan mengucapkan alhamdulillah sebanyak-banyaknya.
Kedua : Marilah kita buktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan memperbanyak membaca shalawat, Allhummashalli ala sayyidina muhammad wa’ala ali sayyidina muhammad, semoga kita mendapatkan syafaa’at beliau di hari akhir.
Ketiga, marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah, yaitu melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan segala larangannya supaya kita selamat di dunia dan akhir.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk senantiasa memberikan penghormatan dan apresiasi kepada para guru yang telah menjadi pilar utama dalam proses pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Tanggal 25 November yang dijadikan sebagai Hari Guru bukan hanya sekedar perayaan atau ritual tahunan, melainkan sebuah momen refleksi untuk memahami peran dan pengaruh besar yang dimiliki oleh para pendidik dalam membentuk kepribadian anak-anak kita. Hal ini juga menjadi momentum bagi kita untuk menggugah kesadaran akan perlunya kolaborasi antara keluarga, guru, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang unggul dan berakhlak mulia.
Penting untuk kita pahami bahwa tidak selamanya keluarga dapat memberikan pendidikan secara menyeluruh
kepada anak-anaknya. Keterbatasan waktu, pengetahuan, dan sumber daya menjadi faktor-faktor yang dapat membatasi peran keluarga dalam mendidik anak. Inilah
salah satu alasan mengapa peran guru menjadi sangat penting dalam proses pendidikan.
Guru, dengan ilmu pengetahuannya dan komitmen untuk mendidik, menjadi jembatan penting antara ilmu yang ada dengan peserta didik. Mereka tidak hanya mengajarkan mata pelajaran di dalam kelas, tetapi juga memainkan peran yang sangat vital dalam membentuk karakter dan moral anak-anak. Seperti yang ditegaskan dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,:
Ki setiap dari kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari).
Namun demikian, kita juga perlu menyadari bahwa guru tidak dapat berharap untuk mendidik anak secara seutuhnya tanpa dukungan dan kolaborasi dari keluarga dan masyarakat.
Pendidikan yang efektif memerlukan kerjasama yang baik antara rumah, sekolah, dan masyarakat. "Anak adalah harta yang paling berharga dan tanggung jawab mendidiknya adalah tugas bersama."
Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah
Keluarga sebagai institusi pertama dalam membentuk kepribadian anak memiliki peran yang tak tergantikan.
Dalam keluarga, anak-anak belajar tentang nilai-nilai, etika, dan norma-norma sosial yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu,
keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan dasar-dasar iman dan moral kepada anak-anaknya.
Tidak hanya keluarga, peran masyarakat juga sangat krusial dalam mendukung pendidikan. Lingkungan sosial yang mendukung dan memberikan nilai positif akan memberikan dampak besar pada perkembangan anak. Semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak perlu dijaga dan diperkuat.
Bagaimana kita bisa membayangkan masa depan yang cerah jika kita tidak saling bekerjasama untuk mendidik anak-anak kita? Dalam Islam, pendidikan tidak hanya diserahkan
sepenuhnya kepada guru atau keluarga saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah
Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk memahami bahwa pembentukan karakter anak-anak adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa ini. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila seorang anak manusia meninggal, terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya." (HR. Muslim).
Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kesadaran kita akan pentingnya mendukung dan bekerja sama dalam mendidik anak-anak. Guru, keluarga, dan masyarakat harus bersatu untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan dan pembentukan karakter anak-anak kita. Marilah kita saling memberikan apresiasi, dukungan, dan bantuan satu sama lain demi masa depan yang lebih baik.
Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah
Sebagai penutup, marilah kita jadikan Hari Guru ini sebagai momen untuk merenung dan bersyukur atas peran penting para guru dalam membentuk generasi penerus bangsa. Semoga kita semua dapat terus bekerja sama untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mencetak anak-anak yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa kebaikan bagi umat, bangsa, dan agama.
Allah SWT berfirman :
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
9. Dan hendaklah takut (kepada Allah) bagi orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.
بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم
وتقبل مني و منكم تلاوته انه هو السميع العليم
Wassalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Call now to connect with business.