22/08/2025
Apakah kisah-kisah silam yang boleh memberi peringatan kepada orang Engkar Zakat?
Tidak ada kisah terbaik melainkan semua yang telah diceritakan oleh Allah Ta’a’la di dalam al-Quran. Syaikh Abu al-Hasan Ali al-Nadwi rahimahullah berkata dalam muqaddimah penulisan beliau tentang kisah kisah di dalam al-Quran bahawasanya Allah Ta’ala telah menceritakan kepada kita tentang kisah-kisah yang terbaik dan penuh tauladan dalam bahasa yang sangat indah dan mengkagumkan. Mengapa kita tidak sudi membacanya dari Tuhan lantas menceritakannya p**a dengan bahasa Tuhan?
Kisah terbaik buat tauladan mereka yang mengengkari Allah dengan harta boleh dilihat menerusi kisah manusia terkenal sepanjang zaman yang dikenali sebagai Qarun. Ramai yang hanya tahu Qarun ini pop**ar dengan hartanya namun akhirnya hartanya itu ditenggelami bumi dek kerana kemegahannya terhadap dirinya dan keangkuhannya dari mentaati perintah Allah.
Firman Allah Ta’ala dalam surah al-Qasas ayat 76-83 :
“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: ?Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri?. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerosakan.
Qarun berkata: ?Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, kerana ilmu yang ada padaku?. Dan apakah dia tidak mengetahui, bahawasanya Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.? Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang mengkehendaki kehidupan dunia: ?Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar?.
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: ?Kecelakaan yang besarlah bagimu! Pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.? Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Tiadalah dia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Lantas jadilah mereka yang dahulunya mencita-citakan kedudukan Qarun itu berkata: ?Aduhai! Benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan menyempitkannya. Jika Allah tidak melimpahkan kurniaanNya ke atas kita maka Dia sesungguhnya telah membenamkan kita (p**a). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah).? Sesungguhnya negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerosakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.?