25/10/2021
Assalamualaikum
Dijemput semua untuk menghadiri kuliah maghrib pada malam ini, Isnin 25.10.2021 oleh Ust Faidzurrahim dengan tajuk akidah ahli sunnah wal jamaah
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Majlis Ta'lim Al Ansar Johor, Education, No. 20 Jalan Camar 2 Taman Perling, Johor Bahru.
25/10/2021
Assalamualaikum
Dijemput semua untuk menghadiri kuliah maghrib pada malam ini, Isnin 25.10.2021 oleh Ust Faidzurrahim dengan tajuk akidah ahli sunnah wal jamaah
13/03/2021
26/10/2020
Menurut Ibnu Taimiyah di dalam kitab beliau
إقتضاء الصراط المستقيم
"IQTIDHO' AS-SHIROTIL MUSTAQIM" orang yang memperingati Maulid Nabi bisa mendapatkan pahala dari Allah Ta'ala dan beliau Ibnu Taimiyah tidak memutlakkan orang yang memperingati maulid Nabi tidak memperoleh pahala sama sekali dari Allah Ta'ala :
1. Pada halaman 294 - 295 :
وكذلك ما يحدثه بعض الناس إما مضاهاة للنصارى في ميلاد عيسى عليه السلام، و إما محبة للنبي صلى الله عليه وسلم وتعظيما له. والله قد يثيبهم على هذه المحبة والإجتهاد لا على البدعة من اتخاذ مولد النبي صلى الله عليه وسلم عيدا، مع اختلاف الناس في مولده.......
“Begitu p**a halnya dengan kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian orang. Kadang niat mereka adalah menyaingi orang Nashrani di dalam memperingati kelahiran (milad) ‘Isa ‘alaihis salam. Kadang niat mereka (memperingati maulid Nabi) adalah karena CINTA dan MEMULIAKAN Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Boleh jadi Allah pun MEMBERI PAHALA KEPADA MEREKA ATAS DASAR CINTA dan IJTIHAD (mereka ini), BUKAN ATAS DASAR BID'AH maulid Nabi yang mereka ada-adakan sebagai HARI RAYA yang mana para ulama telah berselisih pendapat mengenai tanggal kelahiran beliau......"
2. Pada halaman 297 - 298 :
فتعظيم المولد واتخاذه موسما قد يفعله بعض الناس ويكون له فيه أجر عظيم لحسن قصده وتعيظمه لرسول الله صلى الله عليه وآله وسلم كما قدمته لك أنه يحسن من بعض الناس ما يستقبح من المؤمن المسدد ..........
“Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara tahunan, maka hal ini terkadang dilakukan oleh sebagian orang. Mereka pun BISA MENDAPATKAN PAHALA YANG BESAR KARENA TUJUAN (NIAT) YANG BAIK DAN KARENA MEMULIAKAN Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang aku telah jelaskan sebelumnya (di dalam halaman 294 - 295) bahwasanya hal itu dianggap sebagai PERBUATAN BAIK oleh sebagian orang tetapi tidak dianggap sebagai PERBUATAN baik oleh mukmin yang lurus....."
Wallahu A'lam,
22/10/2020
DIBALIK SHOLAWAT KEPADA ROSULULLAH SAW
Apa hubungan Istighfar
dengan Shalawat Nabi SAW? Mengapa dalam praktik sufi,senantiasa ada dzikir Istighfar dan Shalawat Nabi dalam setiap wirid -wiridnya? Hubungan Istighfar dan Shalawat, ibarat dua keping mata uang.
Sebab orang yang bershalawat, mengakui dirinya sebagai hamba yang lebur dalam wahana Sunnah Nabi. Leburnya kehambaan itulah yang identik dengan kefanaan hamba ketika beristighfar.
Shalawat Nabi, merupakan syari'at sekaligus mengandung hakikat. Disebut syari'at karena Allah SWT, memerintah kan kepada para hamba-Nya yangberiman, agar memohon kan Shalawat dan Salam kepada Nabi.
Dalam Firman-Nya: "Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya senantiasa bershalawat kepada Nabi.Wahai orang-orang beriman bershalawatlah kepada Nabi dan mohonkan salam baginya." (QS. 33: 56)
Beberapa hadits di bawah ini sangat mendukung firman Allah Ta'ala tersebut : Suatu hari Rasulullah SAW, datang dengan wajah tampak berseri-seri, danbersabda: "Malaikat Jibril datang kepadaku sambil berkata, "Sangat menyenangkan untuk engkau ketahui wahai Muhammad, bahwa untuk satu shalawat dari seseorang umatmu akan kuimbangi dengan sepuluh doa baginya."Dan sepuluh salam bagiku akan kubalas dengan sepuluh salam baginya." (HR.an-Nasa'i)
Sabda Rasulullah SAW: "Kalau orang bershalawat kepadaku, maka malaikat juga akan mendoakan keselamatan yang sama baginya, untuk itu hendaknya dilakukan, meski sedikit atau banyak." (HR. Ibnu Majah dan Thabrani).
Sabda Nabi SAW, "Manusia yang paling uatama bagiku adalah yang paling banyak shalawatnya." (HR. at-Tirmidzi)
Sabdanya, "Paling bakhilnya manusia, ketika ia mendengar namaku disebut, ia tidak mengucapkan shalawat bagiku." (HR. at-Tirmidzi). "Perbanyaklahshalawat bagiku di hari Jum'at" (HR. Abu Dawud).
Sabdanya, "Sesungguhnya di bumi ada malaikat yang berkeliling dengan tujuan menyampaikan shalawat umatku kepadaku." (HR. an-Nasa'i)
Sabdanya, "Tak seorang pun yang bershalawat kepadaku melainkan Allah mengembalikan ke ruhku, sehingga aku menjawab salam kepadanya." (HR. AbuDawud).
Tentu, tidak sederhana, menyelami keagungan Shalawat Nabi. Karena setiap kata dan huruf dalam shalawat yang kita ucapkan mengandung atmosfir ruhaniyang sangat dahsyat. Kedahsyatan itu, tentu, karena posisi Nabi Muhammad SAW, sebagai hamba Allah, Nabiyullah, Rasulullah, Kekasih Allah dan Cahaya Allah.
Dan semesta raya ini diciptakan dari Nur Muhammad, sehingga setiap detak huruf dalam Shalawat pasti mengandung elemen metafisik yang luar biasa.Mengapa kita musti membaca Shalawat dan Salam kepada Nabi, sedangkan Nabi adalah manusia paripurna, sudah diampuni dosa-dosanya yang terdahulu maupun yang akan datang? Beberapa alasan berikut ini sangat mendukung perintah Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW adalah sentral semesta fisik dan metafisik, karena itu seluruh elemen lahir dan batin makhluk ini merupakan refleksi dari cahayanya yang agung. Bershalawat dan bersalam yang berarti mendoakan beliau, adalah bentuk lain dari proses kita menuju jati diri kehambaan yang hakiki di hadapan Allah, melalui "titik pusat gravitasi" ruhani, yaitu Muhammad Rasulullah SAW.
Nabi Muhammad SAW, adalah manusia paripurna. Segala doa dan upaya untukmencintainya, berarti kembali kepada orang yang mendoakan, tanpa reserve.Ibarat gelas yang sudah penuh air, jika kita tuangkan air pada gelas tersebut, pasti tumpah.
Tumpahan itulah kembali pada diri kita, tumpahan Rahmat dan Anugerah-Nya melalui gelas piala Kekasih-Nya, Muhammad SAW.
Shalawat Nabi mengandung syafa'at dunia dan akhirat. Semata karena filosofi Kecintaan Ilahi kepada Kekasih-Nya itu, meruntuhkan Amarah-Nya. Sebagaimana dalam hadits Qudsi, "Sesungguhnya Rahmat-Ku, mengalahkan Amarah-Ku." Siksaan Allah tidak akan turun pada ahli Shalawat Nabi, karena kandungan kebajikannya yang begitu par-exellent.Shalawat Nabi, menjadi tawashul bagi perjalanan ruhani umat Islam. Getaran bibir dan detak jantung akan senantiasa membubung ke alam Samawat (alamruhani), ketika nama Muhammad SAW disebutnya.
Karena itu, mereka yang hendak menuju kepada Allah (wushul) peran Shalawat sebagai pendampingnya, karena keparipurnaan Nabi itu menjadi jaminan bagi siapa pun yang hendak bertemu dengan Yang Maha Paripurna.
Muhammad, sebagai nama dan predikat, bukan sekadar lambang dari sifat-sifat terpuji, tetapi mengandung fakta tersembunyi yang universal, yang ada dalamJiwa Muhammad SAW.
Dan dialah sentral satelit ruhani yang menghubungkan hamba-hamba Allah dengan Allah. Karena sebuah penghargaan Cinta yang agung, tidak akan memiliki nilai Cinta yang hakiki manakala, estetika di balik Cinta itu, hilang begitu saja.
Estetika Cinta Ilahi, justru tercermin dalam Keagungan-Nya, dan Keagungan itu ada di balik desah doa yang disampaikan hamba-hamba-Nya buat Kekasih-Nya. Wallahu A'lam.Para sufi memberikan pengajaran sistematis kepada umat melalui Shalawat Nabi itu sendiri.
Dan Shalawat Nabi yang berjumlah ratusan macam itu, lebih banyak justru dari ajaran Nabi sendiri. Model Shalawat yang diwiridkan para pengikut tarekat, juga memiliki sanad yang sampai kepada Nabi SAW.
Oleh sebab itu, Shalawat adalah cermin Nabi Muhammad SAW yang memantul melalui jutaan bahkan milyaran hamba-hamba Allah bahkan bilyunan para malaikat-Nya.
Wallahu Alam bishowab.
01/03/2020
Tahniah kepada Tan Sri Muhyiddin Yassin yang telah dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-8
28/01/2020
"Oleh sebab semata-mata anda punya akhlak (adab), maka orang yang baru first time jumpa anda mahukan jumpa anda (hinggakan)1000 kali."
Wallahu A'lam
24/01/2020
Syeikh Ibrahim Al-Khawwas rahimahullahu ta'ala berkata, "Ubat hati ada lima perkara :
1. Baca al-Quran dengan menghayati isi kandungannya (tadabbur).
2. Mengosongkan perut dari terlalu kenyang (puasa).
3. Bangun beribadah di waktu malam.
4. Menghampirkan diri kepada Allah Ta'ala di sepertiga malam (waktu sahur).
5. Senantiasanya duduk bersama orang-orang soleh.
(Al-Azkar al-Imam an-Nawawi, Kitab Tilawah al-Quran, Bab Sepatutnya Orang Yang Baca al-Quran Dalam Keadaan Khusyuk, Tadabbur & Khudhuk page 90)