14/08/2025
KENYATAAN MEDIA
Akademi Intelektual Muda Mengecam Tindakan Tidak Beretika Sarawak Tribune
Akademi Intelektual Muda (AIM) mengecam sekeras-kerasnya laporan Sarawak Tribune bertarikh 12 Ogos 2025 yang menyiarkan tajuk “Militant using press cover eliminated” sambil memaparkan gambar almarhum Anas al-Sharif, wartawan Al Jazeera yang terkorban dalam serangan di Gaza baru-baru ini.
Tindakan ini bukan sahaja tidak beretika dan tidak berasaskan fakta, malah merupakan satu bentuk fitnah yang menjejaskan maruah dan integriti mendiang sebagai wartawan. Anas al-Sharif adalah seorang pengamal media yang dikenali kerana liputan berani dan berprinsip di kawasan konflik, bukan seorang militan.
Sarawak Tribune perlu bertanggungjawab sepenuhnya atas penyebaran naratif berat sebelah ini, memohon maaf secara terbuka kepada keluarga mendiang dan komuniti wartawan, serta menarik balik laporan tersebut. Kami menegaskan bahawa kebebasan media bukan lesen untuk menyebar fitnah atau memanipulasi persepsi awam.
AIM berdiri teguh bersama semua wartawan yang mempertaruhkan nyawa untuk menyampaikan kebenaran, dan kami menggesa semua media tempatan untuk menghormati etika kewartawanan, khususnya dalam liputan konflik bersenjata yang melibatkan nyawa orang awam.
— Tamat —
---
PRESS STATEMENT
Akademi Intelektual Muda Condemns Unethical Reporting by Sarawak Tribune
The Akademi Intelektual Muda (AIM) strongly condemns the Sarawak Tribune’s report dated 12 August 2025, which carried the headline “Militant using press cover eliminated” alongside the image of the late Anas al-Sharif, an Al Jazeera journalist who was recently killed in Gaza.
This act is not only unethical and baseless, but constitutes a defamatory misrepresentation that tarnishes the dignity and integrity of the deceased as a journalist. Anas al-Sharif was a respected media professional known for his courageous and principled reporting from conflict zones, not a militant.
Sarawak Tribune must take full responsibility for perpetuating this biased narrative, issue a public apology to the family of the deceased and the journalist community, and retract the report. We stress that press freedom is not a license to spread falsehoods or manipulate public perception.
AIM stands in full solidarity with all journalists who risk their lives to deliver the truth, and we urge all local media outlets to uphold journalistic ethics—especially when reporting on armed conflicts involving civilian lives.
— End —