Mutiara Pemikiran Sheikh Taqiyuddin An-Nabhani

Mutiara Pemikiran Sheikh Taqiyuddin An-Nabhani

Share

Pemecahan yang benar tidak akan dapat ditempuh
kecuali dengan al-fikru al-mustanir (pemikiran cemerlang)
tentang alam semesta, manusia, dan hidup.

03/07/2022

SANAD KEILMUAN SYAIKH TAQIYYUDDIN AN-NABHANI
(Rahimahullah)

لوامع نور المسجد الأقصى في التعريف بسلسلة الأسانيد لمشايخ العلامة المجاهد القاضي تقي الدين بن إبراهيم النبهاني

Buku Kilauan Cahaya Masjid Al Aqsa ini berisi Silsilah Sanad Ilmu al-Syaikh al-Mujahid Taqiyuddin bin Ibrahim an-Nabhani rahimahullahu ta'ala.

Kutaib ini bukan hanya menceritakan kepribadian, perjalanan ilmiah dan politik beliau, tetapi menelusur guru-guru beliau dan silsilah guru-gurunya (sanad ilmu) hingga tersambung ke ulama-ulama besar kebanggaan umat Islam.

Tidak kurang dari 56 ulama besar yang sanad ilmu beliau sampai kepada mereka rahimahumullah ta'ala. al-Syaikh al-Mujahid Taqiyuddin an-Nabhani sanad ilmunya sampai kpd syaikh Zakariya al-Anshari, Imam as-Suyuthi, al-Hafizh Ibnu Hajar, Imam al-Dzahabi, Imam Syirazi, dst. Juga sampai kepada Imam al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Ibnu Hibban, Imam al-Hakim, Imam Abu Dawud, Imam al-Tirmidzi, Imam al-Nasa'i, Imam Ibnu Majah, Imam al-Darimi, Imam al-Daraquthni, Imam al-Baihaqi, dst. Juga sampai kepada Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Abdil Bar, Ibnu Abi Syaibah, Imam Sufyan al-Tsauri, Imam Sufyan bin Uyainah, Imam al-Baghawi, Imam al-Thabari, Imam Ibnu Qutaibah, Imam Ibnu Abi Hatim, dll. Semuanya ditelusur dari tidak kurang dari delapan orang guru utama beliau.

Kutaib ini disusun oleh seorang 'alim yang memiliki perhatian dalam bidang sanad, Abu Muhammad Ahmad bin Mukhtar dan diberikan pengantar oleh KH. Hafidz Abdurrahman. Untuk menyempurnakannya ditahqiq oleh Yuana Ryan Tresna, dimurajaah/ditash-hih oleh Ade Sudiana, diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Robi Pamungkas, dan ditata-letak oleh Mada Wijaya.

Mudah-mudahan membantu meyakinkan bagi siapa saja yg masih ragu terhadap al-syaikh al-mujahid terkait dengan keilmuannya yang sebenarnya mu'tamad, mu'tabar dan mustaqir.

Berbahagialah mereka yang mengemban pemikirannya dan meneguknya dengan metode halqah secara intensif dan sungguh-sungguh.[]

15/02/2022

TATACARA MENGEMBANG DAKWAH ISLAM
=======================
"Mengembang Dakwah Islam memerlukan sikap terus terang dan keberanian, kekekuatan dan pemikiran. Menentang setiap perkara yang bertentangan dengan idea mahupun metode. Menghadapinya dengan cara menjelaskan kepalsuannya, tanpa melihat lagi hasil dan keadaan yang ada. Mesti meletakkan kedaulatan secara mutlak hanya untuk mabda Islam.

-Nidzham Al-Islam-
Sheikh Taqiyuddin An-Nabhani
(Pendiri Hizbut Tahrir)



22/03/2021

KEISTIMEWAAN SYAIKH TAQIYUDDIN AN-NABHANI PENDIRI HIZBUT TAHRIR

MasyaAllah...

Diantara kemampuan intelektual dan akademik Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani, keistimewaan-keistimewaan berikut ini semestinya dapat menjadi motivasi bagi para pengemban dakwah:

• Syaikh Taqiyuddin telah dikaruniai hapalan Eidetic yang membuat beliau bisa mengingat kembali semua yang beliau inginkan, dengan sekali membaca buku.

• Putra beliau, Syaikh Ibrahim an-Nabhani berkata, “... Hafalan beliau yang luar biasa membuat beliau sanggup menghapal banyak hal.”

• Al-Soori berkata, “... Ingatan yang sangat luar biasa yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata...”

• Kebanyakan buku-buku beliau dikarang/ditulis dari ingatan beliau tanpa satu pun rujukan di tangan.

• Syaikh Sabri al-Aroori berkata, “Kebanyakan buku beliau telah dihasilkan dengan rujukan yang sedikit.”

• Putra beliau, Syaikh Ibrahim berkata, “Beliau pernah menghafal segala-galanya (dan menggunakan itu).”

• Jumlah fatwa, Soal-Jawab, dan analisis yang beliau keluarkan mencapai ribuan.

• Syaikh Sabri al-Arouri meriwayatkan, Syaikh Taqiyuddin mengarang “Mafahim Hizbut Tahrir” dari ingatannya.

• Putra beliau, Syaikh Ibrahim meriwayatkan, “... Saya tidak akan sampai separo halaman, sampai saya diberi halaman berikutnya..."

• Syaikh Sabri al-Aroori meriwayatkan, “... Beliau menulis selama dua jam tanpa henti untuk menulis kitab Mafahim Hizbut Tahrir itu...”

• Kitab Syakhsiyyah Islamiyyah Juz III, karya beliau ditulis hanya dalam waktu 3 hari.

Al-’Allamah Prof. Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi memberikan pengakuan:

• “Beliau adalah seorang sahabat [Nabi] dari zaman yang berbeda ...”

• “Informasi ini tidak mengherankan, karena kami pernah belajar di Universitas al-Azhar pada masa itu... “

• “Beliau banyak diam, tetapi ketika beliau bercakap, bicaranya adalah mutiara; hujah yang kuat, meyakinkan, tegar pada pendapat yang beliau yakini.”

Suatu ketika, Syaikh Ahmad Da’oor berkata:

• “Kami telah mencari ulama dalam bahasa Arab, dan yang lain dalam Usul, dan yang lain dalam fiqh atau politik atau di seluruh bidang ilmu yang berbeda, tetapi mempunyai seorang yang merangkumi semua itu sekaligus mengetahui realitas politik.., kita tidak menemukan yang lain seperti Abu Ibrahim (Syaikh Taqiuddin) yang merangkumi semua itu.”

Syaikh Sayyid Sabiq:

• “... Beliau berkata dan banyak memuji kecerdasannya, dan mengatakan, bahwa beliau mengunjunginya di Palestina setelah tahun 40-an, ketika Syaikh Taqiyuddin menjadi Qadhi ...”

• “... Bagi Syaikh Sayid Saabiq, beliau memuji Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani sebagai orang yang jenius, yang mahir dan banyak mengambil perhatian tentang Islam ketika beliau menyedarinya hanya 5 tahun sebelum beliau mendirikan HT itu.”

Demikian secuil biografi Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani pendiri Hizbut Tahrir

01/10/2020
23/06/2018

Pengemban Ideologi Tidaklah Menangis

Seorang pria menceritakan kisah berikut: . "Kami mengalami tindakan kekejaman yang luar biasa, bentuk paling keras dari hukuman di Irak, dan kami terbiasa berteriak dan menangis karena penyiksaan tersebut.”

“Tapi kami heran melihat seorang syaikh (laki-laki tua) yang sedang disiksa secara brutal, di mana ia dengan kaki yang diikat, digantung dan disiksa dengan sangat kejam yang tak bisa digambarkan layaknya ia disiksa oleh orang yang kesurupan.”

“Tapi ia tetap diam tanpa menumpahkan air mata. Padahal saat itu, ia hingga merangkak untuk minum air karena beratnya hukuman yang ia terima.”

“Suatu hari, saya mendekatinya untuk menanyakan apa rahasia dari kesabarannya hingga mampu bertahan dari siksaan.”

Saya berseru kepadanya: "Kami ini masih muda namun kami menangis dan menjerit dari keparahan penyiksaan yang kami terima, tapi Anda adalah seorang pria tua dan apa rahasia yang Anda pegang yang membuat Anda mampu bertahan dari semua ini?"

Dia menjawab "Pembawa ide tidak menangis"

“Setelah dibebaskan dari penjara, kami mencari tahu siapa orang tua ini, ternyata ia adalah Sheikh Taqi-uddin An-Nabhani pendiri Hizbut Tahrir dan pembawa ideology untuk mendirikan kembali Khilafah.” . =========================== . Syeikh Taqiyudin adalah Murid Syeikh Yusuf dan Cucunya, yang Juga Guru dari K.H Hasyim Asyari Pendiri NU.

Simaklah Biografi Beliau, Al Alamah Syekh Taqiyuddin al-Nabhani Rahimahullahu Ta'ala.

[Tahun 1909/1914 M:
Beliau dilahirkan di desa Ijzm Palestina]

[Tahun 1928 M:
Beliau menempuh studi di al-Azhar al-Syarif untuk menyempurnakan sekolah tingkat atas]

[Tahun 1932 M:
Beliau mendapat sertifikat Doktoral (Syahadah 'Aalimiyyah) di bidang Syari'ah dari al-Azhar al-Syarif ]

[Tahun 1946 M:
Beliau ditunjuk menjadi hakim syar'i di pengadilan Ramlah ]

[Tahun 1950 M:
Beliau mengajukan pengunduran diri kepada pengadilan di Palestina untuk mencalonkan diri di dewan perwakilan Palestina]

[Tahun 1953 M:
Beliau memfokuskan diri di sebuah partai yang Beliau dirikan di tahun yang sama, yaitu Hizbut Tahrir]

[Tahun 1978 M:
Beliau wafat di Beirut]

Dan Hingga Hari ini Dukungan Ummat terhadap Seruan Penerapan Syariat Islam Di Seluruh Dunia dalam Naungan Negara Khilafah, semakin Besar Menggelora. Insya Allah Persatuan itu segera Hadir Didepan Mata.

Photos 09/07/2017
Photos 28/11/2016

Syekh Muhammad Taqiyyuddin bin Ibrahim bin Musthafa bin Ismail bin Yusuf An Nabhani dilahirkan pada 1909 di daerah Ijzim, Palestina.

Masa kecil beliau mendapat didikan ilmu dan agama dari ayahnya seorang syekh yang faqih fid din, dan juga dari kakeknya yaitu Syekh Yusuf bin Ismail bin Yusuf An Nabhani, seorang qadhi (hakim), penyair, sastrawan, dan salah seorang ulama terkemuka di daerah Turki Utsmani. Sehingga beliau telah hafal Al Qur'an di usiannya yang baru 13 tahun.

Beliau memulai pendidikannya di sekolah dasar negeri di daerah Ijzim. Kemudian beliau berpindah ke sekolah di Akko untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah. Setelah itu Syekh Taqiyyuddin meneruskan pendidikannya di Tsanawiyah Al Azhar pada tahun 1928 dan pada tahun yang sama ia meraih ijazah dengan predikat sangat cemerlang. Lalu ia melanjutkan studinya di Kulliyah Darul Ulum yang saat itu merupakan cabang Al Azhar.

Pada tahun 1940, ia diangkat sebagai Musyawir (Pembantu Qadi) hingga tahun 1945, yakni saat ia dipindah ke Ramallah untuk menjadi qadi di Mahkamah Ramallah.

Pada tahun 1948, beliau kembali ke Palestina dan diangkat sebagai qadi di Mahkamah Syar'iyah Al Quds.

Sejak remaja Syekh An Nabhani sudah memulai aktivitas politiknya karena pengaruh kakeknya, Syekh Yusuf An Nabhani. Pengalaman itulah yang mengantarkannya mendirikan partai politik berasas Islam, Hizbut Tahrir di Al Quds (Yerusalem) pada tahun 1953. Syekh Taqiyyuddin An Nabhani meninggal dunia pada tahun 1398 H/ 1977 M dan dikuburkan di Pekuburan Al Auza'i di Beirut.

Sumbangan beliau kepada Islam yakni kitab-kitab penting yang dapat dianggap sebagai kekayaan pemikiran yang tak ternilai harganya. Karya-karya ini menunjukkan bahwa Syekh Taqiyyuddin An Nabhani merupakan seorang yang mempunyai pemikiran brilian dan analisis yang cermat.

https://hizbut-tahrir.org.my/2015/08/26/syeikh-taqiyuddin-an-nabhani-1909-1977/

Photos 07/07/2016

Petikan Pesan Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani
(Pendiri Hizbut Tahrir)
=====================================

Sesungguhnya kekuatan pemikiran Islam yang bersanding dengan
thariqahnya cukup untuk mendirikan Daulah Islam dan mewujudkan kehidupan yang islami.

Jika pemikiran ini telah meresap ke dalam hati, merasuk dalam jiwa, dan menyatu di dalam tubuh kaum Muslim, maka akan menjadikan Islam hidup dipraktekkan dalam kehidupan.

Hanya saja terlebih dahulu harus menyempurnakan sejumlah aktivitas yang sangat besar sebelum mendirikan negara dan harus
mencurahkan semua kekuatan untuk melanjutkan kehidupan yang islami.

Karena itu, untuk mendirikan Daulah Islam tidak cukup dilakukan
dengan membayangkan kesenangan dan harapan saja, tidak cukup hanya dengan semangat dan cita-cita untuk melanjutkan kehidupan Islam.

Ada satu hal yang penting diperhatikan dan harus dilaksanakan, yaitu memperhitungkan berbagai rintangan yang menghadang di hadapan Islam secermat mungkin agar mampu menghilangkannya.

Kaum Muslim harus memperhatikan tentang beratnya konsekwensi yang selalu menunggu orang-orang yang berusaha bangkit untuk mencapai tujuan tersebut.

Pandangan para pemikir harus diarahkan secara spesifik menuju
tanggung jawab maha besar.

Setiap pemikir memberikan sumbangan pemikiran tentang masalah yang penting itu, sehingga ucapan dan tindakannya berjalan seiring dalam metode yang sama disertai dengan kesadaran, keinginan, kepastian dan kedinamisan.

Harus diketahui bahwa orang-orang yang berjalan di jalan perjuangan untuk melanjutkan kehidupan Islam adalah orang-orang yang memahat jalan di batu cadas yang sangat keras.
Akan tetapi, dengan adanya cangkul mereka yang tajam dan besar, maka itu menjadi jaminan yang mampu memecahkan batu cadas tersebut.

Mereka adalah orang-orang yang berjuang menyelesaikan persoalan yang sangat rumit.

Akan tetapi, karena adanya kepekaan dan kejelian mereka, maka hal itu menjadi jaminan sempurnanya pemecahan persoalan itu dan mereka akan mampu menyelesaikan masalah itu dengan cermat.

(Kitab Terjemah Daulah Islam, hlm 289-290)

***

Sahabat2 yang dirahmati Allah...

Semoga Allah berikan kita keistiqomahan. Semoga Allah mudahkan segala urusan kaum muslimin dalam mewujudkan tegaknya kembali institusi penerap syariah Islam secara kaffah bernama Khilafah. Aamiin Allahumma Aamiin

***

Mari sahabat, dukung dan sebarkan opini dakwah dari page ini.
Semoga bisa menjadi amal sholih untuk kita bersama. Aamiin Allahumma Aamiin

Want your school to be the top-listed School/college in Bangi?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Seksyen 7
Bangi
01000