15/02/2023
Manifestasi Cinta kepada Ilahi adalah dengan pengutusan Junjungan Nabi
Dalam realiti yang menjadikan kita keliru hari ini, kita tercari-cari apakah makna cinta sejati. Cinta yang disangka memberikan bahagia akhirnya menatijahkan derita. Kita hampa dengan bukanlah dengan rasa, namun harapan yang kita bina. Kita berputus asa dengan rasa berkasih sayang kerana luka-luka yang sering saja kita rasakan.
Namun, jauh di sudut hati kita mengetahui cinta sejati itu ada. Cinta daripada Ilahi yang tidak pernah mengkhianati. Lalu, kita cuba mencari cinta itu. Mencari untuk menjiwai. Agar bahagia kita temui.
Namun dalam pencarian itu kita tertanya, bagaimana caranya mahu membuktikan rasa itu. Kerana kita sedar cinta tidak seharusnya sekadar menikmati, namun kita memberikan reaksi sebagai sebuah bukti.
Dan Tuhan benar memahami kemanusiaan rasa itu dengan melorongkan jalan buat kita juga mencintai.
قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِی یُحۡبِبۡكُمُ
ٱللَّهُ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورࣱ رَّحِیمࣱ ﴿ ٣١ ﴾
Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
(QS Aal-E-Imran 2:31)
Jika memang benarnya kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah kekasih Allah yang dicintai.
Maka perasaan yang tadinya masih terasa samar-samar, laksana masih mencari-cari di antara si hamba dengan Tuhannya, sekarang rahsia itu telah terbuka.
"Jika sungguh- sungguh engkau cinta kepadaKu, maka jalan buat menemuiKu mudah saja. Memang Aku Maha Mengetahui, bahwa banyak hambaKu yang sepertiengkau, ingin menemuiKu, ingin bersimpuh dihadapanKu, hatinya penuh dengan ingat kepadaKu. Sebelum engkau Aku adakanpun telah Kuketahui keinginan, kerinduan dan kecintaan itu. Untuk itulah Aku utus RasulKu kepadamu; dialah petunjuk jalan menuju Aku itu."
"Hai utusanKu! Sampaikanlah pesanKu itu kepada seluruh hambaKu yang rindu, asyik dan cinta kepadaKu itu. Bentuklah sebuah rombongan dari sekalian orang yang bercinta, dan engkau menjadi kepala rombongan itu; Zumaran, berbondong-bondong. Tiap-tiap rombongan di bawah pimpinan engkau, wahai utusanKu! Katakanlah kepada mereka wahai RasulKu, cinta mereka Aku balas, bertepuk tidak sebelah tangan. Tadi mereka menyebut bahwa mereka sebagai manusia pemah bersalah. Aku tahu itu, Aku lebih tahu. Sebab Aku yang mengetahui asal kejadian. Maka apabila rombongan itu telah terbentuk, dan mereka telah berkumpul di dalamnya, dan engkau sendiri yang memimpin, tandanya mereka telah benar-benar telah berjalan menuju Aku. Aku ampuni dosa mereka.
Kita tidak seharusnya berakhir dengan memiliki kerana kita bukanlah Pemilik apa pun. Lantas apa yang kita nikmati, kita perlu hargai dan memberikan reaksi dengan melakukan perkara yang Tuhan cintai.
Tiada jalan lainnya untuk saling bercinta bersama Tuhan melainkan dengan menjejaki dan mengikuti apa yang telah Nabi wariskan.