5 kepentingan mempelajari ilmu akidah
i) Pemahaman tentang Keyakinan : Ilmu aqidah membantu individu untuk memahami keyakinan mendasar dalam agama mereka. Ini melibatkan pemahaman tentang konsep-konsep seperti keberadaan Allah, sifat-sifat-Nya, wahyu, takdir, dan kehidupan setelah mati. Dengan mempelajari ilmu aqidah, seseorang dapat mengembangkan keyakinan yang kokoh dan memperdalam pemahaman mereka tentang agama.
ii) Mencegah Kesesatan : Ilmu aqidah membantu melindungi individu dari kesesatan dan pemahaman yang salah tentang agama. Dengan mempelajari prinsip-prinsip aqidah yang benar, seseorang dapat mengidentifikasi dan menghindari ajaran-ajaran yang bertentangan dengan keyakinan yang benar. Ini juga membantu mereka dalam menghadapi berbagai pandangan dan pendapat yang mungkin bertentangan dengan ajaran agama mereka.
iii) Memperkuat Ibadah : Pemahaman yang baik tentang aqidah dapat memperkuat ibadah seseorang. Ketika seseorang memiliki keyakinan yang kuat dalam agama mereka, mereka akan lebih termotivasi untuk melakukan ibadah dengan kualiti yang lebih baik. Mereka akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang tujuan ibadah dan pentingnya melaksanakannya dengan sungguh-sungguh
iv) Pengaruh Terhadap Sikap dan Perilaku : Ilmu aqidah dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang. Ketika seseorang mempelajari prinsip-prinsip aqidah yang benar, mereka akan memperoleh pemahaman tentang etika dan akhlak yang diajarkan oleh agama mereka. Ini dapat menginspirasi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, berperilaku dengan adil, jujur, dan menunjukkan kasih sayang kepada sesama manusia.
v) Membina Hubungan dengan Allah : Ilmu aqidah membantu individu dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan Allah. Dengan memahami sifat-sifat Allah dan mempelajari cara beribadah yang benar, seseorang dapat merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta. Ilmu aqidah juga membantu seseorang untuk meningkatkan rasa takjub dan pengagungan terhadap kebesaran Allah, yang dapat memperkaya pengalaman rohani mereka.
🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻 🌻
5 perkara yang boleh merosakkan akidah
i) syirik : Syirik ialah perbuatan menyekutukan Allah atau menisbahkan sifat-sifat-Nya kepada makhluk-Nya. Ini termasuklah menyembah selain Allah, meminta pertolongan daripada selain Allah, atau meyakini bahawa makhluk mempunyai kuasa atau pengaruh yang sama dengan Allah. Syirik merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip asas akidah Islam iaitu keesaan Tuhan (Tauhid). Syirik boleh merosakkan iman dan menghilangkan kesempurnaan ibadah.
ii) Bid'ah : Ajaran sesat ialah pengenalan amalan-amalan baru dalam agama yang tidak mempunyai asas atau bukti dalam ajaran Islam. Ini termasuklah mengubah cara ibadah yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Mengikuti ajaran sesat boleh merosakkan akidah kerana ia menggantikan ajaran yang telah ditetapkan dengan amalan yang tidak sahih.
iii) murtad : Murtad ialah perbuatan meninggalkan atau mengingkari agama yang dianuti sebelum ini. Ini melibatkan menolak prinsip akidah dan kepercayaan dalam agama. Murtad boleh merosakkan aqidah kerana menghilangkan asas dan asas akidah yang dianuti sebelumnya.
iv) Riba (Bunga) : Riba ialah amalan mendapatkan keuntungan atau tambahan faedah yang menyalahi prinsip Syariah Islam. Penglibatan dalam riba boleh merosakkan akidah kerana melanggar ajaran agama dan mengabaikan prinsip keadilan dan keberkatan dalam transaksi ekonomi.
v) Akidah sesat : Mengikuti ajaran-ajaran dan pemahaman yang sesat juga dapat merusak aqidah. Hal ini termasuk mengikuti kelompok atau individu yang menyimpang dari ajaran Islam yang benar dan berpegang pada keyakinan yang menyimpang atau bertentangan dengan prinsip-prinsip aqidah yang benar. Mengikuti ajaran yang sesat dapat menyebabkan pemahaman yang salah, keraguan, dan kebingungan dalam hal keyakinan agama.
Pendidikan Islam KKTI
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pendidikan Islam KKTI, Education Website, POLITEKNIK TUANKU SYED SIRAJUDDIN, Arau.
Apa itu Akidah Islamiyah?
Akidah Islamiyah mengacu pada keyakinan dan kepercayaan dasar dalam Islam. Konsep-konsep akidah ini tercermin dalam berbagai ayat Al-Qur'an yang membentuk dasar iman umat Islam. Berikut adalah beberapa ayat yang mencerminkan konsep-konsep akidah Islamiyah:
1. Tauhid (Keesaan Allah):
- "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi." (Q.S. Al-Baqarah: 255)
- "Dan sesungguhnya telah Kami utus rasul-rasul sebelum kamu dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Dan tidak patut bagi seorang rasul mendatangkan suatu ayat melainkan dengan izin Allah." (Q.S. Ar-Ra'd: 38)
2. Risalah (Kenabian):
- "Sesungguhnya ini adalah seorang rasul dari Tuhanmu, maka berimanlah kalian kepadanya dan bantulah dia." (Q.S. Al-Shu'ara: 10)
- "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (Q.S. Al-Anbiya: 107)
3. Akhirat:
- "Sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan datang, tidak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah membangkitkan orang-orang yang berada dalam kubur." (Q.S. Al-Hajj: 7)
- "Dan barangsiapa yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S. An-Nahl: 97)
4. Keadilan:
- "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang zalim, Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah kerugian belaka." (Q.S. Al-Isra: 82)
- "Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan (alasan) yang benar dan jika seseorang dibunuh tanpa alasan yang benar, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah mereka melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya dia adalah seorang yang dimadukan (di antara dua keluarga), maka jika orang yang dibunuh itu dari kaum yang musuhmu dan dia adalah seorang yang mukmin, maka wajiblah membayar kifarat yang berharga dengan memerdekakan seorang budak mukmin." (Q.S. An-Nisa: 29-30)
5. Ibadah dan Ketaatan:
- "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (Q.S. Adz-Dzariyat: 56)
- "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya)." (Q.S. Al-Ankabut: 45)
Ini hanya sebagian kecil dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mencerminkan konsep-konsep akidah Islamiyah. Studi lebih lanjut terhadap Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW membantu mendalami pemahaman akan prinsip-prinsip akidah dalam Islam.
05/12/2023
Apakah pengertian dan hubungan antara Iman, Islam dan Ihsan
huraikan antara ketiga ketiganya
PENGERTIAN IMAN:
Beriman kepada Allah Swt
Yakni beriman kepada Rububiyyah Allah Swt, Uluhiyyah Allah Swt, dan beriman kepada Asma wa shifat Allah SWT yang sempurna serta agung sesuai yang ada dalam Al-quran dan Sunnah Rasul-Nya.
Beriman kepada Malaikat
Malaikat adalah hamba Allah yang mulia, mereka diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya, serta tunduk dan patuh menta’ati-Nya, Allah telah membebankan kepada mereka berbagai tugas.Jadi kita dituntut untuk beriman dan mempercayai adanya Malaikat Allah SWT.
Beriman kepada Kitab-kitab
Allah yang Maha Agung dan Mulia telah menurunkan kepada para Rasul-Nya kitab-kitab, mengandung petunjuk dan kebaikan. Diantaranya: kitab taurat diturunkan kepada Nabi Musa, Injil diturunkan kepada Nabi Isa, Zabur diturunkan kepada Nabi Daud, Shuhuf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa, Al-quran diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw.
Beriman kepada para Rasul
Allah telah mengutus kepada maakhluk-Nya para rasul, rasul pertama adalah Nuh dan yang terakhir adalah Muhammad Saw, dan semua itu adalah manusia biasa, tidak memiliki sedikitpun sifat ketuhanan, mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan dengan kerasulan. Dan Allah telah mengakhiri semua syari’at dengan syari’at yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw,yang diutus untuk seluruh manusia , maka tidak ada nabi sesudahnya.
Beriman kepada Hari Akhirat
Yaitu hari kiamat, tidak ada hari lagi setelahnya, ketika Allah membangkitkan manusia dalam keadaan hidup untuk kekal ditempat yang penuh kenikmatan atau ditempat siksaan yang amat pedih. Beriman kepada hari akhir meliputi beriman kepada semua yang akan terjadi setelah itu, seperti kebangkitan dan hisab, kemudian surga atau neraka.
Beriman kepada (Taqdir) Ketentuan Allah
Taqdir artinya: beriman bahwasanya Allah telah mentaqdirkan semua yang ada dan menciptakan seluruh mahluk sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahalu, dan menurut kebijaksanaan-Nya, Maka segala sesuatu telah diketahui oleh Allah, serta telah p**a tertulis disisi-Nya, dan Dialah yang telah menghendaki dan menciptakannya.
PENGERTIAN ISLAM:
Islam di bangun diatas lima rukun,sebagaimana dijelaskan dalam Hadits:
حدثنا عبيد الله بن موسى قال اخبرنا حنظلة بن أبي سفيان عن عكرمة بن خالد عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان )
“Abdulloh bin musa telah bercerita kepada kita, dia berkata ; handlolah bin abi sufyan telah memberi kabar kepada kita d ari ikrimah bin kholid dari abi umar ra. Berkata : rasul saw. Bersabda : islam dibangun atas lima perkara : persaksian sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya nabi Muhammad adalah utusannya, mendirikan sholat, memberikan zakat, hajji dan puasa ramadlan”.
Rukun Islam itu ada Lima,yaitu:
1)Syahadat
2)Shalat
3)Zakat
4)Puasa
5)Haji
PENGERTIAN IHSAN:
احسن – يحسن – احسا نا artinya : فعل الحسن ( Perbuatan baik ).
Menurut istilah ada beberapa pendapat para ulama,yaitu:
Muhammad Amin al-Kurdi, ihsan ialah selalu dalam keadaan diawasi oleh Allah dalam segala ibadah yang terkandung di dalam iman dan islam sehingga seluruh ibadah seorang hamba benar-benar ikhlas karena Allah.
Menurut Imam Nawawi Ihsan adalah ikhlas dalam beribadah dan seorang hamba merasa selalu diawasi oleh Tuhan dengan penuh khusuk, khuduk dan sebagainya.
PERBEDAAN ANTARA IMAN, ISLAM, DAN IHSAN:
Disamping adanya hubungan diantara ketiganya, juga terdapat perbedaan diantaranya sekaligus merupakan identitas masing-masing. Iman lebih menekankan pada segi keyakinan dalam hati. Islam merupakan sikap untuk berbuat dan beramal.Sedangkan Ihsan merupakan pernyataan dalam bentuk tindakan nyata. Dengan ihsan, seseorang bisa diukur tipis atau tebal iman dan islamnya.
Iman dan islam bila disebutkan secara bersamaan, maka yang dimaksud dengan Islam adalah amal perbuatan yang nampak, yaitu rukun Islam yang lima, dan pengertian iman adalah amal perbuatan yang tidak nampak, yaitu rukun iman yang enam. Dan bila hanya salah satunya (yang disebutkan) maka maksudnya adalah makna dan hukum keduanya.
Ruang lingkup ihsan lebih umum daripada iman, dan iman lebih umum daripada Islam. Ihsan lebih umum dari sisi maknanya; karena ia mengandung makna iman. Seorang hamba tidak akan bisa menuju martabat ihsan kecuali apabila ia telah merealisasikan iman dan ihsan lebih spesifik dari sisi pelakunya; karena ahli ihsan adalah segolongan ahli iman. Maka, setiap muhsin adalah mukmin dan tidak setiap mukmin adalah muhsin. adalah mukmin.
KEUTAMAAN IMAN, ISLAM, DAN IHSAN BAGI MANUSIA:
Ali Bin Abi Thalib mengemukakan tentang keutamaan Iman,Islam dan Ikhsan sebagai berikut:
قال علي : إن الإيمان ليبدو لمعة بيضاء فإذا عمل العبد الصالحات نمت فزادت حتى يبيض القلب كله وإن النفاق ليبدو نكتة سوداء فإذا انتهك الحرمات نمت وزادت حتى يسود القلب كله
“ Sahabat Ali Berkata : sesungguhnya iman itu terlihat seperti sinar yang putih, apabila seorang hamba melakukan kebaikan, maka sinar tersebut akan tumbuh dan bertambah sehingga hati (berwarna) putih. Sedangkan kemunafikan terlihat seperti titik hitam, maka bila seorang melakukan perkara yang diharamkan, maka titik hitam itu akan tumbuh dan bertambah hingga hitamlah (warna) hati”.
Jadi Iman,Islam dan Ikhsan mempunyai keutamaan yang sangat besar dalam pandangan islam ini karena bagi para pelakunya akan diberikan Syurga oleh Allah SWT sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah SWT didalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Tawazzun dan Wasatiyyah (Seimbang dan sederhana)
ciri-ciri keistimewaan (tawazzun dan wasatiyyah)
‧₊˚❀༉‧₊˚. ‧₊˚❀༉‧₊˚. ‧₊˚❀༉‧₊˚. ‧₊˚❀༉‧₊˚. ‧₊˚❀༉‧₊˚. ‧₊˚❀༉‧₊˚. ‧₊˚❀༉‧₊˚. ‧₊˚❀༉‧₊˚. ‧₊˚❀༉‧₊˚. ‧₊˚❀༉‧₊˚.
1. Menjaga Keseimbangan : Salah satu keistimewaan Tawazun dan Wasatiyyah ialah keupayaannya untuk mengekalkan keseimbangan dalam pelbagai aspek kehidupan. Ini termasuk keseimbangan antara agama dan dunia, antara hak individu dan hak kolektif, dan antara kebebasan dan ketaatan. Dengan mengekalkan keseimbangan ini, seseorang dapat mengelakkan sikap keterlaluan dan ekstremisme yang boleh merosakkan keharmonian dan kestabilan
2. Menghindari Ekstremisme : Tawazun dan Wasatiyyah menekankan kepentingan mengelakkan sikap dan tindakan yang berlebihan atau melampau. Ini membantu dalam mencegah fanatik dan radikalisme yang boleh memudaratkan diri dan masyarakat. Dengan mengekalkan sikap sederhana, individu boleh mengelakkan sikap melampau dan kekal teguh pada prinsip yang seimbang.
3. Mendorong Toleransi : Salah satu keistimewaan Tawazun dan Wasatiyyah ialah menggalakkan toleransi terhadap perbezaan dan kepelbagaian. Prinsip ini mengajar umat Islam untuk menghormati kepercayaan dan pandangan yang berbeza, serta hidup bersama secara aman dalam masyarakat berbilang budaya. Dengan menerapkan sikap toleransi, individu dapat membina hubungan yang harmoni sesama manusia tanpa mengorbankan nilai atau kepercayaan mereka sendiri.
4. Mengutamakan Keadilan : Tawazun dan Wasatiyyah memberi keistimewaan dalam mempromosikan prinsip keadilan dalam semua aspek kehidupan. Prinsip ini mengajar kepentingan layanan yang adil kepada semua orang tanpa mengira suku, bangsa, agama, atau status sosial. Dengan mengutamakan keadilan, individu boleh membina masyarakat yang adil dan saksama, di mana hak semua orang dihormati dan dilindungi.
5. Menghasilkan Harmoni : Keistimewaan terakhir Tawazun dan Wasatiyyah ialah keupayaannya untuk menghasilkan keharmonian dalam kehidupan individu dan masyarakat. Dengan mengekalkan keseimbangan, mengelakkan ekstremisme, menggalakkan toleransi, dan mengutamakan keadilan, prinsip ini mewujudkan rangka kerja yang membolehkan individu dan masyarakat hidup dalam harmoni. Keharmonian ini merangkumi keseimbangan antara hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan alam sekitar.
Konsep-konsep Asas Islam
Islam adalah agama yang memiliki landasan ajaran utama yang terdapat dalam Al-Qur'an, kitab suci umat Islam. Beberapa konsep asas dalam Islam dapat ditemukan dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Berikut adalah beberapa konsep asas Islam yang tercermin dalam ayat-ayat Al-Qur'an:
1. Tauhid (Keesaan Allah):
- "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa." (Q.S. Al-Ikhlas: 1)
- "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (Q.S. An-Nisa: 48)
2. Risalah (Kenabian):
- "Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang jelas dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca agar manusia dapat melaksanakan keadilan." (Q.S. Al-Hadid: 25)
- "Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah: Nabi-nabi, shiddiqin, syuhada’, dan shalihin; dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (Q.S. An-Nisa: 69)
3. Akhirat:
- "Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan datang, tidak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah membangkitkan orang-orang yang berada dalam kubur." (Q.S. Al-Hajj: 7)
- "Barang siapa yang amal perbuatannya baik, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia mukmin, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S. An-Nahl: 97)
4. Keadilan:
- "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran." (Q.S. An-Nahl: 90)
- "Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian sebagai saksi karena Allah, walau terhadap dirimu sendiri, atau (minimal) dua orang saksi di antara kalian. Dan hendaklah saksi-saksi itu diadili dengan adil." (Q.S. Al-Baqarah: 282)
5. Kemanusiaan dan Kasih Sayang:
- "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam." (Q.S. Al-Anbiya: 107)
- "Karena itu, karena rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (Q.S. Aali Imran: 159)
6. Ibadah dan Ketaatan:
- "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (Q.S. Adz-Dzariyat: 56)
- "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan tunduklah beserta orang-orang yang tunduk." (Q.S. Al-Baqarah: 43)
Ini hanya beberapa contoh ayat yang mencerminkan konsep-konsep asas Islam. Banyak ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an yang juga menyoroti dan menjelaskan prinsip-prinsip dasar dalam ajaran Islam.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Website
Address
POLITEKNIK TUANKU SYED SIRAJUDDIN
Arau