12/12/2020
Baiklah, beberapa posting kemarin menjadi clue apa yg sy laksanakan seminggu kebelakang.
Jadi sy mengikuti kegiatan UNESCO-IWSSM Korean Water Smart City Program for Indonesia. Pesertanya student2 di Korea Selatan (yg umumnya berkaitan dengan institusi pemerintah di Indonesianya). Tema utamany sesuai judul, bahwa disini fokus pembahasanya tentang penerapan smart city di korea selatan dan potensi aplikasinya di Indonesia. Menariknya mereka berkali2 mengeluarkan statement,"we are leading in the world about this, but we are still on the early stage." Kalau sy menyimpulkan versi optimis, kalau kita punya komitmen insyaAllah bisa ngejar, hee.
Core kegiatanya hanya 2, materi kelas dan site visit. Materi kelas smart city di berbagai bidang, kesehatan, transportasi, kebencanaan, pengelolaan air, dll.
Site visit lebih menarik, Pemerintah korea sedang membuat satu kota full funtioning smart city from scratch. Namanya Busan EcoDelta Smart City. Konsepnya penerapan teknologi yang bisa membuat kota ramah disabilitas dan harapan hidup mencapai 100 tahun.
Proses perencanaan sampai ready diprediksi selesai selama 15 tahun, dimulai 2015 dan selesai tahun 2030. Namun tahun depan sudah mulai preliminary trial untuk 49 kepala keluarga. Detailnya insyaAllah dimpost berikutnya ya.
Anyway, peserta kegiatan 14 orang. Mulai mahasiswa undergrad, grad, dan PhD. Selain ilmu, keseruan lainya karena kita dari berbagai kota yang berbeda serta beda background pendidikan. Tapi dengan perbedaan itu, somehow kita dekat sekali. Apalagi menager kegiatanya seru bgt, Ms. Yennie, Mr. Han(bùkan jipyong), dan Double Mr. Kim.
Hari terakhir saat closing, peserta menyanyikan Indonesia National Anthem dan Video Testimoni yg bikin Ms. Yennie sampai nangis, hehe. It's never happen before, katanya. Dan ditutup dengan pembagian sertifikat, tetap dengan batik yh sengaja dibawa untuk kegiatan2 seremonial. Always love this batik😁
Setelah beres kegiatan ini,
Siap kembali dan tumbuh melaksanakan perjuangan yang lain.