13/04/2023
WAHDATUL WUJUD DAN WAHDATUSY-SYUHUD ITTIHAD DAN HULUL
Ke-semua istilah ini merupakan istilah-istilah dalam tashawuf dan keshufian. Ittihad dan Hulul merupakan maqam-maqam bagi orang yang sedang berjalan kepada Allah SWT.
Ittihad pada lughat artinya bersatu dan Hulul artinya bertempat, dan ini adalah maqam cinta/mahabbah. Orang yang mencintai sesuatu, dia bersatu dengan sesuatu itu, dan juga orang yang bertempat pada sesuatu, dia tidak berpisah dengan sesuatu itu, bukan yang dimaksud bertempat dan bersatu dari dua wujud pada satu wujud bukan ya dan jangan gagal faham ya, karena tidak mungkin bersatu antara Qadim dan baharu, karena baharu ini hilang/hancur kalau bertemu dengan Qadim.
Maka oleh karena itu. Ittihad dan Hulul adalah maqam Cinta dan Tajalli Haq di dalam bathinnya, kemudian hilang dan hancur dirinya dan lainnya, karena dia bersifat baharu, bilamana telah tamkin keberadaan Allah SWT pada dirinya dan alam semesta ini. Ittihad dan Hulul adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT/Cinta dan Tajalli.
Adapun Wahdatusy-Syuhud adalah bagi orang yang telah sampai taraqqinya/perjalanan bathinnya kepada martabat wahdah, maka akan hilanglah wujud selain Allah SWT dalam pandangannya, yang ada hanya wujud Allah SWT, yang lain-Nya adalah ma'lum di dalam ilmu-Nya yang tidak berwujud, Setelah syuhudnya sampai pada martabat Wahdatusy-Syuhud, maka akan zhahirlah Wahdatul Wujud yang juga dikatakan dengan Syuhud Tafrida/Allah SWT yang menyaksikan diri-Nya dengan diri-Nya, syuhud kita hilang di dalam syuhud-Nya.
Maka Wahdatusy-Syuhud adalah jalan untuk sampai kepada Wahdatul Wujud, karena ananiah kita, sifat kita dan kamalat kita, ini bisa fana/hilang di dalam Wahdatul Wujud, tidak dengan Wahdatusy-Syuhud, maka kita dapat kembali kepada asal hakikat diri kita yaitu tidak ada sama sekali, yang ada hanya Allah SWT semata...(Laa Maujuda Bihaqqi iLLaLLah.....)
*Biasakan membaca sampai habis dan bertanya pada ahlinya agar tidak gagal faham
Oleh :
Al-'Arif Billah Al-Mukarram Abuya Syekh H. Amran Waly Alkhalidi Bin Syekh Muda Waly Al-Khalidi, Darussalam, Labuhan Haji, Aceh (Pimpinan Pusat Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Asia Tenggara)