17/12/2023
Study di Shema LifeClass mengenai MIGDAL EDER Sarapanpagi Biblika - Studi Alkitab
By Ibu Dosen Rita Wahyu
BAHASAN INI MENARIK SAAT MELIHAT HUBUNGAN MIGDAL EDER DENGAN KELAHIRAN SANG MESIAS.
Menurut Alfred Edersheim dalam buku "The Life And Times Of Jesus The Messiah", bab 6 (versi Online),
Migdal Eder "Menara Penjagaan, bukan untuk ternak biasa yang merumput di tanah tandus di luar Betlehem, terletak dekat dengan kota, di jalan menuju Yerusalem".
Migdal-Eder adalah bangunan menara bertingkat. Ketika ibadah dipusatkan di Bait Allah di Yerusalem, padang rumput di sekitar Betlehem menjadi tempat di mana sekelompok khusus gembala memelihara anak domba-anak domba yang akan menjadi korban persembahan dimana hidup domba-domba tersebut harus tidak bercacat cela, sebab domba-domba tsb akan menjadi persembahan yang kudus bagi Allah. Mereka ada di bawah perlindungan khusus Kaum Rabinik. Maka, mereka pun memelihara dengan seksama sebuah kandang seremonial yang bersih (Menara Kawanan Domba/ Migdal-Eder) sebagai suatu tempat kelahiran. Para gembala biasanya memelihara kawanan dombanya di padang terbuka 24 jam sehari sepanjang tahun. Domba betina yang akan melahirkan anak domba, akan dibawa ke tempat khusus yang bersih dan terawat agar anak domba yang baru lahir tidak cacat atau terluka setelah dilahirkan. Imam yang bertugas di Migdal-Eder harus memastikan tentang hal itu. Jadi tentunya tempat untuk meletakkan anak domba yang baru dilahirkan itu haruslah bersih dan apik, agar jangan sampai anak domba yang akan dikorbankan menjadi cacat karena terkena apapun dari tempat persiapan tsb. Salah satu cara perawatan anak-anak domba yang baru lahir tsb, adalah dengan membungkus anak-anak domba baru lahir dengan kain lampin agar tetap dijaga supaya tidak lecet dan cacat.
Sumber Mishnah Shekalim 7.4 mengindikasikan bahwa hewan-hewan yang "ditemukan" ("dipelihara") pada padang-padang rumput dalam jarak tertentu dari Migdal-Eder adalah yang digunakan sebagai binatang korban untuk upacara di Bait Allah di Yerusalem. Imam-imam dari Yerusalem akan datang memeriksa domba-domba yang tidak bercacat. Domba jantan untuk korban bakaran, domba betina untuk korban pendamaian (Mass. Shekalim c. 7.4). Rabbi Yehuda berkata, domba jantan yang didapati 30 hari sebelum Paskah Yahudi dapat digunakan sebagai "domba Paskah" (Sepp. Heil. Land. ii. 470). Ada yang menafsirkan bahwa "domba Allah" sebagai penghapus dosa keturunan Yakub dan seluruh umat manusia yaitu Sang Mesias dilahirkan di lokasi menara tersebut sebagai penggenapan ayat dalam Mikha 4:8 (Penjelasan atas nubuat nabi Mikha mengenai Migdal-Eder (menara kawanan domba) oleh rabbi Yahudi. Selain itu, Migdal Eder juga diungkapkan oleh Targum. Dengan demikian, Targum Jonathan, dikutip oleh Rabbi Munk, parafrase Kejadian 35:23 dan Mikha 4:8 "Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem."
Mishnah Shekalim 7.4,
בְּהֵמָה שֶׁנִּמְצֵאת מִירוּשָׁלַיִם וְעַד מִגְדַּל עֵדֶר, וּכְמִדָּתָהּ לְכָל רוּחַ, זְכָרִים, עוֹלוֹת. נְקֵבוֹת, זִבְחֵי שְׁלָמִים. רַבִּי יְהוּדָה אוֹמֵר, הָרָאוּי לִפְסָחִים, פְּסָחִים קֹדֶם לָרֶגֶל שְׁלשִׁים יוֹם
Translit interlinear, BEHEMAH {binatang} SHENIM'TSET {yang ditemukan} MIRUSHALAYIM {dari yerusalem} VE'AD {sampai ke} MIG'DAL 'EDER {migdal eder}, UK'MIDATAH {sebagaimana jarak} LEKHOL {pada} RUAKH {angin}, ZEKHARIM {(binatang2) jantan}, 'OLOT {digunakan sebagai korban bakaran}. NEQEVOT {(binatang2) yang betina}, ZIV'KHEY SHELAMIM {untuk korban pendamaian}. RAVI YEHUDAH OMER {rabbi yehuda berkata}, HARA'UY LEF'SAKHIM {yang dipandang sebagai korban2 paskah}, PESAKHIM QODESH {sebagai persembahan paskah} LEREGEL {untuk perjalanan ziarah} SHELOSHIM YOM {tiga puluh hari}
https://www.sefaria.org/Mishnah_Shekalim.7?lang=bi
Targum Yonathan menyebut Migdal 'Eder dalam Kejadian 35:21, tempat Yakub memasang kemahnya, sebagai tempat Raja Messiah akan menyatakan diri-Nya pada hari-hari akhir:
Bunyi teks Kejadian 35:21 dalam Targum Jonathan dalam bahasa Aram sebagai berikut:
וּנְטַל יַעֲקב וּפְרַס לְמַשְׁכְּנֵיהּ מִן לְהַלָא לְמַגְדְלָא דְעֵדֶר אַתְרָא דְמִתַּמָן עָתִיד דְאִתְגְלֵי מַלְכָּא מְשִׁיחָא בְּסוֹף יוֹמַיָא
UNETAL {dan dia berangkat} YA'AQOV {yakub} UF'RAS {dan dia memasang} LEMASH'KENEYHA {kemahnya} MIN {dari} LEHALE {seberang} LEMAG'DELA DE'EDER {pada migdal eder} 'AT'RA {Dia akan menampakkan diri} DEMITAMAN {tempat} 'ATIT DEIT'GELEY {di masa datang} MAL'KA {Sang Raja} MESHIHA {Mesias} BESOF {pada akhir} YOMAYA {hari-hari}
Artinya:
"Dan berangkatlah Yakub dan memasang kemahnya di seberang Migdal Eder, tempat dimana Sang Raja Mesias akan menampakkan diri-Nya pada hari-hari terakhir".
Naskah ini menjadi bukti bahwa kaum Yahudi dari masa pasca-Kristen pun tetap mengartikan Migdal Eder secara mesianik. Lihat juga: Alfred Edhersheim, The Life of Jesus The Messiah (Peabopdy, Massachusetts: Hendrickson Publisher, 1996), hlm. 130.
https://www.ccel.org/ccel/edersheim/lifetimes.toc.html
Nubuat Mikha 4:8 - Pengharapan Sang Mesias
Beberapa penafsir merujuk Mikha 4:8 sebagai suatu nubuat yang mengindikasikan bahwa sang Mesias akan dinyatakan dari "Menara Kawanan Domba" (Migdal-Eder) yang berkaitan dengan kota Betlehem, di sebelah tenggara Yerusalem.
* Mikha 4:8, 5:1-4
4:8 LAI TB, Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.
Hebrew,
וְאַתָּה מִגְדַּל־עֵדֶר עֹפֶל בַּת־צִיֹּון עָדֶיךָ תֵּאתֶה וּבָאָה הַמֶּמְשָׁלָה הָרִאשֹׁנָה מַמְלֶכֶת לְבַת־יְרוּשָׁלִָֽם׃
Translit interlinear, VE'ATAH {dan engkau} MIG'DAL-'EDER {Menara Kawanan Domba} 'OFEL {hai bukit} BAT-TSIYON {putri sion} 'ADEIKHA {kepadamu} TETEH {biarlah dia datang} UVA'AH {dan biarlah dia tiba} HAMEM'SHALAH {pemerintahan} HARISHONAH {yang dahulu} MAM'LEKHET {kerajaan} LEVAT {atas putri} -YEROUSHALAM {yerusalem}
Kuburan Rahel ada di Betlehem hingga sekarang, sebuah bangunan dengan kubah putih dengan menorah di atasnya dan tertulis Qubur Rahel, "kuburan Rahel". Targum Yonathan menerjemahkan frasa וְאַתָּה מִגְדַּל־עֵדֶר - VE'ATAH MIGDAL 'EDER (Hai engkau Menara Kawanan Domba) dalam MikhA 4:8 sebagai personifikasi Mesias: וְאַת מְשִׁיחָא דְיִשְׁרָאֵל - VE'AT MESHIKHA DE'ISRA'EL (Hai Mesias Israel), (Targum Jonathan on Mikha 4:8; Spenber. Alexander (ed.), The Bible in Aramaic Based on Old Manuscripts and Printed Texts. Val Ill: Targum Jonathan (Leiden - New York - KoIn: E.J. Brill, 1992), hlm. 445).
Targum Yonathan menerjemahkan frasa וְאַתָּה מִגְדַּל־עֵדֶר - VE'ATAH MIGDAL 'EDER (Hai engkau Menara Kawanan Domba) dalam Mikha 4:8 sebagai personifikasi Mesias: וְאַת מְשִׁיחָא דְיִשְׁרָאֵל - VE'AT MESHIKHA DE'ISRA'EL (Hai Mesias Israel) pada Targum ini.
Sosok Mesias - Pemerintahan-Nya sejak Purbakala
* Mikha 5:1-4
5:1 LAI TB, Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
Hebrew,
וְאַתָּה בֵּית־לֶחֶם אֶפְרָתָה צָעִיר לִהְיֹות בְּאַלְפֵי יְהוּדָה מִמְּךָ לִי יֵצֵא לִהְיֹות מֹושֵׁל בְּיִשְׂרָאֵל וּמֹוצָאֹתָיו מִקֶּדֶם מִימֵי עֹולָם׃
Translit interlinear, VE'ATAH {dan engkau} BEIT-LEKHEM {betlehem} 'EF'RATA {efrata} TSA'IR {yang muda (kecil)} LIH'YOT {menjadi} BE'AL'FEY {dari antara kaum2 dari} YEHUDAH {yehuda} MIM'KHA {dari padamu} LI {bagi-Ku} YETSE {dia akan keluar, Verb: Qal Imperfect (yiqtol) 3rd Person Masculine Singular} LIH'YOT {untuk menjadi, Verb: Qal Infinitive Construct} MOSHEL {yang sedang memerintah, Verb: Qal Participle Active Masculine Singular Absolute} BEYIS'RA'EL {israel} 'UMOTSA'OTAV {dan kemunculan2-nya, Common Feminine Plural Construct} MIQEDEM {dari sejak dahulu kala} MIMEY {dari zaman} 'OLAM {kekekalan}
Catatan:
Sosok yang sedang memerintah (Ibr. מֹושֵׁל - MOSHEL) ini, "kemunculan-kemunculan-nya" (Ibr. וּמֹוצָאֹתָיו - UMOTSA'OTAV) sudah sejak zaman dahulu.
Saya memandang bahwa MOSHEL ini adalah Oknum yang sering muncul pada zaman dahulu kala, menyapa umat dalam suatu Theofani (atau Kristofani) sebagai Malaikat TUHAN (Ibr. מַלְאַךְ יְהוָה - MAL'AKH 'ADONAY), yang pernah ditemui leluhur2 Israel, Abraham, Yakub, Musa, dll.
Targum Jonathan Mikha 5:1:
ְאַתְּ בֵּית לֶחֶם אֶפְרָתָה כִּזְעֵיר הֲוֵיתָא לְאִתְמַנָאָה בְּאַלְפַיָא דְבֵית יְהוּדָה מִנָךְ קֳדָמַי יִפּוֹק מְשִׁיחָא לְמֶהֱוֵי עֲבֵיד שׁוּלְטַן עַל יִשְׂרָאֵל דִי שְׁמֵיהּ אָמִיר מִלְקָדְמִין מִיוֹמֵי עָלְמָא
Artinya, Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terlalu kecil untuk dihitung di antara ribuan kaum Yehuda, daripadamu akan bangkit bagi-Ku sang Mesias, yang akan berkuasa atas Israel, yaitu Dia yang namanya sudah disebutkan sejak purbakala, sejak hari-hari penciptaan.
Translit interlinear, VE'AT {tetapi engkau} BEIT LEKHEM {hai betlehem} 'EF'RATAH {efrata} KIZ'ER {yang kecil} HAVETA {yang ada} LE'IT'MANA'AH {yang tertutup} BE'EL'FAYA {di dalam ribuan} DEVE'IT YEHUDAH {dari kaum yehuda} MINAKH {daripadamu} QODAMAI {akan bangkit bagi-Ku} YIPOQ {dia yg akan menggetarkan} MISHIKHA {yaitu sang mesias} LEMEHEVEY {yang menjadikan} 'AVEYD {melayani} SHUL'TAN {pada kesultanan/ pada kekuasaan} 'AL {atas} YISH'RAEL {israel} DI SHEMEYH {yang namanya} 'AMIR {telah disebutkan} MILQAD'MIN {sejak purbakala} MIYOMEY {pada hari-hari/ pada zaman} 'AL'MA {(penciptaan) bumi}
Nubuat dalam Mikha 5:1,4 menyebutkan seorang yang akan memerintah Israel yang memberikan Shalom (damai sejahtera), selaras dengan ini. Di dalam bagian lain dari Alkitab menyebutkan bahwa Sang Raja Mesias itu adalah "Raja Shalom" (Yesaya 9:5). Gelar-Nya sebagai Juru Damai dan Raja Shalom (Ibrani: שַׂר־שָׁלֹום - SAR SHALOM) ini, bukan hanya terucap pada sabda-sabda-Nya, melainkan tindakan-Nya yang dilakukannya dengan sempurna (complete/ Shalom), dengan Dia merelakan dirinya sebagai "Domba untuk Korban Pendamaian/ Penebusan/ Propisiasi", Ibrani: כַּפָּרָה - KAPORAH, Yunani: ἱλασμός - HILASMOS yang berarti: 'atonement/ pengganti/ propisiasi pendamaian penebusan'. Dalam ibadah Israel peran korban pendamaian (kapparah). Dan ini semua tentu terhubung dengan kekhusussan dari tempat yang bernama Migdal Eder ini. Bahwa Yesus Kristus adalah Sang Anak Domba yang sempurna sebagai Korban Pendamaian (KAPORAH).
Jika Yesus Kristus lahir pada bulan musim dingin di bulan Desember (kalendar Internasional). Menggembalakan Domba pada Musim dingin, apakah Mungkin?
Ya, itu mungkin!
Pertama, sesuai pengharapan Yahudi, yang dimaksud dalam Lukas 2 adalah bukan tempat pengembalaan biasa, tetapi menunjuk kepada Migdal Eder, "menara Kawanan Domba" yang juga disebutkan dalam Targum Yonathan. Memiliki latar belakang Kejadian 35:16-22. Dalam Targum itu dikatakan:
Migdal Eder, Menara Kawanan Domba, tempat Raja Mesiah akan menyatakan diri-Nya pada hari-hari terakhir
(Targum Yonathan, Genesis 35:21; Alfred Edhersheim, The Life of Jesus The Messiah, Hendrickson Publisher, 1995, dikutip oleh: Bambang Noorsena, Refleksi Ziarah Tanah Suci, ISCS, hal. 216).
Diperjelas dalam Mishnah bahwa domba-domba yang dijaga di Migdal Eder adalah domba-domba yang akan dipergunakan dalam upacara di Bait Allah dan dalam jalan yang tertutup dikelilingi benteng. Sehingga domba-domba tersebut dibiarkan digembalakan baik pada musim panas ataupun hujan.
Kedua, secara umum biasanya pada musim dingin domba tidak digembalakan di padang. Namun apakah dunia ini tidak pernah mengalami hal-hal yang khusus? Seperti tidak selamanya pada bulan tersebut tidak turun hujan? Memang biasanya bulan Tebet (sekitar Desember-Januari) turun hujan, tetapi saat itu seperti yang disaksikan oleh Talmud: "Tahun yang baik pada bulan kesepuluh - Tevet - (Desember-Januari) tidak turun hujan" (Ta'anit 6b). Tidak ada yang mustahil bagi Allah (Lukas 1:37).
Dr. Thomas Chaplin dalam Palestinian Exploration, edisi Januari pertengahan 1883 melaporkan bahwa rata-rata curah hujan pada pertengahan bulan musim dingin di Palestina mencapai 4.718 inci pada bulan Desember; 5.479 inci pada bulan Januari dan 5.207 inci pada Pebruari. Tetapi ia juga mencatat bahwa pernah didapati angka curah hujan sangat mengejutkan: 0.490 inci pada bulan Desember; 1.595 inci pada bulan Januari dan langsung meningkat 2 kali lebih dingin dari biasanya hingga 8.750 inci pada Februari. (dikutip oleh Alfred Edhersheim, dalam The Life and Times of Jesus The Messiah, Hendrickson Publisher, 1995, pp. 130, dikutip Bambang Noorsena, Refleksi Ziarah Tanah Suci, ISCS, hal. 221).
Maka, dengan demikian Yesus Kristus, Allah yang inkarnasi, dimungkinkan lahir pada bulan Desember. Kalau ada theolog yang berteori "ketidak-mungkinan kelahiran pada bulan Desember," karena menurut mereka tidak mungkin ada gembala menggembalakan domba pada musim dingin. Itu biasanya dari theolog-theolog dalam mindset Barat yang membayangkan musim dingin di Eropa. Tapi mereka tidak memahami sejarah, tidak memiliki pengetahuan Semitik, mereka tidak mengerti ritual ibadah Yahudi dan keadaan di Betlehem dimana di sana terdapat Migdal Eder (Ibrani: מִגְדַּל־עֵֽדֶר - MIG'DAL-EDER), sebagai tempat yang khusus penyedia kawanan domba kurban untuk keperluan ibadah di Bait Allah di Yerusalem di sepanjang musim. Ingat bahwa Kekristenan bukan berasal dari Barat, tetapi dari Timur. Keperluan "kambing-domba" untuk korban dalam ibadah Yahudi ini selamanya akan berlangsung, selama Bait Allah itu berdiri, tidak peduli musim. Karena hampir dalam seluruh liturgi ibadah Yahudi itu menggunakan korban darah binatang. Selain itu, kita harus melihat sisi geografis Israek, secara keseluruhan, bahwa tidak semua wilayah Israel bersalju. Mungkin kita akan mendapati salju pada Gunung Hermon pada musim dingin. Kalupun ada salju di Betlehem Efrata, hal ini tetap dimungkinkan untuk adanya gembala yang menggembalakan domba bagi keperluan ritual Ibadah (band, Kejadian 31:38-40). Namun tidaklah mustahil bagi Allah (Lukas 1:37), bahwa pada hari Yesus Kristus lahir, seperti yang dituliskan dalam (Ta'anit 6b) bahwa tidak ada hujan di sekitar bulan Desember-Januari.
Kita kembali memandang bagaimana Migdal-Eder ini didirikan oleh Yakub di dalam masa perkabungannya itu. Yakub memasang kemahnya dan memelihara dombanya di seberang Migdal-Eder (Kejadian 35:21). Yakub yang berkabung atas kematian Rahel yang dicintainya itu, ia memasang kemahnya di "Migdal-Eder", sebuah tempat di mana di masa depan akan ada "Domba khusus" yang akan lahir untuk menghibur keturunan-Yakub. Dia akan dilahirkan sebagai Sang Anak Domba, korban Penghapus Dosa Dunia, dimana di suatu hari nanti digenapi bahwa Dia mengorbankan diri-Nya untuk dosa-dosa keturunan Yakub dan semua umat manusia. Dia akan mati menjadi Korban Tebusan di kota Allah, Yerusalem, dan akan bangkit dari kematian.
Sumber : SarapanPagi Biblika