Bahasa Arab Online

Bahasa Arab Online

Share

Bahasa Arab Bekal Memahami Dinul Islam.

26/06/2025

MA TAHFIDZ QUR'AN HARUN ASY-SYAFI'I YOGYAKARTA
Membutuhkan guru kimia dan matematika

07/11/2018

Info Buku Baru dan Berkualitas

Buku ini “Buku Lathaif Al-Qur’an Wal Arabiyyah Buku Pintar Qur’an Bahasa Arab” ,

Buku ini sangat baik digunakan untuk motivasi diri , materi khotbah, pengajian, kajian, muhadharah, training, sehingga ideal disampaikan kepada anak didik, santri, hafizh-hafizhah atau peserta pengajian sekaligus,”meminimalisasi kekeliruan” ketika menerjemahkan teks-teks Arabi.

Di tengah maraknya kegiatan tahfizh sekarang, buku ini sangat baik sebagai penyeiring. Agar kita semakin menjiwai makna Al-Qur’an, sekaligus bahasa Arab itu sendiri.

Semoga cinta kita terhadap Arab, Bahasa Qur’ani, semakin menggebu dan menjadikan motivasi hidup lebih menyala.

Buku ini untuk membangun peradaban dan keadaban.
Bahasa Arab sarat dengan motivasi. Bahkan sangat kaya motivasi. Sajak, pepatah dan syair-syairnya, full dengan motivasi. Dengannya kita bisa mengarungi kehidupan dengan lebih stabil dan kuat.
Bahasa Arab juga bahasa persahabatan , chatting dan juga bisnis.

Orang yang mengerti bahasa Arab akan lebih mengerti sisi-sisi keajaiban Bahasa yang digunakan Al-Qur’an, yakni bahas Arab yang fasih.

Harga Rp140.000

Untuk pemesanan bisa melalui wa

17/12/2017

"Maaf syaikh, saya gak sempat membuat tugasnya minggu ini", kata brother Yusuf kepada syaikh Muhammad, guru liqo Bahasa Arab yang berasal dari Yordania.

"Why brother Yusuf? Kenapa anda tidak mengerjakan tugas bahasa Arabnya, kita kan cuma belajar sekali seminggu?" tanya Syaikh Muhammad.

"Minggu ini saya sibuk sekali syaikh di kantor, sampai lembur, p**ang ke rumah, badan saya sudah capek", jawab brother Yusuf.

"Baiklah, minggu depan tolong dikerjakan tugas bahasa Arabnya ya", pinta Syaikh Muhammad.

"Insya Allah syaikh, saya akan kerjakan"

Minggu berikutnya brother Yusuf menyerahkan tugas bahasa Arabnya, sambil berkata,

"Sekali lagi saya minta maaf syaikh, tugasnya hanya setengah halaman, minggu ini anak saya mengajak jalan-jalan karena mereka sedang libur sekolah".

Syaikh Muhammad memandang mata brother Yusuf dengan kasihan sambil berkata "My brother, ana percaya dengan semua alasan yang antum bilang, tetapi kalau boleh saya katakan itu bukan alasan sebenarnya kenapa antum tidak bikin tugas bahasa Arab antum"

"Oh ya syaikh?", sepintas brother Yusuf malu dan merasa sedikit tersinggung.

Syaikh pun berkata,

"Iya, benar sekali, izinkan ana kasih tahu alasan sesungguhnya kenapa antum tidak membuat tugas, boleh kan?"

"Boleh syaikh, afwan"

"Alasan sesungguhnya kenapa antum sampai tidak membuat tugas adalah karena belajar bahasa Arab ini bukan prioritas yang penting buat antum, itulah alasan yang sebenarnya, sesederhana itu, kalau belajar bahasa Arab ini merupakan prioritas penting buat antum, antum pasti akan menyediakan waktu sedikit dari waktu yang banyak dalam seminggu yang antum punyai... Yang diperlukan hanyalah keinginan dan perhatian", ulas Syaikh Muhammad.

"Astaghfirullah, benar sekali yang antum bilang syaikh", timpal brother Yusuf yang sadar, bahwa alasan alasan yang pernah disampaikannya kepada gurunya Syaikh Muhammad sebenarnya hanyalah alasan-alasan yang tidak ada hubungannya dengan tugas bahasa Arab.

Syaikh Muhammad meneruskan,

"Saudaraku, tahu gak, itu juga yang sebenarnya kenapa umat Islam ini sekarang ini mundur, terbelakang, dan tertindas di tengah peradaban manusia di zaman sekarang ini, sementara Allah telah menyatakan mereka sebagai umat yang terbaik (QS. Ali Imran: 110), tetapi kenyataannya pada saat ini tidaklah demikian."

"Kenapa mereka tidak lagi menjadi terbaik? Sama alasannya dengan alasan antum, karena agama ini tidak lagi menjadi prioritas paling penting buat mereka. Jangankan untuk memperjuangkan tegaknya syari'at agama ini, untuk mempelajari bahasa agama mereka sendiri, mereka sangat segan dan malas sekali. Padahal mempelajari agama mereka dan memperjuangkan tegaknya Islam dalam kehidupan adalah untuk kebaikan diri mereka sendiri, sebagai timbangan pahala bagi mereka di akhirat nanti dan alasan bagi Allah untuk ridho kepada mereka, sehingga Allah memberikan kehidupan akhirat yang baik bagi mereka."

Brother Yusuf tercenung, karena dia merasakan kebenaran apa yang disampaikan gurunya ustadz Syaikh Muhammad.

"Jadi kalau antum mempunyai banyak alasan kenapa antum tidak bisa serius mempelajari bahasa Arab ini dan agama ini, alasan antum sama dengan alasan kebanyakan saudara-saudara kita Muslim saat ini, kenapa mereka tidak ikut berdakwah. Karena sesungguhnya agama ini bukan prioritas penting bagi mereka, yang menjadi prioritas penting bagi mereka adalah mendapatkan uang lebih banyak lagi, atau mendapatkan pangkat yang lebih tinggi lagi, atau tempat tinggal yang lebih bagus, atau bersenang-senang dengan keluarga, atau kenyamanan pribadi karena tidak mau diganggu dengan urusan yang tidak menguntungkan dunia mereka. Ya itulah yang menjadi prioritas paling penting bagi mereka, kehidupan dunia ini, bukan kehidupan akhirat, dan Allah telah memberitahu tentang hamba-Nya yang bersikap demikian di dalam firman-Nya:

"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai."
(QS. Ar Ruum: 7)."

"Ketahuilah saudaraku bahwa di hari penghisaban nanti, tidak ada satupun alasan yang diterima Allah atas orang-orang yang tidak menjadikan agama-Nya menjadi prioritas paling utama, karena Allah mengetahui hati hamba-Nya masing-masing atas apa sesungguhnya yang lebih mereka prioritaskan. "

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya mereka menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat)."
(QS. Al Insaan: 27).

"Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi."
(QS. Al A'laa: 16)

Brother Yusuf diam, dan hatinya menggigil membayangkan bahwa dia sesungguhnya tidak punya alasan apapun di hadapan Allah di hari penghisaban nanti kenapa dia tidak bersungguh-sungguh mempelajari firman-firman-Nya, sama halnya dengan tidak punya alasan dirinya kenapa dia tidak membela agama-Nya dan memperjuangkan tegaknya perintah-perintah-Nya. Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu hati hamba yang tidak menjadikan Allah dan agama-Nya sebagai prioritas utamanya, dan itulah hamba yang menjadikan kesenangan nafsu diri dan dunianya yang menjadi prioritas yang lebih tinggi daripada Allah Ta'ala dan agama-Nya.

Sahabat...

Jangan sampai kita menunggu sakaratul maut dimana Malaikat Maut yg datangnya tiba2 menjemput kita, baru kita menyadari betapa pentingnya mempelajari agama kita, dimana pintu taubat telah ditutup.
Na'udzubillahi mindzalik...

Penutup, Perhatikan ini baik baik:

"Pelajarilah bahasa Arab, karena itu adalah bagian penting dari agama kalian" [Umar bin khattab]

Semoga kita semua semangat untuk belajar bahasa arab

Baarakallahu Fiikum..

***

Jika kita belajar bahasa arab dengan buku ini, kira2 banyak yang tertarik tidak ya?

Ketik "LANJUT" dan share ya..

Jika banyak yang komen atau share, insyaallah akan kita bahas bukunya.

Klo mau pesan bukunya jg bs menghubungi ke

https://api.whatsapp.com/send?phone=6285227689848

Kami diskon 30% utk hrg bukunya, dengan syarat menyertakan kata kunci "Bahasa Arab Online" ketika pemesanan..

16/12/2017

Jika kita belajar bahasa arab dengan buku ini, kira2 banyak yang tertarik tidak ya?

Ketik "LANJUT" dan share ya..

Jika banyak yang komen atau share, insyaallah akan kita bahas bukunya.

Klo mau pesan bukunya jg bs menghubungi ke

https://api.whatsapp.com/send?phone=6285227689848

Kami diskon 30% utk hrg bukunya, dengan syarat menyertakan kata kunci "Bahasa Arab Online" ketika pemesanan..

07/01/2017

Kenapa harus belajar bahasa Arab? (bagian 1)

Mungkin masih banyak yang merasa tidak urgent belajar bahasa Arab sebagaimana belajar bahasa Inggris yang begitu intens..

Padahal sebagai seorang muslim, mempelajari bahasa Arab adalah syarat mutlak untuk bisa memahami agamanya.

Coba kita perhatikan, Al-Qur'an berbahasa Arab, Hadits Rasul ditulis dalam bahasa Arab. Ulama-ulama menuliskan kitab-kitabnya tentang Islam juga dalam berbahasa Arab. Lantas kita belajar agama Islam hanya dari buku terjemahan? Kan aneh, Padahal klo kita ingin belajar akan keduniaan, banyak dari kita yang merujuk pada buku induknya yang berbahasa Inggris.

Perlu diketahui, ternyata buku-buku terjemahan yang beredar sekarang, banyak diantaranya salah terjemahan. Terlebih lagi penerjemah muda yang hanya bangga jika terjemahannya dipublikasikan. Padahal bahasa Arabnya pas-pasan. Akibatnya, penerjemahan banyak yang keliru, pembaca pun ikut keliru, sehingga pemahamannya pun keliru. Lebih mengenaskan lagi ketika sang pembaca terlalu fanatik dengan pemahamannya yang keliru tadi. Sudah tahu salah, ngeyel lagi..

Sebagai contoh dalam sebuah buku, tertulis hadits yang diterjemahkan dengan terjemahan berikut

"Pada malam ini, aku dianugerahi anak, maka aku beri nama dengan Abu Ibrahim"

Teks haditsnya

ولد لي اليلة غلام فسميته باسم أبي ابراهيم

Ada yang salah?

Ya, kalimat terakhirnya, "Maka aku beri nama dengan Abu Ibrahim", seharusnya terjemahan yang benar, "Maka aku menamakannya dengan nama Ayahku, Ibrahim"

Ini hanya perkara sejarah, bagaimana jika perkara Aqidah? salah memahami, bisa salah jalan menuju surga Allah Ta'ala

Contoh lain, kalimat syahadat pertama Laa ilaaha illallah
Banyak yang menerjemahkan, "Tidak ada tuhan selain Allah"

Ini jika diteliti dalam bahasa indonesia saja sudah banyak salahnya, apalagi jika memakai kaidah bahasa Arab, bisa termasuk kesyirikan terjemahannya.

Dan celakanya, banyak yang memaknai kalimat tersebut dengan "Tidak ada tuhan selain Allah" dan terlalu fanatik dengan terjemahannya, sehingga ketika diberitahukan akan kekeliruannya, mereka tidak mau menerima. Semoga Anda tidak termasuk diantaranya.

Yang ingin mengetahui makna yang benar, bisa merujuk pada web kami,
http://badaronline.com/artikel/menilik-makna-yang-benar-dari-laa-ilaaha-illallah-dengan-kaidah-bahasa-arab.html

Ini salah satu akan pentingnya belajar bahasa Arab.

Sebenarnya membaca buku terjemahan boleh-boleh saja, namun kita tetap merujuk pada kitab aslinya, karena bisa jadi, terjemahannya ada yang keliru, ditambah-tambahi atau bahkan dikurangi oleh penerjemah atau penerbitnya yang bisa merubah makna atau pemahaman. Ini yang harus kita perhatikan.

04/01/2017

Suatu Faidah Dari Seorang Budaknya Ulama Nahwu Sibawaih

Dikisahkan bahwa ada seorang laki-laki hendak menemui Sibawaih bermaksud ingin menandinginya dalam ilmu Nahwu. Ternyata Sibawaih sedang tidak berada di rumah. Lalu budak perempuan Sibawaih keluar menemui lelaki tersebut. Kemudian ia berkata kepada budak itu, “Di mana tuanmu, wahai budak?” Budak perempuan itu pun menjawab:

فاء إلى الفيء فإن فاء الفيء فاء

“(Tuan) pergi ke suatu tempat (berteduh), jika bayangan sudah pergi (maksudnya jika matahari berada di atas kepala -pen) maka dia (akan) kembali.”
Mendengar tuturan seperti itu, lelaki itu pun berkata:

والله إن كانت هذه الجارية فماذا يكون سيدها

“Demi Allah, jika budaknya saja begini, bagaimana p**a dengan tuannya?!”

Lalu dia pun kembali (tidak jadi menantang -pen)

(Ditulis ulang dari majalah “Al-Hisbah”, No. 98, hal. 81)

***
Faidah yang dapat dipetik dari kisah tersebut:
1. Budak saja pintar Nahwu, kenapa kita yang merdeka malas bahkan tidak mau belajar Nahwu?

2. Kisah di atas menunjukkan bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang sarat makna. Perhatikanlah, bagaimana sang budak merangkai kalimat hanya dengan menggunakan satu sumber kata saja, yaitu الفيء (bagi bashriyyun dan yang sependapat dengan mereka) atau فاء (bagi kufiyyun dan yang sependapat dengan mereka).

3. Budak yang seperti ini termasuk yang diberi taufik oleh Allah, sehingga bisa beristifadah (mengambil manfaat) dari tuannya dari sisi ilmu. Sangatlah disayangkan -khususnya bagi para penuntut ilmu yang langsung meneguk ilmu dari sumbernya- tidak beristifadah dari para syaikh dan ‘alim yang berada di dekatnya, baik dari segi akhlak maupun ilmu. Wallaahul Muwaffiq.

4. Bahasa itu bukan monopoli orang-orang di kelas tertentu saja. Siapapun bisa menguasainya. Bahasa arab bukan monopoli orang-orang arab saja. Orang non-arab sekalipun tidak mustahil bisa menjadi ahli dalam bidang ini. Sungguh Sibawaih dan budaknya menjadi perumpamaan pada poin ini. Sibawaih bukan orang arab, namun dia adalah salah satu pakar tersohor dalam bahasa arab -bahkan menjadi rujukan utama-. Budaknya -yang jelas-jelas budak- walaupun di tengah-tengah kesibukan sebagai budak, namun tidak menghalanginya untuk berbahasa arab dengan sangat apik. Anehnya malah orang arab sendiri -kebanyakan- yang meninggalkan bahasa arab. Mereka lebih cenderung menggunakan bahasa ‘pasaran’ yang kebanyakannya menghilangkan/memangkas -bahkan mengganti/menukar- kaidah dalam bahasa arab. Semoga Allah memberi petunjuk dan taufik-Nya kepada kita semua untuk bisa belajar dan menerapkan bahasa arab dalam kehidupan kita.

28/12/2016

Bahasa Arab Adalah Media Kebahagiaan Yang Tiada Habis

Dalam ushul fikih disebutkan suatu kaidah

ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب
(Maa laa yatimmul waajibu illa bihi, fahuwa waajib)
"Segala hal yang mengantarkan terwujudnya suatu kewajiban, maka hal tersebut juga merupakan kewajiban"

Sehingga, ketika seseorang diwajibkan oleh Allah untuk memahami dan mempelajari Al-Qur'an, padahal Al-Qur'an itu sendiri menggunakan bahasa Arab. Maka mempelajari bahasa Arab hukumnya menjadi wajib.

Begitu p**a ketika seseorang ingin mendalami ilmu agama Islam, berbicara akan islam, mendakwahkan islam, maka ia tidak akan sempurna dan banyak kekeliruannya manakala tidak bisa bahasa Arab. Karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan para ulama di dalam menuliskan buku-bukunya.

Karena begitu pentingnya belajar bahasa Arab, Ibnu Taimiyah dalam bukunya Iqtidha shiratil mustaqim 1/207 mengatakan

(أعلم أن اعتياد اللغة العربية يؤثر في العقل والخُلُق والدين تأثيراً قوياً بيناً
ويؤثر أيضاً في مشابهة صدر هذه الأمة من الصحابة والتابعين ، ومشابهتهم تزيد العقل والدين والخلق ، وأيضاً اللغة العربية من الدين ، ومعرفتها فرض واجب ، فإنّ فَهْمَ الكتاب والسنة فرض ،ولا يفهم إلا بفهم اللغة العربية ، ومالا يَتِمّ الواجب إلا به ، فهو واجب ، )

"Ketahuilah, bahwa dengan membiasakan diri dalam berbahasa, sedemikian kuat pengaruhnya terhadap akal, tingkah laku, dan agama. Juga, sedemikian kuat memberikan pengaruh dalam menyerupai para angkatan pemula umat ini, yaitu para sahabat dan tabi'in. Dan dengan menyerupai mereka, menambah ketajaman akal, agama dan moral. Juga, bahasa Arab itu sendiri merupakan bagian dari agama, maka menguasainya adalah Fardhu 'Ain. Memahami Al-Qur'an dan Hadits adalah sebuah kewajiban, dan tidak bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Maka segala sesuatu yang mengantarkan terlaksananya sebuah kewajiban adalah wajib"

Agama adalah jalan kebahagiaan di dunia sekaligus di akhirat. Sehingga, semakin seseorang mengerti agamanya, maka kebahagian tersebut akan mudah diraihnya.

Ketika seseorang telah terobsesi untuk beragama dengan baik, pada hakikatnya ia tengah mengarungi kebahagiaan tanpa batas. Dan tentunya, tidak mungkin seseorang bisa beragama dengan baik tanpa mengetahui bahasa Arab sebagai alatnya.

Masih merasa malas untuk mempelajari bahasa Arab?

Referensi: "Al-Basith, Ensiklopedi Lengkap Kuasai Bahasa Arab"



***

Insyaallah awal bulan depan, Januari 2017, kami akan memulai pelajaran bahasa arab kembali, dengan menggunakan buku panduan "Al Basith Ensiklopedi Bahasa Arab" dan buku "Cepat Menguasai shorof"

Yang ingin mengikuti atau berkontribusi dalam program ini, bisa membeli kedua buku ini, cukup dengan harga Rp75.000, bisa mendapatkan kedua bukunya (Blm termasuk ongkos kirim).

Pemesanan melalui sms/wa : 085227689848

28/12/2016

Bahasa Arab Adalah Bahasa Pemersatu Umat

Dalam satu kesempatan, penulis berbincang-bincang dengan salah satu pensyarah dari Universitas Cairo, Mesir. Saat itu, beliau akan mengisi seminar internasional tentang kebudayaan Arab di negara kita. Saat itu, penulis memang beliau undang untuk hadir dalam acara tersebut. Ada hal unik di tengah perbincangan hangat itu. Beliau menyampaikan bahwa selayaknya bahasa amiyah (pasaran) Mesir menjadi bahasa Arab yang digunakan secara resmi di dunia Arab. Ketika penulis tanyakan, “Mengapa harus demikian? Bukankah tiap-tiap negara Arab memiliki bahasa amiyahnya masing-masing?” Beliau menjawab, “Lho, bukankah kami (Mesir) punya Lembaga Bahasa Arab Internasional?[1] Mungkin saja itu terjadi.” Penulis balik bertanya, “Lalu, bagaimana dengan Al-Qur’an? Bukankah Al-Qur’an turun dalam bahasa Arab fushah? Jika bahasa Arab Amiyah Mesir dijadikan standard bahasa Arab, apa jadinya nanti?”

Begitulah kira-kira isi perbincangan kami. Dengan pertanyaan penulis yang terakhir ini, pensyarah itu pun gugup dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Pembaca mulia, meninggalkan bahasa Arab fushah (fasih / resmi) merupakan suatu musibah bagi kaum muslimin. Bagaimana kaum muslimin yang tersebar di berbagai penjuru dunia bisa bersatu jika mereka enggan mempelajari dan menggunakan bahasa pemersatu mereka, bahasa Arab? Yang lebih berbahaya dari itu adalah jika bahasa fushah ditinggalkan, akan berakibat pada semakin jauhnya kaum muslimin dari pemahaman Islam yang benar. Mengapa bisa demikian? Ini karena bahasa syariat Islam adalah bahasa Arab. Al-Qur’an, hadits, dan kitab-kitab para ulama besar ditulis dengan bahasa Arab. Lalu, bagaimana mungkin kita bisa memahami Islam jika kita tidak paham bahasa Arab? Tidakkah kita ingat bahwa sebab disusunnya ilmu kaidah tata bahasa Arab (oleh Abul Aswad Ad-Duali atas perintah Ali bin Abi Thalib) bermula dari kesalahan lisan orang Arab dalam menuturkan bahasa fushah?[2]

Benarlah Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah yang berkata, “Tanda keimanan orang non Arab adalah cintanya terhadap bahasa arab.” (via Ibnu Taimiyyah, Iqtidha’Shiratahal Mustaqiem).

Coba perhatikan dengan seksama, betapa cerdasnya Imam Ahmad. Bagaimana mungkin kita mengaku cinta Islam, jika kita tidak mempelajari ilmu-ilmu Islam. Lalu, bagaimana mungkin kita bisa mempelajari ilmu-ilmu Islam, jika bahasa agama Islam saja tidak kita kuasai. Maka, janganlah heran jika saat ini banyak dijumpai aliran-aliran sesat dan pemikiran-pemikiran menyimpang. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya da’i, ustadz, Kyai, cendekiawan muslim, murabbi, atau sekadar pelajar kampus yang berbicara Islam, tetapi ia sendiri buta bahasa Arab. Kondisi ini, persis seperti yang disinggung oleh Imam Asy-Syafi’i rahimahullah. Beliau berkata,

“Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konnsep Aristoteles. (via Adz-Dzahabi , Siyaru A’lamin Nubala, 10/74).

Kasus di atas juga mengingatkan penulis pada kondisi yang terjadi di Khurasan zaman dulu. Kondisi ini diceritakan Ibnu Taimiyyah dalam kitab beliau Iqtidha’ Shirathil Mustaqim. Dulu, Khurasan adalah wilayah yang berbahasa Persia. Ketika kaum muslimin generasi awal datang ke tempat tersebut, mereka membiasakan bahasa Arab pada penduduk Khurasan sehingga penduduk di seluruh wilayah baik yang sudah muslim maupun kafir menjadi penutur bahasa Arab. Namun, lambat laun penduduk Khurasan semakin lama semakin menyepelekan bahasa Arab dan membiasakan kembali bahasa nenek moyang mereka, bahasa Persia. Akhirnya penduduk tersebut berbahasa Persia kembali.”

Hal di atas mirip dengan di tanah air kita. Negara kita adalah negara berpop**asi muslim terbesar di dunia. Namun, lihatlah, betapa banyak orang-orang tua lebih bangga jika anaknya menguasai bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Perancis, atau Mandarin daripada bahasa Arab. Tidak tanggung-tanggung, orang tua rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit agar anaknya menguasai bahasa asing. Bahkan, banyak orang tua memberi dukungan penuh apabila anaknya kuliah di negara-negara kafir dengan standar pengajaran bahasa Inggris.

Memang, belajar bahasa asing bukanlah hal yang terlarang, bahkan bisa bernilai ibadah jika bahasa asing tersebut digunakan untuk dakwah Islam dan hal yang bermanfaat. Kita tentu tidak lupa bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintah Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa Suryani (lih. Riwayat Ahmad: 182/5). Nabi juga pernah memerintah Zaid bin Tsabit tuntuk mempelajari bahasa Yahudi. (lih. Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Hakim). Namun, sebelum kita ikut-ikutan Zaid bin Tsabit mempelajari bahasa asing, sudahkah kita menguasai bahasa agama kita, bahasa Arab? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. Bahasa merupakan syiar terbesar umat-umat, karenadengan bahasa dapat diketahui ciri khas masing-masing umat.” (Iqtidho` Shirotil Mustaqim).

Maka, seharusnya bagi kita senantiasa mencamkan dengan baik bahwa bahasa Arab telah Allah pilih sebagai bahasa Al-Qur’an yang turun sebagai petunjuk bagi semua manusia. Ingatlah bawah Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Q.S. Yusuf: 02).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

“Oleh karena itu, memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.” (Iqtidho` Shirotil Mustaqim).

Di Mana Rasa Malu Kita?

Coba perhatikan, sebagian penjajah dari bangsa asing, mengajarkan bahasa mereka kepada penduduk lokal. Sekarang, kita bisa lihat hasilnya.Penduduk di negara-negara bekas jajahan Perancis dapat berkomunikasi dengan bahasa Perancis, meskipun itu adalah negara muslim Arab, seperti Al-Jazair di Afrika Utara. Penduduk di negara bekas jajahan Spanyol di Amerika Selatan, seperti Argentina, Venezuela, Peru, Bolivia dan sekitarnya juga fasih berbahasa Spanyol. Belum lagi Inggris yang memiliki daerah bekas jajahan yang luas sehingga bahasa Inggris menjadi bahasa internasional. Mereka adalah para penjajah yang memiliki perhatian bahasa sehingga pengaruhnya masih terasa sampai sekarang. Kemudian, bandingkan p**a dengan negara kecil, yaitu Jepang. Dengan fanatisme bahasa Jepang yang demikian tinggi, dan tidak menjadikan bahasa Inggris sebagai prioritas bagi penduduk Jepang, ditambah semangat ekspansi industri dan teknologi yang besar, mereka mampu berpengaruh dalam teknologi, industri, dan perekonomian dunia.

Nah, baru-baru ini dalam laporan studi demografi, disebutkan bahwa perkiraan jumlah pop**asi muslim di dunia adalah 1,57 milyar dengan perkiraan sebaran 60% di Asia, 20% di Timur Tengah, dan 20% sisanya di Afrika[3]. Namun, berapa banyak dari jumlah tersebut yang berkomunikasi dengan bahasa Arab? Tidak sadarkah kita, dengan fakta di atas bahwa bangsa-bangsa kafir menguasai dunia bermula dari kebanggaan mereka dengan bahasa mereka? Bagaimana kita bisa maju di tengah peradaban dunia jika kita tidak bisa menunjukkan identitas, jati diri, dan syiar bahasa pemersatu kita? Bagaimana kita bisa saling berkomunikasi dan bahu membahu bekerja sama satu sama lain dengan sesama saudara muslim yang tersebar di Arab, Afrika, Eropa, dan Amerika jika kita tidak menguasai bahasa Arab? Apakah kita akan berkomunikasi dengan sesama muslim di negara lain terus menerus dengan bahasa Inggris? Di mana rasa malu kita?

Abu Muhammad Al-‘Ashri

[1] Yang beliau maksud adalah Al-Majma’ Al-Lughah Al-Arabiyyah, Academy of the Arabic Language in Cairo.

[2] Lihat dalam Al-Qawaa’idul Asaasiyah lil Lughotil Arobiyah, Al-Hasyimi, bagian muqaddimah.

[3] “Mapping the Global Muslim Pop**ation”. PewForum.org The report, by the Pew Forum on Religion and Public Life, took three years to compile, with census data from 232 countries and terrotories. Retrieved 2009-11-08.

Sumber: http://badaronline.com/artikel/bahasa-pemersatu.html

27/12/2016

Merasa sulit untuk mempelajari bahasa arab? Sudah pernah berdoa untuk dimudahkan belajar bahasa arab?

Berikut beberapa doa yang bisa dipakai agar dimudahkan mempelajari bahasa arab.

اللهم فقهني في الدين و علمني اللغة العربية
(Allahumma faqqihnii fiddiini wa 'allimnii al-lughoatal 'arobiyah)
"Ya Allah jadikanlah aku fakih dalam masalah agama, dan jadikanlah aku 'alim dalam bahasa arab"

"اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا وانت تجعل الحزن اذا شئته سهلا"
(Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahla, wa anta taj'alul huzna idza syi`tahu sahla"
"Ya Allah tiada kemudahan selain yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan sesuatu yang mudah, jika Engkau berkenan"

اللهم إني أسألك علما نافعا و رزقا طيبا و عملا متقبلا
(Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an wa rizqon thoyyiban wa 'amalan mutaqobbalan)
"Ya Allah aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amalan yang diterima"

Sudah berapa kalikah kita memanjatkannya?

***
Insyaallah awal bulan depan, Januari 2017, kami akan memulai pelajaran bahasa arab kembali, dengan menggunakan buku panduan "Al Basith Ensiklopedi Bahasa Arab" dan buku "Cepat Menguasai shorof"

Yang ingin berkontribusi dalam program ini, bisa membeli kedua buku ini, cukup dengan harga Rp75.000, bisa mendapatkan kedua bukunya (Blm termasuk ongkos kirim).
Pemesanan melalui sms/wa : 085227689848

Photos 26/12/2016

Kenapa harus ragu belajar bahasa arab?

Sungguh banyak keistimewaan dari bahasa yang satu ini, banyak hal yang didapatkan ketika seseorang mempelajarinya.

apa sajakah itu? berikut kami sertakan beberapa pujian-pujian terhadap bahasa arab

لغـة إذا وقعت على أكبــادنا

كانت لنـــا بردًا علــى الأكباد

وتظـــــل رابطة تؤلف بيننا

فهي الرجـــاء لناطق بالضــــاد

"Bahasa yang jika menyentuh hati kami, Ia menjadi penyejuk, Penghubung yang menyatukan diantara kami, Dia sang harapan bagi yang melafalkan Dhad (Arab)" (Penyair Lebanon Halim Damus)

اللغة العــــربية تفوق سائر اللغات رونقا ويعجـــز اللسان عن وصف محـــــــاسنها

"Bahasa Arab selalu melebihi bahasa lain dalam keindahannya, Dan lisan kehabisan kata-kata untuk melukiskan keindahannya" (Carol Nelino, Italia)

تعَلَّمُوا الْعَرَبِيَّةَ فَإِنَّهَا تُنْبِتُ الْعَقْلَ وَتَزِيدُ فِي الْمُرُوءَةِ

"Pelajarilah Bahasa Arab, Sebab Ia dapat meningkatkan kehormatan" (Umar Bin Khattab)

ان للعـــــربية لينا و مرونة يمكنانها من التكيف وفقا لمقتضيات العصر

"Bahasa Arab mempunyai Fleksibilitas dan keluwesan yang memungkinkan untuk melakukan inovasi sesuai tuntutan masa" (William Werlk)

برعايتها الربانيَّة وفضائلها القرآنيَّة

ستظل اللغة العربية سيدةَ لغات الأكوانِ

"Dengan pengawasan Sang Pencipta dan keutamaan Qur'ani, Bahasa Arab akan terus merajai Dunia"

*Sumber : Buku Al-Basith Ensiklopedi Bahasa Arab*

# # #

Insyaallah awal bulan depan, Januari 2017, kami akan memulai pelajaran bahasa arab kembali.

Yang ingin berkontribusi dalam program ini, bisa membeli kedua buku panduan ini, cukup dengan harga Rp75.000, bisa mendapatkan kedua bukunya (Blm termasuk ongkos kirim).

Pemesanan bisa melalui sms/wa : 085227689848

Want your school to be the top-listed School/college in Yogyakarta City?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Dusun Sakaran RT 5, Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul
Yogyakarta City
55194