31/05/2026
yang sejati tidak perlu buru-buru meninggikan diri, Buddha menemukan pencerahan justru saat menyentuh bumi
selamat trisuci waisak ...
A master's program in religious studies at the Graduate School of Interdiciplinary Studies, Universi
The Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) at the Graduate School, Gadjah Mada University, in Yogyakarta, Indonesia, was established in 2000 as the only interdisciplinary academic program focusing on religious studies at a non-religiously affiliated university in Indonesia. Students and faculty at CRCS come from diverse religious and disciplinary backgrounds, creating an environmen
31/05/2026
yang sejati tidak perlu buru-buru meninggikan diri, Buddha menemukan pencerahan justru saat menyentuh bumi
selamat trisuci waisak ...
25/05/2026
ayo, upgrade skill menuju curhaters profesional keagamaan ....
23/05/2026
go grab your seat, get a taste of crcs class!
19/05/2026
Yes, this intersession semester, our classes are open for public!
DM for further inquiries ..
18/05/2026
How should Borobudur be understood?
In this session, Hudaya Kandahjaya invites us to move beyond fragmented interpretations and speculative readings of the world’s largest Buddhist monument. Through rigorous methodology and decades of research, he reexamines Borobudur as a coherent, harmonious masterpiece—one that reflects the profound knowledge, vision, and intellectual sophistication of its creators.
Join this thought provoking discussion at . We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
12/05/2026
Not all resistance is loud.
Sometimes it begins with women gathering by the shore and deciding the sea must survive. In Misool, women move within the rules of sasi and slowly change them from within. They protect marine territories, sustain livelihoods, and face climate uncertainty together.
Join in this inspiring discussion at . We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
12/05/2026
N A M A
Terlahirlah seorang anak, dia diberi nama Mulyono. Karena sakit-sakitan, nama anak itu pun diganti. Singkat cerita, anak itu tumbuh sehat dan sukses menjadi salah satu punggawa di negeri ini. Urusan ganti nama ternyata bukan sekadar mengganti urutan huruf menjadi kata baru. Nama adalah mantra yang menentukan makna dan gerak semesta. Kota berganti nama seiring titah penakluknya; Negara beralih asma sebagai simbol mencerabut akar kolonialnya. Singkatnya, menamai adalah juga upaya menguasai. Dalam logika yang sama, ketika banyak rakyat memanggil seseorang dengan nama kecilnya yang sakit-sakitan, upaya satir ini dapat dibaca sebagai rengekan ilahiah untuk merebut kembali nasib dan rasa percaya. Karena nama adalah doa.
Simak kontempelasi atas nama dengan penguasaan atas alam hanya di situs web crcs.
12/05/2026
T U T U P
Alkisah di sebuah negeri, para makhluknya berdebat tentang nama sebuah tutup. Yang satu berkata, kata yang biasa digunakan masyarakat untuk menyebut tutup itu kurang kalcer. Ia mengusulkan sebuah kata yang berasal dari negeri jazirah panas tempat tutup itu kondang. Seiring waktu, kata ala jazirah itu dianggap kurang relijiyes, kurang merasuk. Akhirnya, sebuah kata asing baru mulai digunakan agar penyebutan tutup itu punya aura surgawi. Kini, kata asing surgawi itu dianggap kurang presisi, lalu ributlah para makhluk itu mencari kata surgawi lain yang menjamin terbukanya pintu surga.
Simak cerita lain tentang tutup dari ini hanya di situs web crcs.
04/05/2026
What if farming could become a religion of care?
For Muslim and Catholic organic paddy farmers, growing rice is more than producing food. It is an act of respect—for the earth, for living creatures, and for God. Though they come from different faiths, they share one simple calling: to protect the land that gives life. Can organic agriculture become a bridge between religions?
Join Sr. Fransisca Y. Sri Winarsih, FCJ, in this thought-provoking discussion at . We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
29/04/2026
Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?
Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.
Kami tunggu ya.
| Monday | 08:00 - 16:00 |
| Tuesday | 08:00 - 16:00 |
| Wednesday | 08:00 - 16:00 |
| Thursday | 08:00 - 16:00 |
| Friday | 08:00 - 15:00 |