Gerakan Islam Bersatu

Gerakan Islam Bersatu

Share

14/09/2025

سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر ولا حول ولا قوه الا بالله العلي العظيم

Photos 29/11/2016



"Salah satu cara untuk menghormati hidup Kita, adalah dengan menghargai waktu." - Unknown

Photos 25/11/2016



"Kamu Boleh Mengunjungi Hatiku. Bahkan mengizinkanmu untuk menetap didalamnya. Tapi itu berlaku, ketika dirimu 'sebagai sosok yang kusebut suami'. "

- Ukhti ZahRatush*ta

Tunggu apalagi, Buruan dihalalin!! :)

Photos 23/11/2016



"Belajarlah bersyukur dan Jauhkan diri dari s**a mengeluh, karna Orang yang pandai bersyukur akan selalu bersyukur dalam segala situasi. Orang yang s**a mengeluh akan terus mengeluh, meskipun ia sesungguhnya tinggal di surga."

Mari Bangkit Kembali Wahai SaudaraKu!!
Semoga Bermanfaat.

-Ustadzah Diana

Photos 04/11/2016

Menurut beberapa sumber :

Korban pembantaian sudah mencapai 15.000, dan ±21 Masjid telah dibakar!

Photos 29/10/2016

"Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari
Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. Ali Imran: 126)

Photos 29/10/2016

A Hero of Aleppo Battle

Abu Zainab, demikian teman-temanya memanggil. Masih belia usianya. Di negeri kita abu zainab masih tercatat menjadi siswa SMA. Yang terpikir oleh kita untuk anak seusianya adalah sekolah, bermain, bersenang senang umumnya kebanyakan anak muda.
Abu Zainab berada pada kondisi berbeda.

Dia berada pada lingkungan peperangan. Di mana setiap laki-laki yang sanggup memanggul senjata harus bersedia maju ke medan laga. Begitu halnya Abu Zainab, dengan bersegera dan penuh semangat dia menceburkan diri ke medan jihad. Belia usia tidak membuatnya tertinggal melakukan pembelaan terhadap kehormatan islam dan kaum muslimin.

Hari ini di medan pertempuran pembebasan Aleppo ia tunjukkan sikap nan perwira. Maju menggempur tanpa surut selangkahpun. Dan Abu Zainab terpilih gugur dengan ksatria setelah meregang nyawanya diterjang peluru musuh,. Rahimahullah wa taqabbalah minasy syuhada, semoga Allah menyayangi dan menerimanya dalam barisan syuhada.

Photos 20/10/2016

Cinta dunia adalah kegelapan
Lenteranya adalah Taqwa

Kubur adalah kegelapan
Lenteranya adalah Amal Shaleh

Akhirat adalah kegelapan
Lenteranya adalah Laa ilaha illah

18/10/2016

Cinta Dunia dan Takut Mati

Semua tentu takut menghadapi kematian. Apalagi kita yakin bekal kita masih kurang untuk menghadapinya. Namun ada rasa takut akan kematian yang tercela dan ada p**a yang tidak tercela. Yang tercela bila rasa takut tersebut didasari akan cinta yang berlebihan pada dunia sehingga melupakan akhirat.

Hadits “Suka Berjumpa dengan Allah”
Dalam hadits dari ‘Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ ». فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ أَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ فَكُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ فَقَالَ « لَيْسَ كَذَلِكِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا بُشِّرَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ وَرِضْوَانِهِ وَجَنَّتِهِ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ وَسَخَطِهِ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ »
“Barangsiapa s**a berjumpa dengan Allah, Allah juga mencintai perjumpaan dengannya. Sebaliknya barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, Allah juga membenci perjumpaan dengannya.” Kontan ‘Aisyah berkata, “Apakah yang dimaksud benci akan kematian, wahai Nabi Allah? Tentu kami semua takut akan kematian.” Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– lantas bersabda, “Bukan begitu maksudnya. Namun maksud yang benar, seorang mukmin jika diberi kabar gembira dengan rahmat, keridhoan serta surga-Nya, ia s**a bertemu Allah, maka Allah pun s**a berjumpa dengan-Nya. Sedangkan orang kafir, jika diberi kabar dengan siksa dan murka Allah, ia pun khawatir berjumpa dengan Allah, lantas Allah pun tidak s**a berjumpa dengan-Nya.” (HR. Muslim no. 2685).

Para ulama menggolongkan takut akan kematian menjadi dua macam:
1- Takut yang tidak tercela, yaitu takut mati yang sifatnya tabi’at yang setiap orang memilikinya.
2- Takut yang tercela, yaitu takut mati yang menunjukkan tanda lemahnya iman. Takut seperti ini muncul karena terlalu cinta pada dunia dan tertipu dengan gemerlapnya dunia sehingga banyak memuaskan diri dengan kelezatan dan kesenangan tersebut.

Inilah yang disebutkan dalam hadits dengan penyakit wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati.
Hadits tentang penyakit wahn,
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).

Cinta dunia dan takut mati di sini adalah dua hal yang saling melazimkan. Itu berarti jika seseorang tertipu dan terlalu cinta pada dunia, maka ia pun begitu khawatir pada kematian. Lihat pembahasan dalam ‘Aunul Ma’bud. Inilah yang membuat rasa takut terhadap kematian itu tercela.
“Sebab Lemahnya Kaum Muslimin“.

Mengingat Mati

Namun mengingat mati sebenarnya suatu yang dituntut pada setiap orang. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani). Yang dimaksud adalah kematian. Kematian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).
Kita juga dapat mengambil pelajaran dari ayat,
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2). Dalam Tafsir Al Qurthubi disebutkan bahwa As Sudi berkata mengenai ayat ini, yang dimaksud orang yang paling baik amalnya adalah yang paling banyak mengingat kematian dan yang yang paling baik persiapannya menjelang kematian. Ia pun amat khawatir menghadapinya.

Faedah Mengingat Mati

1- Mengingat kematian adalah termasuk ibadah tersendiri, dengan mengingatnya saja seseorang telah mendapatkan ganjaran karena inilah yang diperintahkan oleh suri tauladan kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2- Mengingat kematian membantu kita dalam khusyu’ dalam shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه
“Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadits ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani)
3- Mengingat kematian menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah. Karena barangsiapa mengetahui bahwa ia akan menjadi mayit kelak, ia pasti akan berjumpa dengan Allah. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya didunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban.
4- Mengingat kematian akan membuat seseorang memperbaiki hidupnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه
“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani).
5- Mengingat kematian membuat kita tidak berlaku zholim. Allah Ta’ala berfirman,
أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ
“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.” (QS. Al Muthoffifin: 4). Ayat ini dimaksudkan untuk orang-orang yang berlaku zholim dengan berbuat curang ketika menakar. Seandainya mereka tahu bahwa besok ada hari berbangkit dan akan dihisab satu per satu, tentu mereka tidak akan berbuat zholim seperti itu.

Lihat selengkapnya mengenai Faedah Mengingat Mati.
Nasehat Imam Ad Daqoq
Imam Qurthubi menyebutkan dalam At Tadzkiroh mengenai perkataan Ad Daqoq mengenai keutamaan seseorang yang banyak mengingat mati:
1- menyegerakan taubat
2- hati yang qona’ah (selalu merasa cukup)
3- semangat dalam ibadah
Sedangkan kebalikannya adalah orang yang melupakan kematian, maka ia terkena hukuman:
1- menunda-nunda taubat
2- tidak mau ridho dan merasa cukup terhadap apa yang Allah beri
3- bermalas-malasan dalam ibadah.
Semoga Allah menghindarkan kita dari penyakit cinta dunia dan takut mati.

Photos 16/10/2016

SIFAT-SIFAT SEORANG KOMANDAN

💧 Al-Imam Ahmad bin Ishaq As-Surmari (salah seorang guru Al-Imam Al-Bukhari. Semoga Allah merahmati keduanya) adalah seorang ksatria kaum muslimin di zamannya, di samping juga seorang yang zuhud, ahli ibadah dan berilmu.

💧 Suatu hari, beliau dikejar dan dikeroyok oleh 50 ksatria berkuda musuh, dan beliau mampu membunuh 49 dan sengaja membiarkan satu orang untuk menceritakan peristiwa itu kepada panglima mereka.

💧 Diantara pesan beliau kepada para komandan,

🔰 يَنْبَغِي لِقَائِدِ الغُزَاةِ أَنْ يَكُوْنَ فِيْهِ عَشْرُ خِصَال ٍ:

🔰 Hendaklah seorang komandan pas**an itu memiliki 10 sifat :

1⃣ أَنْ يَكُوْنَ فِي قَلْبِ الأَسَدِ لاَ يَجْبُنُ،

1⃣ Mempunyai hati singa, tak kenal takut,

2⃣ وَفِي كِبْرِ النَّمِرِ لاَ يَتَوَاضَعُ،

2⃣ Berwibawa bagai harimau, tak pernah merendahkan diri,

3⃣ وَفِي شَجَاعَةِ الدُّبِّ يَقْتُلُ بِجَوَارِحِهِ كُلِّهَا،

3⃣ Dalam keberanian bak beruang, membunuh dengan menggunakan seluruh anggota tubuhnya,

4⃣ وَفِي حَمْلَةِ الخِنْزِيرِ لاَ يُوَلِّي دُبُرَهُ،

4⃣ Menerjang seperti babi, terus maju tak pernah berbalik arah,

5⃣ وَفِي غَارَةِ الذِّئْبِ إِذَا أَيِسَ مِنْ وَجْهٍ أَغَارَ مِنْ وَجْهٍ،

5⃣ Serangannya bak serigala, jika gagal dengan satu cara, menyerang dengan cara lain,

6⃣ وَفِي حَمْلِ السِّلاَحِ كَالنَّمْلَةِ تَحْمِلُ أَكثَرَ مِنْ وَزْنِهَا،

6⃣ Dalam memikul senjata bagai semut, membawa beban yang lebih berat dari tubuhnya,

7⃣ وَفِي الثَّبَاتِ كَالصَّخْرِ،

7⃣ Dalam keteguhan seperti batu,

8⃣ وَفِي الصَّبْرِ كَالحِمَارِ،

8⃣ Dalam kesabaran bagaikan keledai,

9⃣ وَفِي الوَقَاحَةِ كَالكَلْبِ لَوْ دَخَلَ صَيْدُهُ النَّارَ لَدَخَلَ خَلْفَهُ،

9⃣ Ngotot seperti anjing, andai mangsanya masuk ke dalam api, ia akan mengejarnya masuk,

🔟 وَفِي التِمَاسِ الفُرْصَةِ كَالدِّيْكِ.

🔟 Dan dalam kecerdikan mencari peluang, bagaikan ayam jantan.

💧 Meskipun garang dalam perang, namun beliau lembut dalam kehidupan sehari-hari.
Putranya, Abu Sofwan, berkata,

دَخَلْتُ عَلَى أَبِي يَوْماً، وَهُوَ يَأْكُلُ وَحَدَهُ، فَرَأَيتُ فِي مَائِدتِهِ عُصْفُوراً يَأْكُلُ مَعَهُ، فَلَمَّا رَآنِي طَارَ.

“Aku menemui ayahku suatu hari saat beliau sedang makan sendirian. Kulihat di atas tempat makannya seekor burung pipit makan bersamanya, ketika burung itu melihatku, ia pun terbang.”

Rahmat Allah untukmu, wahai Imam ..

[Siyar ‘Alam An-Nubala, Al-Imam Adz-Dzahabi, 13/36-37]

Photos 15/10/2016

Ulama Yaman VS Seorang Liberal

Suatu ketika Imam Al Baihani pernah diajak diskusi oleh seorang liberal. Si liberal menyeru kepada pemikirannya tentang kesetaraan gender. Sebuah pemikiran nyleneh yang menyamakan antara laki-laki dan perempuan. Kedudukan mereka harus sama dalam segala hal, tidak dibedakan satu dengan yang lain.

Si liberal pun mulai menjelaskan pemikirannya tentang hal ini. Ia berbicara panjang lebar, sedangkan Al Baihani diam mendengarkan. Setelah selesai, Al Baihani berkata kepadanya, “Sudah selesai kan penjelasannya, sekarang diamlah!” (Al Baihani menggunakan kata ganti perempuan dalam bahasa Arab untuk menyuruhnya diam)

Pria liberal itu langsung marah, lalu berkata, “Apa… Kamu menyuruhku diam menggunakan kata ganti perempuan?”

Dengan tenang Imam Al Baihani pun menjawab, “Nah… Dari tadi kamu kan ngomong panjang lebar tentang persamaan gender. Terus kenapa sekarang kamu ndak mau disamakan?”

Ia pun langsung terdiam tak sanggup laki berkata-kata. Para hadirin yang melihat diskusi itupun tak sanggup lagi menahan tawa.

Want your school to be the top-listed School/college in Yogyakarta City?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Yogyakarta City