Menurut Riwayat orang-orang terdahulu bahwa Simbah Soikromo (Ahmad Salim) pada waktu itu mempunyai anak pertamahingga nomer lima (5) itu perempuan semua dan pada waktu Simbah Soikromo putri melahirkan anak kelima (5) , simbah Soikromo Kakung sedang berada di sawah sebelah barat Pacetan, dan beliau diberitahu bahwa Simbah Soikromo Puti melhirkan anak yang keliam supaya pulang ke Ngrukem, beliau ber
tanya: “ bayine lanang opo wadon? “, dijawab oleh yang memberikabar tersebut bahwa yang lahir putri. “ Lha wis lahir opo durung?”, sampun, jawabnya. Kemudian beliau bilang : “ Besuk yen aku duwe anak lanang arep ora tak kongkon ono sawah, arep tak pondokke ono ing Pondok Pesantren”. Maka karena yang lahir nomer enam dan tujuh, Simbah H. Ahmad Dahlan, yang keduanya adalah anak laki-laki maka beliau-beliau di Pondokkan di Pondok Pesantren Kanggotan Wonokromo Pleret serta merupakan pemula anak Ngrukem yang belajar di Podok Pesantren. Sesudah Dewasa keduanya dinikahkan dengan putrinya Simabh Ahmad Sholeh, Bantul yang menjadi guru ngaji Al-Qur’an di Ngrukem. Abdul Manan mengajar anak-anak perempuan di ngrukem dan sekitarnya seperti Ny. H. Dakilah Zainuri, Ny juwriyah dan sebagainya.dan Bapak H. Ahmad Dahlan mengajar Al Qur’an anak-anak putra Ngrukem dan sekitarnya antara lain : Bp. HM. Chamdahi, Bp. Muh Badawi, Bp. Muh Hisyam, Bp. Zainuri dan sebagainya. Karena Simbah Soleh itu semula petugas yang diangkat oleh Kepenghuluan Bantul yang sekarang Kantor Departemen Agama Kab. Bantulyang bertempat di sebelah tengga Parasamya Bantul waktu itu menjadi merbot ( tukang Adzan dan memukul bedug) Masjid Jamasba Bantul karena sudah berumur tua ± 70 Tahun diberhentikan dengan hormat oleh Penghulu Bantul, Bp. Suyuti ayah dari Bp. Zahrowi Suyuti SH dengan diberi pesangon sejumlah uang yang dapat untuk membeli sawah sekitar dusun Ngimbang 2 petak 650 m2 dan 750 m2 ( 65 lobang dan 75 lobang) yang mencukupi hasilnya untuk hidup berdua simabh amat soleh kakung putri. Bp. Abdul Manan dan Bp. Ahmad Dahlan membuatkan rumah kampung ( berdinding gedheg dan tiang-tiangnya kayu jati ) di sebelah selatan Serambi Langgar Ngrukem, dan waktu itu Simbah Sholeh kakung menjadi imam sholat fardlu 5 waktu dan mengajar ngaji Al-Qur’an anak laki laki Ngrukem dan sekitarnya. Dan tiap hari pekerjaan yang pokok menjadi Imam dan mengajar Al-Qur’an dan di rumah kampung tersebut tiap hari nderes atau tadarus Al-Qur’an yang tiap tiga (3) harri Khotam Al-Qur’an 30 Juz pada waktu itu dan akhir-akhir itu tiap 7 hari khotam 30 juz. Beliau juga senag bersilaturahim kemana-mana dengan berjalan kaki. Simbah Sholeh kakung meninggal dunia tahun 1966 M (umutr 109 tahun), dirumah HM. Zainuri yang belum dipasang pintu-pintu dan jendela . Simbah Sholeh putri meningga tahun 1957 yang berumur 95 Tahun. Dan sejak tahun 1957 M itu dibentuk Pengurus Bani Sholeh dengan Ketua : HM. Chamdani, Sekretaris : HM. Zainuri, Bendahara : H. Anwar dan diadakan pertemuan tiap malem Jum’at Kliwon dengan bacaan Al-Qur’an Muqodaman dan Tahlil. Sesuadah Simbah Sholeh Kakung meninggal Tahun 1966 dirubah waktunya pertemuan Bani Sholeh setiap malem Ahad Pon sampai sekarang. Alhamdulillahirobbil’alamin, semoga dapat berjalan sampai akhir zaman. Amin. Perlu diketahui bahwa sejak Tahun 1964 M, rumah kampung bekas tempat tinggal Simbah Sholeh sudah tidak ada yang menempati, maka atas inisiatif Bp. Abdul Aziz selaku Pamong Desa (kaum Kelurahan Desa Pendowoharjo) dan selaku sesepuh Jama’ah Masjid Ar-Ridlo Ngrukem, mengusulkan agar BP. KH. Nawawi Abdul Aziz yang menjabat Ketua Pengadilan Agama Kab. Bantul sejak tahun 1961 dan nglajo dari krapyak PanggungHarjo Sewon dimohon bersedia tinggal di Ngrukem dan dibuatkan rumah tinggalan simbah Sholeh dipindah disebelah utara Masjid Ar-Ridlo dengan diganti Dinding tembok batu bata dan dilegkapi dapur, sumur, kamar mandi dan WC dan akhirnya beliau di karunia putri lagi yang dilahirkan di tempat ini dan puri tersebut di beri nama Binti Nafi’ah yang sekarang menjadi istri KH. Nurhadi Sawahan. Dan sejak itu Bp. Nawawi dan Ibu Ny. Hj. Walidah Nawawi sebagai pengasuh Al-Qur’an bil Hifdzidan Bi Nadzri di Ngrukem ini sampai sekarang.