19/10/2017
Selamat Hari Pangan Sedunia. Mari ambil bagian menjadi generasi
Repost from: Kementerian Pertanian Republik Indonesia
GoNi (Go Green Mini) merupakan salah satu alternatif souvenir yang mengedukasi dengan menggunakan tanaman obat. Info dan pemesanan hub 085640717427
19/10/2017
Selamat Hari Pangan Sedunia. Mari ambil bagian menjadi generasi
Repost from: Kementerian Pertanian Republik Indonesia
01/05/2017
28/04/2017
||Kementan Dorong Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Lahan Gambut||
***********
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan di lahan gambut. Terkait hal ini, Kementan menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) di Yogyakarta, Kamis (6/4) dengan tema “Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Lahan Gambut” yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan PP 57/2016 tentang perubahan atas PP 71/2014 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.
Hadir pada FGD ini Dirjen Perkebunan Kementan, Bambang, Staf Ahli Menteri Pertanian, Mukti Sardjono, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur, Ani Andayani, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Bioindustri, Gardjita Budi, Ketua Umum Forum Pengembangan Perkebunan Strategis dan Berkelanjutan (FP2SB), Achmad Mangga Barani, Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, akademisi IPB, akademisi UGM, Perhimpunan Agronomi Indonesia, dinas perkebunan provinsi dan para pelaku usaha kelapa sawit.
Dalam sambutanya, Dirjen Perkebunan, Kementan, Bambang mengungkapkan saat ini Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terluas di dunai yakni 11,9 juta ha dengan produksi 33,2 juta ton CPO. Ekspor CPO dan turunannya mencapai 28 juta ton, nilanya US$ 19 milyar atau sekitar Rp 249 trilyun. Bahkan ekspor ini melampaui nilai ekspor minyak dan gas bumi.
“Prestasi ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan produksi kelapa sawit melalui pengelolaannya secara berkelanjutan di lahan gambut. Selain itu, peningkatan produksi kelapa sawit harus juga dilakukan melalalui replanting. Sampai saat ini potensi perkebunan kelapa sawit yang perlu direplanting 2,4 juta hektare,” ungkapnya.
Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan, Mukti Sardjono menambahkan pengelolaan kepala sawit berkelanjutan sangat memerlukan pemahaman yang holistik. Hal ini penting agar tidak menimbulkan permasalahan di bidang ketahanan pangan, ekonomi, kerawanan sosial bahkan politik terutama di kawasan budidaya.
“Seperti kita ketahui bersama, saat ini kelapa sawit mempunyai peranan yang sangat strategis sebagai sumber penghidupan masyarakat dan devisa negara. Pemahaman yang menyeluruh diperlukan, agar pengelolaan berkelanjutan atau tidak menimbulkan masalah di berbagai bidang,” demikian ungkapnya.
Mukti menjelaskan perubahan PP 71/2014 menjadi PP 57/2016 secara substansial mengatur Ekosistem Gambut dengan fungsi lindung dan Ekosistem Gambut dengan fungsi budidaya. Namun menurutnya, perubahan tersebut belum menjawab semua persoalan pemanfaatan lahan gambut untuk budidaya berkelanjutan baik yang diusahakan oleh perusahaan maupun petani pekebun.
“Upaya konservasi sangat diperlukan tetapi potensi budidaya berkelanjutan juga diperlukan mengingat kelapa sawit juga telah sekian lama dikembangkan di lahan gambut dan telah memberikan manfaat sumber pendapatan yang utama bagi masyarakat dan negara,” jelasnya.
"Untuk itu, pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan dilahan gambut dapat dilaksanakan sesuai dengan PP Nomor 57 Tahun 2016 dan kelapa sawit semakin memberikan kontribusi sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat, bangsa dan negara tercinta Indonesia,” tambah Mukti.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Pengembangan Perkebunan Strategis dan Berkelanjutan (FP2SB), Achmad Mangga Barani menegaskan untuk mewujudkan pengelolaan lahan gambut untuk kelapa sawit harus dilakukan secara bijaksana. Sebab, kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memiliki daya saing tinggi.
“Selain itu, mewujudkan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan harus memastikan bahwa regulasi atau kebijakan yang ada tidak mempersulit pengelolaan lahan gambut dan sinkron antara satu dengan lainnya,” kata Achmad Mangga Barani yang merupakan Mantan Dirjen Perkebunan.
http://www.pertanian.go.id/ap_posts/detil/904/2017/04/06/17/59/03/Kementan%20Dorong%20Pengelolaan%20Kelapa%20Sawit%20Berkelanjutan%20di%20Lahan%20Gambut
Kementerian Pertanian deskripsinya
26/04/2017
Perbandingan Ekologis Tanaman Sawit, Jati, Pinus, Sengon
18/04/2017
||Bawang Merah Dihargai Rp 2.000 per Kilogram, Petani Menangis||
*********
REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Harga bawang merah milik para petani di Kabupaten Cirebon anjlok. Mereka pun terpaksa harus beralih tanam ke komoditas tanaman sayuran lainnya.
Pengurus Kelompok Tani Cukang Akar Desa Silih Asih, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Rois, menyebutkan, saat ini harga bawang merah di desanya hanya dihargai Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kg di tingkat petani. Sedangkan harga bawang merah di tingkat pedagang Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, diketahuinya hanya Rp 7.000 per kg. "Harga ini sangat rendah sekali," ujar Rois kepada Republika.co.id , Senin (17/4).
Menurut Rois, untuk mencapai break event point (BEP), harga bawang merah di tingkat petani seharusnya Rp 20 ribu per kg. Tingginya BEP itu disebabkan mahalnya biaya tanam, termasuk harga bibit bawang merah yang sudah mencapai Rp 40 ribu per kg.
Dengan harga jual bawang merah yang hanya Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kg, Rois mengaku petani menanggung kerugian yang sangat besar. Ini karena modal yang telah dikeluarkan selama musim tanam sangat tak sebanding dengan hasil panen yang mereka peroleh. "Petani saat ini menangis," ujarnya.
Rois menjelaskan, rendahnya harga bawang merah milik petani itu disebabkan rendahnya kualitas bawang yang mereka panen. Hal itu akibat tingginya curah hujan selama masa tanam yang menyebabkan tanaman bawang merah menjadi rusak.
Tak hanya kualitas dan harganya yang rendah, lanjut Rois, hasil panen petani secara kuantitas juga jauh menurun. Dalam kondisi normal, panen bawang merah bisa mencapai sepuluh ton per hektare. Namun, saat ini, hasil panen hanya sekitar empat ton per hektare. "Bahkan banyak juga petani yang gagal panen, tidak dapat hasil sama sekali," terang Rois.
Rois mengatakan, anjloknya harga bawang merah membuat petani kesulitan modal untuk memulai kembali penanaman bawang merah pada musim tanam berikutnya. Karena itu, mereka akan beralih pada komoditas tanaman sayuran lainnya, seperti timun dan jagung. "Petani bawang merah saat ini gulung tikar," kata Rois.
Sementara itu, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Pagi Kota Cirebon, Ilah mengatakan, kualitas bawang merah saat ini memang kurang bagus. Menurut dia, bawang merah cepat membusuk akibat banyaknya kandungan air di dalamnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Ali Efendi membenarkan tingkat intensitas hujan di Kabupaten Cirebon selama musim tanam 2016/2017 memang sangat tinggi. Selain menyebabkan banjir, hal tersebut juga membuat tanaman bawang merah diserang berbagai hama dan penyakit.
Dampaknya, tanaman bawang merah mengalami penurunan secara kuantitas, kualitas maupun harganya. Bahkan, adapula yang mengalami gagal panen. "Hasil panen jadi kurang optimal," kata Ali.
Rep: Lilis Handayani / Red: Angga Indrawan
http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/04/17/oojstv365-bawang-merah-dihargai-rp-2000-per-kilogram-petani-menangis
Bawang Merah Dihargai Rp 2.000 Per Kilogram, Petani Menangis | Republika Online REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON Harga bawang merah milik para petani di Kabupaten Cirebon, anjlok. Mereka pun terpaksa harus beralih tanam pada komoditas tanaman sayuran lainnya.Pengurus Kelompok Tani Cukang Akar Desa...
28/03/2017
Harga Gabah Anjlok dan Cabai Turun, Pengamat Diam?
**************
Saat ini, harga komoditas padi dan cabai mengalami penurunan. Tercatat, berdasarkan hasil kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Pulau Jawa tanggal 6 hingga 10 Maret 2017, harga gabah petani berkisar Rp 2.900 hingga Rp3.200/kg atau dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang dipatok Rp3.700/kg.
Begitupun untuk komoditas cabai. Harga cabai rawit yang tinggi beberapa bulan lalu di semua pasar kini menurun. Di Pasar Induk Banyuwangi, harga tertinggi cabai rawit sebelumnya yang mencapai angka Rp 135/kg, kini menjadi Rp 110 kilogram. Demikian juga di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur , harga cabai rawit merah mulai menunjukkan penurunan, yakni dari Rp 130.000/kg turun menjadi Rp 80.000/kg.
Tentang hal ini, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi menilai bahwa terdapat ketidakproporsionalitas para pengamat dalam memberikan kritik terhadap Kementan. Pengamat hanya fokus memberikan kritik seputar data produksi dan harga yang melonjak.
"Faktanya, ketika harga beras dan cabai naik, Kementan dihujani kritik 'pedas' dari para pengamat. Beberapa minggu lalu, harga beras di Jabodetak dituding meningkat tajam yakni Rp 13.000 per kilogram," kata Agung Hendriadi di Jakarta, Senin (20/3).
Agung menjelaskan terkait harga beras, Kementan bersama dengan Kemendag dan BULOG selalu memonitor perkembangan harga beras di Pasar Induk Cipinang, per tanggal 6 Pebruari 2017, harga beras medium kualitas 3 varietas IR 64 di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Rp. 7.500/kg. Harga ini lebih murah dibandingkan dengan harga yang sama pada tahun sebelumnya.
Harus diketahui, pasokan beras di PIBC cukup tersedia sehingga mampu mensuplai kebutuhan atau permintaan pasar-pasar yang ada di wilayah Jabodetabek (Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Djaya Arief Prasetyo, 2017). Sementara itu, harga beras saat ini sangat normal antara Rp. 7.500 – Rp. 7.800/kg untuk kelas medium. Berdasarkan kenyataan tersebut di atas, terlihat jelas pasokan dan harga beras di tingkat produsen sangat terkendali. Jadi harga Rp.13.000/kg tidak tepat karena tolok ukur harga untuk jabodetabek ada di PIBC (Ketua Umum PERPADI, Nellys Sukaedi, 2017).
"Sangat mengherankan, ketika saat ini harga gabah petani turun dan harga cabai anjlok, pengamat tidak hadir seolah tidak peduli. Tentunya ini tidak adil ketika yang dikritik hanya persoalan data terkait produksi dan harga naik. Harusnya pengamat hadir juga memberikan pendapat terkait harga gabah petani anjlok agar diserap sesuai HPP," ujar Agung.
Menurut Agung, kehadiran pengamat dalam memberikan pendapat terkait penurunan harga gabah dan cabai sangat dibutuhkan dalam bersinergi membangun pertanian dan mensejahterakan petani. Sehubungan dengan turunnya harga gabah petani, Mentan Amran langsung memerintahkan Bulog agar membeli gabah kering panen petani dengan kadar air 25 hingga 30 % sesuai HPP dan meminta TNI untuk melakukan pengawalan dan pendampingan serap gabah petani oleh Bulog. Ini merupakan upaya kongret Kementan dalam menjamin stabilitas harga gabah dan peningkatan kesejahteraan petani.
Agung menambahkan peran pengamat pun sangat dibutuhkan. Pengamat seharusnya hadir mengapresiasi dan memberikan saran terkait upaya Kementan menstabilkan harga gabah, sehingga semua pihak terkait medukung sukseskan serap gabah petani sesuai HPP agar petani untung dan sejahtera. "Apalagi saat ini merupakan musim panen, harga gabah dan cabai cenderung menurun. Ini diperlukan peran serta pengamat memberikan masukan agar harga tidak anjlok yang dapat memiskinkan petani," ungkapnya.
"Begitu pun terkait penurunan harga cabai, Agung menilai seharusnya pengamat dapat memberikan apresiasi dan solusi agar tidak terus menurun sehingga merugikan petani, sebagai bentuk kepedulian dan sumbang pikirnya terhadap pembangunan pertanian," pungkas Agung.
http://www.istanapos.com/2017/03/harga-gabah-anjlok-dn-cabai-turun.html?m=1
Harga Gabah Anjlok dan Cabai Turun, Pengamat Diam? Saat ini, harga komoditas padi dan cabai mengalami penurunan. Tercatat, berdasarkan hasil kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) Amr...
27/03/2017
Proses pembuatan pupuk hayati
sumber: Kementerian Pertanian Republik Indonesia
27/03/2017
Kementan Siap Perketat Peredaran Benih Hortikultura
--------------------
Kementerian Pertanian bersama Direktorat Jendral Hortikultura mengeluarkan kebijakan untuk memperketat peredaran benih hortikultura. Pasalnya, belum lama ini Direktorat Jendral Hortikultra segera menyusun pemusnahan bibit cabai ilegal yang berasal dari Tiongkok oleh Badan Karantina Pertanian.
Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sujono K. belum lama ini mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi kemungkinan tersebarnya benih tersebut ke wilayah lain di luar tempat ditemukannya penanaman benih cabai tersebut, yakni Desa Sukatani, Kecamatan Sukamakmur, Bogor.
Memuat artikel lainnya...
“Kami akan menurunkan Pengawas Benih Tanaman untuk memperketat peredaran benih hortikultura, terutama cabai,” jelas Spudnik Sujono, seperti melansir
Antaranews (14/12).
Selain itu, pihaknya juga menurunkan tim ataupun petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) untuk melakukan survei ke pertanaman aneka cabai dan tanaman hortikultura lainnya di Bogor dan sekitarnya. Guna mengantisipasi penyebaran penyakit yang terkandung dalam benih ilegal asal Tiongkok tersebut.
Menurut Badan Karantina Pertanian, benih cabai ilegal asal Tiongkok tersebut positif mengandung bakteri Erwinia Chrysanthemi, yang merupakan Orgasnime Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK) golongan A1 atau belum ada di Indonesia dan tak dapat diberi perlakuan apa pun selain pemusnahan.
Beberapa waktu lalu Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta telah memusnahkan sebanyak 1 kg benih cabai dengan kemasan berbahasa Cina, 5.000 tanaman cabai, dan 1 kg benih bawang daun.
Spudnik menyatakan, bakteri Erwinia Chrysanthemi dapat menimbulkan kerusakan ataupun kegagalan produksi hingga 70%. Selain itu, bakteri ini juga dapat menular atau menyerang pada berbagai tanaman lainnya termasuk aneka bawang, kentang, dan sawi.
“Bila menyerang tanaman-tanaman tersebut maka kerugian ekonomi Indonesia akan lebih besar,” lanjut Spundik.
Oleh karena itu, ia akan bersiap untuk melakukan sosialisasi ke Kabupaten Bogor dan sekitarnya mengenai gejala serangan bakteri Erwinia Chyrsanthemi pada beberapa tanaman hortikultura.
Selain itu, Dirjen Hortikultura mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi ataupun Kabupaten dan Kota lebih memantau produsen benih serta untuk lebih selektif dalam pemberian rekomendasi terhadap orang asing terutama terhadap benih-benih yang akan dikembangkan.
Pemasukan benih hortikultura termasuk benih cabai ke Indonesia, lanjutnya, harus mendapat persetujuan Menteri Pertanian, dan terlebih dulu harus dilakukan uji keunggulan varietasnya serta mendapat persetujuan Badan Karantina guna menghindari masuknya OPT.
“Pemasukan (benih) cabai ke Indonesia dilakukan hanya untuk menambah kekayaan plasma nutfah, untuk bahan pemuliaan,” tambahnya.
Pada kesempatan itu Dirjen Hortikultura menyampaikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor yang telah mengamankan empat orang WNA asal Tiongkok yang melakukan aktivitas bercocok tanam di Desa Sukadamai Kabupaten Bogor.
http://www.pertanianku.com/kementan-siap-perketat-peredaran-benih-hortikultura/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
Kementan Siap Perketat Peredaran Benih Hortikultura - Artikel Pertanian Terbaru | Berita Pertanian Terbaru Kementerian Pertanian bersama Direktorat Jendral Hortikultura mengeluarkan kebijakan untuk memperketat peredaran benih hortikultura.
21/03/2017
Kedaulatan Pangan Jadi Insentif Investasi Industri Makanan
-----------------------
Masalah struktural ekonomi negara terpecahkan jika kedaulatan pangan bisa diwujudkan. Dengan sistem dan infrastruktur logistik yang kuat, pasokan dan harga pangan akan stabil.
JAKARTA - Pemerintah diminta memprioritaskan terwujudnya kedaulatan pangan nasional karena hal itu akan mengamankan kebutuhan pangan 250 juta penduduk dan mengurangi kebutuhan dollar AS untuk impor pangan.
Lebih dari itu, kedaulatan pangan bisa menjadi insentif langsung bagi investor dalam dan luar negeri untuk membangun pertanian dan perkebunan pangan di Tanah Air. Selanjutnya, ini akan membuka peluang investasi industri sekunder makanan nasional.
Hal itu dikemukakan oleh Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Masyhuri, ketika dihubungi, Senin (13/3). Menurut dia, kedaulatan pangan bakal mendorong kemajuan ekonomi dalam negeri karena akan merangsang pengembangan industri turunan pangan sehingga meningkatkan minat investasi di sektor itu.
“Investasi, perdagangan pangan dalam negeri, dan pada gilirannya persoalan penyerapan lapangan kerja dan ketimpangan kesejahteraan rakyat juga akan bisa diselesaikan,” lanjut Masyhuri.
Dia menyatakan, selama ini, lebih dari 50 persen pertumbuhan ekonomi nasional bergantung kepada konsumsi. Sayangnya, sebagian besar konsumsi itu, terutama pangan, bergantung pada impor. Oleh karena itu, apabila konsumsi pangan dalam negeri adalah hasil petani nasional sendiri maka meningkatkan kemakmuran petani dan masyarakat.
“Kita heran, kenapa soal pangan, sandang, papan kita justru bergantung pada impor. Negara agraris seperti kita ini semestinya bisa mandiri dan menyusun ekonominya berdasarkan kelebihan alam yang dimiliki, seperti matahari bersinar sepanjang tahun dan tanah yang sangat subur,” papar dia.
Padahal, ungkap Masyhuri, jika kedaulatan pangan terwujud maka ada jaminan terpenuhinya stok pangan nasional. Ini sekaligus juga memperkuat logistik pangan nasional untuk menyerap panen raya dan menyalurkan pasokan saat paceklik. “Dengan sistem dan infrastruktur logistik yang kuat maka pasokan dan harga pangan akan stabil.”
Sebelumnya, sejumlah kalangan menyatakan keberadaan Badan Pangan, sesuai amanat UU Pangan, bisa menjadi senjata pamungkas untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.
Terwujudnya kedaulatan pangan nasional akan memberikan berbagai dampak positif secara ekonomi, seperti meningkatkan kemakmuran petani, mengurangi kesenjangan, menambah lapangan kerja, serta membuka peluang investasi pengembangan industri pangan.
Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) UGM Yogyakarta, Awan Santosa, mengemukakan terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia tidak hanya mampu membenahi persoalan pangan nasional, tetapi juga akan memperbaiki berbagai masalah struktural perekonomian sekaligus mendorong lebih pesat pembangunan ekonomi kerakyatan.
“Kalau pemerintah berniat serius menciptakan kedaulatan pangan maka Badan Pangan bisa menjadi sarana efektif mewujudkan cita-cita itu,” kata Awan.
Otoritas Penuh
Senada dengan Awan, Masyhuri juga menekankan pentingnya pemerintah untuk segera melaksanakan amanat UU Pangan, yakni pembentukan Badan Pangan yang akan memiliki otoritas penuh untuk mengurus persoalan produksi atau pengadaan maupun perdagangan pangan.
Menurut dia, dengan badan otoritas penuh seperti itu, koordinasi antarkementerian yang selama ini sering dikritik karena tumpang tindih akan bisa dikomando dan diarahkan menuju kedaulatan pangan, serta pengembangan industri berbasis pangan hasil produksi petani kecil.
“Masalahnya, selama ini kewenangan terkait pangan tersebar di banyak instansi. Dengan Badan Pangan, tanggung jawab dan kewenangan menjadi satu sehingga mudah untuk mengevaluasinya dan membuatnya jadi sangat strategis untuk masa depan bangsa,” jelas dia.
Pakar ekonomi pertanian, Mochammad Maksum Machfoedz, menilai pemerintah belum mampu mengendalikan sistem pangan nasional. Tarik ulur pembentukan Badan Pangan menjadi persoalan krusial yang membuat sistem pangan tidak terkendali dan tak berdaulat.
Tanpa Badan Pangan, pembangunan pertanian terpecah karena samua pihak terkait bekerja tanpa terkoordinasi.
“Akhirnya, yang untung ialah para pemburu rente impor. Karenanya, perlu ada lembaga yang benar-benar powerfull. Selama ini, antara pusat dan daerah terbelah, bupati membela petani, kabinet membela konsumen, tidak pernah ketemu,” tegas dia. YK/ers/WP
http://www.koran-jakarta.com/kedaulatan-pangan-jadi-insentif-investasi-industri-makanan/
Kedaulatan Pangan Jadi Insentif Investasi Industri Makanan | Koran Jakarta Kedaulatan Pangan Jadi Insentif Investasi Industri Makanan | Koran Jakarta
15/03/2017
Khasiat Tanaman Tapak Liman
Pertanianku – Tapak liman atau nama latinnya Elephantophus scraber L . Adalah salah satu jenis tanaman yang digunakan sebagai obat. Tanaman ini biasanya tumbuh liar serta mudah berkembang biak. Tanaman in bisa digunakan sebagai obat dalam keadaan apapun, baik sewaktu masih segar, kering, bahkan diekstrak lalu kemudian dimasukkan ke dalam kapsul agar bisa lebih mudah dikonsumsi.
Kandungan yang terdapat pada tapak liman adalah Deoxyelephantopin ,
Dotriacontan-1-ol , Elephantopin ,
Epriellinol, Lipenol, Lupeol , Lupeol acetat , Stigmasterol, Triacontan dan
Triacontan-1-ol.
Beberapa jenis penyakit yang bisa diobati dengan tanaman ini seperti penyakit influenza, peradangan pada mata, peradangan pada tenggorokan, keputihan atau peradangan pada rahim, amandel yang meradang dan terjadinya peradangan pada ginjal. Untuk mengobati berbagai peradangan ini cukup mudah, Anda hanya perlu mengeringkan seluruh bagian tanaman ini, setelah itu rebus dengan menggunakan air. Setelah mendidih saring airnya dan minum setiap hari hingga peradangan sembuh.
Selain itu, untuk penyakit seperti perut kembung, anemia, hepatitis, meredakan gigitan ular, beri-beri, dan disentri. Anda bisa menggunakan beberapa bagian tanaman obat ini. Caranya, rebus batang tapak lima dengan air hingga mendidih, lalu minum air rebusannya. Sedangkan untuk mengobati hepatitis, rebus akarnya dengan air sampai mendidih lalu minum air rebusannya.
https://www.pertanianku.com/khasiat-tanaman-tapak-lima/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
Khasiat Tanaman Tapak Liman - Artikel Pertanian Terbaru | Berita Pertanian Terbaru Tapak liman atau nama latinnya Elephantophus scraber L. Adalah salah satu jenis tanaman yang digunakan sebagai obat. Tanaman ini biasanya tumbuh liar
11/03/2017
[[Jeruk Keprok Sabalaka Topo, Potensi Terpendam dari Tidore]]
-----------------------
Wilayah Kepulauan Tidore provinsi Maluku Utara ternyata tersimpan potensi jeruk yang selama ini masih belum banyak dikenal.
Sabalaka Topo itulah nama jeruk yang telah didaftarkan varietasnya. Jeruk yang terdapat di kelurahan Topo ini termasuk jenis keprok. Buah ini memiliki bobot 200-250 gr/buah. Jeruk ini memiliki rasa yang manis dengan kulit buah tebal dan warna daging buah kemerahan apabila sudah masak. Produktivitas jeruk ini mencapai 50 kg/pohon dalam masa panen.
Jeruk ini oleh masyarakat sekitar dikenal dengan topo hitam. Sabalaka Topo harus dijaga kelestariannya agar tetap berkembang dan berproduksi. Selama ini tanaman jeruk masih ditanam didalam pekarangan belum dikembangkan secara luas. Apabila berkembang dengan baik jeruk ini dapat menjadi ikon buah dari Kepulauan Tidore.
Untuk menjaga kelestarian dan produksinya dukungan dari pihak terkait sangat diperlukan terutama teknologi budidayanya. Dengan adanya potensi dari jeruk ini ke depan dapat lebih dikembangkan lebih luas lagi. (fjr)
http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/sabalaka-topo-potensi-terpendam-dari-tidore/
Sabalaka Topo, Potensi Terpendam dari Tidore Wilayah Kepulauan Tidore provinsi Maluku Utara ternyata tersimpan potensi jeruk yang selama ini masih belum banyak dikenal. Sabalaka Topo itulah nama jeruk yang telah didaftarkan varietasnya. Jeru…
| Monday | 07:30 - 21:00 |
| Tuesday | 07:30 - 21:00 |
| Wednesday | 07:30 - 21:00 |
| Thursday | 07:30 - 21:00 |
| Friday | 07:30 - 21:00 |
| Saturday | 07:30 - 21:00 |
| Sunday | 07:30 - 21:00 |