08/03/2025
Cerita Tentang
RASA RINDU
KERINDUAN
SAYYIDINA BILAL BIN RABAH
Kesedihan sebab ditinggal wafat Rasulullah terus mengendap di hati Bilal. Kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah. Dia ikut pasukan Fath Islami menuju Syam, kemudian tinggal di Homs, Suriah.
Lama sekali Bilal tak mengunjungi Madinah. Sampai pada suatu malam Rasulullah SAW hadir dalam mimpi Bilal dan menegurnya, Hai, Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? (Ya, Bilal, wa maa hadzal jafa?) Mengapa sampai seperti ini? Bilal pun bangun terperanjat. Segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah untuk ziarah ke makam Rasulullah SAW. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Rasulullah.
Setiba di Madinah, di depan makam Rasul yang mulia itu, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Rasulullah, pada sang kekasih. Saat itu dua pemuda yang telah beranjak dewasa mendekatinya. Keduanya adalah cucu Rasulullah SAW, Hasan dan Husein.
Dengan mata sembap oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rasulullah tersebut. Salah seorang dari keduanya berkata kepada Bilal, Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan azan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami.
Ketika itu Umar bin Khattab RA yang telah menjadi khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu. Beliau juga memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan azan meski sekali saja.
Bilal pun memenuhi permintaan itu untuk mengenang Rasulullah SAW.
Maka, saat waktu shalat tiba, dia naik ke tempat dahulu biasa dia azan pada masa Rasulullah masih hidup.
Mulailah dia mengumandangkan azan.
Saat lafaz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap. Segala aktivitas terhenti. Semua terkejut. Suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.
Ref
https://khazanah.republika.co.id/berita/pwu7h7313/kerinduan-bilal-bin-rabah-pada-rasulullah