Assalamualaikum wr wb
Bimbel TopSmart menerima siswa/siswi baru, yang ingin didampingi belajarnya :D.
Info Lebih lanjut : 085865336695 (WA/Sms/Call)
Bimbel Top Smart
Lembaga Bimbingan Belajar
Home Office :Jl. Perintis Kemerdekaan Yogyakarta (Gang Perintis, Utara Grand Sargedhe)
Phone :087838390995 (WA Ready), 576A680
Program Les Privat (Semua Mata Pelajaran)
1. SD/MI
2. SMP/MTS
3. SMA/MA
4. Baca/Tulis Quran
Menag: Belajarlah Dengan Serius dan Keras
Pekalongan (Pinmas) —- Menag Suryadharma Ali berpesan kepada para santri agar belajar dengan serius dan keras sehingga mudah memahami ilmu dan nantinya bisa memanfaatkannya juga.
“Para santri, seriuslah belajar dengan keras. Karena dengan itu, ilmu yang dipelajari gampang masuk dan bermanfaat,” pesan Menag di hadapan para santri Pondok Pesantren Terpadu al-Fusha Kedungwuni Kabupaten Pekalongan-Jateng, Rabu (05/02).
Kunjangan kerja ke pesantren ini dilakukan Menag usai menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H di Pekalongan yang juga dihadiri Presiden SBY, Pangab, Kapolri dan beberapa menteri di Kediaman Rais Aam Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya.
“Dengan ilmu, InsyaAllah, kehidupan kita akan dipermudah Allah SWT, baik di dunia, maupun di akhirat,” kata Menag.
Dalam kesempatan itu, Menag mengapresiasi peran dan kontribusi Bupati Pekalongan Amat Antono yang sangat besar atas perkembangan pondok pesantren pimpinan KH Zidqon. Menurutnya, peran dan kerja keras itu akan terbayar jika dari pesantren ini lahir para alumni yang mumpuni.
“Kerja keras dan jerih payah Pak Bupati dan Kiai Zidqon akan terobati jika pesantren mampu mencetak santri yang hebat dan mau belajar dengan keras, mampu menjadi manusia unggul serta memiliki ilmu dan pengalaman yang banyak yang dikemudian hari bisa dipraktekkan di tengah-tengah masyarakat,” tegas Menag memotivasi para santri.
Menag menyesalkan jika ada santri, mampu memiliki banyak ilmu, tapi tidak bias dipraktekkan dalam masyarakat. “Banyak orang, mempunyai ilmu tapi perilakunya jelek. Hal ini jangan sampai terjadi di pondok ini,” harap Menag.
Menag mengajak para santri untuk terus menggali al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber ilmu dan pengetahuan. “Belajarlah dengan baik, karena jika mendapatkan ilmu, ilmu akan mampu membimbing kehidupan kita. Memberi arah kehidupan baik dan bermanfaat bagi diri dan orang lain, baik dunia maupun akhirat. Mari kita ukir prestasi. Allah SWT bersama kita” yakin Menag.
Menag juga memberi apresiasi kepada Bupati Pekalongan Amat Antoni yang telah member banyak energi positif bagi pengembangan pondok pesantren. “Saya mengapresiasi dan menyambut dengan tangan terbuka apa yang dilakukan pak Bupati yang mau mengembangkan pondok-pondok pesantren di daerahnya. Sikap terpuji itu akan menumbuhkankembangkan anak didik di Indonesia bermanfaat bagi masyarakat. Semoga hal ini dicontoh para pemimpin lainnya,” harap Menag.
Dalam kunjungan tersebut, Menag didampingi Kakanwil Kemenag Jateng Khaeruddin dan jajarannya, Dirjen Pendidikan Islam Nur Syam, Sesdirjen Bimas Islam Muhammdiyah Amin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ace Saefuddin, serta Staf khusus Menag Budi Setiawan.
Lebih dari 500 santri dan masyarakat setempat yang menunggu kedatangan Menag. Bupati Antono membawa Menag meninjau lokasi pesantren yang masih memerlukan kelanjutan pembangunan fasilitas untuk belajar para santri. (G-penk/mkd/mkd)
Sumber : Kemenag.go.id
Batam (Pendis) - Kegiatan Koordinasi Evaluasi, Validasi dan Verifikasi Data Awal Pendidikan Islam TP 2013/2014 Tahun Anggaran 2013 merupakan tahap lanjutan dari kegiatan Penguatan Tenaga Pengelola Data Pendidikan Tk. Kanwil/Kankemenag/PTAIN/Kopertais Tahun 2013 yang sudah dilaksanakan oleh Ditjen Pendidikan Islam pada bulan Agustus dan September 2013 lalu.
Setelah tim pendataan EMIS di daerah melaksanakan pemutakhiran data Pendidikan Islam semester ganjil TP 2013/2014 di wilayahnya masing-masing, kini saatnya para pengelola data EMIS dari tingkat Kanwil, PTAIN dan Kopertais harus menyampaikan hasil pemutakhiran data EMIS tersebut kepada Ditjen Pendidikan Islam.
Sebelum disampaikan kepada Dirjen Pendidikan Islam dan selanjutnya akan dipublikasikan untuk masyarakat, data tersebut lebih dahulu harus dievaluasi, divalidasi dan diverifikasi oleh seluruh tim EMIS, dengan melibatkan unsur EMIS pusat, EMIS Kanwil, EMIS PTAIN dan EMIS Kopertais. Hal ini dimaksudkan agar data yang terkumpul dapat diketahui kelengkapan, ketepatan dan keakuratannya.
"EMIS sebagai salah satu entitas penting dalam pengelolaan data baik di tingkat pusat maupun daerah, memiliki peran signifikan dalam pengambilan kebijakan, seperti BOS, BSM, dsb," ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama Propinsi Kepulauan Riau Drs. H. Handarlin H. Umar.
"Kegiatan ini akan menjadi sarana untuk untuk meningkatkan kualitas data Pendidikan Islam. Selama ini yang menjadi persoalan dalam proses pengelolaan data adalah kemampuan SDM tenaga pengelola data, koordinasi pusat-daerah dan dukungan dari pimpinan satuan kerja masing-masing," tegas Handarlin dalam acara pembukaan kegiatan yang berlangsung di Batam, 2-4 Desember 2013.
Dalam upaya meningkatkan kualitas data Pendidikan Islam, sesungguhnya memang perlu untuk melakukan proses validasi dan verifikasi terhadap kelengkapan dan keakuratan seluruh variable data Pendidikan Islam yang dikumpulkan. Data tersebut harus memenuhi kriteria lengkap, akurat dan tepat waktu, sehingga dapat digunakan untuk mendukung proses pengambilan kebijakan dan perencanaan program Pendidikan Islam secara efektif, efisien dan tepat sasaran.
Diharapkan dengan penguatan dalam tiga aspek tersebut (SDM, koordinasi dan dukungan pimpinan) maka akan ada peningkatan pengelolaan EMIS dan kualitas data Pendidikan Islam di masa yang akan mendatang, data yang lengkap, akurat dan tepat waktu.
(sya/ra)
*Kemenag
Dirjen Pendis : Para Tahfidzul Quran adalah Pelopor Program Internasionalisasi Al-Quran
Bogor (Pendis) - "Dengan pengetahuan dan pengalaman yang selama ini di peroleh di Yayasan Sulaimaniah Istambul Turki, kalian para Tahfidzul Quran bisa menjadi pelopor internasionalisasi al-Quran". Demikian harapan Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si, Dirjen Pendidikan Islam, pada acara Post Departure bagi Santri Alumni Program Tahfidz al-Quran di Turki yang berlangsung di Bogor pada tanggal 29-30 September 2013.
Kalian dapat ikut berperan mengembangkan al-Quran di negara-negara tempat penempatan pengabdian (Eropa, Afrika dan Asia) melalui jaringan UICCI (United Islamic Cultural Centre of Indonesia) dan lebih khusus bisa mendesiminasikan metodologi menghafal al-Quran yang relatif cepat di pesantren-pesantren tahfidz di Indonesia, lanjut Nur Syam.
Beberapa pilihan lainnya sekembali dari Turki adalah memperkuat basis pesantren tahfidzul quran. Saudara dapat menjadi imam, pengajar, ustadz dan kyai di luar negeri. Karena disinyalir oleh Nur Syam, berkembangnya Islam di Afrika Selatan misalnya karena dakwah jasa ulama dari Makassar. Hal yang sama secara historis, kaum tarekat juga berperan besar merubah dunia. "Jadi salah kalau kalau Tarekat hanya identik dengan kuburan. Kyai Mojo misalkan, itu adalah ulama yang mendampingi Pangeran Diponegoro melawan penjajah. Pemberontakan petani banten juga dipelopori oleh para ulama Tarekat", terang Nur Syam.
Nur Syam memberikan apresiasi kepada para santri Tahfidzul Quran: "anda semua sudah berada di jalan yang benar, karena berada dilingkungan para penghafal al-Quran dan Saudara tergabung dalam kelompok Islam moderat dan Turki sama dengan Indonesia sama-sama menjadi basis Islam moderat".
Sementara itu, Dr. Ahmad Zayadi, M.Pd, selaku Kasubdit Pendidikan Diniyah menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk meneguhkan kembali komitmen intelektual, moral dan keagamaan dalam bingkai NKRI setelah kurang selama 2 tahun menimba ilmu pengetahuan di Turki. Selain itu sebagai upaya memperkuat jejaring para penghafal al-Quran di Indonesia. Dengan demikian manfaat jangka panjangnya adalah pemberdayaan dan pengembangan pesantren tahfidz di tanah air dapat dipercepat.
Sebagaimana diketahui Kementerian Agama RI telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia-Turki (United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey) sejak tahun 2010 untuk mencetak para penghafal al-Quran melalui sebuah Program BeasiswaTahfizh Al-Quran ke Turki sejak tahun 2010 dengan sebuah Program Beasiswa Tahfizh Al-Quran ke Turki dengan model pembelajaran 1-2 tahun di Indonesia dan 2 tahun di Turki.
Tidak lupa atas nama Kementerian Agama RI, Nur Syam mengucapkan terimakasih yang mendalam dengan pihak UICCI terutama kepada Pak Hakan dan Pak Farhat Bas sebagai Pimpinan UICCI di Indonesia yang telah memfasilitasi program beasiswa Tahfidzul Quran ini. Kedepan kita perlu mengoptimalkan pemanfaatan alumni Turki ini baik untuk pengembangan Pesantren Sulaimaniah maupun pesantren-pesantren lainnya.
Sementara itu pihak UICCI yang diwakili Ustadz Farhat Bas, warga Negara Turki, yang telah lama menetap di Indonesia, mengucapkan apresiasi yang tinggi atas dukungan Menteri Agama RI, Direktur Jenderal Pendidikan Islam dan Direktur Pdpontren yang telah berkenan menjalin kerjasama untuk mencetak para tahfidzul Quran di Indonesia. "Tanpa kebijakan dan kemauan keras bapak-bapak semua di Kementerian Agama program ini akan sangat sulit terwujud dengan baik."
*Kemenag
Jakarta -- Peningkatan kualitas pendidikan akan terus dilakukan antara lain melalui peningkatan kualitas guru termasuk di dalamnya sertifikasi guru dan implementasi Kurikulum 2013. Beberapa program afirmasi akan tetap dilanjutkan dan ditingkatkan seperti pengiriman guru pada daerah terpencil, terluar, dan tertinggal atau 3T.
Hal tersebut disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2014 dan Nota Keuangannya di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Jakarta Jumat (16/8/2013).
SBY menungkapkan satu masalah penting, yang perlu mendapatkan perhatian khusus bersama. Masalah itu, kata Presiden, adalah distribusi guru antarsatuan pendidikan dan antarwilayah, yang belum merata. “Daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan masih ada yang belum terpenuhi kebutuhannya sesuai dengan standar pelayanan minimal,” katanya.
Pemerintah juga akan mengirimkan pelajar asal Provinsi Papua untuk melanjutkan studinya di beberapa SMA, SMK, dan perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di luar Papua. “Infrastruktur sekolah juga terus kita bangun,” katanya.
Anggaran, kata Presiden, akan disediakan untuk melanjutkan penuntasan rehabilitasi ruang kelas rusak, serta pembangunan sekolah baru, akademi komunitas, dan sarana pendukungnya. Kemudian untuk semakin memeratakan akses pendidikan dalam tahun 2014 ditingkatkan lagi penyediaan bantuan siswa miskin (BSM) dan beasiswa Bidik Misi.
Presiden menyebutkan, sebanyak tujuh kementerian dan lembaga, yang mendapatkan alokasi anggaran di atas Rp 30 triliun. Kementerian dan lembaga tersebut adalah Kementerian Pertahanan dengan alokasi anggaran sebanyak Rp 83,4 triliun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp 82,7 triliun, Kementerian Pekerjaan Umum Rp 74,9 triliun, Kementerian Agama Rp 49,6 triliun, Kementerian Kesehatan Rp 44,9 triliun, Kepolisian Republik Indonesia Rp 41,5 triliun, dan Kementerian Perhubungan Rp 39,2 triliun.
Pada sambutannya, Presiden menyampaikan alokasi anggaran pada Kementerian Kesehatan diprioritaskan untuk meningkatkan akses dan kualitas kesehatan. Pemerintah, kata SBY, merencanakan untuk membangun Puskesmas perawatan di daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil terdepan yang berpenduduk. Selain itu, juga diberikan bantuan operasional kesehatan sebanyak 9.536 Puskesmas. “Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan. Salah satunya dengan meningkatkan pelayanan ibu bersalin, yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih,” katanya.
Pemerintah juga akan meningkatkan ketersediaan obat dan vaksin hingga mencapai 100 persen. Dengan berbagai program dan kegiatan itu, diupayakan derajat kesehatan masyarakat makin meningkat di seluruh pelosok tanah air. (ASW)
Sumber : Kemdiknas
Kemdikbud Berikan Beasiswa Hingga S3 Peraih Medali Emas Olimpiade Internasional
08/02/2013 (All day)
Tangerang -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan apresiasi berupa beasiswa hingga jenjang S3 kepada peraih medali emas di ajang olimpiade internasional. "Selain itu ada juga beasiswa hingga S2 untuk peraih perak dan S1 untuk peraih perunggu," kata Direktur Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Menengah, Harris Iskandar ketika menjemput kedatangan Tim Olimpiade Matematika Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten, Rabu (31/7/2013) malam.
Harris menambahkan beasiswa tersebut berlaku di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Mantan Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi tersebut mencontohkan peraih medali emas olimpiade biologi internasional Rhogerry Deshycka yang telah diterima di Departemen Biologi, Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat, akan dibiayai dengan beasiswa Kemdikbud.
Begitu juga Stephen Sanjaya, peraih medali emas olimpiade matematika internasional akan mendapatkan beasiswa hingga S3. Stephen saat ini sudah diterima di National University of Singapore pada program studi ilmu matematika. Stephen meskipun akan menempuh studi di luar negeri namun tetap menyatakan kecintaannya kepada tanah airnya. "Cita-cita saya ingin menjadi profesor matematika, dan mengabdi untuk Indonesia," kata siswa yang tinggal di Kebon Jeruk tersebut.
Olimpiade Matematika
Tim Olimpiade Matematika yang malam itu tiba di tanah air mempersembahkan enam medali. Medali emas diraih oleh Stephen Sanjaya (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta), sedangkan medali perak diraih oleh Fransisca Susan (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta).
Adapun medali perunggu diraih oleh Bivan Alzacky Harmanto (SMA Labschool Jakarta), Gede Bagus Bayu Pentium (SMA Semesta Semarang), Reza Wahyu Kumara (SMAN Sragen BBS), dan Kevin Christian Wibisono (SMAK IPEKA Puri Indah Jakarta).
Prestasi membanggakan ini menempatkan Indonesia di posisi 19 dari 97 negara peserta. Mengalahkan negara-negara di benua Eropa seperti Italia (20), Perancis (21), Belanda (25), dan Jerman (27). Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, yang berada di posisi 35 dari 100 negara. (NW/JS)
Sumber : Kemendiknas.go.id
Indonesia Peringkat Tiga Dunia Olimpiade Astronomi di Yunani
08/07/2013 (All day)
Jakarta—Di hari yang fitri ini, kabar gembira datang dari Yunani. Para pelajar SMA Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang. Tim Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Indonesia berada di peringkat tiga dunia pada Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional ke-7 atau The 7th International Olympiad on Astrophysics di Volos, Yunani pada 27 Juli-5 Agustus.
Prestasi membanggakan ini diraih pada kategori kompetisi tim. Dari 39 negara peserta, tim Indonesia meraih skor total 194,6 mengungguli tim Cina di peringkat empat (182,1) dan India di peringkat lima (181,4). Adapun peringkat pertama diraih oleh Korea Selatan (211,2), sedangkan peringkat kedua diraih Singapura (201,7).
Rusia dan Amerika Serikat berturut-turut di peringkat 10 dan 11. Negara tetangga Thailand di peringkat 24, sedangkan Malaysia di peringkat 35.
Anggota tim Indonesia terdiri atas M.Imam Adli dari SMA Kharisma Bangsa, Banten; David Orlando Kurniawan dari SMAK 1 Penabur, Jakarta; Marcelina Viana dari SMA Santa Ursula, Jakarta, DKI Jakarta; Rizki Wahyu Pangestu dari SMAN 1 Banjarnegara, Jawa Tengah; dan R.Aryo Tri Adhimukti dari SMAN 3 Malang, Jawa Timur.
Sementara pada kategori individu, David Orlando Kurniawan berada di posisi 11 dari 182 peserta dengan skor 95,02. Peringkat pertama diraih oleh Denis Turcu dari Rumania (100,4), sedangkan peringkat kedua diraih oleh Francis Wang dari Singapura (99,85).
Penghargaan untuk ujian teori terbaik diraih oleh Seyed Shayan Nazemi (Iran), sedangkan untuk ujian praktikum terbaik diraih oleh Francis Wang (Singapura). Adapun penghargaan atas jawaban inovatif terbaik diberikan kepada Iustina Craciun (Rumania). (ASW)
Sumber : http://kemdikbud.go.id
Like...like
Bimbel Top Smart
Lembaga Bimbingan Belajar
Home Office :Jl. Perintis Kemerdekaan Yogyakarta (Gang Perintis, Utara Grand Sargedhe)
Phone :087838390995 (WA Ready), 576A680
Semoga Sukses selalu...
Aminn
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Address
Jalan Perintis Kemerdekaan Yogyakarta/Gang Perintis
Yogyakarta City