Pusat Studi Pedesaan & Kawasan

Pusat Studi Pedesaan & Kawasan

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pusat Studi Pedesaan & Kawasan, Educational Research Center, Bulaksumur G-7, Yogyakarta City.

07/02/2023

[KLARIFIKASI] PUSAT STUDI PEDESAAN DAN KAWASAN (PSPK) UGM tidak pernah menerbitkan surat terkait "Penandatanganan Kontrak Kerja, Pakta Integritas dan sebagai perwakilan Biro SDM Kemendes PDTT" yang diterbitkan pada 06 Februari 2022.

Apabila masyarakat menemui edaran surat tersebut, harap diinfokan ke PSPK UGM pada alamat e-mail [email protected]. Terima kasih.


Photos from Pusat Studi Pedesaan & Kawasan's post 15/08/2020

Sedang berlangsung diskusi dan peluncuran buku hasil dari Kongres Kebudayaan Desa 2020.

Acara telah berlangsung dari Sabtu (15 Agustus 2020) pukul 00.00 WIB hingga jam 12.00 WIB.

Keseluruhan rangkaian acara Deklarasi Arah Tatanan Indonesia Baru Dari Desa ini disiarkan secara live melalui channel youtube Kongres Kebudayaan Desa.






Photos from Pusat Studi Pedesaan & Kawasan's post 01/07/2020

Saat kasus COVID-19 mulai menyebar; rumah sakit, alat pelindung diri, obat-obatan, ventilator hingga ketersediaan tenaga kesehatan tidak mampu melayani seluruh pasien. Rapuhnya sistem nampaknya bisa menjadi momentum untuk mendefinisikan kembali makna “sehat” di era kenormalan baru. Selama ini, sehat hanya dimaknai dalam pengertian fisik, sehingga mereduksi pentingnya kesehatan pikiran dan jiwa.
Padahal, olah gerak fisik yang berpadu dengan olah pikiran akan bermuara pada keselarasan serta pencapaian spirit yang luhur. Dengan melatih badan (body), kita akan mengenal struktur dan cara kerja organ-organ tubuh. Sementara dengan melatih pikiran (mind), manusia disadarkan tentang bagaimana otak mengkoordinasikan gerak tubuh. Melatih ketiganya akan menciptakan keseimbangan antara diri dengan alam tempat kita hidup. Sehingga kita terdorong untuk hidup harmonis dengan keluarga, saudara, dan masyarakat.
Webinar Seri 4 akan membicarakan tentang gagasan kesehatan semesta. Tidak hanya mendefinisikan kembali makna sehat, namun juga bagaimana kita menata kembali manajemen kesehatan. Termasuk pendataan kesehatan warga yang valid, hingga pemahaman resiko penyakit dan penanggulangannya. Tapi ini bukan hanya tentang data dan teknologi. Perlu kemauan politik untuk menghargai setiap nyawa warga negara. Pemerintah desa sebagai representasi negara perlu membangun sistem kesehatan berbasis komunitas. Dan itu butuh sistem penyangga yang kuat, agar kita dapat mencapai kesehatan semesta.

Narasumber:
1. Dumillah Ayuningtyas (FKM UI)
2. Hairus Salim (LKiS)
3. IB Yoga Atmaja (PGB Bangau Putih Yogyakarta)
4. DR. dr Budi Laksono, MHSc (Penggagas Jambanisasi)
5. Iskandar Waworuntu (Bumi Langit Permaculture)

Moderator:
Dr. Ika Puspitasari (Farmasi UGM)

Registrasi peserta: s.id/webinarkkd

Info Lebih Lanjut :�Instagram/Twitter �Fans Page FB: Kongres Kebudayaan Desa�Website: https://kongreskebudayaandesa.id/

Photos from Pusat Studi Pedesaan & Kawasan's post 01/07/2020

Sekolah yang harusnya jadi tempat belajar, bermain, dan mengembangkan diri, belum memberi kesempatan tersebut. Secara umum, bahkan sekolah formal kerap dipandang belum mampu membentuk karakter seperti hormat kepada yang lebih tua, berpikir terbuka, hingga sikap bertanggungjawab. Sistem pendidikan di Indonesia hingga kini belum serius berusaha menyelesaikan masalah di bidang pendidikan. Salah satunya karena sistem pendidikan berubah mengikuti pergantian pejabat, sehingga tidak terencana secara jangka panjang.

Meski demikian, di berbagai daerah muncul kelompok yang berusaha membangun model pendidikan yang memanusiakan. Ada Sanggar Anak Alam (Salam) Yogyakarta dan Sekolah Payo-payo Makassar yang mencoba memperlakukan anak didik menjadi manusia yang memiliki sikap hidup, berbudi luhur, hingga menguasai keterampilan hidup. Sejak pandemi COVID-19 memaksa anak-anak belajar di rumah, orangtua kembali menjadi guru. Hal tersebut memaksa kita berpikir kembali, seperti apakah pendidikan yang membebaskan itu?

Webinar Seri 3 mencoba mengulik pemasalahan pendidikan dan menawarkan pendidikan alternatif. Mulai dari bagaimana cara memulai pendidikan yang membabaskan dari tataran desa. Hingga apa saja syarat yang dibutuhkan untuk membangun pendidikan yang mendukung nilai-nilai luhur, seperti kejujuran dan budaya anti korupsi. Karena, pendidikan butuh peran aktif orangtua dan masyarakat. Mereka tidak bisa sekadar menitipkan anaknya di sekolah lalu lepas tangan.

Narasumber:
1. Dr. Samto (Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kemendikbud)
2. Toto Raharjo (SALAM Yogyakarta)
3. Fadilla M. Apristawijaya, M.A (Sokola Rimba)
4. Ahmad Bahruddin (Anggota BAN DIKMAS)
5. Nurhady Sirimorok (Sekolah Payo-payo Makassar)

Moderator:
AB Widyanta, MA (Sosiologi Fisipol UGM)

Registrasi peserta: s.id/webinarkkd

Info Lebih Lanjut :
Instagram/Twitter
Fans Page FB: Kongres Kebudayaan Desa
Website: https://kongreskebudayaandesa.id/

Photos from Pusat Studi Pedesaan & Kawasan's post 30/06/2020

Hancurnya sektor industri akibat pendemi COVID-19 menyebabkan pekerja di kota pulang ke desa. Lalu pemerintah menyikapinya dengan gelontoran berbagai bantuan sosial untuk mengurangi dampak ekonomi. Termasuk di antaranya mengalokasikan sebagian Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai yang diutamakan untuk kebutuhan pangan. Krisis ini menjadi momentum untuk memikirkan kembali sejauh mana sistem ekonomi yang berlaku sebelum pandemi, mengedepankan desa sebagai kekuatan ekonomi yang lebih adil dan memiliki nilai luhur.

Sekaligus kondisi ini menjadi peluang bagi desa untuk melahirkan gagasan dan inovasi dalam mewujudkan tatanan ekonomi baru yang lebih adil. Salah satu contohnya berupa gotong royong yang dilakukan oleh Desa Panggungharjo, Ngestiharjo, Guwosari, Wirokeren, dan Sriharjo di Bantul. Kelimanya mengembangkan platform belanja online Pasardesa.id sebagai upaya untuk menjaga perputaran uang di desa. Sehingga melindungi akses pangan yang menyatu dengan upaya menggerakkan aktivitas ekonomi warga.

Webinar Seri 2 akan membahas tentang peluang apa saja yang hadir di masa krisis. Termasuk bagaimana menghadirkan sistem ekonomi desa yang mampu bertahan menghadapi krisis. Juga cara memperkuat sistem perekonomian desa dan hubungannya dengan kota. Hingga upaya menyerap tenaga kerja saat memutar perekonomian desa.

Narasumber:
1. Prof. Erani Yustika (FEB UB)
2. Dr. Rimawan Pradiptyo, Ph.D (FEB UGM)
3. Rudy Suryanto. SE, M. ACC., AK., CA (Founder Bumdes.id)
4. Dr. Francis Wahono (MM, Fakultas Ekonomi UST)
5. Dewi Hutabarat (Direktur Eksekutif Sinergi Indonesia, Koperasi KOBETA)

Moderator:
Chandra Firmantoko (ASEC)

Registrasi peserta: s.id/webinarkkd

Info Lebih Lanjut :
Instagram/Twitter
Fans Page FB: Kongres Kebudayaan Desa
Website: https://kongreskebudayaandesa.id/

Photos from Pusat Studi Pedesaan & Kawasan's post 30/06/2020

Pandemi yang melanda dunia menyadarkan orang bahwa industri kesehatan gagal melindungi masyarakat. Wabah juga memaksa kita mengubah relasi yang selama ini dianggap normal. Manusia kemudian membatasi sentuhan fisik yang biasa dilakukan. Seperti jabat tangan, berpelukan atau aktivitas fisik lain. Dibalik ancaman yang muncul, COVID-19 membuat kita mempertanyakan tatanan dan kebiasaan yang selama ini terjadi. Termasuk kebutuhan dasar yang seharusnya dijamin oleh pemerintah, tetapi justru diatur oleh swasta dan kekuatan modal.

COVID-19 mengubah semua tatanan tersebut tanpa teriakan revolusi. Berbagai aksi gotong-royong di beragam wilayah memantik pertanyaan, apakah kerjasama adalah puncak dari relasi ekonomi? Apakah puncak relasi politik adalah musyawarah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang ingin diuji dan dibuktikan dalam agenda Kongres Kebudayaan Desa (KKD). Hal tersebut membutuhkan kesetaraan yang mengurangi kesenjangan sosial. Pandemi memunculkan kesempatan untuk membangun tatanan yang lebih bermartabat, berkeadilan dan berkesetaraan.

Webinar Seri 1 ini untuk mengumpulkan dan menawarkan ide tatanan baru Indonesia dari desa. Desa sebagai satuan pemerintahan terkecil di Republik Indonesia, perlu menjadi titik awal untuk merumuskan tata nilai dan tata kehidupan baru dalam bernegara dan bermasyarakat. Sekaligus memberikan gagasan tentang kebijakan dan budaya anti korupsi pada pemerintah serta masyarakat desa.

Narasumber:
1. Laode M. Syarif, S.H, LLM, Ph.D (Direktur Eksekutif Kemitraan/Partnership Governance Reform in Indonesia)
2. Budie Arie Setiadi (Wakil Menteri Desa PDTT)
3. Prof. Dr. Melani Budianta MA. Ph.D (Guru Besar FIB UI)
4. Garin Nugroho (Budayawan)
5. Dr. Muhammad Faisal (Founder Youth Laboratory Indonesia)
6. Wahyudi Anggoro Hadi S.Farm. Apt. (Lurah Desa Panggungharjo)

Moderator:
FX Rudy Gunawan (Staf KSP 2014-2019)

Registrasi peserta: s.id/webinarkkd
Info Lebih Lanjut :�Instagram/Twitter �Fans Page FB Kongres Kebudayaan Desa�Website: https://kongreskebudayaandesa.id/

Photos 29/06/2020

Pembukaan Kongres Kebudayaan Desa 2020

Rabu, 1 Juli 2020, pukul 09.00 WIB – 10.00 WIB .

Acara:
Sambutan .
– Sri Sultan HB X (Gubernur DIY)
– Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm, Apt (Lurah Panggungharjo)

Keynote Speech: .
– Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd (Menteri Desa)
– Drs. Firli Bahuri, M.Si (Ketua KPK)

Pidato Kebudayaan: .
– Dr. Hilman Farid (Dirjen Kebudayaan)

Registrasi peserta: s.id/webinarkkd

Info Lebih Lanjut :
Instagram/Twitter
Fans Page FB: Kongres Kebudayaan Desa
Website: https://kongreskebudayaandesa.id/

27/06/2020

Covid-19 mendekonstruksi semua tatanan tanpa teriakan revolusi. Di sisi yang lain, Covid-19 juga membuktikan bahwa puncak dari relasi sosial adalah kekeluargaan, puncak dari relasi ekonomi adalah kerjasama, serta puncak dari relasi politik adalah musyawarah. Kekeluargaan, kerjasama serta musyawarah adalah makna operatif dari Gotong Royong, nilai yang lahir dari alam pikiran Nusantara dan menjadi bagian dari kebudayaan desa.

Di saat semua tatanan tumbang, kebudayaan dengan tangguh menjadi penopang kehidupan. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah seberapa mungkin kebudayaan desa yang telah terbukti menjadi penopang kehidupan ini dapat dijadikan sebagai tatanan hidup berdesa, berbangsa dan bernegara. Upaya untuk merumuskan kebudayaan desa sebagai gagasan alternatif Tatanan Indonesia Baru pasca pandemi inilah tujuan dari Kongres Kebudayaan Desa diselenggarakan.

Kongres Kebudayaan Desa mempertemukan gagasan warga desa melalui kegiatan riset guna mengetahui kondisi sebelum dan semasa pandemi, sekaligus berupaya menangkap imajinasi warga desa terkait dengan tatanan hidup ke depan. Kongres Kebudayaan Desa membuka kesempatan para akademisi dan pemerhati desa guna urun gagasan melalui tulisan dalam kegiatan Call for Papers. Serial Webinar mencoba menerjemahkan Kebudayaan Desa dalam 17 tema diskusi dengan melibatkan 85 narasumber dari berbagai kelompok kepentingan. Perspektif masyarakat adat akan digali melalui Festival Kebudayaan Desa Nusantara, yang mencoba menangkap imajinasi Indonesia Baru dari perspektif 19 sub kebudayaan Nusantara. Keseluruhan proses akan didokumentasikan dalam 19 buku, dan gagasan yang menjadi kesimpulan dari rangkaian kongres ini akan dikonstruksikan sebagai visi bersama, dan akan dideklarasikan sebagai Tatanan Indonesia Baru dari Desa. . . —
Jadwal Kongres Kebudayaan Desa 2020

Riset : Juni-Agustus 2020
Call for Papers : Juni-Juli 2020
Serial Webinar : 1-10 Juli 2020
Festival kebudayaan Desa : 13-16 Juli 2020
Deklarasi : 15 Agustus 2020

Info Lebih Lanjut :
Follow and Subscribe
Instagram/Twitter
Fans Page FB Kongres Kebudayaan Desa
Website: https://kongreskebudayaandesa.id/


Rural Corner PSPK UGM_18 Juni 2020 18/06/2020

Webinar Rural Corner “BUMDes dan Pengembangan Ekonomi Lokal Pada Masa Pandemi COVID-19” LIVE NOW di kanal Youtube PSPK UGM. Please click link below.

Rural Corner PSPK UGM_18 Juni 2020

Photos 13/06/2020

Pandemi covid-19 telah menghantam perekonomian Indonesia, termasuk diantaranya ekonomi desa. Pandemi ini berpengaruh pada perekonomian dan perubahan sosial di desa. Hilangnya peluang dan kesempatan kerja di berbagai sektor informal, terhentinya kegiatan pariwisata desa, berkurangnya demand untuk berbagai produk pertanian dan UMKM, terganggunya distribusi komoditas barang, berkurangnya supply bahan baku, terlambatnya pemenuhan pupuk dan alat pertanian, berkurangnya berbagai aktivitas sosial, sangat berpengaruh terhadap penurunan ekonomi warga desa. Ancaman kerentanan pangan rumah tangga, meningkatnya pengangguran usia produktif, dan penurunan daya beli masyarakat desa menjadi dampak lanjutan dari pandemi ini.

Pada titik inilah sebenarnya, keberadaan BUMDes sebagai salah satu bentuk institusi pengembangan ekonomi lokal (PEL) mendapatkan momentum untuk berperan dalam mengatasi dampak pandemi bagi masyarakat desa. BUMDes diharapkan mampu bertahan di tengah ancaman ekonomi, mampu mengubah ancaman ekonomi menjadi sebuah kesempatan ekonomi, bahkan mampu menjadi wirausaha sosial yang membantu pemenuhan kebutuhan ekonomi warga desa dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tentunya diperlukan sikap proaktif pemerintah desa dan pengurus BUMDes dalam melakukan akselerasi mobilisasi dan membangun partisipasi aktor-aktor lokal dalam memanfaatkan berbagai sumberdaya lokal desa.

Dengan mengangkat tema “BUMDes dan Pengembangan Ekonomi Lokal Pada Masa Pandemi Corona”, Rural Corner PSPK UGM kembali hadir secara online melalui Zoom (Kamis, 18 Juni 2020, pukul 15.00-17.00 WIB)

Untuk registrasi peserta dapat melalui nomor Whatsapp berikut: 08974273546

Kuota terbatas hanya untuk 100 peserta!

Bagi kalian yang tidak mendapatkan tempat dapat mengikutinya secara LIVE di kanal Youtube: PSPK UGM

Photos from Pusat Studi Pedesaan & Kawasan's post 06/03/2020

Seminar Bulanan “Rural Corner” PSPK UGM episode 9 dengan tema “Pemilihan Kepala Desa dan Pemanfaatan Teknologi & Informasi” telah berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2020 di Ruang Sartono PSPK UGM, Bulaksumur G-7. Untuk liputan tertulisnya bisa disimak di web kami yang tertera di bio. Video jalannya diskusi juga dapat disaksikan di Youtube: PSPK UGM

@ Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM

Want your school to be the top-listed School/college in Yogyakarta City?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Bulaksumur G-7
Yogyakarta City
55598