14/08/2025
PROFIL PUSAT STUDI LAHAN
Pusat Studi Lahan (PSL) berada di bawah naungan LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta yang fokus meneliti dan memanfaatkan sumberdaya lahan untuk bidang pertanian, lingkungan, dan pembangunan sosial ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. PSL berdiri sejak tahun 2004 yang sudah melakukan berbagai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, seperti survei pemetaan tata ruang desa (2005), survei tingkat kerusakan pasca gempa Jogja 2006 (2007), penelitian dampak erupsi Gunung Merapi 2010 (2011), dan berbagai macam kegiatan lainnya.
Penelitian bidang lahan menitikberatkan pada kajian ilmu tanah dan berbagai anasir (aspek) yang mempengaruhinya, seperti iklim, topografi, bahan induk (parent material), dan aktifitas makhluk hidup seiring waktu. Lahan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti kesesuaian lahan, reklamasi lahan bekas tambang, potensi kesuburan, penataan kawasan pertanian, perkebunan dan pembinaan lingkungan dengan berbagai macam tipologi lahan (kota, desa, pesisir, pegunungan dan tepi hutan).
Tim kerja PSL terdiri dari (1) survei lapangan, (2) analisis laboratorium, (3) pembuatan peta SIG, dan (4) analisis dan olah data laporan sampai rekomendasi. Bidang keahlian PSL terdiri dari ahli lahan, ahli kesuburan, ahli konservasi, ahli iklim, ahli sosial ekonomi masyarakat, dan ahli lingkungan. Setiap pekerjaan yang dilakukan melibatkan kolaborasi tim yang terdiri dari dosen, laboran, mahasiswa tingkat akhir dan narasumber lokal disesuaikan dengan lokasi penelitian.
Langkah kerja pendampingan masyarakat di lapangan yang sering dilakukan adalah (a) identifikasi potensi dan permasalahan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, (b) peningkatan kapasitas kualitas SDM dan kelembagaan, (c) membangun komunikasi dan kerjasama dengan para pihak, (d) introduksi teknologi tepat guna spesifik lokasi, (e) perbaikan infrastruktur sesuai kebutuhan, dan (f) mendorong kemandirian yang menghasilkan produk dan program unggulan. Proses pendampingan yang ideal dilaksanakan selama 4 tahun dengan pengawalan 4 pilar, yaitu (1) peran aktif pemimpin lokal, (2) dukungan kebijakan pusat sampai lokal, (3) pendampingan pemerintah-perusahaan-universitas, dan (4) dukungan pendanaan swadaya dan berbagai bantuan lainnya.
Pelaksanaan pendampingan masyarakat dapat diselaraskan dengan program lain seperti Kuliah Kerja Nyata dari perguruan tinggi, pendampingan CSR oleh perusahaan, bantuan dari pemerintah pusat sampai OPD, dll. Penyelarasan ini disesuaikan dengan potensi sumberdaya lahan sampai terwujudnya komunikasi, kolaborasi dan integrasi yang berkelanjutan.
Muhamad Kundarto
Ketua Pusat Studi Lahan LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta