11/07/2020
Yuk ikutan,
Agar kita tahu bagaimana memberikan nutrisi yang baik pada anak dan bagaimana kita bisa tahu bahwa status gizi anak sudah baik atau belum.
Mari belajar dan berdonasi pada
Bersama dokter .paryanto Sp.A Konsultan Nutrisi Metabolik dipandu oleh dokter Phd
Besok jam 13.00
Link pendaftaran ada di Bio ya
Ditunggu yaa partisipasinya
22/08/2017
Tahukah kalian bahaya dari memiliki pasangan seksual lebih dari satu?
Ada banyak risiko dari berganti-ganti pasangan seksual. Salah satunya dari segi kesehatan adalah risiko tinggi tertularnya penyakit-penyakit yang ditularkan melalaui hubungan seksual. Nah, tahukan anda apa saja penyakit itu?
1. HIV/AIDS. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa virus HIV ditularkan melalui hubungan seks, baik hubungan seks secara vaginal atau a**l. Sayangnya, banyak yang tidak tahu (termasuk penderita itu sendiri) tentang ciri-ciri orang yang mengidap virus menular ini karena memang virus ini bisa hidup bertahun-tahun tanpa gejala, sehingga penderita bebas dan terlihat sehat, dan parahnya terus berganti-ganti pasangan sehingga menularkan virusnya ke semua pasangannya.
2. Kencing nanah pada laki-laki dan keputihan yang tidak normal pada wanita. Kencing nanah pada laki-laki seringnya disebabkan oleh infeksi gonorrhea atau chlamidya. Seringnya nanah keluar dari saluran kencing berwarna putih kental atau kekuningan. Jika pada wanita, maka bentukannya adalah keputihan berwarna putih kental atau kekuningan. Sayangnya gejala keputihan pada wanita tidak selalu terlihat nyata seperti kencing nanah pada pria. Apalagi pada wanita bisa mengalami keputihan yang normal dari pengaruh hormonal setiap bulannya. Lalu bagaimana keputihan yang tidak normal ? waspadalah jika keputihan yang sangat banyak hingga membasahi pakaian dalam, gatal, berwarna kuning atau hijau, berbau amis atau busuk.
3. Herpes kelamin. Penyakit ini disebabkan infeksi virus yang akan menyebabkan muncul bintil-bintil berair di sekitar mukosa kelamin yang nantinya akan pecah dan membentuk luka yang perih jika tersentuh.
4. Kutil kelamin. Penyakit ini disebabkan infeksi human papilloma virus (HPV), menyebabkan pembentukan kutil (seperti daging) yang tumbuh di kelamin dan bisa terus membsar seperti jengger ayam atau kembang kol. Meskipun sudah dioperasi diambil, masih ada risiko kutil kelamin akan tumbuh kembali.
5. Sifilis. Penyakit ini punya banyak bentuk dan cukup sulit untuk dikenali bila tidak dibantu dengan pemeriksaan darah. Salah satu gejalanya adalah muncul luka/tukak pada kelamin yang dalam (lebih dalam daripada herpes). Gejala pada stadium parah adalah kebutaan, kelumpuhan dan gangguan jantung.
6. Scabies (kudis), kutu kelamin, hepatitis B dan C, infeksi HPV yang menyebabkan kanker cervix pada wanita,
Nah, untuk menghindari terkena infeksi-infeksi tersebut, penting bagi kita untuk setia hanya pada 1 pasangan. Dan yang harus diingat adalah jika kita sudah setia pada 1 pasangan, namun pasangan kita tidak setia dan berhubungan dengan 10 orang lain, maka sama saja kita juga berhubungan dengan 10 orang tersebut, karena pasangan membawa penyakit yang dibawa 10 orang tersebut dan dibagikan ke pasangan tetapnya.
Oleh karena itu, pastikan diri kita bisa menjaga kesehatan kita dengan menjadi setia dan cerdas dalam memilih pasangan hidup kita. Jangan gampang mau melakukan hubungan seks yang tidak bertanggung jawab. Karena jika salah mencari pasangan, dampaknya bisa seumur hidup kita membawa penyakit itu seperti HIV hingga penularan penyakit tersebut ke anak keturunan kita. Jangan sampai ya seperti itu..
jika ragu, tidak ada salahnya lho kita sukarela memeriksakan diri untuk tes HIV di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Demi kesehatan kita dan kesehatan pasangan dan keluarga kita kelak..
be smart and stay healthy ya😉
sumber : http://www.nhs.uk/conditions/Sexually-transmitted-infections/Pages/Introduction.aspx
Sexually transmitted infections (STIs) - NHS Choices
Sexually transmitted infections (STIs) are passed on from one person to another through unprotected s*x or ge***al contact.
12/06/2017
“Speedboat langsung tancap gas ketika pasien dan keluarganya sudah di dalam. Perjalanannya dipenuhi dengan ombak dan angin kencang hingga membuat jantung seperti mau copot. Perahu bergoyang kesana kemari menghantam butiran air...Saat sedang berganti baju, ombak menghantam dan hampir saja saya terjatuh. Mulut pun komat-kamit membaca doa-doa yang saya ingat, mulai dari doa mau makan sampai doa mau tidur."
“Tanpa berbekal pelampung, fin, goggle, atau snorkel karena rencana mencari hiu paus ini begitu mendadak, akhirnya saya dan beberapa lainnya langsung nyebur begitu saja untuk berenang bersama hiu paus. Tak kami hiraukan gelapnya laut yang sama sekali tidak terlihat dasarnya, karena teman baru kami ini begitu ramah walau ia begitu besar. Sepanjang perjalanan p**ang...tidak hentinya saya tersenyum sendiri, seakan tak percaya bisa berenang bersama ikan hiu...hihihi.”
***
Internsip adalah satu fase yg harus dijalani oleh mereka yg punya cita-cita indah. Berbekal sumpah Hippocrates dan jas putih baru, para dokter yg masih fresh from the campus menjelajah setiap titik nusantara selama setahun.
Ada cerita menegangkan saat menghadapi pasien tanpa pendampingan, ada cerita menyenangkan saat mempelajari budaya dan bahasa baru, tak lupa cerita menyedihkan ketika dipekerjakan di luar wewenang. Tapi tak boleh lupa ada cerita menyegarkan mengenai pesona Indonesia.
Dokter internsip Indonesia telah, sedang, dan akan terus membagikan pengabdiannya untuk tanah air. Saatnya kisah-kisah tersebut kita simak dan hayati dalam 22 cerita mereka dari Sumatera hingga Papua. Tidak hanya mahasiswa kedokteran atau mereka yang akan menjalani internsip, tapi juga kump**an cerita ini bisa dinikmati oleh siapa pun yg ingin mengenal perjalanan internsip yg memiliki keunikan masing-masing di tiap tempatnya.
***
Open Pre-Order buku "Internsip 365, Kump**an Kisah Dokter Internsip se-Nusantara"!
Periode: 12 - 30 Juni
Terbatas hanya 125 buku!
Tebal buku: 320 halaman
Penyusun: Sayyid Hakam
Penerbit: Duta Media Tama
Harga: 65ribu
CP: Dimas 085860380208 (WhatsApp only)
05/12/2014
Kondisi AIDS di Indonesia
Memperingati Hari AIDS Internasional 1 Desember yang lalu, saya ingin menyampaikan bahwa hingga 30 September 2014, jumlah kasus penduduk Indonesia yang terinfeksi HIV berjumlah 150.296 sementara dari yang terinfeksi tersebut sebanyak 55.799 telah pada stadium AIDS dan 9.796 orang telah meninggal karena virus mematikan ini (sesuai data Kemenkes RI)
Yang lebih memprihatinkan adalah lebih dari 50% penderita AIDS adalah laki-laki. Sementara usia penderita AIDS ini kebanyakan pada rentang usia produktif yaitu 20-39 tahun.
Pertanyaan berikutnya, darimanakah mereka mendapatkan virus ini?
penyebab penularan paling tinggi disebabkan hubungan seksual (baik laki-laki dengan wanita ataupun laki-laki dengan laki-laki). penyebab berikutnya adalah penggunaan jarum suntik bersama (narkoba), penularan ibu pada bayinya, lalu transfusi darah.
Lalu dimanakah kasus HIV/AIDS paling banyak ditemukan di Indonesia?
ternyata kasus terbanyak ditemukan di Papua, disusul oleh DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara.
Meskipun demikian, perlu ditekankan bahwa HIV/AIDS seperti fenomena gunung es yang artinya bahwa data-data yang berhasil terungkap hanya mewakili sebagian kecil dari kenyataan yang sebenarnya masih terpendam (masih belum terdeteksi ). Kenapa begitu? karena apabila virus HIV masuk ke dalam tubuh seseorang, diperlukan waktu 3 s.d. 6 bulan bahkan lebih sesudah virus masuk bisa terdeteksi oleh pemeriksaan darah (laboratorium) , akibatnya jika seseorang yg berisiko terkena HIV/AIDS (berhubungan seks, menggunakan jarum suntik bersama, mendapatkan transfusi) dinyatakan negatif dari tes HIV, belum tentu dia memang bebas dari HIV/AIDS karena masih ada kemungkinan beberapa bulan kemudian baru bisa dinyatakan positif HIV/AIDS.
Sayangnya kesadaran masyarakat kita akan HIV/AIDS masih kurang lantaran adanya stigma sosial yang terkadang memberatkan ODHA sendiri (orang dengan HIV AIDS), akibatnya kelompok dengan risiko tinggi terutama yang berhubungan seks lebih dari 1 partner dan kelompok pengguna narkoba suntik menjadi kurang kesadarannya untuk memeriksakan dirinya sendiri apakah mengidap HIV atau tidak dan selama dalam "fase ambigu" tersebut mereka tetap berhubungan seksual dengan pasangannya (istri/suami), mendonorkan darah untuk keluarganya yang nantinya akan berujung kepada penularan dan penyebaran infeksi HIV/AIDS pada orang-orang di sekitar mereka termasuk pada anak mereka sendiri.
Bukankah fenomenan tersebut adalah hal yang ingin kita hindari? siapakah yang ingin anak cucu kita mengidap infeksi mematikan yang hingga kini belum ada obatnya? belum lagi stigma yang akan dibawa anak tersebut sejak lahir hingga kematiannya nanti? bukankah lebih baik kita semua sadar dengan sendirinya dan bersedia memeriksakan bebas dari HIV atau tidak sehingga dapat dilakukan upaya preventif agar setidaknya tidak menulari suami/istri kita nanti? agar anak yang lahir dari istri kita nanti bebas dari HIV? agar membantu penyebaran virus mematikan ini?
Silakan direnungkan dan dijawab di hati masing-masing, apakah saya termasuk dalam kelompok berisiko tersebut? apakah saya sudah melakukan upaya untuk menjaga kesehatan saya, keluarga , dan anak cucu kita nantinya?
13/11/2014
Tahukah kalian dengan yang dinamakan Preeclampsia (Keracuna Kehamilan)?
kenyataannya Preeclampsia adalah penyumbang terbesar kedua pada kematian ibu di Indonesia. Preeclampsia ditandai dengan kenaikan tekanan darah > 140/90 pada kehamilan > 20 minggu (4 bulan) hingga 6 minggu setelah melahirkan pada ibu yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal ( 35 tahun, obesitas, diabetes/penyakit ginjal, memiliki penyakit autoimun. Namun, tidak memiliki karakteristik tersebut bukan berarti bebas dari preeclampsia, karenanya penting untung selalu memeriksakan kehamilan secara berkala kepada tenaga medis (bukan dukun yaa)
Apa saja komplikasi yang disebabkan oleh preeclampsia?
bagi ibu, yang paling berat adalah kematian, biasanya ditandai dengan kejang (padahal tidak ada epilepsi) dan penurunan kesadaran karena stroke, organ lain yang diserang adalah kerusakan ginjal dan liver .
bagi bayi , preeclampsia dapat menyebabkan bayi yang lebih kecil dari usia kehamilannya yang berarti meningkatkan risiko kematian bayi, tak jarang bayi meninggal dalam kandungan karena kurang adekuatnya sirkulasi darah plasenta ke bayi.
Lalu apa yang harus dilakukan ibu ?
rutin kontrol kehamilan, jika tensi tinggi harus lebih diwaspadai dan perlu menjalani tes lebih lanjut, yaitu tes urin dan tes darah. Selain itu sang ibu perlu memonitor gejala yang dirasakan, apabila penglihatan mengabur, nyeri kepala, nyeri ulu hati/perut bagian kanan atas, kencing menjadi sangat sedikit (< 2 gelas aqua), gerakan bayi menurun (
03/11/2014
Cerita seorang dokter
Saya memulai tugas dokter di luar Pulau Jawa. Saya bertugas di bangsa kandungan di RSUD ini. Awalnya saya kaget karena seringkali menjumpai ibu-ibu muda yang akan melahirkan di usia yg sangat belia, yaitu 15-18 tahun. Usia yang selayaknya masih menempa pendidikan lanjutan di SMA, meskipun demikian adat istiadat dsini pun mendukung pernikahan dini. Saya pun hanya mengelus dada melihat banyak kehamilan dan persalinan mereka yg banyak komplikasi seperti preeclampsia (keracunan kehamilan), perdarahan, keguguran, persalinan prematur. Banyak p**a dari mereka yg harus dilakukan operasi caesar karena panggul terlalu sempit dan alasan laiinya.
Namun, tak berhenti disitu kekagetan saya, hari ini saya mendapat pasien korban perkosaan dengan robekan alat kelamin hingga ke duburnya. Korban masih kelas 3 sma, dan pelaku pemerkosaan jg adalah pacarnya sendiri dan 4temannya. Korbang mengaku dijemput pacarnya dibawa ke pantai dan dipaksa minum alkohol
Miris saya dengan kenyataan ini..
Sebagai dokter sy hanya bs berpesan bahwa sebagai remaja , haruslah pandai memilih teman, dan pacar, janganlah mau diajak Ke tempat yg tidak aman, janganlah karena penasaran atau tidak mau diputus pacar, kehormatan diri dan keluarga menjadi bayaran mahalnya.
Sy jg berpesan utk para org tua, harus lah membangun komunikasi dan hubungan yg baik dg anak, hanya karena lalai sedikit, masa depan anak dan kehormatan keluarga dipertaruhkan..belum lagi pertanggungjawaban ke Tuhan YME
Penyesalan tidak pernah datang di awal, jika sudah terjadi yg ada hanya bs mengucap, kalau saja dulu saya berani menolak ajakan , kalau saja saya lebih mengawasi anak saya, kalau saja saya tidak pacaran dengannya,,
Saya berharap generasi muda lebih bertanggung jawab dg kesehatan reproduksinya dan para org tua pun membimbing dan mengarahkan ke arah yang benar..
17/02/2014
apakah setiap keputihan pada wanita hamil itu berbahaya?
jawabannya adalah tergantung dari penyebab keputihan tersebut. pada dasarnya kehamilan akan memacu pengeluaran berlebiih cairan dari leher rahim yang memang berfungsi untuk menyokong rahim dari tumbuhnya janin dalam rahim.
Namun haruslah diperhatikan jika keputihan itu menjadi berubah warna menjadi kuning atau kehijauan atau abu-abu.
berubah baunya manjadi sangat menyengat/busuk/amis.
disertai rasa gatal atau perih
disertai nyeri buang air kecil
disertai perdarahan/flek-flek
jika ada salah satu saja dari gejala di atas sangat direkomendasikan segera memeriksakan diri ke dokter untuk diperiksa penyebab keputihan yang tidak normal tersebut. karena jika terlambat ditakutkan akan menimbulkan komplikasi yaitu infeksi pada janin ataupun keguguran dan juga ketuban pecah dini..
semoga bermanfaat
19/02/2013
Jika te**is tiba-tiba terasa sangat nyeri, timbul mendadak sewaktu bangun tdur atau setelah terjatuh atau terkena trauma, bisa disertai pembengkakan,mual, muntah, te**is teraba lebih pendek maka itu adalah kasus emergensi yg harus segera ditangani secara operasi. Segera datangi rumah sakit terdekat. Keterlambatan penanganan lebih dr 6 jam dr mulai rasa nyeri berisiko tinggi te**is akan mandi yg mungkin fungsi reproduksi juga menurun..
18/02/2013
apakah setiap nyeri perut kanan bawah itu adalah usus buntu?
ternyata tidak... terutama untuk wanita, ada banyak kemungkinan penyebab nyeri perut kanan bawah yang sangat berhubungan dengan fungsi reproduksinya...
apa saja kemungkinan gangguan reproduksi wanita dengan keluhan perut kanan bawah?
1. kehamilan ektopik terganggu
kehamilan ektopik disini dimaksudkan terjadi kehamilan yang tidak pada rahim, palin sering terjadi pada saluran tuba Fallopi, yang kita tahu sangat kecil dibandingkan rahim, akibatnya kantong janin bisa pecah dan terjadilah kehamilan ektopik terganggu. tanda utamanya adalah nyeri kanan bawah, bisa disertai dengan mual muntah, dan tanda-tanda syok akibat perdarah dalam .
2. torsio kista ovari
pada beberapa orang bisa muncul kista pada ovariumnya, ada kista yg jinak dan ganas, kista ini bisa terpuntir yang akibatnya aliran darah ke ovarium akan terhambat hingga mungkin ovariumnya akan mati bila tidak segera dibebaskan puntirannya. tanda dari gangguan ini adalah nyeri yang mendadak dan hebat di perut bawah kanan atau kiri tergantung ovarium yg terkena.
3. tubo-ovarian abcess
penyakit ini ditandai adanya nanah yang banyak pada ovarium dan tuba Fallopi akibat infeksi pada kedua organ tersebut. dari mana asa infeksi itu? bisa dari infeksi menular seksual seperti gonorrea, chlamydia, yang tidak segera diobati (kronis). tanda nya adalah nyeri perut bawah kanan atau kiri tergantung bagian yg terkena, ada keputihan abnormal, ada tanda2 infeksi seperti demam dll
itu adalah penyebab tersering gangguan organ reproduksi wanita yang sering dengan keluhan nyeri perut kanan bawah dan meyerupai dengan gejala usus buntu..
masih banyak kemungkinan dari organ lain seperti saluran kencing atau saluran cerna yg lain..
karenanya jangan heran jika dokter anda akan menanyakan secara detail untuk bisa menegakkan diagnosis..
semoga bermanfaat..
03/08/2012
saya baru saja bertemu dengan seorang wanita yang dirawat di Rumah Sakit jiwa karena mengalami gangguan mental berat dikarenakan stres hamil diluar nikah. meskipun sudah bertahun-tahun yang lalu, dan anaknya pun sudah tumbuh besar, tidak ada perbaikan mental dari pasien tersebut, sungguh sangat disayangkan sisa hidupnya dihabiskan kebanyakan di rumah sakit jiwa
01/05/2012
ingin berbagi cerita tentang teman-teman remaja yang saya temui..
yang pertama seorang gadis berumur 16 tahun yang tengah mengandung 25 minggu di luar nikah. akibat stres yang dihadapinya akhirnya dia dirawat di Rumah Sakit akibat kontraksi dari rahimnya, padahal secara medis masih belum cukup bulan untuk melahirkan. setelah dirawat 2-3 hari dengan pengobatan, akhirnya gadis tersebut melahirkan anaknya. bayinya termasuk kecil untuk ukuran bayi yang baru lahir
kisah kedua adalah seorang gadis yang lainnya yang berumur 18 tahun dengan umur kehamilan 37 minggu. dia pun juga hamil diluar nikah, meskipun baru saja dinikahkan dengan suaminya yg berumur 17 tahun. dia memeriksakan ke RS dan diketahui hemoglobinnya 8,3 padahal angka normal hemoglobin adalah >10 dengan kata lain sang remaja ini mengalami anemia yang tentu akan berdampak dengan janin yang dikandungnya dan juga pada kesehatan dan keselamatan dirinya sendiri.
saya tidak ingin menghakimi, namun bagaimana menurut teman2 sekalian, wajar dan normalkan jika seseorang wanita sudah hamil di luar nikah di usianya yang sangat dini? bisakah berhubungan kehamilan pada usia dini dengan cap "hamil diluar nikah" tersebut mempengaruhi kesehatan sang ibu dan janin? silakan sharing pendapat dan pengalaman