Jaya Baya Book Store

Jaya Baya Book Store

Share

Menebar Pesona Silaturrahmi Melalui Study Hard Bahasa Arab Toko Buku On Line: menyediakan berbagai macam buku

Photos 25/05/2013
Photos 17/05/2013

Kita Adalah "Seorang Pemenang"

Teringat sebuah cerita dari seorang guru yang sedang bercerita kepada anak didiknya, guru itu bercerita tentang kisah seorang muridnya yang lain, yang bernama Ahmad kepada anak-anak tersebut.
Suatu hari, Ahmad dan teman-teman sekelasnya diberikan tugas oleh guru nya tersebut untuk menceritakan kisah suksesnya di depan kelas disertai dengan membawa bukti atau fakta kesuksesannya.

Ketika tiba waktunya, satu persatu teman sekelasnya maju ke depan kelas untuk menceritakan kisah kesuksesannya. Berbagai macam kisah sukses mereka ceritakan. Misalnya Agus, dia bercerita "saya waktu SMP pernah meraih kesuksesan menjadi juara pertama dalam lomba cerdas cermat dan inilah (sambil mengangkat pialanya) sebagai bukti bahwa saya pernah menjuarai lomba cerdas cermat tersebut".
Hendra tidak mau kalah juga, ia maju ke depan kelas dan mulai menceritakan kesuksesannya dengan membawa piagam penghargaan, "saya pernah menjadi juara dalam lomba menyanyi."
Bermacam-macam kisah kesuksesan telah diceritakan oleh para temannya, ada yang memiliki pengalaman menjadi master of ceremony (MC), ketua OSIS, dan yang lainnya sambil membawa penghargaan sebagai tanda buktinya.

Hal yang menarik adalah ketika tiba giliran Ahmad maju ke depan kelas untuk menceritakan kisah suksesnya. Ia sempat merasa bingung, sejak diberi tugas hingga tiba hari pengumpulan tugas. Apa yang harus diceritakan di depan kelas, batinnya berkata, "saya belum pernah meraih kejuaraan apapun, tapi mau tidak mau, saya harus mengerjakan tugas yang telah diberikan dan harus menceritakan kesuksesan saya, dan saya ingin menceritakan kesuksesan yang berbeda dengan teman-teman saya."

Akhirnya Ahmad maju ke depan kelas dan mulai bercerita dengan lantang, "saya adalah orang yang sangat luar biasa, saya pernah bertanding dengan 250 juta pesaing, diantara sekian banyak saingan yang saya hadapi, sayalah yang menjadi pemenangnya."
Teman-teman sekelas yang mendengarkannya begitu kagum, mungkin ada yang sempat berfikir dalam fikirannya, "wahh.. hebaat.. perlombaan apa ya, sampai bersaing dengan 250 juta pesaing?" atau pun fikiran yang lainnya.
Ahmad pun melanjutkan cerita kesuksesannya, "sebagai bukti bahwa saya yang menjadi pemenang, saya membawa buktinya dan akan saya bacakan di depan teman-teman pada kesempatan yang berharga ini...

bahwa di Cianjur ========== pada tanggal........ delapan maret... ========== seribu sembilan ratus sembilan puluh ========== telah lahir :========== Ahmad Prasetya ========== anak kedua dari suami isteri ........."

Teman-teman sekelasnya memberikan applause yang sangat luar biasa, ternyata Ahmad membawa Akte Kelahiran sebagai bukti kesuksesannya.

Source : http://educlopedia.blogspot.com/2012/09/kita-adalah-seorang-pemenang-yang.ht

Photos 16/05/2013

Punya alasan tentang yang 1 ini????

Photos 15/05/2013

Jangan ditiru ya...

Photos 27/04/2013

Indahnya Al-Qur'an Sebagai Motivator Terhebat

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah (nasib) suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’du:11).

Pada tahun 1970 Presiden Korea Selatan Park Chung Hee pernah mendatangi masjid Baiturahman Aceh, ia terkesima ketika membaca sebuah text (Al-Qu’ran) diatas.
Sang presiden penasaran dengan arti ayat itu , lalu ia bertanya kepada salah seorang jamaah masjid. Dan ia pun menjelaskan terjemahannya. Park Chung Hee kaget dan demikian terinspirasi oleh ayat itu. Pemahaman dan kata-kata hikmah menembus hatinya lalu menyatu dalam dirinya. Kemudian ia pun kembali ke negaranya dan menjadikan ayat itu sebagai tagline bangsanya. Dan hasilnya benar! Tak berapa lama, Korea Selatan pun berubah menjadi negara maju, disegani dan dapat mengubah nasib rakyatnya menjadi lebih baik dan sejahtera. Subhanallah.

Kesimpulan: Kita tidak perlu motivator dengan berbagai motivasi, ketika Al-Qur’an dan Sunnah NabiNya telah merasuk dalam sukma sanubari. Tak heran 15 abad yang lalu di daerah terpencil yang tidak pernah di kenal oleh dunia, mencuat nama Muhammad shallalahu alaihi wa sallam dengan Al-Qur’an. Sehingga Islam bersinar ke semua penjuru dunia sampai saat ini.
Sunggu rugi sekali jika kita tidak mau berinteraksi dengan Al-Qur’an dan hadist, karena tanpa keduanya hidup tidak ada berkah.

Sumber : Forum.viva.co.id

Photos 27/04/2013

Mengapa mutu pendidikan Finlandia terbaik di dunia ?

Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia. Rekor prestasi belajar siswa yang terbaik di negara-negara OECD dan di dunia dalam membaca, matematika, dan sains dicapai para siswa Finlandia dalam tes PISA. Amerika Serikat dan Eropa, seluruh dunia gempar.

BERIKUT APA YG DILAKUKAN PEMERINTAH FINLANDIA BAGI WARGA NEGARANYA

1. Untuk tiap bayi yang lahir kepada keluarganya diberi maternity package yang berisi 3 buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri.

Alasannya, PAUD adalah tahap belajar pertama dan paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. Sebesar 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita dan 85% brain paths berkembang sebelum anak masuk SD (7 tahun).

2. Kegemaran membaca aktif didorong. Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negeri mana pun di dunia. Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah, bebas memilih metode dan buku teks.

3. Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV.

4. Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best ten lulusan universitas.

5. Orang Finlandia merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur.

6. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination untuk masuk PT.

7. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri. Sebesar 25%

8. Kenaikan pendapatan nasional Finlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan.

9. Dari negeri agraris yang tak terkenal kini Finlandia maju di bidang teknologi. Produk HP Nokia misalnya merajai pasar HP dunia. Itulah keajaiban pendidikan Finlandia.

Bagaimana Indonesia? Ada yang berpendapat, keunggulan mutu pendidikan Finlandia itu tidak mengherankan karena negeri ini amat kecil dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa, penduduknya homogen, dan negaranya sudah eksis sekian ratus tahun. Sebaliknya, penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa, amat majemuk terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Indonesia baru merdeka 66 tahun. Pendapat senada dikemukakan oleh tokoh-tokoh dan pemerhati pendidikan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, dan negara-negara lain dibandingkan dengan negaranya.

Yang paling malu AS karena unit cost anggaran pendidikannya jauh melebihi Finlandia tapi siswanya mencapai ranking 17 dan 24 dalam tes PISA, sedangkan siswa Shanghai China ranking 1, Finlandia 2, dan Korea Selatan 3.

Penurut para pengamat, Soal siswa di Shanghai China juara masih diragukan karena belum menggambarkan keadaan mutu seluruh pendidikan China, melainkan hanya menggambarkan sebagian kecil pelajar Shanghai yg berhasil dalam tes, sementara hasil pengamatan secara menyeluruh terhadap negaranya menunjukkan mayoritas China masih berada jauh dari Findlandia.

Akhirnya semua mengakui bahwa sistem pendidikan Finlandia yang terbaik di dunia karena kebijakan-kebijakan pendidikan konsisten selama lebih dari 40 tahun walau partai yang memerintah berganti-ganti.

Secara umum kebijakan-kebijakan pendidikan China dan Korea Selatan (dan Singapura) juga konsisten dan hasilnya terlihat sekarang.

Kebijakan-kebijakan pendidikan Indonesia cenderung tentatif, s**a coba-coba, dan sering berganti istilah, tiap ganti pemerintahan dan menteri maka akan ganti kebijakan tanpa arah dan tujuan yg jelas. Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?

1. Kita masih asyik memborbardir siswa dengan sekian banyak tes (ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional). Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT.

2. Kita masih getol menerapkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sehingga siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakan automatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap dan lebih memberi perhatian untuk membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.

3. Kita masih berpikir bahwa PR amat penting untuk membiasakan siswa disiplin belajar. Bahkan, di sekolah tertentu, tiada hari tanpa PR. Sebaliknya, di Finlandia PR tidak di utamakan, namun jika ada masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu tidak lebih dari setengah jam waktu anak belajar di rumah.

4. Kita masih pusing meningkatkan kualifikasi guru SD agar setara dengan S1, di Finlandia semua guru harus tamatan S2. Dan mendapatkan pelatihan peningkatan kualitas teknik mengajar dan pemecahan masalah kesiswaan secara rutin.

5. Kita masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia guru hanya di ambil dari 10% lulusan terbaik (the best ten) lulusan universitas yang ada disana.

6. Kita masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya.

7. Hanya segelintir guru di tanah air yang membuat proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Terbanyak guru masih getol mengajar satu arah dengan metode ceramah amat dominan. Sedangkan, di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar. Anak dibebaskan berpendapat sesuai jalan pikirannya masing2 tanpa harus selalu sama dengan pendapat para gurunya.

8. Di tanah air kita terseret arus mengkotak-kotakkan siswa dalam kelas reguler dan kelas anak akselerasi, kelas anak lamban, kelas berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang di anak emaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, sama sekali tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.

9. Di Indonesia bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas I SMP, di Finlandia bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.

10. Di Indonesia siswa-siswa kita ke sekolah sebanyak 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada hari libur di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar.

CATATAN TAMBAHAN BAGI YG MASIH INGIN TAHU RAHASIA SUKSES PENDIDIKAN DI FINLANDIA;

1. Setiap anak diwajibkan mempelajari bahasa Inggris serta wajib membaca satu buku setiap minggu.

2. Sistem pendidikannya yang gratis sejak TK hingga tingkat universitas.

3. Wajib belajar diterapkan kepada setiap anak sejak umur 7 tahun hingga 14 tahun.

4. Selama masa pendidikan berlangsung, guru mendampingi proses belajar setiap siswa, khususnya mendampingi para siswa yang agak lamban atau lemah dalam hal belajar. Malah terhadap siswa yang lemah, sekolah menyiapkan guru bantu untuk mendampingi siswa tersebut serta kepada mereka diberikan les privat.

5. Setiap guru wajib membuat evaluasi mengenai perkembangan belajar dari setiap siswa.

6. Ada perhatian yang khusus terhadap siswa-siswa pada tahap sekolah dasar, karena bagi mereka, menyelesaikan atau mengatasi masalah belajar bagi anak umur sekitar 7 tahun adalah jauh lebih mudah daripada siswa yang telah berumur 14 tahun.

7. Orang tua bebas memilih sekolah untuk anaknya, meskipun perbedaan mutu antar-sekolah amat sangat kecil.

8. Semua fasilitas belajar-mengajar dibayar serta disiapkan oleh negara.

9. Negara membayar biaya kurang lebih 200 ribu Euro per siswa untuk dapat menyelesaikan studinya hingga tingkat universitas

10. Baik miskin maupun kaya semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta meraih cita-citanya karena semua ditanggung oleh negara

11. Pemerintah tidak segan-segan mengeluarkan dana demi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.

12. Makan-minum di sekolah serta transportasi anak menuju ke sekolah semuanya ditangani oleh pemerintah.

13. Biaya pendidkan datang dari pajak daerah, provinsi, serta dari tingkat nasional.

14. Khusus mengenai para GURU: setiap guru menerima gaji rata-rata 3400 euro per bulan. Guru disiapkan bukan saja untuk menjadi seorang profesor atau pengajar, melainkan disiapkan juga khususnya untuk menjadi seorang ahli pendidikan. Makanya, untuk menjadi guru pada sekolah dasar atau TK saja, guru itu harus memiliki tingkat pendidikan universitas.

Sumber : Kaskus.co.id

Want your school to be the top-listed School/college in Yogyakarta City?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Yogyakarta City

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00