31/05/2024
Meraih Faedah Ilmu
“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah menudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim:2699) Mengapa demikian?
Disebutkan dalam sahih Muslim, dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah menudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim:2699)
Hadits ini menerangkan bahwa seorang yang keluar untuk menuntut ilmu, akan menjadi sebab masuknya seorang hamba ke dalam surga. Ya, tatkala
31/05/2024
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
Tidak ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia bersamaan dengan hukuman yang Allâh siapkan baginya di akhirat daripada baghyu (kezhaliman dan berbuat buruk kepada orang lain) dan memutuskan kerabat. [HR. al-Bukhâri dalam Adabul Mufrad, no. 29; Tirmidzi, no. 2511; Abu Dawud, no. 4902; al-Hakim, no. 3359, 7289; dll. Dishahihkan oleh Tirmidzi, al-Hâkim, adz-Dzahabi dan al-Albani]
Disusun oleh Admin Hadits Shahih Harian
"Tujuh Perkara yang Dapat Membinasakan"
عن أبي هريرة رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «اجتنبوا السبع الموبقات»، قالوا: يا رسول الله وما هن؟ قال: «الشرك بالله، والسحر، وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق، وأكل الربا، وأكل مال اليتيم، والتولي يوم الزحف، وقذف المحصنات المؤمنات الغافلات»
(البخاري:٢٧٦٦و مسلم:١٤٥) Artinya:
Dari Abu Hurairah~رضي الله عنه~, dari Nabi~صلى الله عليه و سلم~: "Jauhilah oleh kalian Tujuh Perkara yang dapat Membinasakan. Mereka ( para shahabat ) pun berkata:
Apakah tujuh perkara tersebut wahai Rasulullah?
Beliau صلى الله عليه وسلم pun berkata:
✏️Dosa Syirik ( menyekutukan Allah )
✏️Sihir
✏️Membunuh Jiwa yang diharamkan Allah ( Kecuali dengan Alasan yang dibenarkan oleh Agama )
✏️Memakan Harta Riba
✏️Memakan Harta Anak Yatim
✏️Lari dari Peperangan
✏️dan Menuduh berzina Wanita Mukminah Muhshonat ( sudah menikah / menjaga diri yang Jauh dari Perbuatan Zina ) " [ H.R. Bukhari, no: 2766 dan Imam Muslim, no: 145 ]
Siapkan hati menangis tatkala menonton video ini
MUSLIM (SUNNI) SUDAH BERSINAR DI RUSIA
Rusia tercatat sebagai negara Eropa dengan jumlah muslim terbanyak saat ini yaitu lebih 20.000.000 orang (17%)
Diperkirakan oleh tokoh kristennya bahwa Rusia pada tahun 2050 akan menjadi negara mayoritas muslim.
Di rusia saat ini hanya ada 7 buah masjid dan masjid yang terbesar berlantai 6 hanya dapat menampung sekitar 20.000 orang jamaah, sementara jamaah yang tidak tertampung terpaksa shalat di jalan raya dengan cuaca yang dingin (pada musim panas saja cuaca hanya 5 derajat C).
Islam masuk ke Rusia sejak masa Khalifah Umar bin Khtattab, yang menugaskan Hudzaifah bin al-Yaman untuk berdakwah ke wilayah sekitarnya
Islam sampai dengan tahun 1996 pada masa Presiden Boris Yeltsin masih terkungkung. Alhamdulillah hari ini muslim bersinar di Rusia
http://kisahmuslim.com/sejarah-islam-di-rusia/
MAAFKANLAH
Abu Darda radhiyallahu anhu pernah ditanya:
Siapakah orang yang paling mulia?
Beliau menjawab:
Mereka adalah orang-orang yang mau memaafkan, padahal mereka mampu (membalas). Maka berilah maaf, niscaya Allah Ta'ala akan memuliakan kalian.
[Nihayatul Arb fi Fununil Adab (6/ 58)]
______________
Salemba 16-08-1435 H
ACT EL Gharantaly
status ustadz Aan Chandra Thalib
3 Kunci keselamatan…
==================
Sahabat Uqbah bin Aamir -radhiallahu anhu- pernah bertanya: "Apakah (kunci) keselamatan itu?"
Nabi -shalallahu alaihi wasallam- mengatakan:
"Kendalikanlah lisanmu,
jadikanlah rumahmu lapang untukmu,
dan menangislah karena dosamu".
[HR. Ahmad dan Attirmidzi, dihasankan oleh Attirmidzi dan Syeikh Albani].
--------
Dalam hadits ini Nabi -shalallahu alaihi wasallam- menyebutkan bahwa keselamatan itu bisa diraih dengan 3 hal:
1. Menjaga lisan dari perkataan yang mendatangkan dosa, maupun bahaya dari orang lain.
Hendaklah seseorang tidak mengatakan kecuali kebaikan, sebagaimana dlm hadits lain.
2. Sebisa mungkin untuk selalu di rumah, kecuali bila ada kebutuhan untuk keluar rumah…
Karena dengan begitu seseorang akan semakin memperhatikan keluarganya, dan dapat mengurangi kemungkinan berbuat salah kepada orang lain.
3. Menyesali dosa-dosa yg telah dia perbuat, dia menangis dan bersimpuh di hadapan Allah meminta ampun kepadaNya, sehingga dengannya dia terhindar dari murka Allah dan selamat di dunia dan akheratnya,
Wallahu a'lam.
Oleh ust. Musyaffa Ad Dariny MA hafizhahullah
status : Ummu Fahrian Ida
Emang Gue Pikirin!
Mungkin ucapan di atas tepat telah menjadi sligan dan peta pikiran sebagian kita. Ucapan yang memancarkan akan sikap acuh tak acuh, egois alias "ndableg", hanya mikir diri sendiri. Segala urusan hanya ia ukur dengan dirinya sendiri. Apapun urusannya, asal ia s**a, bisa atau terbiasa maka tanpa ragu sedikitpun ia makukannya.
Masalah orang lain celaka atau paling kurang tidak s**a maka itu sama sekali tidak mereka pikirkan.
Bisa anda bayangkan, betapa susahnya hidup anda bila memiliki pasangan hidup, teman, tetangga, guru atau murid yang bersikap semacam itu.
Sebagai contoh: Bila imam di masjid anda memiliki sikap dan cara pikir semacam itu, tentu jamaahnya ditimpa banyak masalah. Ia sholat ses**anya, memanjangkan, memendekkan menunda dan menyegerakan sholat semaunya. Semua itu ia lakukan hanya mempertimbangkan dirinya tanpa sedikitpun peduli dengan kondisi jamaahnya.
Imam itu hanya berpikir: ah saya saja kuat untuk sholat puanjaaang, masak kalian tidak kuat? Ego banget
Anda ingin tahu, bagaimana pola pikir dan sikap Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika menjadi imam? Temukan jawabannya pada riwayat berikut:
إني لأقوم في الصلاة أريد أن أطول فيها، فأسمع بكاء الصبي فأتجوز في صلاتي، كراهية أن أشق على أمه
Sungguh kadang kala ketika shalat, aku hendak memanjangkan shalatku, lalu aku mendengar tangisan anak kecil, maka akupun memendekkan sholatku kawatir aku memberatkan ibu anak kecil yang menangis tersebut. ( Muttafaqun alaih)
Dalam dakwah juga demikian, juru dakwah yang ego bagaikan katak dalam tempurung akan bersikap serupa. Ia akan berkata: saya saja sudah tahu masak kalian belum? Saya saja bisa masak kalian tidak bisa? Saya saja sudah paham masak kalian belum paham? ..... Ego dan sarat dengan kesan sombong.
Dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam sering kali mengrungkan niatkan atau melakukan sesuatu hanya karena mempertimbangkan daya nalar, kemampuan ummatnya. Bahkan bukan sembarang orang, ummatnya yang masih lemah iman dan pemahaman yang beliau jadikan pertimbangan dalam mengambil tindakan.
Anda tidak percaya? Renungkan hadits berikut:
لولا أن قومك حديث عهد بجاهلية لهدمت الكعبة وجعلت لها بابين
Kalaulah bukan karena kaummu ( quraisy) yang baru masuk islam dan meninggalkan kekafirannya, niscaya aku memugar Ka'bah dan aku buat memiliki dua pintu. ( Abu Dawud dll)
Andai beliau bersikap ego, dan berkat: Quraisy sudah kalah perang, kenapa masih ditakuti?
Ketahuilah; bukan karena takut kepada Quraisy, namun biau kawatir bila quraisy salah memahami pemugaran Ka'bah dan akhirnya murtad kembali.
Ustadz Muhammad Arifin
# Dokter Karbitan Vs Ustadz Karbitan
Ketika menerapkan ilmu, Seorang dokter jika ingin menerapkan ilmunya kepada pasien, maka ia harus belajar dahulu dengan lama sekitar 6 tahun lebih (untuk mendapat gelar dokter). Dan ia harus melalui beberapa tahap.
1.belajar ilmu teori
2.belajar prkatek dengan manekin (boneka untuk praktek)
3.belajar praktek dengan pasien sehat terlatih
4.belajar praktek dengan pasien sakit dengan bimbingan
5.praktek mandiri
Akan tetapi untuk ilmu agama, maka orang dengan mudahnya menjadi ustadz, dengan mudahnya menjadi rujukan pertanyaan dalam masalah agama, dengan mudahnya memberikan fatwa dengan mudahnya menjadi khatib dan penceramah. Padahal ia adalah artis baru taubat, ia baru sekedar baca-baca buku terjemahan tanpa berguru, ia baru sekedar pernah naik haji, baru sekedar pernah tinggal di Arab saudi saja.
Mari kita bandingkan:
Untuk ilmu kedokteran jelas ia harus menguasainya, jika tidak maka ia bisa melakukan mal praktek dan bisa merugikan pasien dan bahkan bisa dituntut jika melakukan kecerobohan. Bahkan dalam agam Islam, dokter yang asal praktek saja tanpa ilmu yang mumpuni kemudian melakukan kesalahan maka ia harus bertanggung jawab/ganti rugi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَطَبَّبَ وَلَمْ يُعْلَمْ مِنْهُ طِبٌّ قَبْلَ ذَلِكَ فَهُوَ ضَامِنٌ
“Barang siapa yang melakukan pengobatan dan dia tidak mengetahui ilmunya sebelum itu maka dia yang bertanggung jawab.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah dan yang lain, hadits hasan no. 54 kitab Bahjah Qulub Al-Abrar)
Begitu juga dengan ilmu agama, seseorang harus belajar dahulu dengan waktu yang tidak pendek. Ia butuh waktu yang lama agar bisa menjadi seorang ustadz yang akan membimbing masyarakat untuk memahami agama.
selengkapnya:
http://muslimafiyah.com/dokter-karbitan-vs-ustadz-karbitan
Status : Raehanul Bahraen
.:: Amal Rahasia Penghantar Husnul Khatimah
Seorang lelaki di Saudi memiliki tetangga yang tak pernah sholat dan berpuasa. Suatu hari, dia bermimpi kedatangan lelaki. Dalam mimpinya itu, lelaki tadi memintanya agar mengajak tetangganya yang tak pernah shalat untuk umrah.
Ia dikejutkan oleh mimpinya namun ia tak hiraukan. Anehnya mimpi yang sama terulang. Akhirnya ia mendatangi seorang syaikh untuk bertanya tentang mimpi tsb. Syaikh berujar bhw jika mimpi terulang lagi, ia mesti merealisasikan mimpinya itu.
Dan benar saja, ia bermimpi lagi. Lantas ia mengunjungi tetangganya untuk menawarkannya umrah bersama.
"Ayo umrah bersama kami."
"Bagaimana aku akan umrah sementara aku tak pernah sholat."
"Tenang saja. Aku akan mengajarkanmu sholat."
Ia pun mengajarkannya kemudian lelaki itu mengerjakan sholat.
"Baik, aku sudah siap. Mari berangkat. Tapi, bagaimana aku umrah sementara aku tak tahu caranya."
"Nanti di mobil kuajari."
Keduanya dgn senang hati berangkat untuk umrah dengan menggunakan mobil. Setelah tiba, mereka melakukan tuntunan yang disyariatkan.
Selesailah prosesi. Keduanya akan kembali pulang.
"Sebelum balik, adakah engkau ingin melakukan sebuah amal yang engkau anggap penting?" Tanyanya kepada tetangganya.
"Iya. Aku ingin shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim."
Sang tetangga pun sholat dan terjadilah hal yang menakjubkan. Ia meninggal dalam keadaan bersujud.
Lelaki yang membawanya kaget dan tersentak. Bagaimana mungkin lelaki yang hadir dalam mimpinya dan diajak umrah meninggal seolah-olah dia adalah wasilah kematiannya.
Akhirnya, jenazah dibawa pulang ke rumah istrinya. Ia bertanya dalam hati, bagaimana mungkin lelaki yang tak pernah shalat dan puasa meninggal saat umrah dalam keadaan sujud husnul khatimah? Ia berpikir pastilah ada amal spesial dan rahasia yang dilakukannya.
Kepada istri lelaki tadi, ia bertanya ttg ini.
"Kami memiliki tetangga seorang wanita tua renta. Suamiku begitu menyayanginya. Suamiku selalu membuat sendiri sarapan, makan siang dan makan malam lalu mengantarkannya kpd wanita tua itu. Wanita itu kerapkali mendoakan husnul khatimah untuk suamiku." Ujar sang istri
--------
Kisah di atas kami terjemahkan dari akun seorang ikhwah (Mesir).
Kami teringat nasehat syaikh Rajihi di kelas:
"Usahakan ya ikhwan," kata syaikh, "kalian mesti memiliki amal rahasia yang hanya Alloh dan engkau saja yang tahu. Ini akan membantu kalian mengarungi dunia dan negeri akherat."
Pemuda dalam kisah di atas memiliki amal rahasia yaitu memberi makan wanita tua yang merupakan tetangganya. Ia pun berteman dgn orang shalih yang merupakan wasilah menuju husnul khatimahnya.
"Sungguh," tutur syaikh Sami di hadapan kami, "banyaklah berteman dengan orang-orang sholeh, penghafal alquran, dan lainnya." (012)
------
Fachriy Aboe Syazwiena
04/12/2014
Shobahul khoir .....
Tetap semangat di hari ini untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat..
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu.
اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ. ...
"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu" [Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6490), Muslim (no. 2963), at-Tirmidzi (no. 2513), dan Ibnu Majah (no. 4142)]
Dari hadis Ibnu Mas’oud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ، فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ، لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ، وَمَنْ أَنْزَلَهَا بِاللَّهِ، أَوْشَكَ اللَّهُ لَهُ، بِالْغِنَى، إِمَّا بِمَوْتٍ عَاجِلٍ، أَوْ غِنًى عَاجِلٍ
“Siapa yang tertimpa kemiskinan lalu mengeluhkannya kepada manusia, tidaklah kemiskinannya tertutupi. Tetapi siapa yang mengadukannya kepada Allah, nescaya Allah akan memberinya kecukupan untuknya sama ada maut yang disegerakan atau kekayaan yang disegerakan.” [Sunan Abi Dawud, no. 1645]
-- via muslim jogja dengan beberapa penambahan --
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Yogyakarta City