Dalam Dekapan Ukhuwah

Dalam Dekapan Ukhuwah

Share

Barangsiapa yang mengajak pada kebaikan, maka ia memperoleh pahala seperti orang mengerjakan kebaika (HR. Muslim)

Barangsiapa yang mengajak pada kebaikan, maka ia memperoleh pahala seperti orang mengerjakan kebaikan itu tanpa dikurangi sedikitpun pahalanya. Dan siapa yang mengajak pada keburukan,ia berdosa seperti orang yang mengerjakan dosa itu, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka yang mencontohnya itu.

Photos 27/12/2016

GRATIS ! Silakan Download dan disebarkan!

Bismillah.

Alhamdulillah, atas limpahan nikmat dan karunia dari Allah Ta'ala,
setelah kalender puasa 2013, 2014, 2015, dan 2016 maka kali ini kami tampilkan,

KALENDER PUASA 2017

Silakan download highres nya di;
JPG http://bit.ly/Puasa2017a | http://bit.ly/Puasa2017b
PDF http://bit.ly/Puasa2017pdf1 | http://bit.ly/Puasa2017pdf2

Android Play store: menyusul insya Allah
iOS App Store: menyusul insya Allah

Untuk kalender Hijriyah, bisa pakai milik sobat kami di Desain Dakwah
http://bit.ly/DD1438H

Terimakasih bagi segenap pihak yg mendukung dalam artwork ini.

Jazakumullahu khairan katsiran.
Semoga bermanfaat.

Nb: Kalender ini hanya sebagai perkiraan. Jika nanti ada selisih tanggal, harap menyesuaikan dng tanggal yang benar.

Sumber .syukr

Keutamaan Hari Jum'at 10/03/2016

“Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at p**a akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.”

HR. Ahmad

Hari Jum'at, Hari Jum'at adalah penghulu hari hari dan hari paling mulia disisi Allah.

Mari berburu sunnah
- - - - - - - - - - # - - - - - - - - - -
Share / Tag / mention orang yang ingin kamu ajak hijrah atau ingin berbagi ilmu pengetahuan.

Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at p**a akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.” (HR. Ahmad)

- - - - - - - - - - # - - - - - - - - - -
Mohon bantuannya untuk like,
fp : Explore Adventure
(rintisan usaha admin di bidang pariwisata)

fp : Almira Olshop
(rintisan usaha admin di bidang hijab)

fp : cikarsya.com
(rintisan usaha admin pendidikan)

jazakumullah khairan katsiran karena admin berkemauan mandiri maka kami selaku admin membuat usaha bersama admin yang lain ^_^

mohon doanya agar kami istiqomah ^_^

Photos 01/03/2016

Larangan Menjalin Jalin Jari,,

Sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda ‘Apabila salah seorang diantara kalian wudlu, membaguskan wudlunya, kemudian pergi menuju masjid; maka janganlah ia menjalinkan jari-jemarinya (tasybik). Sesungguhnya ia dalam keadaan shalat”

[HR. Abu Dawud no. 562; At-Tirmidzi no. 386; Ahmad 4/241,242, 243; Ibnu Khuzaimah no. 441; Ad-Daarimi no. 1444; dan yang lainnya – shahih].

biar lebih banyak yang mendapatkan manfaat ^_^

Larangan Menjalin Jalin Jari,,

Dari Abu Ummamah Al-Hanaath : Bahwasannya Ka’b bin ‘Ujrah bertemu dengannya saat ia hendak pergi ke masjid. Mereka saling bertemu waktu itu. Ka’b melihatku sedang menjalinkan jari-jemariku (tasybik), kemudian ia melarangku dan berkata : “Sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : ‘Apabila salah seorang diantara kalian wudlu, membaguskan wudlunya, kemudian pergi menuju masjid; maka janganlah ia menjalinkan jari-jemarinya (tasybik). Sesungguhnya ia dalam keadaan shalat” [HR. Abu Dawud no. 562; At-Tirmidzi no. 386; Ahmad 4/241,242, 243; Ibnu Khuzaimah no. 441; Ad-Daarimi no. 1444; dan yang lainnya – shahih].

biar lebih banyak yang mendapatkan manfaat ^_^

Photos 18/02/2016

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

# Tinggalkan Masa Lalumu #

Salah satu penghalang seseorang yang hijrah untuk memapankan hatinya adalah keberadaan lingkungan yang tidak mendukung.

Contoh yang paling dekat adalah teman bergaul. Banyak dari kita yang hijrah yang belum dapat meninggalkan teman-teman lama semasa belum hijrah dulu sehingga kemantapan hati untuk berhijrah menjadi luntur atau kesempatan untuk kembali melakukan maksiat menjadi membesar.

Rasulullah shalallahu 'alayhi was sallam bersabda :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Maka ketika kita sudah memutuskan hijrah namun tetap berkumpul bersama pelaku maksiat maka kita pun akan kembali menjadi pelaku maksiat.

Hendaklah ketika kita sudah memutuskan untuk hijrah carilah teman-teman yang baik. Berkumpullah bersama mereka karena dengannya keimanan kita akan bertambah dan semakin kuat.

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz pernah memberikan nasihat :

"Antum yang sudah ngaji carilah teman-teman yang baik, tidak ada manfaatnya mengingat teman-teman yang lama.
Kalau kita bisa dakwahkan mereka maka dakwahkan, kalau tidak ya sudah tinggalkan.

Tidak ada manfaatnya reuni atau nostalgia dengan teman-teman lama (teman-teman sebelum hijrah) karena pembicaran akan selalu mengingat-mengingat masa-masa berbuat maksiat.

Teman lama antum jika datang minta nasehat silahkan dinasehati ajak dia untuk kebaikan, tapi kalau untuk berteman gitu aja jangan! tidak ada manfaatnya sama sekali, tinggalkan mereka".

Meninggalkan bukan berarti memboikot. Hanya saja jangan terlalu sering bercengkrama, pergi bareng, atau yang semisal karena ujung-ujungnya akan bercerita tentang kemaksiatan dan mengembalikan naluri kita kepada diri kita yang sebelumnya.

Renungan 07/09/2014

....TITIK NOL....

SEBUAH pesantren di daerah Jawa Tengah memberikan cerita hikmah untuk kita semua. Cerita ini dimulai beberapa tahun yang lalu, saat Pak Kiai pemilik pesantren memelihara seekor burung beo.

Beo merupakan jenis burung yang paling cerdas menirukan suara-suara manusia selain burung kakak tua. Bertahun-tahun Pak Kiai mengajarkan sebuah kalimat kepada beo itu. Kalimat yang sering kita baca dalam shalat, yaitu kalimat tauhid, laa ilaaha illallah muhammadar-rasulullah. Hingga begitu lancarnya di lafazkan oleh si burung beo.

Selama beberapa lama pesantren diramaikan kalimat tauhid yang diucapkan oleh si burung beo itu. Memberikan suasana dzikir para santri semakin berwarna. Ada kebanggaan tersendiri melihat seekor burung beo bersuara kalimat tauhid.

Tahun berganti tahun. Suatu pagi, Pak Kiai memberikan makan seperti biasa untuk beo kebanggaan itu. Tetapi ada yang aneh dari beo itu. Biasanya ia lincah berputar-putar 360 derajat, makan, minum dan mengucapkan kalimat tauhid. Kali ini beo itu lunglai.

Pak Kiai memperhatikan beo itu yang semakin lama semakin menunduk. Tak berapa lama, Beo itu terjatuh ke dasar sangkar dari tenggerannya. Dan ternyata Beo itu mati. Spontan Pak Kiai sangat sedih. Sejak saat itulah, beliau selalu menangis. Bahkan saat beliau mengajar sekalipun. Berhari-hari tak reda sedihnya. Hal ini membuat para santri khawatir dengan kondisi Pak Kiai.

Suatu hari, seluruh santri berkumpul untuk membicarakan solusi agar Pak Kiai tidak bersedih lagi. Mereka sepakat untuk mengumpulkan sebagian uang jajan untuk membelikan seekor Beo untuk Pak Kiai. Mereka benar-benar mengira kesedihan Pak Kiai disebabkan oleh matinya Beo terdahulu yang sangat di banggakan seantero pesantren.

Pada suatu pagi, seusai shalat Subuh berjamaah sebelum kuliah subuh. Salah seorang perwakilan santri sepesantren memberanikan diri untuk berbicara, mengutarakan rencana mereka mengganti Beo yang meninggal itu.

“Pak Kiai, kemarin kami semua berkumpul dan bermusyawarah. Mencari solusi bagaimana agar Pak Kiai tak bersedih lagi karena matinya Beo kesayangan itu. Insya Allah kami akan menggantinya, membelikan seekor burung beo untuk Pak Kiai,” kata perwakilan santri itu.

“Alhamdulillah. Hari ini, saya melihat persaudaraan antarsantri yang semakin erat. Walaupun kalian dari berbagai suku, tetapi dapat disatukan menjadi saudara dengan balutan iman kepada Allah SWT. Kalian telah menunjukkan persaudaraan yang didasarkan karena cinta pada Allah semata. Subhanallah ! Jaga itu,” jawab Pak Kiai bijak.

Kemudian Pak Kiai meneruskan ceritanya.

“Kalian tahu, kenapa aku bersedih ?
Ketahuilah, aku telah mengajarkan kalimat tauhid kepada burung Beo itu selama bertahun-tahun. Hingga ia lancar mengucapkannya dengan fasih. Namun, aku sangat sedih karena burung Beo itu ketika sakaratul maut hanya mengeluarkan kalimat “kheeeeek” saja. Ya, hanya itu saja yang disuarakan Beo itu saat ajalnya datang,” ungkap Pak Kiai.

“Hal itulah yang membuatku bersedih dan terus melakukan instropeksi diri.
Apakah nanti di penghujung sakaratul maut, aku juga akan seperti Beo itu?” Pak Kiai menutup penjelasannya dengan sebuah pertanyaan retoris.

Seketika suasana hening. Semua wajah menunduk dan menangis tersedu. Beberapa santri berpelukkan dan saling meminta maaf kepada saudaranya.

***
Ditulis ulang dari buletin Menuju Cahaya Edisi Minggu Pertama Nopember 2oo8.

Ditulis ulang team D.D.U.I 15 September 2011

....TITIK NOL....

SEBUAH pesantren di daerah Jawa Tengah memberikan cerita hikmah untuk kita semua. Cerita ini dimulai beberapa tahun yang lalu, saat Pak Kiai pemilik pesantren memelihara seekor burung beo.

Beo merupakan jenis burung yang paling cerdas menirukan suara-suara manusia selain burung kakak tua. Bertahun-tahun Pak Kiai mengajarkan sebuah kalimat kepada beo itu. Kalimat yang sering kita baca dalam shalat, yaitu kalimat tauhid, laa ilaaha illallah muhammadar-rasulullah. Hingga begitu lancarnya di lafazkan oleh si burung beo.

Selama beberapa lama pesantren diramaikan kalimat tauhid yang diucapkan oleh si burung beo itu. Memberikan suasana dzikir para santri semakin berwarna. Ada kebanggaan tersendiri melihat seekor burung beo bersuara kalimat tauhid.

Tahun berganti tahun. Suatu pagi, Pak Kiai memberikan makan seperti biasa untuk beo kebanggaan itu. Tetapi ada yang aneh dari beo itu. Biasanya ia lincah berputar-putar 360 derajat, makan, minum dan mengucapkan kalimat tauhid. Kali ini beo itu lunglai.

Pak Kiai memperhatikan beo itu yang semakin lama semakin menunduk. Tak berapa lama, Beo itu terjatuh ke dasar sangkar dari tenggerannya. Dan ternyata Beo itu mati. Spontan Pak Kiai sangat sedih. Sejak saat itulah, beliau selalu menangis. Bahkan saat beliau mengajar sekalipun. Berhari-hari tak reda sedihnya. Hal ini membuat para santri khawatir dengan kondisi Pak Kiai.

Suatu hari, seluruh santri berkumpul untuk membicarakan solusi agar Pak Kiai tidak bersedih lagi. Mereka sepakat untuk mengumpulkan sebagian uang jajan untuk membelikan seekor Beo untuk Pak Kiai. Mereka benar-benar mengira kesedihan Pak Kiai disebabkan oleh matinya Beo terdahulu yang sangat di banggakan seantero pesantren.

Pada suatu pagi, seusai shalat Subuh berjamaah sebelum kuliah subuh. Salah seorang perwakilan santri sepesantren memberanikan diri untuk berbicara, mengutarakan rencana mereka mengganti Beo yang meninggal itu.

“Pak Kiai, kemarin kami semua berkumpul dan bermusyawarah. Mencari solusi bagaimana agar Pak Kiai tak bersedih lagi karena matinya Beo kesayangan itu. Insya Allah kami akan menggantinya, membelikan seekor burung beo untuk Pak Kiai,” kata perwakilan santri itu.

“Alhamdulillah. Hari ini, saya melihat persaudaraan antarsantri yang semakin erat. Walaupun kalian dari berbagai suku, tetapi dapat disatukan menjadi saudara dengan balutan iman kepada Allah SWT. Kalian telah menunjukkan persaudaraan yang didasarkan karena cinta pada Allah semata. Subhanallah ! Jaga itu,” jawab Pak Kiai bijak.

Kemudian Pak Kiai meneruskan ceritanya.

“Kalian tahu, kenapa aku bersedih ?
Ketahuilah, aku telah mengajarkan kalimat tauhid kepada burung Beo itu selama bertahun-tahun. Hingga ia lancar mengucapkannya dengan fasih. Namun, aku sangat sedih karena burung Beo itu ketika sakaratul maut hanya mengeluarkan kalimat “kheeeeek” saja. Ya, hanya itu saja yang disuarakan Beo itu saat ajalnya datang,” ungkap Pak Kiai.

“Hal itulah yang membuatku bersedih dan terus melakukan instropeksi diri.
Apakah nanti di penghujung sakaratul maut, aku juga akan seperti Beo itu?” Pak Kiai menutup penjelasannya dengan sebuah pertanyaan retoris.

Seketika suasana hening. Semua wajah menunduk dan menangis tersedu. Beberapa santri berpelukkan dan saling meminta maaf kepada saudaranya.

***
Ditulis ulang dari buletin Menuju Cahaya Edisi Minggu Pertama Nopember 2oo8.

Ditulis ulang team D.D.U.I 15 September 2011

Photos 05/09/2014

Bismillah

Info Kajian Baru

Waktu: Kamis jam 20.15-selesai
Tempat: Di Masjid Al Mukmin Jalan Kaliurang KM. 5,6. Depan Warung Steak
Materi: Mulakhos Fiqhiy
Pemateri: Ust Amir as Soronji, Lc

Kajian perdana tanggal 11 September insya Allah

04/06/2014

Dengan mengharap ridha Allah..
Ikutilah…

Daurah Umum Ilmu Kaidah Bahasa Arab 4 Hari

Materi : Ilmu Nahwu Dasar
Kitab : al-Muyassar fi ‘Ilmi an-Nahwi
Tempat : Gedung Serbaguna Masjid al-Mubarok, 400 Utara Kampus UMY

Sifat : Terbuka Untuk Umum, Putra/Putri
Syarat : Muslim, Bisa Membaca al-Qur’an
Biaya : Gratis
Fasilitas : Insya Allah disediakan air minum

Kitab Panduan : Bisa dipesan melalui panitia atau dibeli sendiri

Jadwal Daurah :

Sabtu, 14 Juni 2014. Pkl. 13.00 – 17.00 WIB
Ahad, 15 Juni 2014. Pkl. 13.00 – 17.00 WIB
Sabtu, 21 Juni 2014. Pkl. 13.00 – 17.00 WIB
Ahad, 22 Juni 2014. Pkl. 13.00 – 17.00 WIB

Pendaftaran :
SMS dengan format : Nama, Putra/Putri, Alamat, Daftar Daurah, Pesan Kitab/Tidak Pesan Kitab

Dikirim ke no :
Kontak Person Panitia : 0857 4262 4444
atau via Fesbuk : Kajian al-Mubarok

Batas Akhir Pendaftaran :
Kamis, 12 Juni 2014

Pengambilan Kitab [bagi yang memesan] :
Sabtu, 14 Juni 2014 pada saat daurah

Penyelenggara :
FORSIM dan Ma’had al-Mubarok

Website : al-mubarok.com
Fanspage : Kajian Islam al-Mubarok
Twitter :
Telepon : 0857 4262 4444

http://www.al-mubarok.com/2014/06/04/daurah-umum-ilmu-kaidah-bahasa-arab-4-hari/

02/06/2014

[Buletin At Tauhid]
Bismillah, bagi ikhwah yang saat bulan ramadhan depan ini akan p**ang kampung bisa mengambil "oleh-oleh" bundel at tauhid topik puasa untuk disebar di kampung halaman. Buletin bisa diambil langsung di wisma MTI lt.2 atau bisa menghubungi akh Ahmad (085888365977). Semoga menjadi ladang pahala bagi ikhwah sekalian yg menjadi perantara hidayah kepada banyak orang

Photos 26/05/2014

Dengan Mengharap Ridho Allah
Hadirilah Kajian

"BERSIH JIWA ALA NABI "

dengan pemateri:
Ustadz Abu Yasir, MA
=Alumni Darul Hadits, Yaman=

Waktu dan Tempat
Ahad, 1 Juni 2014
pukul 08.30-selesai
di Masjid Syuhada'

Acara ini terbuka untuk Ikhwan dan Akhawat
Sebar dan ajak yang lain
cp:085228559270

diselenggarakan oleh: Majeedr Kajian | majeedr.com | kajian.majeedr.com

Sebar!!!

Dengan Mengharap Ridho Allah
Hadirilah Kajian

"BERSIH JIWA ALA NABI "

dengan pemateri:
Ustadz Abu Yasir, MA
=Alumni Darul Hadits, Yaman=

Waktu dan Tempat
Ahad, 1 Juni 2014
pukul 08.30-selesai
di Masjid Syuhada'
Jalan I Nyoman Oka Kotabaru, Yogyakarta, DIY

Acara ini terbuka untuk Ikhwan dan Akhawat
Sebar dan ajak yang lain
cp:085228559270

diselenggarakan oleh: Majeedr Kajian | majeedr.com | kajian.majeedr.com

Sebar!!!

Dzikir-Dzikir Setelah Shalat Wajib 22/05/2014

Dzikir-Dzikir Setelah Shalat Wajib

Dzikir-dzikir Setelah Salam dari Shalat Wajib

Diantara dzikir-dzikir yang sifatnya muqayyad adalah dzikir setelah salam dari shalat wajib. Setelah selesai mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, kita disunnahkan membaca dzikir, yaitu sebagai berikut:

1. Membaca:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

“Aku meminta ampunan kepada Allah (tiga kali). Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (Yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan) dan dari-Mu as-salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik.” (HR. Muslim 1/414)

2. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak terhadap apa yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau tolak dan orang yang memiliki kekayaan tidak dapat menghalangi dari siksa-Mu.” (HR. Al-Bukhariy 1/255 dan Muslim 414)

3. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah dan kami tidak beribadah kecuali kepada Allah, milik-Nya-lah segala kenikmatan, karunia, dan sanjungan yang baik, tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, kami mengikhlashkan agama untuk-Nya walaupun orang-orang kafir benci.” (HR. Muslim 1/415)

4. Membaca:

سُبْحَانَ اللهُ

“Maha Suci Allah.” (tiga puluh tiga kali)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

“Segala puji bagi Allah.” (tiga puluh tiga kali)

اَللهُ أَكْبَرُ

“Allah Maha Besar.” (tiga puluh tiga kali)

Kemudian dilengkapi menjadi seratus dengan membaca,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

“Barangsiapa mengucapkan dzikir ini setelah selesai dari setiap shalat wajib, maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim 1/418 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Ada dua sifat (amalan) yang tidaklah seorang muslim menjaga keduanya (yaitu senantiasa mengamalkannya, pent) kecuali dia akan masuk jannah, dua amalan itu (sebenarnya) mudah, akan tetapi yang mengamalkannya sedikit, (dua amalan tersebut adalah): mensucikan Allah Ta’ala setelah selesai dari setiap shalat wajib sebanyak sepuluh kali (maksudnya membaca Subhaanallaah), memujinya (membaca Alhamdulillaah) sepuluh kali, dan bertakbir (membaca Allaahu Akbar) sepuluh kali, maka itulah jumlahnya 150 kali (dalam lima kali shalat sehari semalam, pent) diucapkan oleh lisan, akan tetapi menjadi 1500 dalam timbangan (di akhirat). Dan amalan yang kedua, bertakbir 34 kali ketika hendak tidur, bertahmid 33 kali dan bertasbih 33 kali (atau boleh tasbih dulu, tahmid baru takbir, pent), maka itulah 100 kali diucapkan oleh lisan dan 1000 kali dalam timbangan.”

Ibnu ‘Umar berkata, “Sungguh aku telah melihat Rasulullah menekuk tangan (yaitu jarinya) ketika mengucapkan dzikir-dzikir tersebut.”

Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana dikatakan bahwa kedua amalan tersebut ringan/mudah akan tetapi sedikit yang mengamalkannya?“

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Syaithan mendatangi salah seorang dari kalian ketika hendak tidur, lalu menjadikannya tertidur sebelum mengucapkan dzikir-dzikir tersebut, dan syaithan pun mendatanginya di dalam shalatnya (maksudnya setelah shalat), lalu mengingatkannya tentang kebutuhannya (lalu dia pun pergi) sebelum mengucapkannya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud no.5065, At-Tirmidziy no.3471, An-Nasa`iy 3/74-75, Ibnu Majah no.926 dan Ahmad 2/161,205, lihat Shahiih Kitaab Al-Adzkaar, karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy 1/204)

Kita boleh berdzikir dengan tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali dengan ditambah tahlil satu kali atau masing-masing 10 kali, yang penting konsisten, jika memilih yang 10 kali maka dalam satu hari kita memakai dzikir yang 10 kali tersebut.

Hadits ini selayaknya diperhatikan oleh kita semua, jangan sampai amalan yang sebenarnya mudah, tidak bisa kita amalkan.

Tentunya amalan/ibadah semudah apapun tidak akan terwujud kecuali dengan pertolongan Allah. Setiap beramal apapun seharusnya kita meminta pertolongan kepada Allah, dalam rangka merealisasikan firman Allah,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (Al-Faatihah:4)

5. Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas satu kali setelah shalat Zhuhur, ‘Ashar dan ‘Isya`. Adapun setelah shalat Maghrib dan Shubuh dibaca tiga kali. (HR. Abu Dawud 2/86 dan An-Nasa`iy 3/68, lihat Shahiih Sunan At-Tirmidziy 2/8, lihat juga Fathul Baari 9/62)

6. Membaca ayat kursi yaitu surat Al-Baqarah:255

Barangsiapa membaca ayat ini setiap selesai shalat tidak ada yang dapat mencegahnya masuk jannah kecuali maut. (HR. An-Nasa`iy dalam ‘Amalul yaum wal lailah no.100, Ibnus Sunniy no.121 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiihul Jaami’ 5/339 dan Silsilatul Ahaadiits Ash-Shahiihah 2/697 no.972)

7. Membaca:

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Sebagaimana diterangkan dalam hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua tangannya dan berkata, “Ya Mu’adz, Demi Allah, sungguh aku benar-benar mencintaimu.” Lalu beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepadamu Ya Mu’adz, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan di setiap selesai shalat, ucapan...” (lihat di atas):

“Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud 2/86 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiih Sunan Abi Dawud 1/284)

Do’a ini bisa dibaca setelah tasyahhud dan sebelum salam atau setelah salam. (‘Aunul Ma’buud 4/269)

8. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

Dibaca sepuluh kali setelah shalat Maghrib dan Shubuh. (HR. At-Tirmidziy 5/515 dan Ahmad 4/227, lihat takhrijnya dalam Zaadul Ma’aad 1/300)

9. Membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.” Setelah salam dari shalat shubuh. (HR. Ibnu Majah, lihat Shahiih Sunan Ibni Maajah 1/152 dan Majma’uz Zawaa`id 10/111)

Semoga kita diberikan taufiq oleh Allah sehingga bisa mengamalkan dzikir-dzikir ini, aamiin.

Wallaahu A’lam.

Maraaji’: Hishnul Muslim, karya Asy-Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthaniy, Shahiih Kitaab Al-Adzkaar wa Dha’iifihii, karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy dan Al-Kalimuth Thayyib, karya Ibnu Taimiyyah.


http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/18/dzikir-dzikir-setelah-shalat-wajib/

Dzikir-Dzikir Setelah Shalat Wajib Keutamaan Berdzikir Di dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah diterangkan tentang keutamaan berdzikir kepada Allah, baik yang sifatnya muqayyad (tertentu dan terikat) yaitu waktu, bilangannya dan caranya te...

Ma'had al-Mubarok | Meniti Jejak Generasi Terbaik 20/05/2014

Penerbitan Buku Gratis



Kaum muslimin yang dirahmati Allah.

Dakwah tauhid merupakan tugas setiap pengikut rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu menjadi kebutuhan bagi kita untuk andil dalam dakwah yang mulia ini, dengan kemampuan dan kesempatan yang ada pada kita masing-masing.

Tersebarnya buku-buku tentang tauhid di tengah masyarakat adalah sebuah kenyataan yang harus kita syukuri. Meskipun demikian, tidak kita pungkiri bahwa penjelasan-penjelasan tauhid dalam format buku ringkas dan bisa diperoleh secara gratis oleh masyarakat luas boleh dikatakan masih relatif sedikit apabila dibandingkan jumlah kaum muslimin di Indonesia yang sangat banyak.

Padahal, apabila kita lihat dalam jejak dakwah para ulama, semisal Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dan para ulama lainnya, kita dapati mereka sangat bersemangat dalam berceramah, menulis dan menyebarkan tulisan-tulisan berupa buku singkat dan risalah dakwah tauhid yang bisa diperoleh dengan mudah oleh umat dengan berbagai lapisan pendidikan dan latar belakang pemahaman.

Karena itulah, seraya memohon taufik kepada Allah, dalam kesempatan ini kami membuka kesempatan kepada segenap kaum muslimin yang ingin ikut andil dalam program penerbitan buku saku tauhid yang akan dibagikan secara gratis di bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1435 H dan waktu-waktu yang akan datang insya Allah.

Adapun judul buku yang akan kami terbitkan insya Allah :

Tiga Landasan Utama karya Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah

Mengingat materi yang ada di dalam buku tersebut cukup banyak, kemungkinan besar kami akan mencetaknya ke dalam tiga seri buku saku dengan disertai sedikit tambahan keterangan pada masing-masing serinya. Untuk jangka pendek insya Allah kami akan menerbitkan seri pertama terlebih dahulu, semoga Allah berikan kemudahan.

Donasi untuk kegiatan ini bisa disalurkan via :

BNI Syariah 02003336067 atas nama Windri Atmoko

Konfirmasi Donasi :

Ketik : Nama, Alamat, Donasi Buku Tauhid, Tanggal Transfer, Jumlah Uang

Dikirimkan ke no HP : 0812 2792 0911 atau e-mail : santritauhid [at] gmail [dot] com

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga Allah memberikan taufik kepada kita kepada ilmu yang bermanfaat dan amal salih. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Fanpage : Kajian Islam al-Mubarok
Facebook : Kajian al-Mubarok
Website : www.al-mubarok.com

http://www.al-mubarok.com/info-penting/penerbitan-buku-gratis/

Ma'had al-Mubarok | Meniti Jejak Generasi Terbaik Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah berkata : الثمرة من العلم هو العمل به والانتفاع به، فإذا لم يعمل الإنسان بعلمه ولا ينتفع به صار كاليهود، كمثل الحمار يحمل أسفارا، نسأل الله السلامة والعافية Buah dari ilmu adalah beramal dengannya dan…

Photos 30/04/2014
Want your school to be the top-listed School/college in Yogyakarta City?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Banyakan II RT 02/39 Sitimulyo Piyungan Bantul
Yogyakarta City
55792