Pondok Pesantren Al-Kandiyas Krapyak Yogyakarta

Pondok Pesantren Al-Kandiyas Krapyak Yogyakarta

Share

Menerima Santri SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, Mahasiswa/Karyawan. Sekolah Kejar Paket A (SD), B (SMP), & C (SMA). Pengobatan Alternatif Binawarga.

Photos 14/01/2019

Bagi kawan-kawan santri Al-Kandiyas. Mari kita ngarap berkah di Haul ke 30 Simbah KH.Ali Maksum. Kita petik hikmah dan pelajaran dari simbah KH.Ali Maksum.

Nanti Malam !!! Jangan lewatkan.

.
.
.
.
.
#2019 .

14/01/2019

Kisah KH Ali Maksum selalu menjadi pembicaraan utama ketika KH Munawir AF memanggil kru Majalah Bangkit. Pak Awing, panggilan akrabnya, sering mengajak anak-anak muda yang bergiat di Majalah Bangkit untuk berdiskusi sekaligus beliau mengisahkan berbagai hal tentang NU, Krapyak, dan tentu saja sang guru tercinta Mbah Ali Maksum.

Para kru Bangkit sangat sadar bahwa Pak Awing sebenarnya sedang mengajarkan banyak hal.

Pak Awing termasuk santri Kiai Ali yang rajin menulis. Karyanya banyak sekali, para santri Krapyak tak pernah melupakan sosoknya. Melihat kru Majalah Bangkit yang masih belajar dalam menulis, Pak Awing tak pernah bosan mengajari anak-anak muda yang masih belajar konsisten dalam menulis.

Menyambut Haul ke-30 KH Ali Maksum saat ini, kisah-kisah Pak Awing sangat relevan untuk dikabarkan kepada publik. Tahun 1984, sewaktu hendak berangkat menuju Muktamar Situbondo tahun 1984, Kiai Ali Maksum menjanjikan sejumlah uang kepada santrinya bernama Fadholi muda, kalau nanti tidak lagi terpilih menjadi Rais Aam di Situbondo.

Dalam arena Muktamar, Kiai Ali adalah Rais Aam yang memang akan dipilih lagi oleh para kiai sepuh. Karena Kiai Ali terbukti mampu membawa NU menjaga keseimbangan dalam diri NU, disamping kapasitas keilmuan yang sudah diakui publik. Saat itu, akhirnya disepakati Ahlul halli wal aqdi (AHWA), Kiai Ali ada di dalamnya bersama Kiai As’ad Syamsul Arifin, Kiai Mahrus Ali, dan Kiai Masykur.

Dalam AHWA ini, Kiai Ali tidak bersedia melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rais Aam. Kiai Ali malah mengharapkan NU dipimpin yang lebih muda, sehingga regenerasi di tubuh NU berjalan dengan baik. Akhirnya, terpilih KH Ahmad Siddiq sebagai Rais Aam dan KH Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum.

Sumber : Majalah bangkit
Video. :

.

14/01/2019

Kisah KH Ali Maksum selalu menjadi pembicaraan utama ketika KH Munawir AF memanggil kru Majalah Bangkit. Pak Awing, panggilan akrabnya, sering mengajak anak-anak muda yang bergiat di Majalah Bangkit untuk berdiskusi sekaligus beliau mengisahkan berbagai hal tentang NU, Krapyak, dan tentu saja sang guru tercinta Mbah Ali Maksum.

Para kru Bangkit sangat sadar bahwa Pak Awing sebenarnya sedang mengajarkan banyak hal.

Pak Awing termasuk santri Kiai Ali yang rajin menulis. Karyanya banyak sekali, para santri Krapyak tak pernah melupakan sosoknya. Melihat kru Majalah Bangkit yang masih belajar dalam menulis, Pak Awing tak pernah bosan mengajari anak-anak muda yang masih belajar konsisten dalam menulis.

Menyambut Haul ke-30 KH Ali Maksum saat ini, kisah-kisah Pak Awing sangat relevan untuk dikabarkan kepada publik. Tahun 1984, sewaktu hendak berangkat menuju Muktamar Situbondo tahun 1984, Kiai Ali Maksum menjanjikan sejumlah uang kepada santrinya bernama Fadholi muda, kalau nanti tidak lagi terpilih menjadi Rais Aam di Situbondo.

Dalam arena Muktamar, Kiai Ali adalah Rais Aam yang memang akan dipilih lagi oleh para kiai sepuh. Karena Kiai Ali terbukti mampu membawa NU menjaga keseimbangan dalam diri NU, disamping kapasitas keilmuan yang sudah diakui publik. Saat itu, akhirnya disepakati Ahlul halli wal aqdi (AHWA), Kiai Ali ada di dalamnya bersama Kiai As’ad Syamsul Arifin, Kiai Mahrus Ali, dan Kiai Masykur.

Dalam AHWA ini, Kiai Ali tidak bersedia melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rais Aam. Kiai Ali malah mengharapkan NU dipimpin yang lebih muda, sehingga regenerasi di tubuh NU berjalan dengan baik. Akhirnya, terpilih KH Ahmad Siddiq sebagai Rais Aam dan KH Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum.

Sumber : Majalah Bangkit
Video :

.AliMaksum.
#30 .
.
.
#2019 .

22/10/2018
21/10/2018

Kami menghaturkan
Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018

" Bersama Santri Damailah Negeri ! "



Official Theme Song Hari Santri 2018

Saat ini kita telah merdeka

Mari teruskan perjuangan ulama

Berperan aktif dengan dasar Pancasila

Nusantara tanggung jawab kita…

Reff

Hari Santri 3x

Hari Santri bukti cinta pada negeri

Ridho dan rahmat dari Ilahi

NKRI Harga Mati…

Ayo Santri 3x

Ayo ngaji dan patuh pada Kiai

Jayalah bangsa, jaya negara

Jayalah pesantren kita…



Photos 15/10/2018

Terus Bergerak Menuju Lebih Baik.

Photos 30/09/2018

Pengasuh PP Al-Kandiyas KH. Ridwan Em Nur (30 September 1965)




19/09/2018
18/09/2018





Photos 17/09/2018

7 Muharram 1440 H atau 17 September 2018 Pondok Pesantren Al-Kandiyas menyelenggarakan pemilihan lurah pondok.

Semoga yang terpilih nanti bisa mengemban amanah sampai akhir masa jabatan. Aamiin



11/09/2018

Tanggal 1 Muharram 1440 H Acara Walimatul Hamli (7 Bulan) Keluarga Muhammad Haidar dan Ahdiyatul Muna (.haidar)

Semoga diberikan kelancaran dan kemudahan sampai melahirkan. Aamiin.

Photos from Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak's post 17/07/2018
Want your school to be the top-listed School/college in Yogyakarta City?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Pondok Pesantren Al-Kandiyas, Dusun Krapyak Kulon RT. 05/52
Yogyakarta City
55797