Tari hari ini hidup di antara panggung dan layar.
Melalui Sarasehan Masyarakat Tari Yogyakarta (MASTARYO) Edisi Juni 2026, para koreografer, akademisi, dan pegiat seni bersama-sama mempertanyakan kembali makna otentisitas di tengah derasnya arus digitalisasi, pasar seni global, hingga kehadiran kecerdasan buatan (AI).
Apakah teknologi akan mengikis identitas tari Indonesia? Ataukah justru membuka ruang-ruang baru bagi kreativitas?
Dari konsep screen body, pemanfaatan AI sebagai rekan berkarya, hingga pentingnya menjaga pengalaman ketubuhan yang tak tergantikan, satu pesan mengemuka: teknologi dapat ditunggangi, tetapi jangan sampai kita kehilangan kemanusiaan.
Menutup sarasehan, Sal Murgiyanto mengingatkan tiga landasan yang perlu terus dijaga oleh para seniman: Kebenaran, Keindahan, dan Kebaikan. Sebab, keindahan tari digital boleh memikat mata dunia, tetapi kejujuran rasa dan ketulusan manusialah yang menjaga roh tari tetap hidup melintasi generasi.
Baca liputan lengkapnya di tby.jogjaprov.go.id.
Taman Budaya Yogyakarta
Taman Budaya Yogyakarta (TBY) merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kebudayaan Daerah
Visi : Terwujudnya Taman Budaya Yogyakarta sebagai "The Window of Yogyakarta" menuju pusat budaya terkemuka di tingkat nasional dan internasional.
Menjaga Amanah Keistimewaan, Merawat Warisan Budaya Yogyakarta
(Yogyakarta, 09/06/2026) โ Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta memperingati Hari Jadi dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan di Gedung Societeit Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Selasa (9/6/2026). Bertepatan dengan momentum Peringatan Peristiwa Bersejarah Jogja Kembali, perayaan ini menjadi ruang refleksi untuk mengenang perjalanan panjang kebudayaan Yogyakarta sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga amanah keistimewaan.
Dalam suasana kekeluargaan, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A. menyampaikan bahwa perjalanan lembaga tidak terlepas dari jasa para perintis yang telah membangun fondasi kebudayaan Yogyakarta. Menurutnya, nilai mikul dhuwur mendhem jero menjadi pengingat untuk terus menghormati perjuangan para pendahulu dan melanjutkan estafet kebudayaan.
Sementara itu, Ir. Condroyono selaku mantan Kepala Dinas Kebudayaan DIY dalam sambutan purna tugasnya mengajak seluruh jajaran untuk melihat kembali perjalanan kebudayaan sebagai ruang yang luas dan inklusif. Baginya, kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu atau pertunjukan seni, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
โJaringan kebudayaan itu tidak ada batasnya. Apa saja bisa jadi kebudayaan,โ ungkap Condroyono.
Rangkaian perayaan Hari Jadi turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni, mulai dari musik, line dance, stand up comedy, paduan suara, hingga pertunjukan teater tradisional lakon Kungkum karya staf internal Dinas Kebudayaan DIY. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan estafet penyelenggaraan Hari Jadi tahun 2027 kepada Museum Sonobudoyo.
Melalui momentum ini, Dinas Kebudayaan DIY meneguhkan langkah untuk terus menjaga, merawat, dan menghidupkan kebudayaan Yogyakarta agar tetap tumbuh, adaptif, dan relevan melintasi zaman.
๐ Simak informasi selengkapnya di:
๐ tby.jogjaprov.go.id
10/06/2026
Menjaga Amanah Keistimewaan, Merawat Warisan Budaya Yogyakarta
(Yogyakarta, 09/06/2026) โ Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta memperingati Hari Jadi dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan di Gedung Societeit Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Selasa (9/6/2026). Bertepatan dengan momentum Peringatan Peristiwa Bersejarah Jogja Kembali, perayaan ini menjadi ruang refleksi untuk mengenang perjalanan panjang kebudayaan Yogyakarta sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga amanah keistimewaan.
Dalam suasana kekeluargaan, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A. menyampaikan bahwa perjalanan lembaga tidak terlepas dari jasa para perintis yang telah membangun fondasi kebudayaan Yogyakarta. Menurutnya, nilai mikul dhuwur mendhem jero menjadi pengingat untuk terus menghormati perjuangan para pendahulu dan melanjutkan estafet kebudayaan.
Sementara itu, Ir. Condroyono selaku mantan Kepala Dinas Kebudayaan DIY dalam sambutan purna tugasnya mengajak seluruh jajaran untuk melihat kembali perjalanan kebudayaan sebagai ruang yang luas dan inklusif. Baginya, kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu atau pertunjukan seni, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
โJaringan kebudayaan itu tidak ada batasnya. Apa saja bisa jadi kebudayaan,โ ungkap Condroyono.
Rangkaian perayaan Hari Jadi turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni, mulai dari musik, line dance, stand up comedy, paduan suara, hingga pertunjukan teater tradisional lakon Kungkum karya staf internal Dinas Kebudayaan DIY. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan estafet penyelenggaraan Hari Jadi tahun 2027 kepada Museum Sonobudoyo.
Melalui momentum ini, Dinas Kebudayaan DIY meneguhkan langkah untuk terus menjaga, merawat, dan menghidupkan kebudayaan Yogyakarta agar tetap tumbuh, adaptif, dan relevan melintasi zaman.
๐ Simak informasi selengkapnya di:
๐ tby.jogjaprov.go.id
09/06/2026
๐ฌ SARASEHAN SENI BUDAYA FILM TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA
โEkspansi Layar, Regenerasi Ruang. Menakar Hak Publik dan Masa Depan Ruang Putar Alternatifโ
Siapa yang berhak menikmati sebuah karya sinema setelah film selesai diproduksi? Apakah film hanya milik industri, atau juga menjadi bagian dari hak budaya masyarakat?
Di tengah berkembangnya perfilman Indonesia, akses publik terhadap ragam tontonan yang edukatif, reflektif, dan memperkaya perspektif masih menjadi tantangan. Ruang putar alternatif hadir bukan sekadar sebagai tempat pemutaran film, melainkan ruang temu, ruang belajar, dan ruang dialog yang menjaga keberagaman suara dalam ekosistem sinema.
Melalui Sarasehan Seni Budaya Film, Taman Budaya Yogyakarta mengundang akademisi, praktisi perfilman, komunitas, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum untuk bersama-sama membicarakan masa depan ruang tonton yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan publik.
๐
Jumat, 12 Juni 2026
๐ 12.30 - 15.15 WIB
๐ Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta
๐ Narasumber:
โข Dr. Dyna Herlina Suwarto
โข Loeloe Hendra, M.Sn
โข Ghalif Putra Sadewa, M.Sn
โข โ Rony Ramadhan, M.Sn
Dipandu oleh:
Moderator
Ageng Indra Sumarah
MC
Vivi Helmalia Putri
๐ Pendaftaran peserta:
https://forms.gle/K8hcgiy1nVcqxpod8
Terbuka untuk umum dan gratis.
Mari memperluas layar, merawat ruang, dan memastikan bahwa hak untuk menonton, berdiskusi, serta mengapresiasi film adalah bagian dari hak budaya kita bersama.
08/06/2026
Jika para koreografer terdahulu bernegosiasi dengan tradisi pada zamannya, bagaimana koreografer hari ini bernegosiasi dengan algoritma, logika platform digital, dan pasar seni global?
Sarasehan Masyarakat Tari Yogyakarta (MASTARYO) Edisi Juni 2026 mengajak kita menelisik ulang makna otentisitas di tengah era reproduksi digital. Berangkat dari buku Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti (ISI Press, 2025), forum ini menjadi ruang untuk mempertanyakan kembali: apakah "otentisitas" masih menjadi landasan utama dalam penilaian estetik tari Indonesia, atau justru perlu dilepaskan untuk membuka kemungkinan-kemungkinan kreatif yang baru?
๐ฃ๏ธ Tema: "Setelah Otentisitas: Tari Indonesia di Era Reproduksi Digital dan Pasar Seni Global"
Bersama:
โข Jeannie Park (Padepokan Bagong Kussudiardja)
โข Erwin Mardiansyah (Koreografer)
โข Hanif Joaniko (Koreografer)
โข Galih Prakasiwi (World Dance Alliance Asia Pacific Indonesia Chapter)
Moderator: Dina Triastuti
Pembawa Acara: Ela Mutiara
๐
Rabu, 10 Juni 2026
โฐ 09.30โ12.00 WIB
๐ Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta
โจ Terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Mari hadir, berdiskusi, dan membayangkan masa depan tari Indonesia bersama.
๐ Daftarkan diri Anda melalui: https://forms.gle/J5guV6SHX4Xu82PP7
Tempat terbatas. Sampai jumpa di TBY!
03/06/2026
๐๏ธโจ JUNI 2026 DI TBY
Bulan Juni hadir dengan beragam agenda seni dan budaya yang siap menemani hari-harimu di Taman Budaya Yogyakarta.
Yang paling ditunggu-tunggu tentu saja Pasar Kangen TBY 2026. Perhelatan tahunan yang menghadirkan suasana nostalgia melalui kuliner tradisional, permainan rakyat, kerajinan, serta beragam pertunjukan seni yang menghidupkan kenangan lintas generasi.
Tak kalah menarik, bulan ini juga menjadi momentum peringatan Hari Ulang Tahun Dinas Kebudayaan DIY, sebagai refleksi atas upaya bersama dalam merawat dan memajukan kebudayaan Yogyakarta.
Ruang dialog dan pertukaran gagasan hadir melalui **Sarasehan Seni Budaya**, yang mengajak publik untuk melihat perkembangan seni dan budaya dari berbagai sudut pandang.
Menjelang akhir bulan, Pentas Rebon kembali hadir sebagai ruang apresiasi dan ekspresi kreatif yang mempertemukan seniman dengan masyarakat dalam suasana yang hangat dan akrab.
๐ญ Seni yang menginspirasi.
๐ฌ Gagasan yang menggerakkan.
๐พ Tradisi yang terus hidup.
Geser untuk melihat kalender lengkap kegiatan TBY sepanjang Juni 2026 dan tandai agenda yang tidak ingin kamu lewatkan!
02/06/2026
๐ฎ๐ฉ Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia
Perwakilan Taman Budaya Yogyakarta menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang diselenggarakan di Museum Sonobudoyo, Senin (1/6).
Peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan sekaligus merefleksikan peran Pancasila sebagai pemersatu keberagaman, jangkar moral bangsa, dan fondasi Indonesia dalam berkontribusi bagi perdamaian dunia.
Di tengah berbagai tantangan global, nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang adil, beradab, dan berkeadilan sosial.
Sebagaimana disampaikan dalam amanat upacara, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau hafalan semata, melainkan harus terus dihidupi dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
Mari terus merawat semangat persatuan, gotong royong, dan kemanusiaan untuk Indonesia yang lebih kuat dan bermartabat.
๐ Baca berita selengkapnya di:
tby.jogjaprov.go.id
๐ฎ๐ฉ Hari Lahir Pancasila 2026 ๐ฎ๐ฉ
Taman Budaya Yogyakarta turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di Museum Sonobudoyo pada Senin (1/6/2026). Mengusung tema โPancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Duniaโ, peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan sekaligus merefleksikan peran Pancasila sebagai pemersatu dalam keberagaman.
Melalui amanat yang disampaikan, Pancasila ditegaskan sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik global. Nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial yang terkandung di dalamnya menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Mari menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
01/06/2026
๐ฎ๐ฉ Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Pancasila hadir sebagai dasar yang mempersatukan keberagaman Indonesia. Di tengah perbedaan suku, bahasa, agama, dan budaya, nilai-nilai Pancasila menjadi pijakan bersama untuk hidup berdampingan, saling menghormati, dan bergotong royong.
Sebagai ruang kebudayaan, Taman Budaya Yogyakarta percaya bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam merawat nilai-nilai tersebut. Melalui karya, ekspresi, dan dialog budaya, kita terus menumbuhkan semangat persatuan dalam keberagaman.
Mari bersama mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi Indonesia yang lebih maju, berbudaya, dan berkeadilan.
31/05/2026
Krumpyung, Harmoni Bambu dari Kulon Progo
Berawal dari kreativitas seorang ayah untuk memenuhi keinginan anaknya memiliki gamelan, lahirlah Krumpyung ansambel musik bambu yang kini menjadi salah satu warisan budaya khas Kulon Progo.
Dibuat dari bambu pilihan melalui proses panjang dan dimainkan oleh belasan seniman, Krumpyung menghadirkan warna bunyi yang unik serta menjadi bukti bahwa tradisi dapat tumbuh dari kesederhanaan.
Geser untuk mengenal lebih dekat kisah, proses, dan keunikan Krumpyung.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Contact the school
Telephone
Website
Address
Yogyakarta City
Opening Hours
| Monday | 07:30 - 16:00 |
| Tuesday | 07:30 - 16:00 |
| Wednesday | 07:30 - 16:00 |
| Thursday | 07:30 - 16:00 |
| Friday | 19:30 - 15:00 |