20/04/2026
Program Conversation ini hadir sebagai agenda satelit dari Yogyakarta Art Book Fair menjelang YKABF 2026: booound.
Melanjutkan sesi-sesi tahun lalu, Conversation menciptakan ruang bagi praktisi penerbitan artistik juga penerbit yang diundang untuk berbagi proyek mereka, termasuk proses di balik layar serta refleksi atasnya.
Kali ini kami bersama KUNCI Study Forum and Collective menjamu Sungil Noh dari Sojanggak dan Yunji Gong dari Proyek Wallace Line untuk berbagi bersama.
Catat tanggalnya dan bergabunglah bersama kami!
13/02/2026
Hi! This event is postponed due to health reasons. New date coming soon. Thank you for understanding. // Hai! Acara ini ditunda karena alasan kesehatan. Tanggal dan waktu baru akan segera diumumkan. Terima kasih atas pengertiannya.
10/02/2026
Jumat, 13 Februari, pukul 15.30 - 18.00 WIB
di KUNCI Study Forum & Collective
Ngadinegaran MJ 3/100, Mantrijeron, Yogyakarta
Bagaimana "berkumpul" menjadi bersama-sama? Apa yang dipertaruhkan ketika berkumpul menjadi sebuah metode? Kita akan merefleksikan pertanyaan-pertanyaan ini dan banyak lagi melalui karya-karya soso brafield.
soso brafield adalah seniman, pendidik, dan penulis yang berbasis di Bergen, Norwegia. Berkumpul adalah tema menyeluruh dalam praktiknya. Dari yang fisik seperti membuat ruang berkumpul hingga yang bersifat sementara yaitu mengumpulkan orang. Praktiknya mendorong audiens melalui partisipasi untuk merefleksikan masyarakat, interaksi dan proses di mana individu dan dan sekitarnya saling membentuk.
Untuk residensi soso di Jogja, yang diselenggarakan bersama Syafiatudina dan KUNCI, ia saat ini sedang mengeksplorasi jalur air dan kehidupan di sekitarnya melalui suara dan percakapan. Dalam presentasi di KUNCI ini, soso akan berbagi proyek-proyek sebelumnya sembari membahas pertanyaan-pertanyaan dari proses penelitiannya saat ini.
Diskusi akan dilakukan dalam Bahasa Inggris dan dipandu oleh Syafiatudina. Terjemahan ke/dari Bahasa Indonesia akan tersedia, untuk merangkum presentasi dan sesi tanya jawab.
18/11/2025
IBU-IBU DI SELURUH DUNIA BERSATULAH!
Forum Modal Dengkul #5: Ibu-ibu di Seluruh Dunia Bersatulah!
Jumat, 21 November 2025
Waktu: 19:00-21:00 WIB
Pembicara:
Arifa Safura dan Isna Cahya
(Anggota Sekolah Salah Didik)
Rumah bisa dilihat sebagai ruang yang digerakkan oleh kerja produksi dan reproduksi. Diantara kedua jenis kerja tersebut ada beragam bentuk dimensi kerja lain yang kadang tidak kelihatan, tapi mereka berfungsi untuk membuat kerja produksi dan reproduksi dimungkinkan. Di satu waktu kerja tak tampak ini berbentuk solidaritas, memberi dukungan, atau menciptakan ruang aman. Di waktu lain, mereka bisa berbentuk usaha untuk mengaktifkan ruang nonproduktif untuk kesejahteraan bersama. Forum percakapan ini bertujuan ini untuk mengeksplorasi politik produksi ruang dalam rumah — bagaimana makna rumah bisa dikembangkan sebagai ruang untuk memanjangkan praktik menjadi ibu sebagai kerja interseksional untuk memproduksi pengetahuan baru. Arifa dan Isna akan memandu diskusi ini dengan menceritakan strategi praktik seni dan aktivisme yang dilakukan sembari terus menciptakan rumah sebagai ruang produksi dan reproduksi.
Forum Diskusi Modal Dengkul mengundang mereka yang mempraktikkan model-model ekonomi solidaritas untuk merawat dan meredistribusi kekayaan milik bersama dengan menggerakkan sendi-sendi kemurahhatian komunitas. Kegiatan ini adalah bagian dari Sekolah Salah Didik rumpun studi Ekonomi Solidaritas.
08/10/2025
If economy is also about how we take care of each other, then what are the economies of art?
a talk and reading session with Paula Piedra
hosted by Syafiatudina
Friday, October 10th, 2025
3.30-6 pm at Kunci Study Forum & Collective
(location can be found in Google Maps)
The conversation will be in English, with intermittent translation provided when needed.
Pembicaraan akan berlangsung dalam Bahasa Inggris. Jika dibutuhkan, penerjemahan ke Bahasa Indonesia dapat terjadi sewaktu-waktu.
We will discuss a chapter on economies from Introduction to the Employee Manual.
The text can be downloaded here, https://tinyurl.com/arteconomies or with link in bio.
How sustainability can look like in the arts and culture? What values do we see in our labour as art worker? Aside from monetary values, what are the other values that sustain my practice in the arts? In what way does our experience of precarity connect to others? We would like to invite you to discuss these questions along with other curious case of art economy. The discussion will depart from a recent publication, Introduction to the Employee Manual, an anti-manual for cultural workers developed in dialogue between TEOR/éTica (Costa Rica), Beta-Local (Puerto Rico), el taller de ediciones económicas (Mexico) and other related organizations between 2019 and 2023. It shares strategies of resistance, camouflage techniques and counterweight methods in the face of precarization and the inertias of neoliberal accumulation that instrumentalize our work in contexts such as those of Central America and the Caribbean. The purpose of the manual is to think together with others about what labor rights we demand, what kind of workers we want to be and what actions could build that path.
The event is part of the School of Improper Education: Solidarity Economy Cluster. In the cluster, KUNCI hosts a regular discussion series bringing together thinkers, artists, activists, organisers and producers who have been practising various models of solidarity economy to care and redistribute communal wealth through mobilising diverse aspects of collective abundance.
28/09/2025
What do Hong Kong, Indonesia, and Taiwan have in common?
Per.Platform (HK) and Random Trigger (TW) are spending three weeks in Yogyakarta & Gunungkidul for a research residency at FKY 2025. Together, we’ve selected 3 short films that connect Hong Kong, Indonesia and Taiwan through art, cinema, and activism:
(1) Room 404
Directed by Elysa Wendi & Wai Shing Lee
2023 | Poland, Hong Kong | 29 min | English subtitles
(2) Ngrumat
Directed by Nicolas Kriswinara Astanujati
2025 | Indonesia | 32 min | English subtitles
(3) Gubuk (Hut)
Directed by So Yo-Hen
2018 | Taiwan | 54 min | Mandarin & English subtitles
Join us for the screenings and Q&A with the directors (onsite & online), followed by a conversation with Per.Platform, Random Trigger, and Air Warga.
Tuesday, 30 September 2025
14.00 – 19.00 WIB
KUNCI Study Forum & Collective, Yogyakarta
Everyone is welcome!
27/09/2025
📣 Forum Modal Dengkul #4: Dayra and the Question of Funding
🗓️ Thursday, 2 October 2025
🕒 Time: 10:00 - 12:00 CEST / 15.00 - 18.00 Western Indonesia Time
💬 Language: English
📍 Zoom: https//bit.ly/modeng4
Speaker: Yazan Khalili (Question of Funding)The recent cluster study of the School of Improper Education focuses on solidarity economy practices. In exploring diverse facets of solidarity economy, we use the term “modal dengkul”, a figurative phrase in Indonesian which means that the dependable self-sustained resources lie in our own bodies or closest environment. Amidst the ongoing nationwide protests against the corruption, neoliberal forces and militarisation, we seek to generate diverse forms of “modal dengkul” to reimagine the alternative economic system which keeps on making the already vulnerable life prone to injustice.
We invite Yazan Khalili (Question of Funding) to share the thoughts in regard to the politics of funding, donor economy, the logics of dependence, and a sense of independence within the context of Palestine. Using Dayra, a model to circulate communal economic values and principles developed by Question of Funding, as a point of departure, the discussion aims to explore ways to survive with dignity, while maintaining the well-being of the community and the truth about justice and liberation.
This is the open invitation to pose more questions about working from nothingness, the expanding communities to work together, resisting the dominant modes of business-as-usual while genocide, oppression towards indigenous communities, and neglection of others, are normalised.
Forum Diskusi Modal Dengkul is a regular discussion series bringing together thinkers, artists, activists, organisers and producers who have been practising various models of solidarity economy to care and redistribute communal wealth through mobilising diverse aspects of collective abundance. The series is part of the School of Improper Education: Solidarity Economy Cluster
17/09/2025
Selain diskusi bersama Putri Permata Sari dan Rifki Afwakhoir tentang seluk-beluk inisiatif berbagi hal-hal gratis, Forum Diskusi Modal Dengkul #3 juga akan menghadirkan lapakan dari dengan pakaian cuma-cumanya dan usaha boga dari di kantor KUNCI yang siap sedia sedari pukul 3 sore. Bawa tas serbagunamu dan sampai bertemu Jumat besok!
📣 Forum Modal Dengkul #3: MBG? Mungkinkah Bebas Gratis
🗓️ Jumat, 19 September 2025
🕒 Pukul 15.00 - 18.00 WIB
📍 KUNCI Study Forum & Collective, Jl Ngadinegaran MJ III/100
🛜 Hibrida via Zoom: https://bit.ly/modeng3
👽 Gratis dan terbuka untuk umum.
12/09/2025
📣 Forum Modal Dengkul #3: MBG? Mungkinkah Bebas Gratis
🗓️ Jumat, 19 September 2025
🕒 Pukul 15.00 - 18.00 WIB
📍 KUNCI Study Forum & Collective, Jl Ngadinegaran MJ III/100
Hibrida via Zoom: https//bit.ly/modeng3
Bersama Rifki Afwakhoir dan Putri Permata Sari
Turut dibuka lapak Pasar Gratis dengan pakaian layak pakai yang bisa diambil secara cuma-cuma
Free dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan gratis atau bebas (seperti freedom). Dua kemungkinan penerjemahan ini menunjukkan tegangan dalam praktik berbagi–yang dibagikan secara gratis tetap membutuhkan kerja yang menopangnya.
Diskusi kali ini mengundang Rifki dan Putri untuk merefleksikan pengalaman mereka dalam mengupayakan proses berbagi hal-hal gratis, baik lewat toko maupun lapakan. Bentuk kerja seperti apa yang menopang proses berbagi tersebut? Apa perbedaan antara kerja berbagi dengan kerja untuk menyambung penghidupan? Mungkinkah yang gratis terwujud tanpa kerja?
Forum Diskusi Modal Dengkul mengundang mereka yang mempraktikkan model-model ekonomi solidaritas untuk merawat dan redistribusi kekayaan milik bersama dengan menggerakkan sendi-sendi kemurahhatian komunitas. Kegiatan ini adalah bagian dari Sekolah Salah Didik rumpun studi Ekonomi Solidaritas.
28/08/2025
We first met Miljohn Ruperto in the in-between moments—over breakfast, during cigarette breaks—at the Jakarta Biennale 2021. Our conversations drifted toward the many ways humans live alongside the non-human: KUNCI’s chicken, mushrooms, and our late beloved dog Chepas. Around that time, Miljohn, together with Erik Kim, presented The Time Machine (2021), a work that caught us with its subtle humor: an attempt to wrestle with the subject of time in the midst of a global standstill during the pandemic.
Four years later, that conversation picks up again. On the 30th of August, we welcome Miljohn back to share his ongoing explorations of time. In the turbulence of our present, Miljohn reminds us of another way to think about it, through kairos:
“The fatal or critical point for the body to receive a wound.”
This is how kairos appears in Homer’s Iliad. Yet as Miljohn notes, this is only one of its meanings. In this talk, Miljohn will open up several Ancient Greek conceptions of time—aion, chronos, and kairos—to sketch out an account of Western spatio-temporality.
We will trace aion, known as eternal time: an unbounded, unceasing expanse against which all other forms of time unfold. Then chronos, or historical and sequential time: linear, directional, what Miljohn also dubs modernity. And finally, kairos: a situational, context-aware time, like the way a hunter knows the right moment to strike. It describes the emerging temporality of the present.
Miljohn sees this talk as a postcolonial project: an effort to unsettle the totalizing force of Western spatio-temporality by making its operations visible. In doing so, this talk offers not just reflection but also a tool—to critically discern the influence of Western spatio-temporality on a case-by-case basis.
28/07/2025
Selain diskusi bersama Lody Andrian dan Ainun Murwarni tentang inisiatif subsidi silang, Forum Diskusi Modal Dengkul #2 juga akan menghadirkan sajian cindera mata dari .kalijawi dan .id juga cindera rasa spesial dari .pakdjoko yang pop-up di kantor KUNCI. Bawa uang saku lebih, sampai jumpa Selasa besok!
📣 Forum Modal Dengkul #2: SALING-SILANG SUBSIDI SILANG
🗓️ Selasa, 29 Juli 2025
🕒 Pukul 16.00 - 18.00 WIB
📍 KUNCI Study Forum & Collective, Jl Ngadinegaran MJ III/100
🛜 Hibrida via Zoom: https://bit.ly/modeng2
👽 Gratis dan terbuka untuk umum
27/07/2025
Forum Modal Dengkul #2: Saling-Silang Subsidi Silang
Selasa, 29 Juli 2025
Pukul 16.00 - 18.00 WIB
KUNCI Study Forum & Collective, Jl Ngadinegaran MJ III/100
Hibrida via Zoom: bit.ly/modeng2
Bersama Lody Andrian dan Ainun Murwani
Bagirata adalah platform subsidi silang antarwarga untuk membantu kondisi finansial para pekerja yang terkena dampak ekonomi di tengah ketidakpastian pandemi COVID-19 lalu. Bagirata memfasilitasi proses redistribusi kekayaan ke pekerja yang terdampak agar mencapai dana minimum yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.
Lima tahun berselang, kami mengajak Lody Andrian (salah satu inisiator Bagirata) untuk kembali berbagi perihal platform ini dan mencoba mengurai beberapa pertanyaan bersama-bersama: apakah betul model saling bantu macam itu hanya bekerja di saat krisis? dan apa yang perlu dilakukan bila ternyata kita hidup di tengah krisis yang permanen? Di tengah upaya menautkan refleksi bersama kami juga mengajak Ainun Murwani untuk memperdalam permenungan lewat pengalamannya mengelola dana dan pendanaan komunitas bersama Paguyuban Kalijawi.
Forum Diskusi Modal Dengkul mengundang mereka yang mempraktikkan model-model ekonomi solidaritas untuk merawat dan meredistribusi kekayaan milik bersama dengan menggerakkan sendi-sendi kemurahhatian komunitas. Kegiatan ini adalah bagian dari Sekolah Salah Didik rumpun studi Ekonomi Solidaritas.