KLENAK KLENIK
Klenik, Ilmu yang tidak dipelajari di bangku kuliah dan menjadi dunia tersendiri yang masih hidup di tengah modernisasi. Didalamnya ada urusan petung, dunia analisis Djawa yang sangat pragmatik, sangat sulit didekati dengan rasionalitas tetapi bisa dirasakan keberadaanya. Klenik tidak bersifat negatif , sebab orang yang penuh perhitungan selalu hati hati, waspada, segala sesuatunya dihitung baik dan buruknya, dan akan berakhir dengan baik p**a. Dunia klenik lebih memberi warna abu abu dari kekuatan ghoib, kadang juga sangat abstrak sangat absurd sebab ilmu klenik berbeda dengan ilmu eksata yang bisa dibuktikan. Ilmu klenik disampaikan dengan berbisik bisik atau glenikan. Oleh karena itu disebut ilmu klenik atau kebatinan, segala sesuatunya disampaikan secara gethok tular. Pengetrapan ilmu klenik tidak diucapkan melainkan dengan batin, tidak bersuara bahkan bibir tidak bergerak, kita fahami dunia klenik itu lebih sebagai rerasan dalam bahasa batin, ia tidak akan mewujud secara terus terang.
Olah Rasa
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Olah Rasa, School, Jalan Godean Km. 5, Yogyakarta City.
SPIRITUAL KEDJAWEN
1. Klenik
2. Petung
3. Nglakoni
4. Slametan
5. Nyekar
Ojo turu sore kaki. Ono Dewo nganglang jagad. Nyangking bokor kencono. Isine donga tetulak. Sandang kalawan pangan. Wong bejo sabar narimo.
"MANEKUNG"
TEKUNG : "Sikap Yang Tunduk" atau "Menundukan Diri"
* Segala sesuatu jika ditekuni , maka akan berhasil.
* Meraih kesempurnaan hidup dengan mendekatkan diri pada Gusti Allah
* Dalam mendekatkan diri pada Gusti Allah, dengan laku semedi/meditasi/kontenplasi ...> dalam istilah Jawa disebut "MANEKUNG"
* Dalam menjalankan manekung hendaknya merenungi diri, merenung perbuatan perbuatan yang telah dilakukan, dosa-dosa yang pernah diperbuat, dan memohon ampunan kepada Gusti Allah secara terus menerus
"SOPO SING TEMEN BAKAL TINEMU" , bisane kelakon linambaran keyakinan lan piyandel, jalaran URIPING MONTRO SOKO JIWO.
Salah satu mitologi Jawa Klasik mengatakan "Wong Jawa iku nggoning semu, sinamun ing samudana, sesadone ingadu manis." Maksudnya, Orang Jawa itu tempatnya segala mitologi, segala sesuatu itu disamarkan dengan maksud agar tampak indah dan manis. Meluapkan amarah adalah saru. Sikap among roso sangat penting untuk menjaga perasaan orang lain.
"NGGOLEKI TAPAKE KUNTUL NGLAYANG" (Mencari Tapak Kuntul Melayang). Mencapai tahap sembah cipta, yakni dengan mencari keberadaan sukma dalam diri manusia, Kuntul melayang jelas tidak meninggalkan bekas tapak, akan tetapi hakekatnya pasti ada.
"NGGOLEKI SUSUHING ANGIN" (Mencari Tempat Angin Bersarang). Memulai tahap sembah raga, sembah raga = menyembah Tuhan dengan gerak laku badaniyah. Diawali dengan bersuci menggunakan air, lakunya dengan "Nggoleki Susuhing Angin" Susuh Angin adalah perlambang jantung atau paru-paru, pusat perputaran angin dalam tubuh manusia.
Nggoleki Galihing Kangkung ="Mencari Galih Kangkung". Batang kangkung berlubang sehingga galihnya tentu tidak ada. Perlambang keberadaan wujud sukma yang tidak nampak tapi ada, perlambang nyawa dalam tubuh manusia yang hakikatnya ada tetapi tidak nampak.
"Ana Manuk Bango Buthak, Ngendhog Ing Ngenthak Enthak" Ada Burung Bangau Putih, Bertelur di Padang Luas.
"Sucining swara puniku, ana waton tri perkawis, sepisan nyuwara kang nyata, kapindho nyuwara manis, dene kaping tiganira, nyuwara kang migunani "
Padha gulangen ing kalbu, ing sasmita amrih lantip, aja pijer mangan nendra, ing kaprawiran den kaesthi, pesunen sariranira, sudanen dhahar lan guling.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Website
Address
Jalan Godean Km. 5
Yogyakarta City
55292