Tua Tidak Punya Waktu & Tidak Kenal Teman Anak, Bahaya!
Banyak orang tua bekerja keras demi anaknya. Tapi sayangnya… anak justru tumbuh jauh karena kurangnya waktu bersama orang tuanya. Lebih berbahaya lagi, orang tua tahu nilai sekolah anaknya tapi tidak tahu siapa teman dekatnya, bagaimana lingkungannya, dan apa yang sering mereka lakukan bersama. Padahal banyak kerusakan anak bermula dari pergaulan yang salah dan kurangnya perhatian di rumah.
Simak Penjelasannya di:
https://youtube.com/shorts/pJ—k2oBq4o
___
Yuk bantu dakwah Islam bersama kami dengan cara berdonasi ke:
BSI 4556554559
a.n. Yayasan Indonesia Bertauhid
Daftar medsos: berbagi.link/indonesiabertauhid
Yuk dukung kami dengan like, comment, share dan ikuti channel kami di : https://bit.ly/IBchannel
Barakallahu fiikum
Silakan disebarluaskan
AnakAmanah KeluargaIslami Muhasabah SelfReminder PergaulanBebas PendidikanAnak AnakShaleh DakwahIslam KajianIslam IslamicReminder Akhlak RemajaIslam GenerasiIslam KontenDakwah OrangTuaBijak JagaAnak ustadzraehan ustadzraehanulbahraen drb indonesiabertauhid
Indonesia Bertauhid
“Indonesia Bertauhid” bertujuan untuk mewujudkan dakwah tauhid di Indonesia. Kebalikan tauhid adalah kesyirikan yaitu melanggar hak-hak khusus Allah.
Indonesia Bertauhid merupakan gerakan dakwah yang bertujuan untuk mewujudkan dakwah tauhid di tanah air Indonesia yaitu dakwah agar masyarakat Indonesia bertauhid secara sempurna, bertauhid dengan mengenal dan menunaikan hak-hak khusus Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Rabb pencipta dan satu-satunya yang berhak disembah dan diibadahi. Perintah agar bertauhid secara sempurna dan dakwah tauhid adala
08/06/2026
Ketika semangat menambah amalan, tapi jangan lupa untuk memperbaikinya.
Karena yang Allah lihat bukan sekadar banyaknya,
tapi bagaimana amalan itu dilakukan.
Shalat tanpa hati, bisa jadi hanya gerakan.
Puasa tanpa penjagaan diri, bisa jadi hanya lapar.
Sedikit tapi berkualitas.
Mulai hari ini…
fokus pada memperbaiki, bukan sekadar menambah.
Allah yang Sebenarnya Ditetapkan Istiqamah di Atas Agama
Banyak orang mengira pertolongan Allah hanya berupa harta yang melimpah, urusan yang dimudahkan, atau masalah yang terselesaikan. Padahal, pertolongan terbesar yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah ketika Allah menjaga hatinya tetap berada di atas kebenaran, mencintai ketaatan, dan istiqamah dalam menjalankan agama-Nya.
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi)
Simak Penjelasannya di:
https://youtube.com/shorts/_sDwf8NyV3g
___
Yuk bantu dakwah Islam bersama kami dengan cara berdonasi ke:
BSI 4556554559
a.n. Yayasan Indonesia Bertauhid
Daftar medsos: berbagi.link/indonesiabertauhid
Yuk dukung kami dengan like, comment, share dan ikuti channel kami di : https://bit.ly/IBchannel
Barakallahu fiikum
Silakan disebarluaskan
NasihatIslam MuhasabahDiri KajianIslam PemudaHijrah Hijrah MuslimIndonesia PengingatDiri TausiyahIslam IslamItuIndah BelajarIslam JalanHijrah Sunnah Akhirat Iman Takwa ReelsIslamic KontenDakwah IslamicReminder KajianSunnah DakwahTauhid Salafiyah afifiabdulwadud aww ustadzafifiabdulwadud indonesiabertauhid
07/06/2026
🌿 Setiap amal memiliki keutamaannya masing-masing. Namun ketika ada kebutuhan yang mendesak, bantuan yang meringankan beban sesama bisa menjadi amalan yang lebih utama daripada ibadah sunnah.
Islam mengajarkan kepedulian, kepekaan, dan perhatian terhadap kebutuhan orang lain. Semoga semakin semangat untuk menghadirkan manfaat, membantu yang membutuhkan, dan menebar kebaikan sesuai kemampuan.
Yuk, jadikan setiap harta yang Allah titipkan sebagai jalan meraih keberkahan dan kebahagiaan bersama. 🤍
\ kajianislam fiqihislam nasihatislam muslimberbagi amaljariyah kebaikanharian
# Apakah Ketenangan Hati Bisa Dijadikan Patokan Kebenaran?
Sebagian orang menjadikan ketenangan hati sebagai ukuran dalam menentukan benar dan salah. Selama hati merasa nyaman, maka dianggap tidak ada masalah. Sebaliknya, ketika hati merasa tidak tenang, maka dianggap sebagai tanda bahwa sesuatu itu keliru.
Cara pandang seperti ini cukup sering ditemui. Padahal setiap manusia memiliki perasaan yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh lingkungan, kebiasaan, pengalaman, bahkan hawa nafsunya. Apa yang membuat seseorang merasa tenang belum tentu memberikan ketenangan yang sama kepada orang lain.
Karena itu, muncul pertanyaan penting yang perlu dipahami. Apakah ketenangan hati dapat dijadikan patokan kebenaran secara mutlak, ataukah ada ukuran lain yang lebih kokoh dan menjadi rujukan bagi setiap muslim dalam menilai suatu perkara.
Lalu bagaimana Islam memandang ketenangan hati dan kedudukannya dalam menentukan kebenaran.
Simak Penjelasannya Berikut:
https://youtube.com/shorts/iKi3k_1wu0Y
___
Yuk bantu dakwah Islam bersama kami dengan cara berdonasi ke:
BSI 4556554559
a.n. Yayasan Indonesia Bertauhid
Daftar medsos: berbagi.link/indonesiabertauhid
Yuk dukung kami dengan like, comment dan share channel ini.
Barakallahu fiikum
Silakan disebarluaskan
ustadzyulianpurnama indonesiabertauhidofficial
06/06/2026
Pernikahan bukan sekadar kebersamaan, tetapi jalan untuk saling menguatkan dalam ketaatan. Ketika tujuan rumah tangga diarahkan untuk mendekat kepada Allah, keberkahan dan kecukupan menjadi janji yang menenangkan hati.
Mari menata niat, memperindah tujuan, dan menjadikan pernikahan sebagai sarana menuju ridha-Nya.
\ tanggasakinah tujuanpernikahan nasihatislam dakwahkeluarga rumah tanggaberkah
Alhamdulillah, telah terlaksana Dauroh Kitab Indonesia Bertauhid bersama Ustadz Muhammad Romelan حفظه الله تعال di Masjid Abdurrahman bin ’Auf, Kasihan, Bantul.
Para peserta menyimak kajian dengan penuh antusias dalam rangka menuntut ilmu syar’i yang merupakan jalan menuju kebaikan dan ketakwaan. Semoga ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, menambah keimanan, serta menjadi bekal dalam beribadah kepada Allah Ta’ala di atas ilmu dan pemahaman yang benar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Jazakumullahu khairan kepada para peserta, panitia, dan seluruh muhsinin yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Barakallahu fiikum, semoga Allah menerima amal saleh kita semua dan memberikan keberkahan pada ilmu yang telah dipelajari.
# Hukuman Bagi Para Koruptor dan Solusi Pemberantasan Korupsi
Korupsi dalam syariat disebut sebagai perbuatan ghulul, yaitu perbuatan mengambil harta secara khianat di luar yang telah ditetapkan untuknya tanpa seizin pimpinan atau orang yang menugaskannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa yang kami tugaskan dengan suatu pekerjaan, lalu kami tetapkan imbalan (gaji) untuknya, maka apa yang dia ambil di luar itu adalah harta ghulul (korupsi).” (HR Abu Dawud no. 2943)
Di antara solusi yang bisa diterapkan adalah dengan memberi sanksi serta hukuman berat sehingga memberi efek jera bagi pelakunya dan memberi rasa takut bagi orang lain. Untuk para koruptor sendiri sanksi yang tepat baginya adalah ta’zir dan bukan potongan tangan, karena hakikat korupsi bukanlah “mencuri” dalam terminologi syariat.
Ta’zir adalah hukuman yang kadarnya bergantung pada kebijakan pihak yang berwenang. Boleh jadi hukumannya berupa hartanya disita, pelakunya dimiskinkan, dimasukkan ke penjara, atau bahkan bisa dibunuh bila perbuatannya tersebut menimbulkan dampak negatif yang sangat luas.
Baca selengkapnya:
https://muslimafiyah.com/hukuman-bagi-para-koruptor-dan-solusi-pemberantasan-korupsi.html
Artikel www.muslimafiyah.com
Asuhan Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.
(Alumnus Ma’had Al-Ilmi Yogyakarta)
05/06/2026
🌿 Ketika Kebaikan Bisa Dirasakan Lebih Banyak Orang
Umroh adalah ibadah yang mulia. Namun ketika ada saudara muslim yang sedang kesulitan, membantu kebutuhan mereka termasuk amalan yang sangat besar nilainya.
Terkadang satu paket makanan, satu bantuan pendidikan, atau satu uluran tangan mampu menghadirkan senyum, harapan, dan keberkahan bagi banyak pihak.
Mari menghadirkan keseimbangan antara semangat beribadah dan kepedulian terhadap sesama. Karena kebaikan yang dirasakan banyak orang akan terus mengalir manfaatnya. 🤍
\ belajarislam islamituindah amalanhati amaljariyah muslimberbagi kebaikanbersama motivasiislam selfreminder fiqihislam menebarkebaikan indonesiabertauhid sahabatsurga catatankebaikan islamrahmatanlilalamin jalanmenujukebaikan
# Seandainya Tahu, Raja Dan Anak Raja Akan Merebut Kebahagiaan Para Ulama Dengan Pedang
Inilah contoh kebahagiaan para ulama salaf, mereka berkata,
لَوْ يَعْلَمُ المُلُوْكُ وَأَبْنَاءُ المُلُوْكِ مَا نَحْنُ فِيْهِ لَجَلِدُوْنَا عَلَيْهِ بِالسُّيُوْفِ
“Seandainya para raja dan pangeran itu mengetahui kenikmatan yang ada di hati kami ini, tentu mereka akan menyiksa kami dengan pedang (untuk merebutnya).” [Rawai’ut Tafsir 2/134]
Karena kebahagiaan itu bukan pada harta, tahta dan wanita, melainkan pada lezatnya iman, manisnya qonaah dan nikmatnya dekat dengan Allah
Mereka merasakan kenikmatan beribadah, kenikmatan bermunajat kepada Allah Ta’ala, kenikmatan mengadu kepada-Nya. Kenikmatan membaca Al-Quran, bergembira dengan janji Allah ketika membaca ayat tentang surga dan kenikmatan dunia-akhirat. Keimanan dan rasa takwa bertambah ketika melewati bacaan ayat-ayat ancaman Allah.
Demikianlan beribadah itu lezat bagi mereka yang mendapat taufik dari Allah.
Kami berikan Contohnya adalah shalat malam. Jika dilogika, shalat malam berdiri lama, capek dan bisa jadi bosan. Akan tetapi para Nabi, ulama dan orang shalih bisa berdiri berjam-jam lamanya shalat malam dan tentu pasti mereka merasakan kenikmatan dan ketenangan.
Iya, karena shalat adalah istirahat dari segala kepenatan dan hirup pikuk dunia
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
Shalat pun dijadikan penyejuk mata bagiku [ketenangan].”[1]
.
“Berdirilah wahai Bilal (lantunkanlah adzan), istirahatkanlah kami dengan shalat.”[2]
BACA SELENGKAPNYA:
https://muslimafiyah.com/seandainya-tahu-raja-dan-anak-raja-akan-merebut-kebahagiaan-para-ulama-dengan-pedang.html
Penyusun: Raehanul Bahraen
anakraja nikmat
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Contact the school
Telephone
Website
Address
Sleman
Yogyakarta City