09/06/2021
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh🌻
Bapak/ibu donatur, kami izin melaporkan kegiatan santunan anak yatim bersama Alifbata Peduli yang diselenggarakan oleh Bimbel Alifbata dan bermitra dengan Senyum Santri.
Alhamdulillah telah terlaksana penyaluran donasi serta kegiatan edukatif untuk santriwan/i Yayasan Gema Insan Amanah Pathuk Gunungkidul pada hari, Ahad 06 Juni 2021 🙏🏻
Seluruh donasi dari para donatur telah kami salurkan kepada Yayasan Gema Insan Amanah Pathuk Gunungkidul.
Besar manfaatnya untuk saudara-saudara kita disana. Semoga sedekah ini dapat bernilai amal jariyah bagi bapak/ibu donatur dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.
Jazakumullahu khairan katsir🙏🏻
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh🙏🏻
22/01/2021
Saat mengajarkan menulis nama-nama hewan pada salah satu murid, saya sedikit terkejut ketika dia tidak mau menulis "anjing" dan maunya menulis serta menyebutkan bahwa yang digambar tersebut merupakan "guguk"
Saya bertanya "kenapa?" dan anak tersebut menjelaskan bahwa itu bukan kata yang baik, jadi bolehnya bilang guguk. Lalu saya bilang bahwa itu tidak mengapa, karna nama hewan ini anjing. Kenapa bisa dinamakan guguk, karena bunyi anjing "guk guk guk" namun anaknya tetap tidak mau menulis anjing.
Selesai mengajar saya konfirmasikan ke orangtua nya, dan memang kedua orang tuanya sengaja mengganti istilah anjing dengan guguk karena anjing berkonotasi tidak baik serta melihat pola asuh salah satu publik figur yang juga mengganti nama hewan dengan istilah lain.
Dalam mengajar saya sengaja mengenalkan nama hewan dengan nama yang sebenarnya, disamping anak sedang belajar kosakata, mereka sedang belajar konsep benar dan salah. Dengan tidak membolehkan anak mengenal nama hewan yang sebenarnya, hal ini sekaligus membangun konsep dalam diri anak bahwa anjing dan babi itu kata yang jelek. Padahal itu nama hewan, dan tidak ada nama hewan yang tidak baik.
Hal ini berlaku p**a bahwa TIDAK ADA HEWAN YANG JAHAT hanya karena ia memakan sesamanya atau memakan hewan lain, karena memang itu jenis makannya sebagai upaya bertahan hidup. Saat belajar ensiklopedia hewan selalu saya tekankan berulang kepada murid saya bahwa semua hewan itu baik. ular memakan tikus, karena ular butuh bertahan hidup melalui makan dan tikus adalah makanannya. Sama seperti kita manusia memakan daging-dagingan serta sayuran untuk bertahan hidup.
Writer: Erika Anggraini, S.Pd.
28/11/2020
Karena kami percaya bahwa setiap anak memiliki inner teacher. Dimana anak sudah memiliki bakat dan keinginan dalam diri, sehingga kita perlu membantu anak mengembangkan bakatnya bukan membentuknya untuk menjadi anak dengan bakat yang kita tentukan.
24/11/2020
Selamat Hari Guru Nasional, guru-guru kami
Penerang langkah masa depan kami
Yang dengan hati membagi pelita ilmi
Terimakasih, jasamu abadi💙
23/11/2020
Dampingi anak hadapi PAS dengan BAHAGIA✨
17/11/2020
Anak = amanah sekaligus anugerah😍
17/11/2020
Anak = amanah sekaligus anugerah😍