07/02/2026
BUDHA VAJRAYANA
Mandala sesungguhnya adalah bentuk geometris yang paling hakiki dan dasar dari bentuk-bentuk lain, yaitu bentuk persegi dan lingkaran.
Borobudur adalah perpaduan brilian antara ide Arsitektur, Buddha, dan Kosmologi.
Ada beberapa aliran Buddha, yaitu Hinayana, Theravadha, dan Mahayana.
Vajrayana adalah cabang dari aliran Buddha Mahayana.
Vajrayana menandai seluruh Mandala,
- Dewata Nawasangha /Nawadewata
- Guhyasamaja Ta**ra
- Kalacakra Ta**ra
- Pancajinatathagata
Situs Prasadha Vajrayana Manjusrighra dan Jinalaya adalah situs Vajrayana yang diperkenalkan oleh Rakai Panangkaran, yang menjadi raja kedua Medang i Bhumi Mataram atau Mataram Medang, yang bergelar Srī Mahārāja Rakai Pānangkaran Dyaḥ Pañcapana.
Panangkaran, yang membangun Manjusrighra, MENJELASKAN Panangkaran sebagai pemuja Triratna (Buddha, Dhamma, Sangha), membangun Manjusrighra simbol Trimurti (Brahmana, Mahisasura Mardini, dan Wisnu), Prasasti Kelurak (782),
Meskipun jejak Panangkaran di Mataram Medang diawali oleh Prasasti Kalasan, namun warna Vajrayana baru mulai tampak di Prasasti Kelurak (782), di mana Panangkaran membangun Manjusrighra. Dalam hal ini, Manjusrighra kemudian dikembangkan dari Manjusrighra menjadi Prasadha Vajrasana Manjusrighri}ghra, dalam Prasasti Manjusrighra (792).
Pengembangan tersebut mengubah Mandala Manjusrighra, tanpa dinding dan atap, menjadi Prasadha Vajrayana Manjusrighra, yaitu bangunan induk yang berisi Wairocana, juga dengan dinding dan atap. Bangunan induk tersebut dikelilingi oleh empat Bodhisattva, yang juga memiliki dinding dan atap, yang dikenal sebagai Dhyani Buddha. Inilah ciri Vajrayana di Mataram Medang.
Di samping itu, mandala bangunan induk Dhyani Buddha, yang dikelilingi oleh dua lapis pagar Stupa, menjadi bagian dari sebuah kompleks bangunan suci Vajrayana, representasi Vajradhatu. Sedangkan bangunan suci yang lain adalah Candi Lumbung, representasi Garbadhatu, dan candi Bubrah representasi dari PERTEMUAN antara Vajradhatu dengan Garbadhatu, yang PERSIS merupakan pertemuan Lingga dan Yoni.
Inilah penanda Shiwa-Budha, legacy Panangkaran, raja ke-dua Mataram Medang.
Menurut Stutterheim, meskipun Jinalaya dibangun oleh Samaratungga dan Pramodhawardhani putrinya, Panangkaran berkontribrusi pada perencanaan awal Jinalaya. Dokumen mengenai Jinalaya terdapat di dua prasasti, yaitu Tru i Tpussan dan detailnya ada di Kayumvungan. Mandala Jinalaya adalah ciri khas aliran mandala Vajrayana.
Jadi, Prasadha Vajrasana Manjusrighra dan Jinalaya adalah artefak Shiwa-Buddha. Di Prasadha Vajrayana Manjusrighra çandi Bubrah adalah representasi pertemuan Lingga dan Yoni, maka di Jinalaya, Arupadhatu dengan Stupa Induk adalah representasi antara Vajradhatu dengan Garbadhatu (Womb and Diamond Realism)
Salam Vajrayana Shiwa-Buddha Mataram Medang.
✨