08/06/2026
Sebagian masyarakat mengenal tradisi menimbang rambut bayi lalu bersedekah senilai emas. Padahal, jika merujuk pada hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tuntunan yang disebutkan adalah bersedekah dengan perak seberat rambut bayi yang telah dicukur.
Dari sinilah para ulama menjelaskan anjuran menggundul rambut bayi pada hari ketujuh kelahiran, kemudian menimbangnya dan bersedekah sesuai nilai berat perak tersebut.
Lalu bagaimana jika dahulu sudah terlanjur bersedekah dengan nilai emas?
Tidak perlu khawatir. Sedekah yang telah dikeluarkan tetap bernilai kebaikan dan tidak perlu diulang. Namun, jika ingin mengamalkan sunnah sebagaimana yang disebutkan dalam hadis, maka yang lebih tepat adalah menggunakan ukuran perak, bukan emas.
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk terus belajar dan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ilmu.
Simak bahasan lengkapnya di web Rumayshocom melalui tautan berikut:
https://rumaysho.com/1016-hadiah-di-hari-lahir-4-menggundul-rambut-kepala-bayi-pada-hari-ketujuh.html
05/06/2026
Bolehkah anak kecil berhaji?
Pertanyaan ini pernah diajukan langsung kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh seorang ibu yang mengangkat anaknya di hadapan beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, "Ya, dan bagimu pahala."
Hadis ini menunjukkan bahwa haji anak kecil sah dan berpahala. Namun, para ulama menjelaskan bahwa haji tersebut belum menggugurkan kewajiban haji ketika anak sudah balig dan mampu.
Artinya, anak yang berhaji saat masih kecil tetap memiliki kewajiban menunaikan haji lagi ketika telah memenuhi syarat wajib haji.
Meski demikian, mengajak anak mengenal ibadah sejak dini merupakan kesempatan besar untuk menanamkan kecintaan kepada Allah, mengenalkan syiar Islam, serta melatih kesabaran dan ketaatan.
Menariknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan adanya pahala bagi orang tua yang membimbing dan mengikutsertakan anak dalam ibadah tersebut.
Semoga Allah menjadikan anak-anak kita sebagai generasi yang mencintai ibadah dan dimudahkan suatu saat nanti menjadi tamu-Nya di Baitullah.
Simak bahasan lengkapnya di web melalui tautan berikut:
https://rumaysho.com/36807-hukum-anak-kecil-melaksanakan-ibadah-haji.html
21/05/2026
Sebagian orang tua menunda akikah anak laki-laki karena merasa harus menyiapkan dua kambing, padahal para ulama menjelaskan bahwa jika belum mampu, akikah dengan satu kambing tetap diperbolehkan dan sah.
Memang, tuntunan yang lebih utama untuk anak laki-laki adalah dua kambing, sedangkan anak perempuan satu kambing. Hal ini berdasarkan hadis-hadis sahih yang menjelaskan perbedaan tersebut.
Namun, terdapat p**a riwayat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Hasan dan Husain masing-masing dengan satu kambing. Karena itu, sebagian ulama membolehkan akikah anak laki-laki dengan satu kambing, terutama ketika kondisi belum memungkinkan untuk dua kambing.
Mayoritas ulama tetap memandang dua kambing sebagai bentuk yang lebih afdal, tetapi satu kambing tetap sah dan sudah dianggap melaksanakan akikah.
Syariat tidak datang untuk memberatkan, sedangkan akikah adalah bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran anak, sehingga yang terpenting adalah berusaha menjalankannya sesuai kemampuan yang dimiliki. Wallahu a'lam.
16/05/2026
Banyak orang tua memahami bahwa amalan pada hari ke-7 kelahiran anak hanya sebatas akikah, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan sunnah lain, yaitu menggundul rambut bayi dan bersedekah seberat timbangan rambut tersebut.
Amalan ini bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari tuntunan syariat yang memiliki aturan dan hikmah tersendiri. Bahkan dalam hadis sahih disebutkan bahwa pada hari ketujuh, anak diakikahi, digundul rambutnya, dan diberi nama.
Menggundul rambut bayi disunnahkan untuk bayi laki-laki maupun perempuan. Cara mencukurnya pun perlu diperhatikan, karena Islam melarang model qoza’, yaitu mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya.
Setelah rambut dicukur, orang tua juga dianjurkan untuk menimbang rambut tersebut lalu bersedekah dengan perak atau uang senilai timbangannya kepada fakir miskin yang membutuhkan.
Semoga pembahasan ini bisa menambah pemahaman kita dalam menjalankan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan lebih tepat dan penuh keberkahan.
10/05/2026
Jika ayah & bunda hendak mengakikahi si buah hati pada hari ketujuh kelahiran, penting untuk mengetahui jumlah dan jenis hewan akikah.
Islam telah menjelaskan secara rinci, untuk anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing. Jika kondisi tidak memungkinkan karena faktor ekonomi, satu ekor kambing untuk anak laki-laki tetap sah.
Pemilihan hewan juga memiliki ketentuan, disarankan memilih hewan yang sehat, cukup umur, dan dalam kondisi terbaik, sebagaimana syarat pada hewan qurban. Aqiqah juga dikhususkan dengan kambing atau domba, bukan hewan lainnya.
Memahami hal ini penting agar ibadah tidak hanya terlaksana, tetapi juga sesuai dengan tuntunan yang benar.
Yuk, luruskan pemahaman kita tentang akikah, qurban, dan sunnah saat bayi lahir. InsyaAllah, buku "Fikih Qurban, Aqiqah, dan Sunnah Saat Bayi Lahir" karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal bisa menjadi teman belajar yang tepat dengan menghubungi:
📲 0821 2000 0454 (Penerbit Rumaysho)
📲 0821 3626 7701 (Rumaysho Store)
Belajar, pahami, dan amalkan sunnah dengan ilmu. Semoga Allah mudahkan setiap langkah kita.
06/05/2026
Menunaikan akikah bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari menjaga warisan sunnah Nabi.
Tahukah kita, sebenarnya akikah menjadi tanggung jawab orang tua, khususnya ayah yang menanggung nafkah anak?
Bahkan, jika perlu, para ulama menganjurkan untuk berutang demi menunaikan sunnah mulia ini, karena di balik akikah, ada doa, pengharapan, dan keberkahan besar untuk si kecil.
Yuk, luruskan pemahaman kita tentang akikah, qurban, dan sunnah saat bayi lahir. InsyaAllah, buku "Fikih Qurban, Aqiqah, dan Sunnah Saat Bayi Lahir" karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal bisa menjadi teman belajar yang tepat dengan menghubungi:
📲 wa.me/6282120000454
📲 wa.me/6282136267701
Belajar, pahami, dan amalkan sunnah dengan ilmu. Semoga Allah mudahkan setiap langkah kita.
24/04/2026
Banyak yang bertanya saat Iduladha bertepatan dengan waktu akikah; Apakah cukup satu sembelihan untuk dua ibadah?
Ternyata para ulama memiliki perbedaan pendapat, sebagian membolehkan penggabungan, sebagian lain tidak membolehkan karena kurban dan akikah memiliki tujuan yang berbeda dan merupakan ibadah yang berdiri sendiri.
Kurban dilakukan sebagai bentuk syukur atas kehidupan dan memiliki waktu yang terbatas, sedangkan akikah dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak dan waktunya lebih longgar. Perbedaan tujuan ini menjadi alasan utama mengapa banyak ulama tidak menggabungkannya.
Sikap yang lebih hati-hati adalah memisahkan keduanya. Jika Allah memberi kelapangan rezeki, laksanakan kurban dan akikah secara terpisah. Jika belum mampu, dahulukan kurban karena waktunya terbatas, kemudian tunaikan akikah saat ada kesempatan.
Dengan memahami hal ini, Anda dapat menjalankan ibadah dengan lebih tepat dan tenang di tengah perbedaan pendapat.
Simak bahasan lengkapnya di web Rumayshocom lewat tautan berikut:
https://rumaysho.com/635-bolehkah-satu-sembelihan-untuk-qurban-dan-aqiqah.html
Semoga bermanfaat.
20/04/2026
Banyak orang tua baru yang bingung:
Apakah hari ketujuh dihitung dari hari kelahiran atau setelahnya?
Jawabannya:
Jika bayi lahir pagi atau siang, maka hitungan dimulai dari hari itu juga.
Jika bayi lahir malam hari, hitungan dimulai dari esok harinya.
Perhitungan ini berdasarkan hadis sahih dan penjelasan para ulama seperti Imam Nawawi rahimahullah.
Semoga dengan mengetahui ini, kita bisa menjalankan akikah dengan lebih tepat dan penuh berkah!
Untuk pembahasan lengkap tentang akikah, qurban, dan sunnah saat bayi lahir, Anda bisa membaca buku karya Ustadz Dr. Muhammad Abduh Tuasikal:
"Fikih Qurban, Aqiqah, dan Sunnah Saat Bayi Lahir."
dengan menghubungi:
📲 0821 2000 0454 (Penerbit Rumaysho)
📲 0821 3626 7701 (Rumaysho Store)
10/04/2026
Adik-adik, perlu dipahami jika kalian sakit, bukan alasan untuk meninggalkan shalat ya!
Allah tetap mewajibkan shalat lima waktu, tetapi Allah juga memberi keringanan bagi hamba-Nya yang sedang sakit. Saat tubuh tidak mampu bergerak seperti biasa, ibadah tetap bisa dilakukan sesuai kemampuan.
Mulai dari berdiri, duduk, hingga berbaring. Jika tidak mampu, cukup dengan isyarat kepala. Bahkan saat kondisi sangat lemah, shalat tetap bisa dilakukan dalam hati. Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kondisi apa pun.
Kemudahan juga diberikan melalui jamak shalat agar tidak memberatkan, serta qasar bagi yang harus safar untuk berobat jauh. Semua ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Melalui materi ini, adik-adik belajar bahwa shalat tidak pernah gugur, tetapi caranya bisa menyesuaikan kondisi.
Ingin belajar lebih lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami?!
Tonton kajian “Rofif Kids - Shalat untuk Orang Sakit” bersama Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal di YouTube Rumaysho TV.
Semoga bermanfaat.
06/04/2026
Sifat dayyuts sering tidak disadari, padahal dampaknya sangat besar dalam keluarga.
Orang tua merasa sayang, tetapi justru membiarkan anak lalai dari shalat, bebas bergaul, atau mengikuti keinginan yang bertentangan dengan syariat. Sikap ini bukan bentuk kasih sayang, tetapi kelalaian dalam menjaga amanah.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan peringatan tegas, bahwa salah satu golongan yang terancam tidak masuk surga adalah orang yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap kemaksiatan dalam keluarganya.
Peran orang tua bukan sekadar memenuhi kebutuhan dunia, tetapi menjaga agama anak. Menasihati, mengarahkan, dan memberi batasan adalah bagian dari tanggung jawab, bukan kekerasan.
Simak bahasan lengkap ustadz Muhammad Abduh Tuasikal akan hal ini di web kami melalui tautan berikut:
https://ruqoyyah.com/1824-jangan-jadi-toxic-parents-begitu-p**a-dayyuts.html
Semoga Allah menjaga keluarga kita dari kelalaian dan menjadikannya penuh keberkahan.