SMP Pelita Al Qur'an Wonosobo

SMP Pelita Al Qur'an Wonosobo SMP Berbasis Pesantren, program unggulan tahfidzul Qur'an

SMP Pelita Al-Qur’an Tahfidzul Qur’an Bilingual Boarding School merupakan sekolah unggulan berasrama yang mempersiapkan generasi hafidz-hafidzah yang mampu menghayati, mendalami dan mengamalkan isi dan kandungan Al-Qur’an, bertakwa, berintregritas tinggi, berdaya juang kuat, berakhlaqul karimah, mandiri, serta mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi. Program Pendidikan di SMP Pelita Al-Qur’an

Tahfidzul Qur’an Bilingual Boarding School dilaksanakan secara terpadu dalam bentuk integreted curriculum (kurikulum terpadu) selama 24 jam non stop, yaitu memadukan antara Kurikulum Pendidikan Nasional (DikNas), Kurikulum Sekolah Tahfidz dan Kurikulum Pesantren. Menggunakan Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari di bawah bimbingan para musyrif (supervisor) dan asatidz hafidz-hafidzah yang berkompeten selama 24 jam penuh.

18/12/2020

DETEKSI KECERDASAN ANAK

Wanita ini Beberkan, "Ranking 1 Bukan Kunci Sukses", ini Cara Deteksi Kecerdasan Anak yang Tepat

Mungkin bunda selama ini melihat kecerdasan anak berdasarkan ranking, tapi taukah selama ini bunda salah, ada ilmu dan tips yang tepat mendeteksi kecerdasan ana lewat nilai rapor yang ada perhitungannya.

Salah satu akun facebook membagikan ilmunya untuk para orang tua, supaya bisa melihat potensi yang dimiliki anak bunda.

Pasti bunda juga sering melihat rapor anak seusai pembagian, tapi kadang hanya melihatnya saja, atau jika dapat ranking ya sudah dibiarkan saja.

Padahal mengetahui kemampuan, kecerdasaan, potensi anak sangat penting juga, karena bisa dikembangkan dan didukung agar lebih maju dan lebih sukses nantinya.

Akun facebook bernama Diana Agustin, menuliskan ilmu yang sangat berguna dan bermanfaat bagi bunda yang ingin mejadikan anaknya sukses nanti.

Seperti ini tulisan asli Diana Agustin yang diunggah di akun facebooknya

Akhir bulan Desember adalah penerimaan raport buat para putra-putri kita.

Saya ikut bahagia di hari yang penuh ceria ini , dan ijinkan saya berbagi tips buat bapak ibu semua.

Tips berikut barangkali memiliki sudut pandang yang mungkin berbeda. Namun jika perspektifnya sama, alhamdulillah.

Yang utama semoga bermanfaat untuk kita semua.

Raport adalah *Progress Report Pembelajaran* laporan perkembangan ananda selama satu semester dalam menempuh seperangkat materi pelajaran dan *BUKAN hasil akhir*

Oleh karenanya saat menerima raport lakukan hal2 berikut :

1. *Tutup raport* terlebih dulu ! Tanyakan kpd ananda Pelajaran apa yg ia sukai dan siapakah guru yg ia sukai.

Ini akan berpengaruh terhadap nilai di dalam raport.

Belajar adalah hasil kerja mental emosional (EQ) yg kemudian mengarahkan kemampuan kognitif nya (IQ) untuk meresponnya untuk memperoleh nilai2 belajar.

2. *Buka raport.* Fokus kepada nilai TERTINGGI yg ada di raport.

Coba cek adakah signifikansi dg pelajaran yg diminati anak dan guru nya yg dia sukai.

Sekali lagi

*FOKUS lah kepada NILAI TERTINGGI* karena disitulah *KELEBIHAN* ananda. Itulah Anugerah terindah dari Tuhan Alloh yg diberikan. Terima dan Syukuri !

Berikan senyuman dan ucapan dg kalimat yg berisi pujian, apresiasi dan penghargaan dg tulus kpd ananda atas prestasinya.

3. *Perhatikan nilai nilai yg tertinggi dan nilai nilai pelajaran yg rendah.*

Perhatikan pembagian secara sederhana untuk memudahkan memetakan Oka (otak kanan) dan Oki (otak kiri)

kelompok pelajaran *otak kiri* (matematika, IPA/sains, fisika, kimia, biologi, teknik dll)

*Otak Kanan* ( bahasa, seni, IPS,)

Jika Ananda dominannya di Oki maka arahkan nantinya ke jurusan sesuai bidang Otak kiri. Demikian sebaliknya.

Raport Ini juga bermanfaat u deteksi kecerdasan sekaligus penjurusan !!!

Jangan sekali kali memaksakan anak yg dominan di pelajaran otak kanan, misalnya, untuk kuliah / sekolah menengah di jurusan golongan otak kiri semisal Matematika, IPA , kedokteran, teknik dll .

Selain kasihan kepada anak, karena menjadi beban, juga kecerdasan anak memang bukan disitu,akhirnya hasilnya/prestasiny menjadi kurang maksimal.

4. *Tanyakan kepada ananda, nilai pelajaran apa yg rendah, mengapa bisa terjadi dan bagaimana solusinya untuk selanjutnya !*

Ini sekaligus berguna bagi penguatan fondasi jiwa dan mental anak.

Melatih anak agar ia menerima diri apa adanya. Memaafkan diri dan ikhlas atas kekurangan kita sbg hamba Alloh yg lemah, kurang, sehingga memotivasi diri untuk memperbaiki.

Kecerdasan spiritual (SQ) dan keimanan yg kokoh dibangun dg melihat diri bahwa manusia memiliki sekian banyak KELEBIHAN sekaligus KELEMAHANNYA...!

Maka latihlah ananda untuk belajar menerima diri apa adanya.

5. *Jangan sekali kali MEMBANDING BANDINGKAN dg anak lain!* Karena anak anda adalah unik, berbeda dan HANYA SATU DI DUNIA tidak ada duanya.

Alloh sdh memberi Fitroh terbaik !
bakat, minat, kecerdasan, modalitas belajar dan potensi yg khas yg berbeda dg anak lain.

So Jangan dibandingkan !!! Karena putra putri Anda Tidak ada bandinganya.

Tulisan dari sahabat berikut ini juga layak untuk diperhatikan :

1. BERHENTILAH anda memamerkan ranking puta-putri anda!

Yang TERPENTING dari Pendidikan itu BUKAN ranking.

Hakekat dari pendidikan itu adalah menjadikan anak anda:
• mencintai aktivitas membaca untuk mencari pengetahuan
• bisa berpikir logis
• tahu nilai-2 benar & salah
• mampu mengembangkan bakatnya, dan
• punya semangat juang untuk mewujudkan apa yang dia inginkan secara disiplin & konsisten.

2. BERHENTILAH anda menjadikan ranking putra-putri sebagai kunci dari keberhasilan !

Ketika kita menjadikan ranking sebagai bukti keberhasilan pada anak kita, dampak terbesar adalah pada titik itulah kita berfokus. Kenyataannya TIDAK !!

• Saat anak anda mencintai membaca maka mereka menguasai banyak pengetahuan, tidak peduli apakah mereka punya ranking baik atau buruk.

• Saat anak anda bisa bepikir logis maka mereka akan mampu membangun visi dan impian mereka. Visi dan impian mereka itu tidak bisa dinilai per semester atau per semester untuk diperbandingkan antara anak satu dengan anak lainnya.

• Saat anak anda tahu mana nilai yang benar dan mana yang salah maka mereka akan punya integritas

• Saat mereka mengenal bakat mereka yang sesungguhnya maka mereka akan mampu menghasilkan karya dan dedikasi yang terbaik

• Saat anak anda punya semangat juang maka itulah kunci sejatinya kesuksesan hidup.
Dan ini semua tidak bisa diranking.

Jika anda fokus pada ranking maka anda akan kehilangan nilai-nilai yang hakiki dalam pendidikan.

Kalau anda harus kompromi dengan sistem pendidikan sekolah maka “kompromi” anda adalah, usahakan anak anda SELALU naik kelas dan bergairah menjalani aktivitas sekolahnya.

Terakhir,
Maknai nilai raport anak anda *HANYA* sebagai *SALAH SATU* indikator untuk tahu mana titik lemahnya, mana titik unggul ...

Semoga dg raportan yg bapak ibu terima, semakin memotivasi untuk tumbuh kembangnya potensi dan kecerdasan serta bakat minat ananda !

Raportan bukan Raport Amal Baik dan Buruk Hari Akhir, bukan!!!

Buku Raport ananda bukan catatan amal baik dan buruk hari akhir nanti, yg tidak bisa diperbaiki.

Raport bukan hasil akhir, ia adalah catatan hasil belajar ananda yg masih bisa dievaluasi dan diperbaiki !

Wisuda bukanlah akhir dari kesuksesan. Akan tetapi merupakan sebuah gerbang awal menuju kehidupan yang sesungguhnya. Mar...
11/07/2020

Wisuda bukanlah akhir dari kesuksesan. Akan tetapi merupakan sebuah gerbang awal menuju kehidupan yang sesungguhnya.
Mari junjung tinggi nama baik almamater. Karena para alumni adalah duta bagi almamaternya.
Selamat dan Sukses atas diwisudanya siswa-siswi kelas IX SMP Pelita Al-Qur'an. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan barokah. Amin ya Robbal 'alamin...

19/06/2020

MENCARI RIDHO GURU

Santri, ketika masuk ke sebuah pondok pesantren ibarat sepeda yang sedang diperbaiki di bengkel. Sama-sama untuk diperbaiki dengan tujuan dapat dimanfaatkan dan berguna. Ketika diperbaiki oleh sang empu bengkel, sepeda harus menerima segala macam bentuk perbaikan. Semua yang dianggap bermasalah hampir pasti diperbaiki dengan keterampilan yang dimilikinya. Begitu juga santri, ia harus mematuhi segala yang disarankan dan diperintahkan oleh sang Guru, terkhusus Kyai-nya sebagai empunya pondok pesantren. Hal-hal yang diinstruksikan sang Kyai sudah barang tentu untuk kebaikan sseluruh santriya. Meskipun, ketika keadaan seperti itu banyak santri yang tidak merasakannya, atau bahkan merasa dipenjara, dikekang, dibatasi pergerakannya dan hal-hal “negative thinking” lainnya. Namun percayalah, semua itu pasti ada efek baiknya yang akan dirasakan, meskpun itu di masa jauh yang akan datang.

Jika santri tidak menurut, membangkang, atau bahkan memberontak terhadap perintah gurunya, jangan harap ia akan menjadi sesuatu yang berguna. Dalam hal ini, ridho sang Guru-lah yang harus dicari oleh si santri. Meskipun secara dzohir (kasat mata) ia menjadi orang besar di suatu hari, tapi ketika sang Guru tidak meridhoi-nya maka kebesaran yang didapatkannya merupakan kesia-siaan belaka. Karena Ridho Allah ada di tangan Guru. Konsklusi itu muncul dari premis, bahwasannya ridho Allah itu ada pada ridho ke dua orang tuanya, sementara “guru adalah orang tua bagi (ruh) santri juga.” Maka ridho Allah juga terletak pada ridho guru. Seorang sya’ir berkata:

اُقَدِّمُ أُسْتَا ذِىْ عَلَى نَفْسِ وَالِدِيْ # وَإِنْ نَا لَنِيْ مِنْ وَالِدِى الْفَضْلَ وَالشَّرَفُ

فَدَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَوْهَرُ # وَهَذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمِ كَالصَّدَفِ

“Saya mengutamakan guru daripada orang tua # walaupun saya mendapatkan kemuliaan darinya”

“Namun, guru adalah orang yang menuntun jiwa yang diibaratkan sebagai mutiara # sementara orang tua adalah orang yang menuntun raga yang diibaratkan sebagai wadahnya mutiara”

Syi’ir ber-bahar thowil di atas merupakan syi’ir yang biasanya terdapat pada kitab-kitab ber-fan akhlak. Syi’ir tersebut mengajarkan pada kita betapa pentingnya posisi guru di hadapan santri/murid. Betapa murid harus menghormati sang guru. Sayyidina Ali bin Abi Tholib penah berkata bahwasannya beliau sedia menjadi budak bagi orang yang telah mengajarkannya sebuah ilmu, walaupun itu satu huruf saja. Dalam sebuah syi’ir juga disebutkan

لقد حقّ أن يهدى إليه كرامةً # لتعليْمِ حرفٍ واحدٍ ألْفُ دِرْهمٍ

“Sungguh, selayaknya seorang guru diberi kehormatan yang berlimpah.

Untuk satu huruf yang ia ajarkan, senilai dengan seribu dirham”

Melihat atmosfir di pondok pesantren, penulis rasa sudah cukup untuk mempresentasikan bagaimana seorang murid wajib menghormati gurunya. Isitlah ta’dzim biasa digunakan untuk hal itu. Walaupun tidak mutlak semua santri mengamalkannya, tapi setidaknya sebagian besar santri mengakui dan pernah menjalaninya. Bagaimana setiap santri berebut membalikkan sandal sang guru agar mempermudah saat dipakai, atau ketidakberanian santri menatap langsung mata sang guru (menundukkan kepala), “ngesot” saat sowan (menghadap) guru di rumahnya atau bahkan rela memijit sang guru semalam suntuk tanpa berani protes. Intinya bagi santri perintah guru itu mutlak dilakukan ketika tidak melanggar syari’at. Tapi rasanya, sangat minim sekali jika seorang guru memberikan perintah untuk melakukan yang sesuatu yang diarang syari’at.

Jika memakai kacamata modernisme yang cenderung materialisme, kelakuan santri membalikkan sandal sang guru memanglah sesuatu yang aneh. Tapi secara tidak sadar, hal sederhana tersebut akan memupuk rasa kepedulian dan kepekaan kita sebagai manusia terhadap keadaan sekitar. Kita akan lebih tersentuh untuk memberikan kemudahan kepada orang lain, meskipun ia tidak memintanya. Memupuk perasaan demikian tidaklah mudah terwujud, jika hanya mengandalkan seabreg teori yang tercantum di dalam buku-buku pelajaran yang “mereka” sebut pendidikan karakter, namun minim aplikasi. Apakah penulis tidak setuju dengan program pendidikan karakter? tidak, tidak seperti itu. Penulis mengapresiasi dan senang akan hal tersebut, itu menandakan bahwa pemerintah peduli akan akhlak para generasi bangsanya. Namun, ada baiknya jika semua itu tidak hanya dalam sebatas untaian tulisan di buku saja.

Masih banyak nilai-nilai pesantren yang terkadang tidak bisa dilogikakan dengan hanya mengandalkan akal semata yang berkutat dalam hal patuh-mematuhi guru. Meskipun sekarang kita merasa semua itu tak ada gunanya atau bahkan merugikan diri kita karena membuat “HAM” kita terekekang Yang terpenting bagi kita para santri, percayalah bahwa apa yang kita jalani sekarang pasti akan ada baiknya di kemudian hari dan jangan berhenti khidmah bagi pondok di mana kita menjalani merah-hitamnya peraturan. Semua keberhasilan tidak akan terasa manis tanpa adanya banyak pengorbanan atau keprihatinan yang kita alami. Mari kita mencari dan menggapai ridho guru dan Kyai kita untuk lebih memberikan manfaat pada kehidupan kita.

Sebagai penutup, penulis menukil syi’ir dalam kitab Tanbihul Muta’allim fi adabil tholab al ’ilmi.

لاَ يَكْتِفِيْ النَّحْلُ فِيْ شَمْعٍ يُضِيْ عَسَلٍ # يَشْفِيْ بِمادَّةٍ ومِنْ مَوَادِّهَا حَفَلَ

“(Bukankah) tidak cukup bagi seekor lebah yang menghasilkan lilin yang menyinari (di malam hari) dan madu yang dapat menyembuhkan hanya dengan satu bahan saja, melainkan dari himpunan berbagai bahan”.

Dikutip dari berbagai sumber

19/05/2020
16/05/2020
08/05/2020
Alhamdulillaaaah,,, tahun ini kembali memperoleh juara 1 tingkat Kabupaten..Miftahkhurrahmah, beralamat di Kedungbangkon...
24/10/2019

Alhamdulillaaaah,,, tahun ini kembali memperoleh juara 1 tingkat Kabupaten..
Miftahkhurrahmah, beralamat di Kedungbangkong, Kauman, Kaliwiro, Wonosobo. Mewakili dalam lomba MAPSI tingkat kabupaten, cabang lomba Musabaqah Hifdzil Qur'an.
Saat ini dia kelas 9, menghafal dari kelas 7, blm genap 3 tahun sudah menghafal 20 juz, MasyaAllaah...
Tabarakallaaah...
Semoga adik² mu bisa mengikuti jejakmu.

Mohon Dukungan dan Do'a Restu, pada tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Yang insyaAllah akan terlaksana Besok Jum'at 25 Oktober 2019.
🤲🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻



Address

Jalan Dieng Km. 5 Krasak Mojotengah
Wonosobo
56351

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMP Pelita Al Qur'an Wonosobo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to SMP Pelita Al Qur'an Wonosobo:

Shortcuts

Share

Category