Pesantren Al-Munir Wonosobo

Pesantren Al-Munir Wonosobo Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pesantren Al-Munir Wonosobo, Education, Jalan Dieng Km. 05 Bumirejo/Krasak Mojotengah, Wonosobo.

Mohon Do'a RestuSantri PPTQ AL-Munir atas nama Amalia Khoirunnisa' mewakili Jateng maju ke babak semifinal MTQ Nasional ...
19/11/2020

Mohon Do'a Restu
Santri PPTQ AL-Munir atas nama
Amalia Khoirunnisa' mewakili Jateng maju ke babak semifinal MTQ Nasional 2020 cabang MFQ di Sumatera Barat๐Ÿ™๐Ÿ™

https://youtu.be/wMKi-OLrSxI

17/08/2020
12/07/2020

Bismillah... Keberangkatan Santri Baru Gelombang Pertama

MENCARI RIDHO GURUSantri, ketika masuk ke sebuah pondok pesantren ibarat sepeda yang sedang diperbaiki  di bengkel. Sama...
19/06/2020

MENCARI RIDHO GURU

Santri, ketika masuk ke sebuah pondok pesantren ibarat sepeda yang sedang diperbaiki di bengkel. Sama-sama untuk diperbaiki dengan tujuan dapat dimanfaatkan dan berguna. Ketika diperbaiki oleh sang empu bengkel, sepeda harus menerima segala macam bentuk perbaikan. Semua yang dianggap bermasalah hampir pasti diperbaiki dengan keterampilan yang dimilikinya. Begitu juga santri, ia harus mematuhi segala yang disarankan dan diperintahkan oleh sang Guru, terkhusus Kyai-nya sebagai empunya pondok pesantren. Hal-hal yang diinstruksikan sang Kyai sudah barang tentu untuk kebaikan sseluruh santriya. Meskipun, ketika keadaan seperti itu banyak santri yang tidak merasakannya, atau bahkan merasa dipenjara, dikekang, dibatasi pergerakannya dan hal-hal โ€œnegative thinkingโ€ lainnya. Namun percayalah, semua itu pasti ada efek baiknya yang akan dirasakan, meskpun itu di masa jauh yang akan datang.

Jika santri tidak menurut, membangkang, atau bahkan memberontak terhadap perintah gurunya, jangan harap ia akan menjadi sesuatu yang berguna. Dalam hal ini, ridho sang Guru-lah yang harus dicari oleh si santri. Meskipun secara dzohir (kasat mata) ia menjadi orang besar di suatu hari, tapi ketika sang Guru tidak meridhoi-nya maka kebesaran yang didapatkannya merupakan kesia-siaan belaka. Karena Ridho Allah ada di tangan Guru. Konsklusi itu muncul dari premis, bahwasannya ridho Allah itu ada pada ridho ke dua orang tuanya, sementara โ€œguru adalah orang tua bagi (ruh) santri juga.โ€ Maka ridho Allah juga terletak pada ridho guru. Seorang syaโ€™ir berkata:

ุงูู‚ูŽุฏูู‘ู…ู ุฃูุณู’ุชูŽุง ุฐูู‰ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงู„ูุฏููŠู’ # ูˆูŽุฅูู†ู’ ู†ูŽุง ู„ูŽู†ููŠู’ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุงู„ูุฏูู‰ ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุฑูŽูู

ููŽุฏูŽุงูƒูŽ ู…ูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ุฑูู‘ูˆู’ุญู ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ูˆู’ุญู ุฌูŽูˆู’ู‡ูŽุฑู # ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุฌูุณู’ู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุณู’ู…ู ูƒูŽุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽูู

โ€œSaya mengutamakan guru daripada orang tua # walaupun saya mendapatkan kemuliaan darinyaโ€

โ€œNamun, guru adalah orang yang menuntun jiwa yang diibaratkan sebagai mutiara # sementara orang tua adalah orang yang menuntun raga yang diibaratkan sebagai wadahnya mutiaraโ€

Syiโ€™ir ber-bahar thowil di atas merupakan syiโ€™ir yang biasanya terdapat pada kitab-kitab ber-fan akhlak. Syiโ€™ir tersebut mengajarkan pada kita betapa pentingnya posisi guru di hadapan santri/murid. Betapa murid harus menghormati sang guru. Sayyidina Ali bin Abi Tholib penah berkata bahwasannya beliau sedia menjadi budak bagi orang yang telah mengajarkannya sebuah ilmu, walaupun itu satu huruf saja. Dalam sebuah syiโ€™ir juga disebutkan

ู„ู‚ุฏ ุญู‚ู‘ ุฃู† ูŠู‡ุฏู‰ ุฅู„ูŠู‡ ูƒุฑุงู…ุฉู‹ # ู„ุชุนู„ูŠู’ู…ู ุญุฑูู ูˆุงุญุฏู ุฃู„ู’ูู ุฏูุฑู’ู‡ู…ู

โ€œSungguh, selayaknya seorang guru diberi kehormatan yang berlimpah.

Untuk satu huruf yang ia ajarkan, senilai dengan seribu dirhamโ€

Melihat atmosfir di pondok pesantren, penulis rasa sudah cukup untuk mempresentasikan bagaimana seorang murid wajib menghormati gurunya. Isitlah taโ€™dzim biasa digunakan untuk hal itu. Walaupun tidak mutlak semua santri mengamalkannya, tapi setidaknya sebagian besar santri mengakui dan pernah menjalaninya. Bagaimana setiap santri berebut membalikkan sandal sang guru agar mempermudah saat dipakai, atau ketidakberanian santri menatap langsung mata sang guru (menundukkan kepala), โ€œngesotโ€ saat sowan (menghadap) guru di rumahnya atau bahkan rela memijit sang guru semalam suntuk tanpa berani protes. Intinya bagi santri perintah guru itu mutlak dilakukan ketika tidak melanggar syariโ€™at. Tapi rasanya, sangat minim sekali jika seorang guru memberikan perintah untuk melakukan yang sesuatu yang diarang syariโ€™at.

Jika memakai kacamata modernisme yang cenderung materialisme, kelakuan santri membalikkan sandal sang guru memanglah sesuatu yang aneh. Tapi secara tidak sadar, hal sederhana tersebut akan memupuk rasa kepedulian dan kepekaan kita sebagai manusia terhadap keadaan sekitar. Kita akan lebih tersentuh untuk memberikan kemudahan kepada orang lain, meskipun ia tidak memintanya. Memupuk perasaan demikian tidaklah mudah terwujud, jika hanya mengandalkan seabreg teori yang tercantum di dalam buku-buku pelajaran yang โ€œmerekaโ€ sebut pendidikan karakter, namun minim aplikasi. Apakah penulis tidak setuju dengan program pendidikan karakter? tidak, tidak seperti itu. Penulis mengapresiasi dan senang akan hal tersebut, itu menandakan bahwa pemerintah peduli akan akhlak para generasi bangsanya. Namun, ada baiknya jika semua itu tidak hanya dalam sebatas untaian tulisan di buku saja.

Masih banyak nilai-nilai pesantren yang terkadang tidak bisa dilogikakan dengan hanya mengandalkan akal semata yang berkutat dalam hal patuh-mematuhi guru. Meskipun sekarang kita merasa semua itu tak ada gunanya atau bahkan merugikan diri kita karena membuat โ€œHAMโ€ kita terekekang Yang terpenting bagi kita para santri, percayalah bahwa apa yang kita jalani sekarang pasti akan ada baiknya di kemudian hari dan jangan berhenti khidmah bagi pondok di mana kita menjalani merah-hitamnya peraturan. Semua keberhasilan tidak akan terasa manis tanpa adanya banyak pengorbanan atau keprihatinan yang kita alami. Mari kita mencari dan menggapai ridho guru dan Kyai kita untuk lebih memberikan manfaat pada kehidupan kita.

Sebagai penutup, penulis menukil syiโ€™ir dalam kitab Tanbihul Mutaโ€™allim fi adabil tholab al โ€™ilmi.

ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒู’ุชููููŠู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุญู’ู„ู ูููŠู’ ุดูŽู…ู’ุนู ูŠูุถููŠู’ ุนูŽุณูŽู„ู # ูŠูŽุดู’ูููŠู’ ุจูู…ุงุฏู‘ูŽุฉู ูˆู…ูู†ู’ ู…ูŽูˆูŽุงุฏู‘ูู‡ูŽุง ุญูŽููŽู„ูŽ

โ€œ(Bukankah) tidak cukup bagi seekor lebah yang menghasilkan lilin yang menyinari (di malam hari) dan madu yang dapat menyembuhkan hanya dengan satu bahan saja, melainkan dari himpunan berbagai bahanโ€.

Dikutip dari berbagai sumber

Menggapai kemuliaan Lailatul Qodr dengan tadarrus al qur'an
19/05/2020

Menggapai kemuliaan Lailatul Qodr dengan tadarrus al qur'an

Let's join us!Menjadi generasi solih bersama Yayasan An Nabawi Asy Syarif1. MTs Al Futuhiyyah 2. SMP Pelita Al Qur'an3. ...
16/05/2020

Let's join us!
Menjadi generasi solih bersama Yayasan An Nabawi Asy Syarif
1. MTs Al Futuhiyyah
2. SMP Pelita Al Qur'an
3. SMK Pelita Al Qur'an

08/05/2020

Let's join us
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi
0812 3753 5434 (Kris dwiyanti)
0852 2702 6959

Address

Jalan Dieng Km. 05 Bumirejo/Krasak Mojotengah
Wonosobo
56351

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren Al-Munir Wonosobo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category