21/10/2024
Ahad, 20 Oktober 2024
🎩💺*PAK PRABOWO MULAI HARI INI ANDA ADALAH PRESIDEN KAMI & INILAH AQIDAH KAMI*
Mungkin sebagian kami tidak memilih anda, tapi ketika anda telah sah menjadi presiden, anda adalah pemimpin kami, kami berikan legitimasi kami untuk anda.
Kami akan senantiasa taat selama perintah Anda tidak menyelisihi perintah Allah & RasulNya
Kami tunjukkan kepada anda salah satu dari pilar pokok aqidah kami "Ahlus Sunnah wal Jama'ah"
"MENENTANG PEMERINTAH" JANGAN ANGGAP BIASA!!
Tidak menentang pemerintah yang sah merupakan salah satu pokok AJARAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH yang fundamental, dengan demikian menentang pemerintah yang sah bukan perkara yang biasa dan sepele.
Selama mereka masih mengerjakan shalat, maka kita tetap wajib mentaati mereka dalam perkara yang tidak menyelisihi perintah Allah & RasulNya tentunya, kecuali jika memang telah nampak pada mereka kekufuran nyata yang tidak ada lagi keraguan dan syubhat padanya.
Andaikata mereka telah nyata² kafir, itu pun tidak berarti serta merta boleh menentang dan memberontak, maslahat dan mafsadat umat tetap harus dipertimbangkan dalam masalah ini, hingga diketahui apakah disyariatkan memberontak (khuruj) atau tetap bersabar dibawah penguasa yang dzalim.
Ada 6 hal yang menunjukkan bahwa TIDAK MENENTANG PEMERINTAH adalah salah satu pilar² pokok ahlus sunnah waljama'ah;
1. Masalah ini masuk dalam pembahasan aqidah.
Hampir setiap kitab aqidah ahlus sunnah memuat pembahasan wajibnya taat kepada penguasa dan haramnya menentang mereka.
Contoh: kitab "Istiqamah" (1/32) syeikh Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, "Termasuk dari pokok aqidah yang ditunjukkan oleh nash (Al-Qur'an dan Hadits) bahwa manusia itu diperintahkan untuk bersabar atas seorang pemimpin yang kejam dan zhalim, sabar dalam menghadapi kekejaman dan kezhalimannya, hal ini sperti yang diperintahkan Nabi dalam beberapa hadits".
Inilah aqidah diyakini oleh 4 madzhab;
- Syeikh Islam Ibnu Taimiyyah (hanbali) dalam Majmu' Fatawa (16/474)
- Abu Ja'far Ath Thahawi (Hanafi) dalam kitab "Al Aqidah Ath Thahawiyyah" (1/428)
- Ibnu Zamanin (Maliki) dalam kitabnya "Ushulus Sunnah" (275)
- Al Muzani (Syafi'i) dalam kitab "Syarhus Sunnah" (85).
Semuanya menyatakan bahwa termasuk dari dasar aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah wajibnya mentaati penguasa dan haramnya menentang walaupun mereka berbuat aniaya.
2. Masalah wajibnya mentaati penguasa adalah masalah yang dilandasi hadits-hadits yang mutawatir. Sebagaimana dikatakan oleh imam Al Atsram dalam kitab "Nasikhul Hadits wa Mansyukhihi" (257).
3. Masalah ini termasuk wasiat yang Rasulullah bersungguh-sungguh dalam menyampaikannya, dimana Rasulullah memanfaatkan momentum berkumpulnya manusia ketika haji wada' untuk menyampaikan pesan ini.
Inilah diantara pesan Beliau saat itu;
ﻧﻀَّﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻣﺮﺃً ﺳَﻤِﻊ ﻣﻘﺎﻟﺘﻲ ﻓﻮَﻋَﺎﻫﺎ ﻭﺣَﻔِﻈﻬﺎ
ﻭﺑَﻠَّﻐﻬﺎ، ﻓﺮُﺏَّ ﺣﺎﻣﻞ ﻓِﻘْﻪ ﺇﻟﻰ ﻣَﻦ ﻫﻮ ﺃﻓﻘﻪ ﻣﻨﻪ، ﺛﻼﺙ ﻻ
ﻳﻐﻞُّ ﻋﻠﻴﻬﻦَّ ﻗﻠﺐُ ﻣﺴﻠﻢ: ﺇﺧﻼﺹُ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻨﺎﺻﺤﺔ
ﺃﺋﻤﺔ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﻭﻟﺰﻭﻡ ﺟﻤﺎﻋﺘﻬﻢ؛ ﻓﺈﻥَّ ﺍﻟﺪَّﻋْﻮﺓ ﺗُﺤﻴﻂ ﻣﻦ
ﻭﺭﺍﺋﻬﻢ
Allah akan memperbagus seorang yang mendengar ucapanku lalu ia memahaminya, menghafalkannya dan menyampaikannya, bisa jadi seseorang itu mengusung fiqih kepada orang yang lebih faqih. Ada tiga perkara yang menjadikan hati tidak pernah dengki karenanya; ikhlash dalam beramal karena Allah, menasihati para penguasa kaum muslimin dan senantiasa bergabung dengan kesatuan mereka, karena doa itu akan senantiasa meliputi siapa saja yang berada di belakang mereka. [HR. Tirmidzi 2582, dan asal hadits ini ada di shahih muslim 4501]
4. Masalah ini termasuk dari wasiat perpisahan, dan sudah dimaklumi bahwa pesan akhir seorang yang akan meninggalkan kaumnya tentu akan mengandung hal-hal penting yang bermanfaat untuk mereka.
Sebagaimana dalam hadits 'Irbadh bin Sariyah yang tidak lagi asing di telinga kita, dia mengatakan, "Pada suatu hari Rasulullah shalat bersama kami, lantas beliau menghadap ke arah kami dan memberikan wejangan yang mendalam, hingga mata berlinangan air mata dan hati takut karenanya. Lantas ada seorang yang berkata,'Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah pesan terakhir, apa pesan engkau kepada kami?', maka Rasulullah pun bersabda, 'Aku washiatkan kalian agar selalu bertakwa kepada Allah, dan untuk selalu mendengar dan taat walaupun dipimpin oleh budak Etiopia...[HR. Abu Daud 4607, Ibnu Majah 43, At Tirmidzi 2676]
5. Masalah ini termasuk diantara syarat agar seorang masuk surga
Sebagaimana dalam hadits shahih Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sembahlah Rabb kalian, kerjakan shalat lima waktu, puasalah di bulan Ramadhan, tunaikanlah zakat mal kalian dan taatilah pemimpin kalian, maka kalian akan masuk surga. [Ahmad:22161]
6. Masalah ini termasuk dari pasal yang para shahabat Nabi berbait atasnya.
Sebagaimana dalam hadits Ubadah, beliau berkata, "Kami dipanggil oleh Nabi shallallahu alaihi wassalam maka kami membaiatnya, maka beliau membaiat mereka untuk selalu mendengar dan taat, baik ketika susah ataupun lapang ,ketika lega ataupun tidak lega, dan agar kita tidak menentang perintah pemimpin. Bukhari (7055), Muslim (4799).
Demi sempurna-nya pilar ini maka kami harapkan dari teman-teman beberapa hal:
1. Kalau masa kampanye pilpres kita akrab dengan foto² yang bermakna negatif bagi pak Prabowo mari kita delete foto itu.
2. Kalau dulu kita biasa membicarakan kelemahan dan kekurangan Pak Prabowo, maka mari kita tinggalkan itu demi menjaga martabat pemimpin kita.
3. Jika salah satu diantara kita ingin menasehatinya, nasehatilah ia secara tersembunyi, bukan dengan cara menyebarkannya di media masa atau didengung-dengungkan di mimbar.
4. Jika ada kebijakan yang tidak selaras dengan keinginan masyarakat, maka terimalah kebijakan itu selama tidak bertentangan dengan perintah Allah dan bersabarlah dalam menghadapinya, jangan hujat pemimpin kita, akan tetapi mintalah ganti dan kemudahan dari Allah.
5. Jangan lupa doakan pemerintah kita agar mereka menuju hidayah dan mengarah kepada kebaikan dan perbaikan.
🌐 Sumber *Artikel* : https://www.facebook.com/share/p/oeW7X1JahHim8JJi/?mibextid=qi2Omg
☕ Silahkan disebarkan, semoga bermanfaat, Allah berkahi dan mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin ☕
Barakallah fikum.
Tengaran,
✒ Ditulis oleh,
Akhukum, Khoiri Assalaky.
✿🫘❁࿐❁✿🫘✿❁࿐❁🫘✿